HURIA KRISTEN BATAK PROTESTAN

BENGKULU (6/2) – Proses pembangunan gedung Gereja Pos Pelayanan HKBP Putri Hijau, Resort Bengkulu, terus menunjukkan kemajuan positif hingga awal tahun 2026. Proyek yang dimulai sejak November 2024 ini merupakan upaya strategis jemaat dalam menyediakan fasilitas ibadah yang lebih representatif guna mendukung pertumbuhan iman warga gereja di wilayah tersebut. Seluruh jemaat dan panitia terus bergandengan tangan, mengandalkan penyertaan Tuhan dalam menopang kebutuhan dana serta material bangunan. Pembangunan yang masih berlanjut ini menjadi simbol semangat kebersamaan dan komitmen HKBP Putri Hijau untuk segera mewujudkan rumah ibadah yang permanen demi kemuliaan Tuhan dan pelayanan yang lebih maksimal. Mari kita doakan!

PEMATANGSIANTAR (5/2) – HKBP Resort Pardamean, Distrik V Sumatera Timur, menyelenggarakan ibadah syukur Bona Taon yang dirangkai dengan pembukaan (Pamuhai) Partangiangan Sektor serta Launching Orientasi Pelayanan Tahun Transformasi HKBP 2026. Acara yang berlangsung di gedung gereja ini menjadi momentum awal bagi jemaat untuk menyelaraskan arah pelayanan sepanjang tahun. Selaras dengan tema “Pengajaran Iman di Tengah Keluarga” (Ulangan 6:4-9), kegiatan ini menekankan pentingnya peran keluarga sebagai basis utama transformasi rohani. Melalui peluncuran program ini, HKBP Resort Pardamean berkomitmen memperkuat pondasi iman jemaat di tingkat rumah tangga sebagai wujud nyata visi besar HKBP di tahun 2026.

SAMOSIR (5/2) – Kepala Departemen Diakonia HKBP melakukan kunjungan pastoral ke Kampung Sarimarnaek, Kecamatan Pangururan, Kamis sore. Dalam kunjungan tersebut, beliau menemui enam kepala keluarga serta anak-anak Sekolah Minggu yang memiliki semangat iman luar biasa meski bermukim di pelosok. Walaupun setiap Minggu harus berjalan kaki sejauh dua kilometer menuju gereja, anak-anak di sana tetap mahir bernyanyi dan menghafal Hukum Taurat. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelayanan Diakonia HKBP untuk menjangkau jemaat di wilayah terpencil, guna memastikan penguatan rohani dan pendampingan sosial menyentuh seluruh lapisan warga gereja tanpa terkecuali.

PEARAJA (5/2) – Ephorus HKBP Anjurkan Program Pendidikan Gratis ke Pemerintah – Ephorus HKBP, Pdt. Victor Tinambunan, menyatakan keprihatinan mendalam atas tragedi kemanusiaan di Ngada, NTT. Di Kantor Pusat HKBP, beliau menegaskan bahwa peristiwa ini harus menjadi momentum bagi pemerintah untuk mengevaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar lebih tepat sasaran dan tidak hanya dinikmati segelintir elite. Ephorus mendorong pemerintah untuk lebih fokus pada jaminan pendidikan gratis yang komprehensif, termasuk penyediaan alat tulis dasar. Menurutnya, akses pendidikan tidak boleh terputus hanya karena kemiskinan. Beliau berharap kebijakan negara benar-benar menyentuh akar persoalan rakyat kecil agar tragedi serupa tidak terulang kembali di masa depan.

LONTUNG (5/2) – HKBP Batumanumpak Resort Lontung resmi memulai rangkaian Partangiangan (ibadah lingkungan) Sektor 1 untuk tahun 2026. Menjadi teladan bagi jemaat, keluarga Pdt. Reni Nainggolan (Pendeta Resort) bersama Kel. J.M. Hutasoit bertindak sebagai tuan rumah pertama dalam pembukaan ibadah tersebut. Ibadah yang dilayani oleh St. Sinto Gultom, S.Pd sebagai pengkhotbah dan St. E. br. Dongoran sebagai liturgis ini berlangsung khidmat. Kegiatan rutin ini menjadi pilar transformasi iman di tengah keluarga, dengan harapan penyertaan Tuhan senantiasa menguatkan persekutuan jemaat HKBP Batumanumpak sepanjang tahun pelayanan 2026.

PEARAJA (4/2) – Ompui Ephorus HKBP memberikan apresiasi khusus kepada 10 Praeses yang dinilai memiliki capaian kinerja luar biasa. Penghargaan ini didasarkan pada penilaian komprehensif terhadap aspek administrasi, serta efektivitas pelayanan di bidang Koinonia, Marturia, dan Diakonia di distrik masing-masing. Langkah ini bertujuan untuk memotivasi para Praeses lainnya agar terus meningkatkan dedikasi dan kualitas pelayanan jemaat. Ephorus berharap persaingan positif ini dapat mempercepat digitalisasi database dan penguatan ekonomi jemaat yang menjadi tantangan utama saat ini. Dengan apresiasi ini, diharapkan seluruh pimpinan distrik semakin solid dalam mengemban amanat pelayanan di seluruh wilayah HKBP.

BEKASI (4/2) – Seksi Perempuan Huria (SPH) HKBP Tanka menggelar ibadah syukur Bona Taon sebagai bentuk rasa syukur atas penyertaan Tuhan sepanjang tahun 2025. Ibadah dipimpin oleh Pdt. Michael Lumbantobing. Momentum awal tahun 2026 ini menjadi ajang konsolidasi bagi kaum ibu untuk memperkuat komitmen pelayanan dan menatap program kerja yang telah dirancang dengan semangat baru. Dalam pertemuan tersebut, ditekankan pentingnya ketekunan dan sikap pantang menyerah dalam menjalankan setiap tanggung jawab pelayanan. SPH HKBP Tanka berharap tahun 2026 menjadi tahun transformasi yang lebih baik, di mana setiap program dapat terlaksana atas bimbingan Tuhan. Semangat kebersamaan ini diharapkan mampu memampukan seluruh anggota SPH untuk terus menjadi berkat di tengah gereja, keluarga, dan masyarakat.

BEKASI (4/2) – HKBP KSB (Kota Serang Baru) Resort Cikarang melaksanakan ibadah Pamuhai Partangiangan Wijk sekaligus Partangiangan Manabur Boni pada Rabu, 4 Februari 2026. Acara ini menandai dimulainya rangkaian doa lingkungan serta permohonan berkat atas benih yang akan ditabur, simbol pengharapan jemaat akan penyertaan Tuhan dalam setiap usaha dan pekerjaan di tahun yang baru. Ibadah berlangsung penuh sukacita, menjadi momentum penguatan iman bagi seluruh jemaat di wilayah Kota Serang Baru. Melalui tradisi Manabur Boni, jemaat diajak untuk senantiasa mengandalkan Tuhan sebagai sumber berkat. Harapannya, melalui persekutuan doa yang rutin di tiap lingkungan (Wijk), kasih dan berkat Tuhan Yesus senantiasa menyertai seluruh kehidupan jemaat sepanjang tahun ini.

PEARAJA (3/2) – Rapat Praeses HKBP 2026: Capaian Pelayanan dan Tantangan Distrik Rapat Praeses HKBP yang berlangsung pada 2-4 Februari 2026 di Kantor Pusat HKBP menyoroti berbagai capaian dan tantangan pelayanan dari 32 Distrik. Sepanjang periode Oktober-Desember 2025, selain berbagai peningkatan diungkap pula berbagai tantangan berat, mulai dari bencana alam di wilayah Toba dan Humbang hingga kendala teknis database akibat keterbatasan jaringan. Ompui Ephorus mengapresiasi seluruh laporan para Praeses dan berkomitmen untuk ambil andil demi meringankan beban jemaat.

SIPOHOLON (3/2) – Pimpinan HKBP bersama para Praeses dan pelayan penuh waktu menyampaikan duka mendalam atas berpulangnya Irene Solagratia Simatupang (17), putri dari Pdt. Jhon Vetra Simatupang, M.Th. Kehadiran pimpinan di rumah duka merupakan wujud nyata empati dan solidaritas iman keluarga besar HKBP. Dalam kesempatan tersebut, Pimpinan HKBP memberikan penghiburan rohani agar keluarga yang ditinggalkan beroleh ketabahan dan kekuatan melalui kasih Kristus. Ibadah penghormatan terakhir dan pemakaman dilaksanakan pada 4 Februari 2026. Aksi diakonia ini menegaskan komitmen HKBP untuk terus hadir mendampingi para pelayan dan keluarganya dalam setiap pergumulan, membawa pengharapan di tengah kedukaan.

PEARAJA (3/2) – HKBP Susun Buku Panduan Arsitektur: Padukan Teologi dan Aksesibilitas – Rapat Praeses HKBP pada 2 Februari 2026 membahas penyusunan Buku Panduan Arsitektur Gereja HKBP. Panduan ini dirancang bukan untuk penyeragaman, melainkan sebagai landasan teologis dan praktis dalam pembangunan fisik gereja. Poin-poin penting dalam pembahasan meliputi: 1) Inklusivitas: Menekankan konsep gereja ramah lansia, difabel, dan berwawasan lingkungan (go-green). 2) Kearifan Lokal: Mengakomodasi kontekstualisasi budaya Batak dan estetika bangunan, termasuk penempatan mimbar dan menara. Fasilitas: Menstandarisasi kualitas akustik (sound system) dan penataan lahan agar menciptakan suasana tenang bagi pelayan. Ephorus HKBP berharap buku ini menjadi acuan strategis bagi jemaat dalam menata rumah ibadah yang fungsional sekaligus mencerminkan identitas HKBP.

PEARAJA (3/2) – Rapat Praeses HKBP: Evaluasi Kinerja Pelayan Melalui Survei Jemaat – Rapat Praeses HKBP pada 3 Februari 2026 menyoroti hasil survei Balitbang HKBP terhadap 342 responden dari 28 Distrik mengenai integritas dan kualitas khotbah pelayan. Meski tingkat kepuasan terhadap konten khotbah mencapai 80%, aspek kesesuaian ajaran dengan kehidupan pribadi hanya disetujui 53,5% jemaat. Sementara itu, Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, menekankan refleksi kasih Petrus sebagai landasan pelayanan. Beliau mengingatkan para pelayan agar tidak terlena dengan hasil survei dan tetap serius melakukan perbaikan karakter. Para Praeses pun didorong memprakarsai penelitian mandiri di tiap Distrik guna mendapatkan solusi penggembalaan yang lebih akurat dan berdampak nyata bagi jemaat.

PEARAJA (3/2) – Dalam Rapat Praeses HKBP, Pdt. Marolop Sinaga yang secara khusus diundang, mengungkapkan kekhawatiran atas 30% warga jemaat yang pasif akibat ketidakdewasaan rohani dan faktor ekonomi-sosial. Beliau menyoroti kecenderungan pelayan yang hanya fokus pada jemaat aktif, sehingga warga yang terjerat penyakit sosial merasa terabaikan. Sebagai solusi, Pdt. Marolop mendorong riset berbasis angket untuk memetakan kondisi jemaat secara akurat. Langkah selanjutnya adalah penguatan 12 seksi gereja dengan melibatkan aktivis dari tiap lingkungan (Wijk) guna mendampingi jemaat pasif secara konsisten dan terukur.

HELVETIA (2/2) – HKBP Maranatha Bersiap Rayakan Jubileum 50 Tahun Helvetia – Menjelang perayaan Jubileum 50 tahun HKBP Maranatha pada 14-15 Februari 2026, Pdt. Eko Pasaribu menginformasikan bahwa panitia terus melakukan persiapan intensif. Acara ini rencananya akan dipimpin langsung oleh Ompui Ephorus HKBP dan dihadiri sekitar 1.300 undangan, termasuk para pelayan fulltimer serta 25 pendeta di wilayah Helvetia. Selain ibadah syukur, acara akan dimeriahkan oleh artis ibu kota dan lucky draw dengan hadiah menarik seperti mesin cuci dan televisi. Perayaan ini diharapkan menjadi momentum kejayaan bagi jemaat HKBP Maranatha.

PEARAJA (2/2)– Momen penting terjadi di hari pertama Rapat Praeses HKBP, 2 Februari 2026, Kanal WhatsApp Resmi HKBP rilis ke publik. Saluran ini akan hadir sebagai media komunikasi cepat yang menyuplai informasi terbaru, mulai dari berita pelayanan Kantor Pusat hingga kabar inspiratif dari jemaat setempat. Baru saja dibuka, antusiasme warga jemaat sangat tinggi dengan jumlah pengikut yang terpantau telah mencapai 200 orang. Kehadiran kanal ini diharapkan mempererat persekutuan di era digital. Mari bergabung untuk mendapatkan informasi terpercaya melalui tautan: https://whatsapp.com/channel/0029VbBnCMOIHph9sDRDEO1D.

PEARAJA (2/2) – Sebanyak 32 Praeses HKBP dari berbagai distrik berkumpul di Kantor Pusat HKBP, Pearaja, untuk melaksanakan Rapat Praeses yang berlangsung pada 2-4 Februari 2026. Pertemuan strategis ini dibuka dengan agenda krusial bagi keberlangsungan pelayanan gereja. Beberapa poin utama yang dibahas meliputi pengesahan Buku Panduan Arsitektur Gereja HKBP demi keseragaman estetika bangunan, serta peningkatan kualitas spiritualitas dan kemampuan para pelayan tahbisan dalam memahami Firman Tuhan. Selain itu, para Praeses mulai membedah Draft Awal Perubahan Aturan dan Peraturan (AP) HKBP sebagai langkah adaptasi organisasi. Pertemuan ini juga mematangkan persiapan perayaan Ulang Tahun HKBP ke-165 yang akan menjadi momentum syukur besar bagi seluruh jemaat.

BEKASI (2/2) – Pendeta Resort, Pdt. Miduk Sirait, S.Th., M.M., memimpin acara partangiangan (doa bersama) sekaligus penyerahan si pir ni tondi bagi jemaat HKBP Resort Setia Mekar yang terdampak musibah banjir. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian nyata gereja dalam memberikan penguatan spiritual dan dukungan moril kepada warga jemaat yang sedang mengalami pergumulan. Melalui pemberian si pir ni tondi ini, gereja berharap jemaat yang tertimpa musibah tetap teguh, sehat, dan beroleh penghiburan di dalam iman. Aksi diakonia karitatif ini menegaskan kehadiran HKBP Setia Mekar sebagai persekutuan yang saling menopang, memastikan bahwa setiap warga yang menderita tidak berjalan sendirian, melainkan dipeluk oleh kasih dan doa seluruh jemaat.

PANDAN (1/2) – Suasana syukur mewarnai Rapat Huria HKBP Pasar Baru Resort Pandan saat Panitia Pembangunan memaparkan Rencana Anggaran Pembangunan (RAP) tahun 2026. Merespons rencana tersebut, keluarga AP. Sihombing secara spontan menyatakan dukungannya dengan memberikan sumbangan sebesar Rp5.000.000 yang dialokasikan khusus untuk pengadaan kursi pemberkatan dan meja rapat gereja. Aksi kedermawanan ini disambut sukacita oleh seluruh peserta rapat sebagai wujud nyata kepedulian jemaat terhadap pengembangan fasilitas ibadah. Dukungan tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi warga jemaat lainnya untuk saling menopang dalam menyelesaikan target pembangunan tahun ini, demi meningkatkan kenyamanan serta kualitas pelayanan di HKBP Pasar Baru.

LAGUBOTI (2/2) – Kepala Departemen Diakonia HKBP melakukan kunjungan pastoral ke Panti Karya Hephata di Desa Sintong Marnipi guna meninjau langsung pelayanan bagi penyandang disabilitas. Dalam kunjungan tersebut, beliau berinteraksi dengan anak-anak dampingan yang tengah mengikuti proses belajar di Sekolah Luar Biasa (SLB) yang berada dalam kompleks tersebut. Selain memberikan penguatan bagi anak-anak dan para pelayan pendamping, Kepala Departemen Diakonia juga meninjau batas-batas wilayah serta fasilitas kompleks Hephata. Kunjungan ini merupakan wujud nyata kepedulian gereja dalam memastikan pelayanan diakonia sosial tetap berjalan optimal, sehingga setiap warga dampingan merasakan kasih dan perhatian gereja yang berkelanjutan.

JAKARTA (1/2) – Ephorus HKBP melayani ibadah sore di HKBP Kernolong, Jakarta, sebuah gereja bersejarah yang berdiri sejak 1919 sebagai cikal bakal HKBP di Pulau Jawa. Momen ini menjadi catatan syukur pribadi yang mendalam bagi beliau, karena untuk pertama kalinya setelah 34 tahun masa pelayanan kependetaan, beliau berkesempatan memberitakan firman di gereja berusia satu abad tersebut. ​Mengacu pada Matius 5:1–10, Ephorus menekankan panggilan warga Kerajaan Allah untuk hidup dalam kebahagiaan sejati meskipun tengah berziarah di dunia. Beliau mengapresiasi keteguhan iman para perantau terdahulu yang telah menanamkan fondasi gereja di Batavia, yang hingga kini terus bertumbuh menjadi saluran berkat bagi generasi penerus.

BATANG TORU (1/2) – Mengusung motto “Pelayanan Berbasis Hilirisasi”, Praeses HKBP Distrik I Tabagsel Sumbar melakukan kunjungan pastoral strategis ke HKBP Simarancar, Resort Batang Toru. Kunjungan ke gereja di pedalaman pegunungan Bukit Barisan ini merupakan bagian dari program transformasi iman keluarga yang menjangkau jemaat hingga ke pelosok terdalam. HKBP Simarancar memiliki keunikan tersendiri; meski hanya beranggotakan 30 KK dan berstatus Persiapan Huria, semangat pelayanannya luar biasa. Ibadah di sini diiringi dentuman terompet dan trombon yang dimainkan langsung oleh para Sintua dengan panduan Buku Logu HKBP. Melalui kunjungan ini, rencana peningkatan status menjadi Huria Na Gok (Jemaat Penuh) terus dimatangkan sebagai bentuk pengembangan pelayanan di wilayah terpencil.

MEDAN (1/2) – HKBP Eben Ezer menggelar Rapat Huria tahunan yang dipimpin Pdt. Erwin Panggabean untuk menetapkan program kerja dan anggaran 2026. Keputusan strategis meliputi pembentukan tim multimedia, koordinasi terpadu kunjungan jemaat sakit, serta pelatihan pelayan Marturia pada Maret mendatang. Selain pelayanan rohani, rapat menyepakati transparansi pembangunan gedung gereja melalui pelaporan keuangan terbuka dan optimalisasi iuran pembangunan (toktok ripe). Fokus anggaran juga dialokasikan untuk pembinaan kategorial serta perawatan fasilitas gereja. Melalui hasil rapat ini, HKBP Eben Ezer berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan yang transparan, inklusif, dan berorientasi pada pertumbuhan iman jemaat.

BEKASI (1/2) – Pos Pelayanan HKBP Sukamanah, bagian dari Resort Perumnas 2 Bekasi, Distrik XIX, sukses menyelenggarakan Rapat Huria pada Minggu, 1 Februari 2026. Pertemuan ini difokuskan pada evaluasi pelayanan di tingkat pos pelayanan serta sinkronisasi program kerja tahun 2026 yang sejalan dengan visi Distrik XIX Bekasi. Dalam rapat tersebut, jemaat dan pelayan bersama-sama merumuskan langkah-langkah strategis untuk memperkuat persekutuan dan kemandirian pos pelayanan. Fokus utama diarahkan pada optimalisasi pelayanan kepada jemaat di wilayah Sukamanah agar tetap mendapatkan bimbingan rohani yang maksimal. Seluruh peserta rapat berkomitmen menjalankan hasil kesepakatan demi pertumbuhan iman dan pengembangan pelayanan yang lebih inklusif di masa mendatang.

TARUTUNG (1/2) – Pendeta Resort, Pdt. Juanda Simanjuntak, S.Th., M.Pd., memimpin Rapat Huria HKBP Resort Tarutung Kota guna menyusun arah pelayanan tahun berjalan. Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi pelayan dan jemaat untuk merumuskan program strategis melalui musyawarah dan kesepakatan bersama demi kemajuan gereja. Pimpinan rapat menekankan bahwa setiap keputusan yang diambil harus berorientasi pada peningkatan kualitas iman dan kebersamaan seluruh warga jemaat. Dengan semangat kesatuan hati, hasil rapat ini diharapkan dapat terlaksana dengan baik sebagai wujud pelayanan yang tulus. Seluruh peserta rapat mengakhiri pertemuan dengan pengharapan agar setiap program yang disepakati menjadi kemuliaan bagi nama Tuhan.

JAKARTA (1/2) – HKBP Duren Sawit merayakan ibadah syukur Bona Taon sekaligus meresmikan (launching) Program Tahun Transformasi dan Program Huria 2026. Momentum ini menandai tuntasnya tugas Panitia Gabungan yang dipimpin St. Drs. Usman Tambunan, yang sukses menyelenggarakan rangkaian acara mulai dari Natal 2025 hingga peluncuran program tahun ini dengan penuh sukacita. Keunikan panitia kali ini didominasi oleh kaum Lansia sebagai pelaksana utama (bolahan amak), yang menunjukkan semangat luar biasa dalam melayani. Kolaborasi harmonis antara generasi lansia dan jemaat muda yang turut menopang menjadi kunci kesuksesan acara. Keberhasilan ini menjadi awal yang kuat bagi HKBP Duren Sawit untuk menjalankan program pelayanan transformatif sepanjang tahun 2026.

JORLANG HATARAN (1/2) – Sebagai bentuk apresiasi dan motivasi, HKBP Jorlang Hataran menyerahkan hadiah kepada siswa-siswi berprestasi dalam ibadah Minggu. Pemberian penghargaan ini merupakan wujud kepedulian gereja terhadap pendidikan dan pertumbuhan generasi muda jemaat agar terus bersemangat dalam menuntut ilmu. Pihak gereja berharap agar para siswa tidak hanya unggul secara akademik (semakin pintar), tetapi yang utama adalah tumbuh menjadi pribadi yang takut akan Tuhan. Melalui dukungan ini, HKBP Jorlang Hataran berkomitmen untuk terus mendampingi anak-anak jemaat agar menjadi generasi penerus yang berkarakter dan menjadi berkat bagi sesama serta kemuliaan bagi nama Tuhan.a

BATAM (1/2) – HKBP Estomihi Resort Estomihi Bengkong menggelar ibadah syukur Bona Taon (Awal Tahun) 2026 dengan penuh sukacita pada Minggu, 1 Februari 2026. Momentum ini menjadi wadah bagi seluruh jemaat dan pelayan untuk bersatu hati mengucap syukur atas penyertaan Tuhan serta memohon tuntunan-Nya dalam menjalani tahun pelayanan yang baru. Sejalan dengan orientasi pelayanan HKBP 2026, perayaan ini menekankan transformasi pengajaran iman dalam keluarga. Melalui kebersamaan ini, jemaat diajak untuk semakin kokoh dalam beriman dan saling menopang dalam kasih. Semangat Bona Taon ini diharapkan menjadi energi baru bagi HKBP Estomihi Bengkong untuk terus bertumbuh dan menjadi berkat di tengah tugas pelayanan gerejawi sepanjang tahun ke depan.

TANAH JAWA (1/2) – Kepala Departemen Marturia HKBP melaksanakan kunjungan pastoral dan memimpin ibadah Minggu di HKBP Pokan Baru, Distrik XXIV. Dalam khotbahnya, beliau menekankan pentingnya keakraban dengan firman Tuhan dan kesetiaan iman sebagai anak-anak Allah yang menghadirkan nilai kasih dalam keseharian. Usai ibadah, Kadep Marturia menyosialisasikan orientasi pelayanan HKBP 2026, “Pengajaran Iman di Tengah Keluarga.” Beliau mendorong penguatan pelayanan sektoral, termasuk inovasi kegiatan bagi kaum bapak berbasis minat guna mempererat persekutuan. Sinergi antara pelayan dan jemaat diharapkan mampu mewujudkan transformasi iman lintas generasi yang kokoh di tengah tantangan zaman.

CIREBON (31/1) – Pendeta Resort, Pdt. Mangatur Manurung, memimpin Rapat Huria HKBP Cirebon didampingi Pendeta Fungsional Pdt. Candra Simanjuntak dan Bvr. br. Siagian. Pertemuan strategis ini berfokus pada evaluasi pelayanan tahunan serta penyusunan program kerja yang selaras dengan orientasi pelayanan HKBP 2026. Rapat ini menjadi wadah konsolidasi antara pimpinan jemaat dan majelis untuk memperkuat pengajaran iman di tengah keluarga. Pdt. Mangatur menekankan pentingnya sinergi kolektif seluruh pelayan tahbisan dalam meningkatkan kualitas rohani jemaat. Melalui kesatuan hati, HKBP Cirebon berkomitmen menghadirkan pelayanan yang lebih transformatif, inklusif, dan berdampak nyata bagi seluruh warga gereja di wilayah tersebut.

PEARAJA (31/1) – Ephorus HKBP resmi mengumumkan hasil seleksi penerimaan Calon Pelayan (CP) HKBP tahun 2026 melalui surat nomor 126/L13/I/2026. Sebanyak 629 peserta dinyatakan lulus, terdiri dari 392 Calon Pendeta, 109 Guru Huria, 92 Bibelvrouw, dan 36 Diakones. ​Para peserta yang lolos diwajibkan mengikuti Latihan Kompetensi Profesi yang akan diselenggarakan dalam dua angkatan pada tahun 2026 dan 2027. Keputusan strategis ini diambil berdasarkan hasil ujian seleksi dan pembahasan Rapat Pimpinan HKBP. Melalui penambahan pelayan baru ini, HKBP berkomitmen memperkuat garda pelayanan rohani dan pembinaan jemaat demi kemuliaan Tuhan di berbagai pelosok wilayah.

BANDUNG (31/1) – HKBP Distrik XVIII JABARTENGDIY menggelar malam amal bertajuk “Pujian dan Doa Pemulihan Tapanuli” di Auditorium Prof. Dr. P.A. Surjadi, Universitas Kristen Maranatha. Acara ini merupakan aksi solidaritas gereja untuk mendukung pemulihan pascabencana di Sumatera Utara. Sembilan paduan suara terbaik dari HKBP Bandung, Cimahi, dan sekitarnya—termasuk PS Cantate Chamber, Ekklesia, hingga PS Glorious—mempersembahkan pujian syukur. Melalui tema “Bersatu dalam Doa, Bergerak dalam Kasih”, jemaat diundang untuk berdonasi melalui kategori Platinum dan Gold. Hasil penggalangan dana sepenuhnya akan dialokasikan untuk membantu warga terdampak bencana, mewujudkan kasih nyata HKBP bagi sesama.

HELVETIA (31/1) – HKBP Melati Resort Helvetia Sada sukses menyelenggarakan Rapat Huria untuk merumuskan arah pelayanan tahun 2026. Pertemuan yang berlangsung kondusif ini membahas secara mendalam program kerja, solusi atas kendala pelayanan, serta penetapan anggaran tahunan guna memastikan efektivitas kegiatan gereja di masa mendatang. Seluruh rencana yang disusun diselaraskan dengan visi transformasi pengajaran iman jemaat. Menutup rapat tersebut, semangat jemaat dikuatkan dengan nats Amsal 16:3, menekankan penyerahan total seluruh rencana kepada Tuhan agar terlaksana dengan baik. Melalui hasil rapat ini, HKBP Meati berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan rohani dan kebersamaan bagi seluruh warga jemaat sepanjang tahun berjalan.

JAKARTA (31/1) – Ephorus HKBP melakukan pertemuan strategis dengan Menteri Kehutanan RI guna membahas masa depan kelestarian alam dan kesejahteraan masyarakat di Tanah Batak. Pertemuan ini menjadi titik terang setelah menempuh proses koordinasi yang panjang dan berliku terkait kebijakan pengelolaan hutan di wilayah tersebut. ​Ephorus menyampaikan apresiasi mendalam atas keputusan yang diambil pemerintah. Hasil pertemuan ini membawa kabar sukacita bagi masyarakat karena memastikan perlindungan ekosistem sekaligus memberikan kepastian hak kelola bagi warga lokal. Langkah ini dinilai sebagai kemenangan bagi keadilan lingkungan yang akan memulihkan kembali keseimbangan alam Tano Batak demi kemuliaan Tuhan dan keberlanjutan hidup generasi mendatang.

ONAN GANJANG (31/1) – Praeses HKBP Distrik III Humbang, Pdt. Robinsarhot Lumbangaol, S.Th., M.M., melaksanakan kunjungan pastoral ke HKBP Pintu Bosi dan HKBP Janji Nagodang, Resort Onan Ganjang. Kunjungan ini diisi dengan pemberian Sipir ni Tondi sebagai bentuk kepedulian dan penguatan bagi warga jemaat yang sedang terdampak pergumulan atau musibah di wilayah tersebut. Melalui pemberian ini, diharapkan iman jemaat semakin kokoh dan mereka merasakan kehadiran gereja yang nyata dalam memberikan penghiburan. Doa dipanjatkan agar damai sejahtera Allah senantiasa menyertai dan memulihkan seluruh jemaat HKBP Resort Onan Ganjang, sehingga mereka dapat bangkit dengan kekuatan baru dalam penyertaan Tuhan.

TARUTUNG (30/1) – Ephorus HKBP menyambut hangat Kapten Gordon Siahaan dari Satgas PKH guna mendukung tindak lanjut pencabutan izin lahan melalui pemasangan pamflet di lokasi terdampak. HKBP berkomitmen penuh membantu proses pemulihan demi keadilan dan kelestarian alam di berbagai wilayah strategis. ​Dalam pertemuan tersebut, Ephorus mendesak pemerintah melibatkan pekerja TPL dalam program reboisasi agar tetap hidup bermartabat. Beliau juga mendorong realisasi pemberian dua hektare lahan bersertifikat hak milik (SHM) bagi keluarga pekerja untuk bertani. Sinergi ini diharapkan tidak hanya memulihkan ekosistem yang rusak, tetapi juga menjamin keberlangsungan ekonomi serta masa depan masyarakat lokal secara berkelanjutan.

MEDAN (30/1) – Ephorus HKBP memimpin ibadah syukur Distrik X Medan Aceh dengan menekankan orientasi pelayanan 2026, “Pengajaran Iman di Tengah Keluarga.” Mengacu pada Ulangan 6:4–7, beliau menyerukan pentingnya kasih yang utuh kepada Tuhan serta tanggung jawab orang tua dalam mewariskan iman kepada anak-anak secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari. ​Sebagai langkah konkret, Distrik X mencanangkan pembukaan minimal sepuluh pos pelayanan baru tahun ini. Program strategis tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan kesaksian gereja. Ephorus mengajak seluruh jemaat bersatu hati mendukung visi ini melalui doa dan kerja sama nyata demi transformasi rohani keluarga yang kokoh di bawah tuntunan Tuhan.

PEARAJA (30/1) – Pimpinan HKBP menjajaki kerja sama strategis dengan Habitat for Humanity Indonesia untuk menyediakan rumah layak huni bagi keluarga kurang mampu di kawasan Toba. Pertemuan di Kantor Pusat HKBP ini membahas rencana pembangunan hunian sehat, akses air bersih, dan sanitasi sebagai upaya pengentasan kemiskinan ekstrem serta peningkatan kualitas hidup masyarakat. ​Ephorus HKBP menyambut positif inisiatif ini sebagai perwujudan pelayanan diakonia yang nyata. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat kemitraan antara gereja dan lembaga kemanusiaan internasional dalam mentransformasi kesejahteraan warga jemaat. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen HKBP untuk menghadirkan dampak sosial yang berkelanjutan bagi pembangunan manusia dan lingkungan di sekitar Danau Toba.

MEDAN (30/1) – HKBP Berduka: Pdt. Justus Sihombing Tutup Usia 58 Tahun. Kabar duka menyelimuti Kantor Pusat HKBP atas berpulangnya Pdt. Justus Sihombing, Kepala Bagian di Biro Jemaat, pada 28 Januari 2026. Almarhum yang lahir pada 1 Agustus 1967 dikenal sebagai pelayan yang berdedikasi tinggi di birokrasi gereja. Prosesi pemakaman dilaksanakan hari ini, Jumat, 30 Januari 2026, bertempat di rumah duka, Jl. HM Joni Gg. Cemara No. 41, Medan. Kepergian amang Pendeta ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Hutasoit dan Nainggolan, serta seluruh rekan sekerja di HKBP. Kiranya Tuhan Sang Kepala Gereja memberikan penghiburan sejati bagi keluarga yang ditinggalkan.

SILANGIT (28/1) – Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, bersama Sekretariat Bersama Gerakan Oikumenis untuk Keadilan Ekologis di Sumatera Utara (GOKESU), menyampaikan apresiasi tinggi kepada Presiden Prabowo Subianto atas pencabutan izin PT Toba Pulp Lestari (TPL). Pernyataan sikap yang disampaikan di Jetun Silangit ini menekankan bahwa keputusan tersebut merupakan langkah krusial bagi pelestarian lingkungan di Tapanuli Raya dan Kawasan Danau Toba. Sebagai pimpinan tertinggi HKBP, Ephorus mendesak pemerintah agar segera menindaklanjuti kebijakan ini dengan pemulihan ekologis menyeluruh dan pengembalian hak-hak wilayah adat masyarakat yang terdampak selama puluhan tahun. Kehadiran HKBP dalam gerakan ini mempertegas peran gereja dalam memperjuangkan keadilan ekologis serta memastikan kesejahteraan jemaat dan kelestarian alam di tanah Batak tetap terjaga demi masa depan generasi mendatang.

SILANGIT (28/1) – Ephorus HKBP membagikan pengalaman mendebarkan saat penerbangan Jakarta–Silangit harus melakukan go-around akibat adanya helikopter di landasan. Meski sempat tegang saat pesawat berputar 20 menit, Ephorus bersyukur dapat mendarat dengan selamat. Beliau berharap koordinasi komunikasi penerbangan ditingkatkan demi kenyamanan penumpang. Dari ketinggian, Ephorus menyaksikan langsung “luka bumi” Tapanuli Utara berupa hutan gundul dan lahan monokultur. Beliau menyerukan langkah reboisasi nyata menyusul pencabutan izin perusahaan terkait oleh pemerintah. HKBP mendesak pemulihan ekosistem agar sungai kembali jernih dan alam Tapanuli terlindungi dari ancaman bencana yang berulang.

JAKARTA (28/1) – Praeses HKBP Distrik VIII DKI Jakarta, Pdt. Oloan Nainggolan, S.Th., menyambut kunjungan silaturahmi perwakilan Bank Tabungan Negara (BTN) di Kantor Distrik. Pertemuan yang dihadiri oleh jajaran KCP Kalimalang dan KC Jakarta Cawang ini bertujuan untuk mempererat hubungan dalam rangka suasana tahun baru serta mendiskusikan keberlanjutan kerja sama strategis antara HKBP dan BTN. Praeses memberikan dukungan penuh terhadap sinergi ini, khususnya dalam menghadirkan layanan perbankan khusus bagi pengurus dan jemaat HKBP. Melalui kemitraan tersebut, HKBP berharap dapat meningkatkan kualitas hidup jemaat serta memberikan kontribusi nyata bagi pemberdayaan ekonomi di lingkungan gereja, sejalan dengan semangat pelayanan yang profesional dan membawa berkat bagi bangsa.

SEPAKU (28/1) – Praeses HKBP Distrik XXVII Borneo, Pdt. Samuel Ambarita, S.Th., meninjau langsung lokasi Kantor Distrik Pembantu serta rumah ibadah di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN). Kunjungan strategis ini merupakan persiapan menyongsong ibadah perdana yang dijadwalkan pada 8 Maret 2026 mendatang. Selain meninjau fisik bangunan, Praeses juga memperkuat relasi sosial dengan bersilaturahmi kepada Kepala Desa dan Ketua RT setempat di Bumi Harapan, Sepaku. Langkah ini menjadi bukti nyata kehadiran dan komitmen HKBP dalam mendukung pembangunan spiritual di pusat pemerintahan baru, sekaligus memastikan pelayanan gereja berjalan selaras dengan perkembangan Ibu Kota Nusantara demi kemuliaan Tuhan.

DURI (28/1) – Praeses HKBP Distrik XXX Riau Pesisir menyambut hangat kunjungan silaturahmi pengurus Persekutuan Wanita Kristen Indonesia (PWKI) Kabupaten Bengkalis di Kantor Distrik. Pertemuan ini menjadi ajang syukur bersama dalam suasana tahun baru sekaligus wadah bagi PWKI untuk mensosialisasikan berbagai rencana strategis pelayanan mereka sepanjang tahun 2026. Melalui koordinasi ini, diharapkan tercipta sinergi yang lebih kuat antara gereja dan organisasi wanita Kristen dalam memperluas jangkauan pelayanan di wilayah Riau Pesisir. Praeses mengapresiasi semangat PWKI dan berharap program-program yang direncanakan dapat menjadi saluran berkat bagi masyarakat dan mempererat persekutuan antarumat Kristiani di Kabupaten Bengkalis.

JAKARTA (28/1) – Panitia Nasional HUT ke-165 HKBP menggelar rapat pleno di HKBP Sudirman untuk mematangkan persiapan perayaan puncak di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Ketua Umum Panitia, Dr. Effendi Simbolon, bersama Praeses Distrik VIII DKI Jakarta, Pdt. Oloan Nainggolan, menekankan bahwa rangkaian acara harus berlangsung sederhana namun khidmat. Acara yang ditargetkan menghadirkan 100.000 jemaat ini akan diawali dengan konser road show di 165 kota. Panitia juga berencana mengundang Presiden Prabowo Subianto dalam perayaan yang dijadwalkan pada Oktober atau November mendatang. Sinergi lintas distrik dan keterlibatan tokoh nasional diharapkan menyukseskan momentum syukur besar bagi seluruh warga HKBP.

SILANGIT (27/1) – HKBP menggelar sosialisasi sistem budgeting di Convention Hall Jetun Silangit. Acara dimulai pukul 10.00 WIB dengan ibadah pembukaan khidmat, disusul kata sambutan dari Ephorus HKBP yang hadir secara virtual melalui Zoom. ​Pertemuan strategis ini dihadiri oleh para pelayan fulltimer dan parhalado dari berbagai resort di sembilan Distrik, yakni Distrik 1, 2, 3, 4, 6, 7, 9, 11, dan 16. Kehadiran kelima pimpinan HKBP menegaskan pentingnya efisiensi dan transparansi pengelolaan keuangan gereja. Sosialisasi ini diharapkan mampu menyelaraskan manajemen anggaran di seluruh tingkat pelayanan demi kemandirian dan pertumbuhan HKBP di masa depan.

BEKASI (27/1) – Kepala Bidang Koinonia, Pdt. Sarma Siregar, S.Th., mewakili Praeses memimpin rapat sosialisasi program Punguan Parompuan Distrik (PPD) HKBP Distrik XIX Bekasi. Rapat ini menekankan peran strategis kaum perempuan sebagai motor transformasi dalam membangun keluarga Kristen yang tangguh. Sesuai arahan Praeses, pengurus diingatkan untuk menjalankan periodisasi kepengurusan di tingkat huria dengan tertib aturan dan semangat kebersamaan. Sebagai langkah awal, PPD yang diketuai Tiara Sianipar merencanakan Ibadah Bersama pada 10 Februari mendatang di Gedung Graha Tiara, Cikarang. Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi pelayanan parompuan se-Distrik Bekasi agar berjalan elegan dan berdampak nyata bagi pertumbuhan iman jemaat sesuai tema transformasi tahun 2026.

PEARAJA (26/1) – HKBP Distrik II Silindung menggelar Ibadah Bona Taon 2026 yang dipimpin oleh Kepala Departemen Marturia HKBP di Pearaja, Tarutung. Dalam momentum ini, Praeses secara resmi meluncurkan 10 Program Prioritas Distrik sebagai kompas pelayanan setahun ke depan, selaras dengan tema “Pengajaran Iman di Tengah Keluarga”. Acara yang dihadiri seluruh Pendeta Resort ini turut diisi dengan pemberian beasiswa kemitraan serta tali kasih bagi para pelayan purnabakti. Melalui sinergi program dan semangat transformasi, HKBP Distrik II berkomitmen memperkuat fondasi iman keluarga jemaat dan meningkatkan mutu pelayanan holistik di seluruh wilayah Silindung sepanjang tahun 2026.

JAMBI (26/1) – Ephorus HKBP memimpin Ibadah Syukur Awal Tahun Distrik XXV Jambi di HKBP Jambi, sebuah gereja besar yang melayani 3.000 kepala keluarga. Kunjungan dua hari di wilayah pedalaman dan kota Jambi ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan komitmen jemaat terhadap Orientasi Pelayanan HKBP 2026, yaitu “Pengajaran Iman di Tengah Keluarga”. Ephorus mengapresiasi kesehatian dan kekompakan jemaat Jambi dalam pelayanan. Dengan semangat baru, pimpinan HKBP membawa pulang sukacita dan komitmen transformasi ini menuju Pearaja, Tarutung. Melalui kebersamaan ini, HKBP berharap setiap keluarga jemaat di Jambi menjadi fondasi iman yang kokoh dan berpengharapan bagi masa depan gereja.

MEDAN (26/1) – HKBP Distrik XXXI Medan Utara menyelenggarakan ibadah Bona Taon 2026 di HKBP Tanjung Mulia sebagai tuan rumah. Mengusung tema Tahun Transformasi 2026: “Pengajaran Iman di Tengah Keluarga” (Ulangan 6:4-9), kegiatan ini menekankan pentingnya peran orang tua dalam menanamkan nilai-nilai Alkitabiah kepada anak-anak sejak dini sebagai fondasi gereja yang kuat. Ibadah yang berlangsung penuh sukacita ini dihadiri oleh para pelayan dan utusan jemaat se-Distrik XXXI. Melalui momentum Bona Taon ini, HKBP Distrik XXXI berkomitmen memperkuat persekutuan dan mutu pelayanan di seluruh resort, guna mewujudkan transformasi rohani yang dimulai dari lingkup rumah tangga jemaat.

PEMATANG SIANTAR (26/1) – HKBP Distrik V Sumatera Timur menyelenggarakan Ibadah Syukur Awal Tahun 2026 sekaligus peluncuran resmi Orientasi Pelayanan HKBP 2026 di HKBP Sinta Nauli. Kegiatan ini menjadi titik awal bagi seluruh jemaat dan pelayan di Distrik V untuk menyelaraskan gerak pelayanan setahun ke depan dengan fokus pada penguatan iman dan transformasi gereja yang lebih inklusif. Acara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh utusan berbagai kategorial dan pimpinan jemaat se-Sumatera Timur. Dengan peluncuran orientasi ini, HKBP Distrik V berkomitmen menjalankan program kerja yang kreatif dan berdampak nyata bagi jemaat, serta memastikan visi besar HKBP tahun 2026 dapat terimplementasi hingga ke tingkat akar rumput.

Renungan Harian HKBP

Renungan Terkini

Renungan Harian Marturia HKBP, Jumat 6 Februari 2026

Syalom Bapak/ibu saudara-saudari yang terkasih di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Kita sangat bersyukur dan berterimakasih atas rahmat dan kasih setia-Nya sehingga kita boleh melewati malam gelap dan bangun dari tidur kita di pagi hari ini. Untuk menyambut berkat Tuhan hari ini dan sebelum kita melanjutkan perjalanan dan kegiatan kita mari kita terlebih dahulu menyerahkan hati dan pikiran kita untuk mendengarkan Firman Tuhan yang menjadi pedoman hidup kita dalam menjalani satu hari ini, kita berdoa!

 

Doa Pembuka: Ya Tuhan Allah sumber rahmat terima kasih untuk napas hidup dan hari baru yang Tuhan berikan kepada kami di hari ini, kami sambut hari ini penuh dengan rasa syukur kepadaMu. Sebelum kami melakukan aktivitas kami dalam satu hari ini terlebih dahulu kami ingin bersekutu dan menyerahkan hidup kami kepadaMu melalui FirmanMu yang akan kami dengarkan di pagi hari ini. Kiranya Tuhan memberkati hati dan fikiran kami agar kami boleh melakukannya dalam kehidupan kami sehari-hari. Dalam kasihMu kami berdoa dan mengucap syukur. Amin.

 

Bapak/ibu saudara-saudarai yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus, Firman Tuhan yang menjadi renungan kita dalam satu hari ini tertulis dalam Kitab Nehemia 2:20 “Aku Menjawab mereka, kataku: “Allah semesta langit, Dialah yang membuat kami berhasil! Kami, hamba-hamba-Nya, telah siap untuk membangun. Tetapi kamu tak punya bagian atau hak dan tidak akan diingat di Yerusalem!”

 

Bapak/ibu, saudara-saudari yang terkasih di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Ada banyak hal tantangan yang kita hadapi ketika kita ingin melakukan pekerjaan yang hendak kita lakukan, baik dari segi internal maupun dari eksternal. Pekerjaan yang baik menurut kita belum tentu baik untuk orang yang ada disekeliling kita. Namun jika Tuhan berkehendak akan pekerjaan yang kita kerjakan maka tak satu orang pun yang bisa untuk menghalanginya. Demikian jugalah yang terjadi kepada diri Nehemia bin Hakhalya yang seorang juru minumuan kepercayaan Raja Artahasta dari Persia. Melihat tembok Yerusalem yang sudah runtuh dan pintu-pintu gerbangnya terbakar itu menjadi kemalangan bagi diri Nehemia. Melihat keadaan itu Nehemia bertekad ingin membangun kembali tembok yang sudah runtuh dan pintu-pintu yang sudah terbakar itu. Nehemia berusaha supaya rencana pemulihan itu bisa berjalan dengan lancar dan baik, dan itu ia lakukan bukan semata untuk kemegahan dirinya namun demi Kemuliaan Nama Tuhan.

Bapak/ibu Saudara yang terkasih dari rencana baik Nehemia tersebut ada beberapa orang yang tidak menyukai tembok dan pintu gerbang Yerusalem itu di bangun kembali yaitu Sanbalat orang Horon, Tobia orang Amon, dan Gesyem orang Arab, mendengar itu, mereka mengolok-olokkan dan menghina Nehemia, hal ini terjadi karena Sanbalat yang seorang Gubernur Samaria  beserta kawan-kawannya merasa terancam secara politik, karena adanya iri hati dan tidak ingin Yerusalem pulih kembali, dan yang pastinya mereka mengiginkan pekerjaan Nehemia gagal. Namun hal yang baik dan yang menjadi renungan kita hari ini adalah respon Nehemia atas hinaan dan pengolok-olokan yang ia terima. Nehemia menjawab bahwa Allah semesta langit, Dialah yang membuat mereka berhasil sedangkan mereka hanya hamba-hamba-Nya yang siap untuk membangun. Nehemia mengakui bahwa kesuksesan pekerjaan itu bukan karena kekuatannya semata, namun karena Allah semesta langit yang turut andil dalam pekerjaan itu, dan Nehemia menyadari bahwa ia hanyalah seorang hamba yang siap dipekerjakan oleh Allah itu sendiri, dan dengan keras Nehemia menegur Sanbalat dan kawan-kawannya tidak punya hak atau bagian untuk mengagalkan pekerjaannya itu.

 

Demikian jugalah dengan kehidupan kita bapak/ibu saudara yang terkasih, banyak sekali orang yang mencoba untuk mengagalkan rencana atau niat baik kita dalam melakukan sesuatu, namun satu hal yang perlu kita ingat selagi pekerjaan itu kita lakukan untuk demi kemuliaan nama Tuhan maka tak satu orang pun yang berhak untuk mengagalkannya. Seperti Firman Tuhan yang  tertulis dalam Lukas 1:37Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil” ini merupakan prinsip teologis yang menegaskan kedaulatan Tuhan yang absolut atas segala sesuatunya. Untuk itu marilah kita tetap melakukan hal-hal yang baik demi kemuliaan nama Tuhan. Amin.

 

Doa Penutup: Ya Tuhan Allah sumber segalaNya terimakasih untuk Firman-Mu yang boleh kami dengarkan di pagi hari ini, yang mengingatkan kami kembali atas kedaulatan Allah di dalam hidup kami, jika Tuhan berkehendak atas segala sesuatunya maka tak satu orang pun yang bisa untuk menghalanginya. Untuk itu Tuhan mampukan dan bimbinglah kami untuk melakukan firman-Mu di dalam kehidupan kami sehari-hari. Untuk kegiatan kami dalam satu hari ini biarlah Tuhan yang menuntun dan memelihara kami dalam nama AnakMu Tuhan Yesus Kristus kami berdoa dan mengucap Syukur. Amin.

 

“Anugerah Tuhan Kita Yesus Kristus, Kasih Setia Allah Bapa, dan Persekutuan Roh Kudus kiranya Menyertai kita semuanya. Amin. ”

C.Bvr. Lina N. Manalu, S.Ag- LPP II di Kantor Departemen Marturia HKBP

Renungan Harian Kamis 5 Februari 2026

PENYERTAAN TUHAN YANG MENGUATKAN KITA

                                               

Selamat pagi dan salam sejahtera  bagi saudara-saudari yang terkasih, semoga di pagi ini kita dalam keadaan sukacita dalam menyambut firman Tuhan.

 

Doa Pembuka: Marilah kita berdoa! Terima kasih ya Tuhan atas cinta kasihMu di dalam hidup kami  dan  memberikan yang terbaik buat kami, Tuhan  pimpinlah kami agar menjadi pelaku akan FirmanMu, sebentar lagi kami mau mendengarkan FirmanMu berfirmanlah Tuhan agar kami dapat bertumbuh dalam kebenaran firmanMu. Amin.

Saudara-saudari yang terkasih Firman Tuhan untuk memulai kegiatan kita pada hari ini  tertulis dalam 2 Tesalonika  1 : 11. Demikianlah Firman Tuhan :

Karena itu kami senantiasa berdoa juga untuk kamu, supaya Allah kita menganggap kamu layak bagi panggilanNya dan dengan kekuatanNya menyempurnakan kehendakmu untuk berbuat baik dan menyempurnakan segala pekerjaan imanmu.

 

Saudara-saudari yang di kasihi oleh Yesus Kristus…..

Dalam surat 2 Tesalonika ini adalah panggilan untuk mengucap syukur dalam doa. Rasul Paulus mengajak jemaat yang ada di Tessalonika supaya datang kepada Tuhan dan beribadah menyembah Allah, walaupun jemaat di Tessalonika menghadapi banyak pergumulan dan hal iman. Dalam keyakinan jemaat datang kepada Tuhan supaya mereka menerima berkat dan dilayakkan menerima kasih karunia.

Dalam panggilan sebagai hamba kita tidak layak menerimannya sebab kita orang yang hina penuh dengan dosa, kita selalu menyakiti hati Tuhan, kadang kala kita tidak sadar kita sudah melakukan dosa dengan menyakiti hati saudara-saudara kita, tetapi Tuhan pemaaf tidak membalaskannya kepada kita. Tuhan maha pengasih dan panjang sabar, cintanya lebih besar dari murkannya. Demikianlah nats pada hari ini yaitu suatu kesaksian atau ucapan syukur jemaat yang ada di Tessalonika dimana menghadapi banyak penderitaan dan penganiayaan kepercayaan, tetapi Tuhan hadir di tengah-tengah keterpurukan iman  sebab kesetiaan mereka mengikut Yesus sangat setia. Dunia menganggap mereka tidak layak, tidak ada yang mereka perbuat, tetapi Tuhan tahu isi hati mereka yang tulus mengikut Yesus. Dalam renungan ini dikatakan: karena itu kami senantiasa berdoa juga untuk kamu, supaya Allah kita menganggap kamu layak bagi panggilanNya dan dengan kekuatanNya menyempurnakan kehendakmu untuk berbuat baik dan menyempurnakan segala pekerjaan imanmu.

 

Saudara-saudari yang di kasihi oleh Yesus Kristus….

Ini adalah ajakan kepada kita supaya mengucap syukur kepada Allah dalam segala hal, jangan pernah bersungut-sungut tentang bagaimana hidup kita pahit manisnya kehidupan ini haruslah dilalui. Ayat sebelum nats pada ayat 3 dikatakan : kami wajib selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu. Saudara-saudara memang patutlah demikian, karena imanmu makin bertambah dan kasihmu seorang akan yang lain makin kuat diantara kamu.

Pada saat ini banyak kejadian terjadi di negara kita yaitu bencana longsor, banjir baik keadaan ekonomi yang melemah harga-harga yang melonjak tinggi seperti sembako dan lain-lain, tetapi kita harus tetap bersyukur dalam segala hal, kita masih bisa melewati semuannya. Kita juga harus tetap berdoa bagi saudara-saudara kita yang goyah imannya, yang tidak berpengharapan, mudah putus asa, dan selalu berpengharapan pada dirinnya sendiri. Inilah seruan kita semua, maka kita diajak supaya saudara-saudara kita datang kepada Tuhan dan selalu menyerahkan kehidupan kita, jangan mudah goyah imannya tetapi semakin kokohlah dan diperbaharui oleh Firman Tuhan, sebab Firman Tuhan adalah kekuatan dan pengharapan yang sejati. Amin.

 

Doa Penutup: Marilah kita berdoa! Ya Tuhan terima kasih atas Firman Tuhan yang sudah kami dengar. FirmanMu mengajarkan kami agar selalu mengucap syukur dalam segala hal, walaupun banyak tantangan dan rintangan kami hadapi supaya iman kami semakin kokoh, ajar kami Tuhan memuji namaMu setiap saat, kami sadar kami orang yang berdosa hapuskanlah Tuhan dosa kami, agar kami layak menjadi anakMu, terpujilah namaMu hari ini kekal untuk selama-lamanya. Amin.

 

Anugerah Tuhan kita Yesus Kristus, Kasih Setia dari Allah Bapa, dan Persekutuan Roh Kudus menyertai kita sekalian. Amin.

 

Diak. Linda Siregar- Melayani di Biro Sending HKBP

Renungan Harian, Rabu 4 Februari 2026

Doa Pembuka: Allah Bapa yang kami sembah di dalam Anak-Mu, Tuhan Yesus Kristus. Kami bersyukur atas semua nikmat hidup yang telah Tuhan berikan pada kami. Tuntunlah kami, ya Tuhan, agar terus mensyukuri hidup kami dan senantiasa terhubung pada-Mu. Terlebih, dalam memahami dan menghidupi Firman-Mu. Amin.
Bapak/ Ibu, saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus.
Firman Tuhan yang menjadi renungan kita pada hari ini terambil dari Ezra 1:3, demikian:
Siapa di antara kamu termasuk umat-Nya, Allahnya menyertainya! Biarlah ia berangkat pulang ke Yerusalem, yang terletak di Yehuda, dan mendirikan rumah TUHAN. Allah Israel, yakni Allah yang diam di Yerusalem.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering berada dalam situasi yang membuat kita merasa kecil, tidak berdaya dan seolah kehilangan arah. Mungkin karena tekanan ekonomi, hubungan keluarga, tuntutan pekerjaan, atau masa depan yang terasa tidak pasti, membuat kita sering berkata dalam hati, “ya sudah, jalani saja yang hidup ini.” Perkataan ini sering memupuskan harapan dan cita-cita kita, sehingga kita berhenti untuk berjuang dan berharap.
Terlebih, di zaman ketika kebahagiaan diukur dari siapa yang paling kaya, paling pintar, paling berkuasa dan paling tenar, kita kerap merasa lemah, gagal, bahkan perlahan kehilangan harapan. Kita terbiasa menyesuaikan diri dengan keadaan dan berdamai dengan kenyataan yang sebenarnya tidak kita inginkan. Tanpa sadar, kita sedang hidup dalam “pembuangan” versi kita sendiri, yang kehilangan harapan dan menuduh bahwa Tuhan telah meninggalkan kita.
Firman Tuhan dalam Ezra 1:3 ini mengajak kita melihat realitas hidup dari sudut pandang yang berbeda. Umat Israel berada dalam posisi yang lemah, hidup dalam pembuangan, Yerusalem hancur, Bait Allah rata dengan tanah, dan masa depan mereka tampak suram. Secara manusiawi, tidak ada lagi alasan bagi mereka untuk berharap, apalagi berbahagia. Namun, justru di situasi itu, Firman Tuhan berbunyi, “Kiranya Allahnya menyertai dia! Biarlah ia pergi ke Yerusalem…,” sebuah suara pengharapan yang Tuhan nyatakan melalui Koresh, raja yang tidak mengenal Tuhan. Perkataan itu menegaskan bahwa sampai ke keadaan yang paling gelap sekalipun, Allah tetap bekerja dan membuka jalan bagi pemulihan umat-Nya.
Perintah untuk “berangkat pulang” dan “membangun” bukanlah perintah mutlak dari Tuhan, melainkan undangan terbuka bagi siapa saja yang mau merespons undangan itu. Pemulihan yang Ia tawarkan kepada kita menuntut keputusan kita, “Ya” atau “Tidak”. Berkata “ya”, berarti berani meninggalkan kehidupan lama dan memulai kembali dari awal di tempat yang baru, meskipun tidak mudah. Sebaliknya, berkata “tidak” berarti memilih tetap tinggal dalam kehidupan lama dan menolak kesempatan pemulihan yang Tuhan sediakan.
Bapak/Ibu, saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus.
Firman Tuhan hari ini mengajak kita untuk merenungkan di mana posisi kita saat ini, apakah kita masih terjebak dalam “Babel” kita masing-masing, ataukah kita berani melangkah menyambut pemulihan yang Tuhan tawarkan. Di tengah hidup yang terasa berat, gelap, dan penuh ketidakpastian, kebahagiaan adalah hal yang mustahil. Tapi Firman Tuhan hari ini menguatkan kita, bahwa Dia, Allah yang diam bersama dengan kita sedari dulu tetap menyertai sampai saat ini, bahkan di hari-hari berikutnya. Dan itulah kebahagiaan kita yang paling utama sebagai orang Kristen.
Mari percaya dan yakini bahwa Tuhan tetap bekerja dan menghadirkan pengharapan, bahkan melalui cara dan pribadi yang tidak pernah kita duga. Undangan itu masih terbuka sampai hari ini. Mari putuskan untuk berkata “ya” pada penyertaan dan kebahagiaan yang disediakan Tuhan kepada kita. Menyadari penyertaan Tuhan adalah dasar dari kita untuk menjalani aktivitas kita sehari-hari dalam kebahagiaan. Amin.

Doa Penutup: Kami memuji Engkau ya Allah yang tidak tinggal diam melihat pergumulan hidup kami. Engkau tetap setia pada janji-Mu untuk terus memulihkan dan menyertai kami dari dulu hingga saat ini, terlebih dalam Anak-Mu, Yesus Kristus yang menyelamatkan kami. Tolong hidupkan terus hati yang penuh pengharapan dalam diri kami, agar kami berani untuk menjalani kehidupan kami sehari-hari. Amin.

C.Pdt. Daniel R. Purba, S.Th- LPP I di Balitbang HKBP

 

Renungan Harian HKBP, Selasa 03 Februari 2026

Doa Pembuka: Marilah kita berdoa! Allah Bapa yang bertahta di Kerajaan Sorga, Allah Sang Pemilik kehidupan, kami mengucap syukur atas pernyertaan dan berkat Tuhan yang selalu kami rasakan disepanjang kehidupan kami. Kami juga bersyukur dan bersukacita atas satu hari baru yang Engkau anugerahkan bagi kami. Pada saat ini ya Allah kami hendak dituntun oleh Firman-Mu, berilah kami hikmat kebijaksanaan, agar Firman ini dapat menjadi pegangan kami dalam menjalani kehidupan. Dalam Kristus kami berdoa, Amin.

Bapak Ibu, saudara-saudari Firman Tuhan yang menjadi renungan kita hari ini diambil dari 1 Tesalonika 1:5 beginilah Firman Tuhan.

Sebab Injil yang kami beritakan bukan disampaikan kepada kamu dengan kata-kata saja, tetapi juga dengan kekuatan oleh Roh Kudus dan dengan suatu kepastian yang kokoh. Memang kamu tahu, bagaimana kami bekerja di antara kamu oleh karena kamu”.

Bapak Ibu yang terkasih, untuk memahami ayat ini mari membayangkan sebuah benda yang sangat akrab dengan kita yaitu Baterai ponsel. Bayangkan kita memiliki sebuah ponsel yang canggih, layarnya jernih, dan fiturnya lengkap. Namun, jika baterainya kosong atau rusak, ponsel itu hanyalah seonggok besi dan plastik yang mati. Kita bisa memegang ponsel itu, melihat bentuknya, tapi kita tidak bisa melakukan apa pun dengannya. Bapak Ibu, banyak orang Kristen termasuk kita, memperlakukan Injil seperti ponsel tanpa baterai. Kita tahu ceritanya, Kita hafal ayat-ayatnya, Kita tahu perintah dan larangan Allah, kita hafal lagu puji-pujian, tapi tidak ada “daya” atau kekuatan yang mengalir dalam hidup kita. Paulus menegaskan bahwa Injil yang sejati itu seperti ponsel yang terisi penuh daya; ia hidup, ia berfungsi, dan ia membawa dampak nyata. Ternyata, Injil itu harus masuk ke dalam hidup kita, bereaksi di dalam batin kita, dan akhirnya menyembuhkan serta mengubah karakter kita.

Ayat ini merupakan sebuah teguran bagi kita dan mengajarkan bahwa perubahan hidup seseorang bukan karena banyaknya kita tahu cerita Alkitab, bukan karena kita pandai berdoa atau pintarnya kita belajar teologi. Perubahan itu terjadi karena ada kuasa Roh Kudus. Artinya, kalau hari ini Bapak Ibu saudara/i merasa sulit melepaskan kebiasaan buruk, atau sulit memaafkan orang, jangan hanya mengandalkan kekuatan pikiran sendiri. Kita perlu datang kepada Tuhan dan mengakui bahwa kita butuh Roh Kudus untuk bekerja. Keselamatan dan pemulihan hidup itu sepenuhnya adalah pekerjaan Tuhan di dalam kita, bukan hasil usaha sendiri.

Secara praktis, apa dampaknya bagi hidup kita? Pertama, mari kita berhenti menjadi orang Kristen yang “berisik” tapi kosong. Dunia tidak butuh khotbah panjang dari mulut kita; dunia butuh melihat bukti bahwa Tuhan itu hidup melalui sikap kita. Kalau kita mengaku percaya Yesus yang penuh kasih, tapi kita sendiri masih suka marah-marah tanpa alasan berarti Injil baru sampai di level kata-kata, belum menjadi kekuatan yang mengubah karakter.

Kedua, ayat ini memberi kita ketenangan. Saat kita ingin berbagi kebaikan atau bercerita tentang Tuhan kepada anak, pasangan, atau teman, kita tidak perlu merasa terbebani untuk menjadi orang yang paling pintar bicara. Paulus sendiri bukan orang yang selalu hebat bicaranya, tapi dia punya keyakinan yang kokoh dan hidup yang tulus. Tugas kita hanyalah hidup benar dan bicara jujur tentang kebaikan Tuhan, lalu biarkan Roh Kudus yang melakukan bagian-Nya untuk menyentuh hati orang tersebut.

Jadi, mari kita minta kepada Tuhan agar Injil-Nya tidak berhenti di mulut kita saja, tapi mengalir ke tangan kita untuk bekerja dengan jujur, ke kaki kita untuk melangkah di jalan yang benar, dan ke hati kita agar kita bisa mengasihi dengan tulus. Amin.

Doa Penutup: Kami bersyukur Tuhan atas FirmanMu yang mengingatkan kami agar Injil-Mu tak berhenti hanya di telinga atau mulut kami, tetapi biarlah kuasa-Mu mengubah karakter kami, melembutkan hati kami yang keras, dan memampukan kami menjadi saksi-Mu yang nyata melalui perbuatan kami. Mampukan kami untuk meneladani Engkau dan mengandalkan Engkau disetiap langkah kehidupan kami. Biarlah hidup kami selalu memancarkan perbuatan-perbuatan baik supaya Nama-Mu selalu dimuliakan. Dalam Kristus kami berdoa, Amin.

 

C.Pdt. Naomi Greta Angelia Panjaitan, S.Th – LPP I di Biro TIK HKBP

 

Renungan Harian Marturia, Senin 2 Februari 2026

Doa Pembuka: Allah Bapa yang bertahta dalam kerajaan surga, kami mengucap syukur atas berkat anugrah yang masih kami rasakan sampai saat ini, kami akan mendengar firman-Mu sertailah hati dan pikiran kami, dalam kristus kami berdoa Amin.

 

Ayat Renungan bagi kita hari ini tertulis dalam 2 Tawarikh 1:12 “ Maka kebijaksanaan dan pengertian itu diberikan kepadamu, selain itu Aku berikan kepadamu kekayaan, harta benda dan kemuliaan, sebagaimana belum pernah ada pada raja-raja sebelum engkau dan tidak akan ada pada raja-raja sesudah engkau”

 

Bapak, ibu saudara/saudari yang terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus,  Jika kita pernah menonton film dongeng Aladin tentang seorang pemuda yang diberikan 3 keinginan dari Jin yang dikeluarkan dari lampu yang ditemukannya. Sekarang bagaimana jika kita diperhadapkan dengan situasi demikian, apa saja yang kita minta jika diberikan 3 permintaan dalam hidup kita. Mungkin kita akan meminta apa yang penting bagi kita dan keluarga kita.  Tapi kisah dari Firman Tuhan yang menyapa kita hari ini bukanlah dongeng, Salomo diberikan kebebasan untuk meminta satu hal apapun kepada Allah. Salomo yang baru menjadi seorang raja bagi bangsa Israel dan umurnya masih tergolong muda, menyadari akan satu hal yang paling penting untuk menjadi seorang pemimpin, yaitu memiliki kebijaksanaan. Oleh sebab itu tanpa keraguan salomo meminta kebijkasanaan untuk memimpin bangsa Allah yang besar itu.  Di saat banyak orang akan memilih kekayaan, kekuasaan, atau keamanan diri, Salomo justru meminta hikmat dan pengertian. Ia sadar satu hal penting: tanpa hikmat dari Tuhan, semua yang lain tidak ada artinya. Kekuasaan tanpa hikmat akan melukai orang lain. Kekayaan tanpa hikmat akan menjerat hati. Panjang umur tanpa hikmat akan menjadi sia-sia.

Pilihan Salomo menunjukkan kedewasaan iman. Ia tidak berfokus pada apa yang menguntungkan dirinya, tetapi pada bagaimana ia bisa menjalankan tanggung jawab yang Tuhan percayakan dengan benar. Karena itulah Tuhan berkenan dan memberikan kepadanya bukan hanya hikmat, tetapi juga hal-hal yang tidak ia minta. Meskipun pada akhirnya Allah juga memberikan kekayaan yang melimpah dan kemuliaan kepada Raja Salomo. Teks ini mengajarkan kita, jika menjadikan kekayaan atau kekuasaan sebagai tujuan utama, maka kita akan semakin jauh dari Tuhan. Namun bila kita meminta hikmat dari Tuhan maka apapun yang ada pada kita dapat kita pergunakan dengan sesuai kebutuhan kita.

Apa yang kita minta kepada Tuhan hari ini?
Sering kali kita datang dengan daftar kebutuhan jasmani, namun lupa meminta hati yang bijaksana. Kita ingin masalah selesai, tetapi lupa meminta karakter yang didewasakan. Kita ingin diberkati, tetapi lupa meminta hikmat untuk mengelola berkat itu. Tuhan tidak menolak berkat jasmani, tetapi alangkah lebih baiknya jika kita meminta yang utama terlebih dahulu. Amin.

 

Doa Penutup: Terima kasih ya Tuhan atas firman yang telah kami dengar pagi ini, mampukan kami Tuhan untuk melakukan firman-Mu dalam setiap aktivitas kami satu hari ini. Dalam Yesus kami berdoa. Amin

 

C.Pdt. Josua Nababan, S.Th- LPP I di Dana Pensiun HKBP

 

 

Renungan Epistel: Minggu Septuagesima 1 Februari 2026

Doa Pembuka: Damai sejahterah Allah yang melampaui segala akal itu lah yang memberkati hati dan pikiran saudara di dalam Kristus Yesus. Amin.

 

Nats: Ulangan 33:24-29

33:24 Tentang Asyer ia berkata: “Diberkatilah Asyer di antara anak-anak lelaki; biarlah ia disukai oleh saudara-saudaranya, dan biarlah ia mencelupkan kakinya ke dalam minyak.

33:25 Biarlah dari besi dan dari tembaga palang pintumu, selama umurmu kiranya kekuatanmu.

33:26 Tidak ada yang seperti Allah, hai Yesyurun. Ia berkendaraan melintasi langit sebagai penolongmu dan dalam kejayaan-Nya melintasi awan-awan.

33:27 Allah yang abadi adalah tempat perlindunganmu, dan di bawahmu ada lengan-lengan yang kekal. Ia mengusir musuh dari depanmu dan berfirman: Punahkanlah!

33:28 Maka Israel diam dengan tenteram dan sumber Yakub diam tidak terganggu di dalam suatu negeri yang ada gandum dan anggur; bahkan langitnya menitikkan embun.

33:29 Berbahagialah engkau, hai Israel; siapakah yang sama dengan engkau? Suatu bangsa yang diselamatkan oleh TUHAN, perisai pertolongan dan pedang kejayaanmu. Sebab itu musuhmu akan tunduk menjilat kepadamu, dan engkau akan berjejak di bukit-bukit mereka.”

 

Bapa, ibu, serta Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus.

Dalam budaya kita orang Batak, seringkali ukuran kebahagiaan itu diukur dari “3H”: Hamoraon (kekayaan), Hagabeon (keturunan), dan Hasangapon (kehormatan). Jika sawah ladang subur, anak-anak sukses, dan kita dihormati di huta (kampung), maka kita disebut orang yang berbahagia atau “gabe”.

Namun, hari ini Firman Tuhan melalui Musa, di akhir hidupnya, memberikan definisi kebahagiaan yang jauh melampaui ukuran duniawi tersebut. Musa berbicara kepada suku Asyer dan seluruh Israel bukan sekadar tentang tanah yang subur, tetapi tentang Siapa yang menjamin tanah itu.

Nats Epistel hari ini memberikan kita dasar untuk hidup berbahagia.

Allah yang Mahakuasa adalah Penopang yang Pribadi. Mari kita memperhatikan ayat 26-27. Musa menggambarkan Allah “berkendaraan melintasi langit”. Dalam kepercayaan kuno, dewa-dewa dipercaya berada di atas langit duduk dalam tahta yang megah dan jauh dari manusia. Tetapi Allah yang kita sembah di dalam Yesus Kristus, melintasi langit untuk menolong kita.

Ada kalimat yang sangat indah di ayat 27: “Allah yang abadi adalah tempat perlindunganmu, dan di bawahmu ada lengan-lengan yang kekal.” Bayangkan seorang ibu atau ayah yang menggendong anaknya yang sakit. Sekuat-kuatnya tangan manusia, pasti ada lelahnya. Ada saatnya kita harus meletakkan beban itu. Tetapi Tuhan? Lengan-Nya kekal! Mungkin saat ini kita sedang merasa berat beban hidupnya. Ekonomi sedang sulit, kesehatan menurun, atau masalah keluarga menumpuk. Ingatlah, kita punya Tuhan yang “lengan-Nya” tidak pernah lelah menopang kita. Dia bukan Allah yang jauh, Dia adalah Allah yang hadir menembus langit dan menopang kita dari bawah saat kita hampir jatuh. Inilah dasar kebahagiaan kita: Rasa Aman di dalam Tuhan.

Jadi, kebahagiaan orang Kristen adalah “Diselamatkan”. Selanjutnya di ayat 29, Musa berseru: “Berbahagialah engkau, hai Israel! Siapakah yang sama dengan engkau? Suatu bangsa yang diselamatkan oleh TUHAN.”

Dalam bahasa Batak, kata “Berbahagialah” ini sangat dekat dengan kata “Martua”. Orang yang Martua bukan hanya orang yang punya banyak uang, tetapi orang yang memiliki Tuhan. Jika ada orang yang jatuh pingsan di jalan, lalu ada orang lain memanggil ambulans, itu bantuan yang baik. Tetapi Yesus tidak sekadar memanggil bantuan saat melihat kita mati karena dosa. Yesus turun tangan sendiri! Dia tidak mengirim malaikat, tetapi Dia menyerahkan nyawa-Nya di kayu salib untuk menebus kita.

Kita selamat bukan karena kehebatan kita melawan musuh, tetapi karena Sola Gratia (Hanya oleh Anugerah). Kita bahagia karena status kita sudah berubah dari hamba dosa menjadi anak Allah. Siapakah yang seperti kita? Tidak ada! Bukan karena kita hebat, tapi karena Tuhan kita hebat.

Kebahagiaan sejati juga berarti memiliki kekuatan untuk menang. Ayat 27 dan 29 mengatakan bahwa Allah akan mengusir musuh dan kita akan menginjak tempat-tempat tinggi mereka. Bagi Israel di Perjanjian Lama, musuh adalah bangsa Kanaan yang menyembah berhala. Bagi kita di zaman modern ini, “musuh” dan “tempat tinggi” itu adalah dosa, hawa nafsu, dan keputusasaan. Seringkali kita seperti Israel yang lelah berperang. Kita mulai kompromi. Kita membiarkan “musuh” itu tinggal di rumah kita: tontonan yang merusak, kebiasaan menipu, dendam yang disimpan, atau rasa khawatir yang berlebihan.

Tuhan mengingatkan kita: “Pedang kemuliaanmu adalah Tuhan”. Jangan berdamai dengan dosa! Jangan menyerah pada keadaan hidup! Tuhan sudah memberikan kita Roh Kudus dan Firman-Nya sebagai senjata. Seperti suku Asyer yang dijanjikan “pintu gerbang tembaga dan besi” (ayat 25) untuk keamanan, Tuhan memagari hati dan keluarga kita dengan kekuatan iman. Kita tidak berjuang sendirian.

Jadi, berbahagialah! Martua ma ho! Jangan biarkan sukacitamu dicuri oleh kekurangan materi atau tantangan hidup. Kebahagiaanmu adalah karena lengan Allah yang kekal itu sedang memelukmu erat, dan Dia telah menyelamatkanmu bagi kemuliaan-Nya. Amin.

 

Doa Penutup: Tuhan Allah yang Maha Pengasih dan Setia, kami mengucap syukur karena Engkau adalah tempat perlindungan kami yang kekal. Di tengah dunia yang tidak pasti ini, ingatkan kami bahwa kami adalah umat yang berbahagia karena telah diselamatkan oleh-Mu. Mampukan kami mengusir segala dosa dan kekhawatiran dengan kuasa Firman-Mu. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa. Amin.

 

Pdt. Mika Simanjuntak, S.Th- Staf di Biro TIK HKBP

 

HKBP Channel

Video Terkait Lainnya

7 Videos
Scroll to Top