HURIA KRISTEN BATAK PROTESTAN

JAKARTA (26/2) – Dewan Koinonia HKBP Distrik VIII DKI Jakarta menyelenggarakan Ibadah Syukur dan Pertemuan Koordinasi yang dipimpin oleh Praeses Pdt. Oloan Nainggolan, S.Th., guna menyelaraskan langkah pelayanan sepanjang tahun 2026. Fokus utama pertemuan ini adalah penguatan kapasitas organisasi melalui lima poin bimbingan strategis, yang menekankan pentingnya koordinasi intensif dan kepatuhan terhadap aturan gereja. Langkah ini bertujuan untuk memastikan setiap program kerja dijalankan secara profesional serta mampu memberdayakan potensi jemaat secara maksimal demi terciptanya persekutuan yang lebih dinamis dan berdampak luas. Dalam arahannya, Praeses menegaskan bahwa Dewan Koinonia harus menjadi teladan yang inklusif dan terbuka terhadap evaluasi atas metode pelayanan yang selama ini dilakukan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan efektivitas penggembalaan agar lebih relevan dengan kebutuhan jemaat saat ini. Melalui komitmen pemberdayaan ini, diharapkan Distrik VIII DKI Jakarta dapat melahirkan terobosan pelayanan yang inovatif dan terukur. Sinergi seluruh elemen dewan menjadi kunci utama dalam mewujudkan transformasi gereja yang berakar pada kasih dan profesionalisme pelayanan di wilayah ibu kota.

PEARAJA (26/2) – Forum Konferensi Perempuan (FKP) HKBP menyelenggarakan Ibadah Syukur Awal Tahun yang dirangkaikan dengan Seminar Pemberdayaan Perempuan Penenun di Gedung Raja Pontas Lumbantobing. Fokus utama kegiatan yang dipimpin Ketua Umum Dra. Sandra Sidabutar ini adalah memperkuat kemandirian ekonomi perempuan di wilayah Silindung melalui optimalisasi keterampilan menenun tradisional. Langkah strategis ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga jemaat dengan memberikan wawasan praktis dan pendampingan bagi para perajin agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas tanpa meninggalkan nilai budaya. Kegiatan yang dihadiri oleh pimpinan HKBP dan ibu (Inang) ini merupakan perwujudan nyata dari kepedulian gereja terhadap penguatan kapasitas kaum perempuan. Melalui seminar ini, FKP HKBP berkomitmen menciptakan sinergi antara semangat spiritualitas dan kemandirian finansial sebagai bagian dari program transformasi pelayanan. Diharapkan, pemberdayaan ini menjadi motor penggerak bagi perempuan HKBP untuk lebih berdaya guna dalam menopang ekonomi rumah tangga serta aktif berkontribusi bagi kemajuan kesaksian gereja di tengah masyarakat secara berkelanjutan.

PEARAJA (26/2) – Penguatan sinergi misi internasional menjadi fokus utama dalam penyambutan delegasi Norwegian Lutheran Mission (NLM) dan Yayasan Lentera Kasih Agape (YLKA) di Kantor Pusat HKBP. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Oval ini dihadiri oleh Pimpinan HKBP bersama jajaran pimpinan NLM, yakni Rev. Gunnar Braathen (General Secretary NLM), Rev. Rune Mjolhous (Regional Director NLM), Mathias Espeland (Field Director NLM Indonesia), serta Christian Pakpahan (Ketua Yayasan Lentera Kasih Agape). Pertemuan strategis ini bertujuan menyelaraskan visi pelayanan lintas negara melalui pengenalan profil organisasi yang sama-sama berfokus pada pengembangan misi dan diakonia di tengah tantangan global yang dinamis. ​Langkah konkret dari ramah tamah ini adalah pembentukan tim khusus oleh Ephorus Pdt. Dr. Victor Tinambunan, M.ST., untuk merumuskan draf Nota Kesepahaman (MoU) yang akan dibahas lebih lanjut secara virtual. Kerja sama ini dirancang untuk menciptakan program pelayanan yang sistematis dan berkelanjutan guna mengoptimalkan potensi gereja di tingkat lokal maupun internasional. Melalui kemitraan global ini, HKBP berkomitmen memperluas jangkauan kesaksian iman yang membawa dampak transformasi nyata bagi kesejahteraan jemaat dan masyarakat luas secara berkesinambungan.

TARUTUNG (26/2) – Sekretaris Jenderal HKBP, Pdt. Rikson M. Hutahaean, M.Th., secara resmi merilis dua buku panduan strategis, yaitu “SYEMA! Pengajaran Iman di Tengah Keluarga” dan “Katekisasi Anak di Tengah Keluarga”, sebagai instrumen utama penguatan spiritualitas domestik. Fokus penerbitan ini adalah menyediakan materi edukatif yang relevan bagi orang tua dan pelayan dalam mendampingi pertumbuhan iman anak secara sistematis di rumah. Langkah ini bertujuan memastikan visi transformasi HKBP 2026 terimplementasi secara nyata melalui pengajaran teologis yang praktis, guna membentengi keluarga Kristen dari dampak negatif gaya hidup instan di era modern. Kedua buku ini hadir sebagai solusi kontekstual untuk mengembalikan peran keluarga sebagai pusat pendidikan iman yang utama sesuai panggilan Tuhan. Melalui ketersediaan sumber daya berkualitas ini, Kantor Pusat HKBP berkomitmen membekali jemaat dengan metode pengajaran yang alkitabiah namun tetap adaptif terhadap dinamika zaman. Publikasi ini diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku yang positif dan berkelanjutan bagi kemajuan pelayanan gereja. Saat ini jemaat dapat mengakses dan mengunduh kedua buku tersebut dalam format E-Book melalui tautan berikut: Syema: Pengajaran Iman di Tengah Keluarga : https://hkbp.or.id/3d-flip-book/syema-pengajaran-iman-di-tengah-keluarga/ Katekisasi Anak di Tengah Keluarga : https://hkbp.or.id/3d-flip-book/katekisasi-anak-di-tengah-keluarga/ Ikuti Quick News lainnya di : https://hkbp.or.id

PEARAJA (26/2) – Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, M.ST., menekankan pentingnya sikap ramah terhadap diri sendiri sebagai bentuk tanggung jawab rohani atas anugerah kehidupan dari Tuhan. Fokus pesan pastoral ini adalah mendorong jemaat untuk merawat batin agar tetap tenang di tengah tekanan status sosial dan kebisingan media sosial. Sikap ini diwujudkan melalui disiplin doa yang setia, gaya hidup sehat sebagai bait Roh Kudus, serta pengayaan intelektual. Tujuannya adalah membangun kesehatan spiritual dan emosional yang stabil guna menciptakan pribadi yang bijaksana dalam melayani sesama. Penguatan karakter ini bertujuan agar setiap individu jemaat mampu menghadirkan dampak positif bagi keluarga dan lingkungan sekitar melalui hati yang terawat. Dengan menerima diri sebagai ciptaan Allah yang berharga namun terbatas, jemaat diajak untuk menjaga pikiran dari jerat kebencian dan iri hati. Transformasi batin ini merupakan langkah nyata dalam mewujudkan syukur atas kehidupan, sehingga kehadiran warga HKBP dapat menjadi terang yang meneduhkan dan pembawa damai dalam persekutuan gereja maupun masyarakat luas.

BAKAUHENI (25/2) – Persekutuan Perempuan Distrik (PPD) HKBP Distrik XXXII Lampung mengawali program pelayanan tahun 2026 melalui ibadah perdana yang dilaksanakan di HKBP Bakauheni. Fokus utama kegiatan ini adalah pendalaman firman Tuhan melalui metode Penelaahan Alkitab (PA) interaktif yang dipimpin langsung oleh Praeses Pdt. Mauli Aritonang. Pendekatan dialogis ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman teologis jemaat perempuan secara lebih mendalam dan aplikatif, sehingga nilai-nilai Alkitab dapat diinternalisasi dengan lebih menarik serta relevan terhadap tantangan kehidupan sehari-hari. Selain penguatan aspek spiritual, kegiatan ini juga menghadirkan bazar pakaian yang dikelola oleh pengurus PPD sebagai langkah pemberdayaan ekonomi kreatif. Upaya ini dilakukan untuk mendukung kemandirian finansial organisasi sekaligus menyediakan kebutuhan jemaat dengan semangat kebersamaan. Sinergi antara pembinaan iman dan aksi ekonomi praktis ini diharapkan dapat memperkokoh solidaritas kaum perempuan di Lampung dalam mendukung Tahun Transformasi 2026. Melalui kegiatan yang komprehensif ini, PPD Distrik XXXII berkomitmen untuk terus mencetak pribadi yang tangguh secara rohani dan mandiri secara ekonomi demi kemajuan pelayanan gereja.

JAKARTA (25/2) – Praeses HKBP Distrik VIII DKI Jakarta, Pdt. Oloan Nainggolan, menghadiri Sidang Majelis Pekerja Lengkap (MPL) PGIW DKI Jakarta 2026 sebagai langkah memperkuat sinergi oikumene di ibu kota. Fokus kehadiran delegasi HKBP dalam forum ini adalah memberikan kontribusi strategis dalam perumusan langkah bersama menghadapi isu-isu aktual, seperti intoleransi, persoalan ekologi, dan dampak kemajuan teknologi. Melalui sidang ini, HKBP berkomitmen untuk mendorong keluarga sebagai basis utama pengajaran iman yang tangguh, guna menghadirkan nilai-nilai kebaikan, keadilan, dan kebenaran di tengah tantangan sosial yang dinamis. Keterlibatan aktif ini bertujuan untuk menuntaskan tanggung jawab pelayanan tahunan serta menyinergikan program kerja gereja-gereja anggota PGIW. Melalui keterwakilan yang kuat, HKBP menegaskan peranannya dalam menciptakan persekutuan yang lebih solid dan transformatif bagi kemajuan warga jemaat di Jakarta. Keberlanjutan gerakan oikumene ini diharapkan dapat memperkokoh kesaksian gereja sebagai pembawa terang dan solusi bagi berbagai keprihatinan bangsa. Sinergi ini menjadi momentum penting untuk memastikan bahwa setiap program pelayanan benar-benar berdampak luas bagi kesejahteraan jemaat dan masyarakat umum.

DEPOK (24/2) – Persekutuan Perempuan Distrik (PPD) HKBP Distrik XXVIII Deboskab menyelenggarakan ibadah syukur Bona Taon yang berlangsung khidmat di bawah naungan tema “Pengajaran Iman di Tengah Keluarga”. Fokus utama pertemuan ini adalah mempererat tali persaudaraan antaranggota sekaligus menyinergikan program kerja perempuan distrik untuk mendukung visi Tahun Transformasi 2026. Melalui momentum ini, kaum perempuan di wilayah Depok, Bogor, Sukabumi, dan Kalimantan Barat diajak untuk menjadi motor penggerak pendidikan iman yang praktis dan konsisten bagi anak-anak di dalam rumah tangga masing-masing. Kegiatan ini bertujuan membekali para ibu agar memiliki ketahanan spiritual dan kreativitas dalam menjalankan peran mereka sebagai pendidik utama di keluarga. Selain ibadah, acara ini menjadi ajang koordinasi untuk memastikan seluruh program pemberdayaan perempuan dapat berjalan selaras dengan kebijakan distrik demi peningkatan kualitas pelayanan. Dengan semangat sukacita dan kebersamaan, PPD Deboskab berkomitmen menghadirkan dampak positif yang nyata, sehingga setiap keluarga jemaat tumbuh menjadi basis iman yang kokoh dan saluran berkat bagi masyarakat luas.

BINONG PERMAI (24/2) – HKBP Distrik 21 Banten menyelenggarakan pembinaan Seksi Parompuan Huria dan sosialisasi program kerja tahun 2026 di HKBP Binong Permai. Fokus utama kegiatan yang dipimpin oleh Praeses Pdt. Sumihar Sinaga ini adalah mengoptimalkan peran strategis kaum perempuan dalam mendukung transformasi gereja, khususnya melalui penguatan pengajaran iman di dalam keluarga. Langkah ini bertujuan untuk memastikan setiap anggota Seksi Parompuan memiliki kesamaan visi dan kompetensi dalam menjalankan misi pelayanan yang lebih berdampak dan responsif terhadap tantangan jemaat di masa kini. Sinergi pembinaan ini diarahkan untuk memperkokoh dasar persekutuan agar para ibu di Distrik 21 Banten semakin mandiri dan solid dalam menggerakkan kegiatan positif di tingkat resort maupun huria. Melalui pembekalan program yang terencana, diharapkan fungsi pelayanan perempuan tidak hanya terbatas pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi motor penggerak pertumbuhan spiritualitas yang nyata di lingkungan rumah tangga. Seluruh rangkaian kegiatan ini menjadi fondasi penting bagi kesuksesan Tahun Transformasi HKBP 2026 demi kemajuan kesaksian gereja dan kemuliaan nama Tuhan.

SIMANGUMBAN (24/2) – HKBP Distrik II Silindung menyalurkan bantuan sosial tahap II bagi jemaat terdampak bencana di HKBP Resort Simangumban sebagai perwujudan nyata pelayanan diakonia gereja. Fokus utama kegiatan yang dipimpin oleh Praeses Pdt. Donald Sianturi ini adalah memberikan dukungan pemulihan bagi warga jemaat agar dapat bangkit dari masa sulit. Langkah strategis ini mencerminkan tanggung jawab sosial dan kepedulian kolektif kantor pusat HKBP yang disalurkan melalui distrik untuk meringankan beban ekonomi serta memperkuat ketahanan fisik para korban. Aksi solidaritas ini menjadi bukti bahwa gereja hadir secara konkret dalam penderitaan jemaat, mengubah empati menjadi tindakan kasih yang terukur. Melalui kebersamaan ini, persekutuan antargereja semakin dipererat dalam semangat saling menopang. Dukungan doa dan perhatian dari seluruh warga jemaat kiranya senantiasa mengiringi proses pemulihan para saudara kita di Simangumban, agar kasih Tuhan terus menjadi sumber kekuatan dalam menghadapi setiap pergumulan.

BATAM (24/2) – Pembangunan rumah dinas jemaat HKBP Batu Aji Lama terus menunjukkan kemajuan signifikan sebagai bagian dari pemenuhan sarana pendukung pelayanan yang representatif. Fokus utama proyek ini adalah menyediakan fasilitas hunian bagi pelayan agar dapat menjalankan tugas penggembalaan secara optimal dan berkelanjutan di tengah jemaat. Progres yang berjalan lancar hingga hari ini mencerminkan komitmen kuat seluruh elemen gereja dalam menata aset serta meningkatkan kualitas infrastruktur demi kelancaran misi pelayanan di wilayah Batam. Dukungan spiritual dari seluruh jemaat kiranya senantiasa menyertai setiap tahapan pembangunan ini hingga selesai. Mari kita satukan hati dalam doa, memohon penyertaan Tuhan agar Dia yang memiliki ladang pelayanan ini mencukupkan segala kebutuhan dan memberikan kelancaran bagi para pekerja. Semoga melalui ketersediaan sarana yang baik, semangat pelayanan di HKBP Batu Aji Lama semakin bertumbuh dan menjadi saluran berkat yang nyata bagi kemuliaan nama-Nya.

PEARAJA (23/2) – Rapat Majelis Pekerja Sinode (MPS) HKBP resmi dimulai melalui ibadah khidmat dan Perjamuan Kudus sebagai fondasi spiritual dalam pengambilan keputusan strategis gereja. Fokus utama persidangan ini adalah menyelaraskan berbagai fungsi dan karunia pelayanan untuk merumuskan kebijakan yang responsif terhadap kebutuhan jemaat. Melalui kepekaan akan kehendak Allah, setiap keputusan yang diambil diarahkan untuk memperkuat komitmen pelayanan dan memastikan keberlanjutan misi HKBP di tengah tantangan zaman yang dinamis. Persidangan ini menjadi momentum penting untuk memperdalam kasih dan memperbarui kesetiaan para pelayan dalam mengelola ladang pelayanan yang dipercayakan Tuhan. Dengan mengedepankan hikmat dan persaudaraan, rapat MPS bertujuan menghasilkan rumusan program yang transformatif demi kemajuan kesaksian gereja di dunia. Sinergi seluruh elemen Majelis Pekerja Sinode diharapkan mampu melahirkan langkah-langkah konkret yang menjadi berkat nyata bagi seluruh warga jemaat dari generasi ke generasi.

CIPAYUNG (23/2) – Kelompok Kerja (Pokja) Marturia HKBP Distrik XXVIII Deboskab melaksanakan aksi pelayanan kasih di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 1. Kegiatan yang dikoordinasikan oleh Kepala Bidang Marturia, Pdt. Rahmat Lumbantobing, S.Th., ini berfokus pada pemberian pendampingan spiritual dan penguatan moril bagi para lansia. Melalui kehadiran nyata ini, HKBP berkomitmen menjalankan misi kesaksian (Marturia) yang inklusif dengan merangkul kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus, guna menghadirkan sukacita dan pengharapan di tengah keterbatasan mereka. Aksi ini bertujuan untuk mengimplementasikan kepedulian gereja secara konkret di luar lingkungan internal jemaat, sebagai wujud nyata dari pengabdian sosial yang berdampak. Selain memberikan penghiburan rohani, kunjungan ini menjadi sarana bagi para pelayan untuk mendengarkan dan berbagi kasih secara langsung dengan para penghuni panti. Sinergi pelayanan ini diharapkan dapat terus berlanjut secara konsisten guna memperluas jangkauan misi gereja dalam membawa terang dan kasih Tuhan bagi sesama, serta memperkokoh peran HKBP sebagai saluran berkat di tengah masyarakat.

BINCUNG (23/2) – Proyek pembangunan gedung gereja HKBP Resort Bincarung kini memasuki tahapan krusial dalam upaya menyediakan sarana ibadah yang lebih representatif bagi jemaat. Fokus utama pembangunan ini adalah mempercepat penyelesaian infrastruktur fisik guna mendukung kelancaran kegiatan persekutuan dan misi pelayanan di wilayah tersebut. Komitmen penyelesaian gedung ini terus dioptimalkan melalui pengawasan intensif secara sukarela oleh jemaat, termasuk dukungan penuh dari Bapak Jhoni Allen Marbun yang secara setia mengawal setiap proses teknis di lapangan demi memastikan kualitas bangunan yang kokoh dan berkualitas. Kemajuan pembangunan tersebut ditinjau langsung oleh Praeses HKBP Distrik XXVIII Deboskab, Pdt. Ridoi Batubara, S.Th., M.Pd.K., dalam kunjungan pastoralnya. Kehadiran pimpinan distrik bersama perangkat lainnya bertujuan untuk memberikan dukungan moril serta memastikan koordinasi teknis berjalan lancar sesuai rencana. Seluruh jemaat diundang untuk bersama-sama menopang dalam doa agar setiap tahapan pembangunan ini berjalan dalam penyertaan Tuhan, dicukupkan segala kebutuhan finansialnya, dan dapat segera rampung sehingga menjadi pusat transformasi iman yang memberkati banyak orang.

TARUTUNG (23/2) – Sekretaris Jenderal HKBP, Pdt. Rikson M. Hutahaean, M.Th., memberikan penekanan penting mengenai integritas pelayanan dalam khotbah di tengah maraknya penggunaan kecerdasan buatan (AI). Fokus utama arahan ini adalah mengingatkan para pelayan untuk kembali pada esensi pengabdian, yaitu menyampaikan apa yang diyakini secara pribadi melalui pergumulan mendalam terhadap Alkitab. Langkah ini bertujuan untuk menjaga orisinalitas iman dan ketajaman spiritual pengkhotbah agar pesan yang disampaikan bukan sekadar narasi teknis, melainkan kesaksian hidup yang mampu menggerakkan hati jemaat. Refleksi ini menegaskan bahwa penggunaan teknologi tanpa penyaringan dapat melemahkan kapasitas intelektual dan spiritualitas seorang pelayan Tuhan. Seperti otot yang akan lumpuh tanpa latihan, kemampuan berpikir dan menggumuli firman akan tumpul jika terlalu bergantung pada alat instan. Melalui peringatan ini, HKBP berkomitmen menjaga kualitas pengajaran iman yang lahir dari hubungan pribadi pelayan dengan Tuhan. Tujuannya adalah memastikan setiap khotbah di mimbar tetap memiliki otoritas spiritual yang kuat demi pertumbuhan iman jemaat yang autentik di era digital.

PEARAJA (23/2) – Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, M.ST., menekankan makna puasa sebagai instrumen pengendalian diri dan penguatan karakter bangsa. Fokus utama dari refleksi ini adalah transformasi spiritual di mana penyangkalan diri melatih kepekaan jiwa terhadap kehendak Tuhan, sekaligus menumbuhkan empati tulus di tengah keberagaman. Melalui sikap saling menghargai terhadap perbedaan keyakinan dan aturan agama, gereja mendorong terciptanya jembatan persaudaraan yang kokoh bagi seluruh warga negara. Sikap saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam hal konsumsi, menjadi fondasi utama bagi kerukunan dan kedamaian nasional. Dengan mengedepankan kesantunan, jemaat diajak untuk memusatkan energi pada pembangunan kebajikan dan kemajuan negara. Nilai-nilai toleransi ini diharapkan menjadi motor penggerak bagi masyarakat untuk hidup rukun dan saling mendukung dalam menjalankan kewajiban agama masing-masing secara bermartabat demi masa depan bangsa yang lebih baik.

BINJAI (23/2) – HKBP Distrik XXIII Binjai Langkat mengonsolidasikan arah pelayanan melalui Sermon Distrik dan finalisasi program Tahun Transformasi 2026 yang dipimpin oleh Praeses Pdt. Hotler Lumbantoruan, MM. Fokus utama kegiatan ini adalah memperdalam materi pengajaran iman untuk pelayanan jemaat serta mematangkan langkah strategis “Pengajaran Iman di Tengah Keluarga”. Program ini bertujuan untuk memperkuat fondasi spiritual jemaat secara sistematis, memastikan nilai-nilai kekristenan menjadi landasan utama dalam kehidupan rumah tangga di seluruh wilayah pelayanan distrik. Selain perencanaan program, pertemuan ini menjadi momentum penguatan ikatan persaudaraan antar-pelayan melalui aksi solidaritas spiritual bagi keluarga pelayan yang tengah menghadapi pergumulan. Sinergi antara persiapan materi khotbah dan teknis pelaksanaan Tahun Transformasi di bawah koordinasi St. Amri Jamoris Siahaan diarahkan untuk menciptakan pelayanan yang lebih sinkron dan solutif. Melalui kesiapan ini, Distrik XXIII berkomitmen mengoptimalkan peran pelayan dalam mendampingi keluarga-keluarga jemaat menjadi pusat pertumbuhan iman yang tangguh.

JAKARTA (23/2) – Dewan Diakonia Seksi Sosial HKBP Petojo mematangkan kesiapan pelayanan periode 2026–2028 melalui rapat evaluasi dan penetapan kepengurusan yang berlangsung pada Senin malam. Fokus utama pertemuan ini adalah menjamin keberlanjutan program kerja yang telah berjalan efektif dengan menyepakati kelanjutan kepengurusan petahana secara aklamasi. Langkah strategis ini diambil untuk menjaga konsistensi kualitas pelayanan sosial, sekaligus memperkuat komitmen para pengurus dalam menjalankan misi kemanusiaan di tengah jemaat secara berkesinambungan. Rapat ini menekankan pada peningkatan standar pelayanan, khususnya dalam program perkunjungan kasih bagi jemaat yang sedang mengalami kelemahan tubuh atau sakit. Dengan mengevaluasi pencapaian periode sebelumnya, Seksi Sosial bertujuan melengkapi instrumen pelayanan agar lebih responsif dan berdampak nyata sebagai wujud kepedulian gereja. Sinergi antara 14 anggota yang hadir di bawah arahan Ketua Dewan Diakonia menjadi modal utama untuk memastikan HKBP Petojo tetap menjadi saluran berkat yang konsisten dan profesional bagi mereka yang membutuhkan penguatan.

JAKARTA (22/2) – HKBP Resort Pasar Minggu resmi meluncurkan Tahun Transformasi 2026 dengan tema “Pengajaran Iman di Tengah Keluarga” dalam ibadah Minggu Invocavit yang dipimpin oleh Praeses Pdt. Oloan Nainggolan. Fokus utama gerakan ini adalah memperkuat peran keluarga sebagai pusat pendidikan rohani utama melalui serangkaian program strategis, seperti seminar pembinaan iman, gerakan ibadah keluarga harian, dan pelatihan anak berzending. Langkah ini bertujuan untuk memastikan nilai-nilai kekristenan diajarkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari guna menciptakan pertumbuhan spiritualitas jemaat yang lebih mendalam dan berkelanjutan. Peluncuran ini juga dirangkai dengan pelantikan panitia pelaksana yang bertugas mengoordinasikan implementasi program di tingkat akar rumput. Dengan semangat transformasi, gereja berkomitmen menyediakan perangkat dan pendampingan bagi orang tua agar mampu menjadi teladan iman bagi generasi muda. Sinergi antara kebijakan distrik dan aksi nyata di resort diharapkan melahirkan keluarga-keluarga Kristen yang kokoh dan tangguh di tengah dinamika zaman. Melalui penguatan fondasi domestik ini, HKBP Resort Pasar Minggu optimis mewujudkan pembaruan yang berdampak luas bagi persekutuan jemaat dan masyarakat.

PEKANBARU (22/2) – HKBP Sei Sibam merayakan semangat kemanusiaan melalui aksi donor darah yang berhasil mengumpulkan 62 kantong darah untuk disalurkan bagi masyarakat yang membutuhkan. Fokus utama kegiatan yang bekerja sama dengan PMI Kota Pekanbaru ini adalah mewujudkan misi gereja untuk menjadi berkat nyata bagi dunia, baik dalam aspek rohani maupun jasmani. Aksi ini menunjukkan peran aktif gereja dalam menjawab kebutuhan sosial sekaligus memberikan manfaat kesehatan langsung bagi para pendonor, seperti menjaga kesehatan jantung dan stabilitas kolesterol. Melalui program ini, HKBP Sei Sibam menegaskan tanggung jawab moralnya untuk menghadirkan pelayanan kasih yang inklusif di tengah masyarakat Bina Widya. Sinergi antara tim kesehatan gereja dan antusiasme jemaat menjadi kunci keberhasilan kegiatan yang diharapkan dapat menyelamatkan banyak jiwa. Langkah ini menjadi wujud nyata dari implementasi iman yang berdampak, memastikan kehadiran gereja dirasakan sebagai kekuatan positif yang mendukung kesejahteraan dan kemanusiaan secara berkelanjutan bagi sesama.

LINTONGNIHUTA (22/2) – Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, M.ST., memimpin ibadah penuh sukacita di HKBP Sigompul untuk memperkuat keteguhan iman jemaat di tengah ketidakpastian dunia. Fokus pesan rohani “Jangan Takut” menekankan bahwa janji Tuhan adalah kekuatan utama yang menopang kehidupan umat. Kunjungan ini mengapresiasi tingginya tingkat kehadiran jemaat, yang mencerminkan kesetiaan spiritual yang luar biasa di atas rata-rata. Apresiasi khusus diberikan kepada warga jemaat yang mayoritas bekerja sebagai petani atas ketekunan mereka mengolah tanah dengan doa. Melalui sinergi antara kerja keras dan iman, gereja mendorong jemaat untuk terus melihat pemeliharaan Tuhan dalam setiap hasil bumi yang menghidupi keluarga. Pertemuan ini bertujuan memastikan para pelayan dan jemaat lokal tetap dikuatkan dalam pengharapan serta dilimpahi damai sejahtera Kristus dalam setiap pengabdian mereka.

BERAU (22/2) – HKBP Distrik XXVII Borneo memperkuat fondasi pelayanan melalui rangkaian pembinaan parhalado dan visitasi strategis di HKBP Tanjung Redeb, Kalimantan Timur. Fokus utama kegiatan ini adalah pendalaman teologis mengenai jabatan tohonan penatua guna memastikan para pelayan memiliki kompetensi dan integritas tinggi dalam menggembalakan umat. Pembinaan yang dipimpin oleh Praeses Distrik XXVII Borneo ini bertujuan menyatukan visi pelayanan di tingkat resort agar lebih dinamis dan responsif terhadap pertumbuhan jemaat yang pesat. Dalam aspek pengembangan organisasi, kunjungan ini mematangkan persiapan peningkatan status satu gereja cabang (Pegat Bukur) dan satu pos pelayanan (Labanan) menjadi jemaat penuh pada Mei 2026. Langkah ekspansif tersebut merupakan bagian dari misi strategis Distrik Borneo untuk memperluas jangkauan ibadah melalui pendirian pos-pos pelayanan baru di wilayah Kaltim, Kalsel, dan Kaltara. Melalui sinergi antara pelayan penuh waktu dan jemaat, gereja berkomitmen mengoptimalkan potensi daerah guna memastikan kehadiran HKBP benar-benar menjadi berkat yang nyata bagi masyarakat di seluruh tanah Borneo.

PANGURURAN (22/2) – Perjalanan pelayanan dan kebersamaan para istri pelayan fulltimer (Pardihuta) HKBP Distrik V Sumatera Timur di Samosir menjadi momentum penguatan relasi sekaligus pendalaman teologis. Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat ikatan persaudaraan sesama istri pelayan melalui interaksi langsung, pertukaran pengalaman hidup, dan kegiatan kolektif yang menyegarkan semangat pengabdian. Kehadiran Praeses Pdt. Maurixon Sitorus (A.A.Z. Sihite) beserta Inang memberikan dukungan moral yang besar bagi komunitas ini dalam menjalankan peran strategis mereka sebagai pendamping pelayan gereja. Fokus utama kegiatan ini terangkum dalam pesan rohani yang mendalam mengenai makna puasa Kristen yang sejati, yakni bertransformasi dari sekadar tindakan lahiriah menjadi aksi nyata melawan kejahatan dan keserakahan yang memicu krisis ekologis serta ekonomi. Jemaat diajak untuk lebih mengutamakan pembangunan “jembatan” persaudaraan daripada “tembok” pemisah, guna menciptakan rekonsiliasi oikumenis yang berdampak luas. Melalui perpaduan antara refleksi iman dan keceriaan bersama, kegiatan ini berhasil merevitalisasi energi para Pardihuta agar kembali siap melayani dengan hati yang gembira dan komitmen yang lebih kokoh di tempat tugas masing-masing.

TARUTUNG (24/2) – Kebaktian Kebangunan Iman (KKI) remaja dan pemuda (Naposobulung) di Gedung Sopo Partungkoan menjadi momentum strategis penguatan karakter dan iman generasi muda HKBP. Melalui ibadah kontekstual yang dipimpin Praeses Pdt. Donald Sianturi, peserta diarahkan untuk memiliki daya tahan spiritual di tengah tantangan zaman. Kehadiran pimpinan pusat, Kadep Marturia Pdt. Bernard Manik dan Kadep Koinonia Pdt. Dr. Deonal Sinaga, menegaskan prioritas gereja dalam mengonsolidasikan potensi kaum muda sebagai pilar masa depan yang aktif dalam kegiatan positif dan pembangunan iman. Sinergi pembinaan ini diperkuat dengan motivasi dari Bupati Taput, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, yang mendorong pemuda tetap eksis dan berintegritas. Kolaborasi Biro Musik HKBP dan HKBP Pearaja dalam tata ibadah yang dinamis bertujuan menciptakan ruang bagi generasi muda untuk mengekspresikan spiritualitas mereka secara kreatif namun tetap khusyuk. Kegiatan ini berhasil merevitalisasi semangat pelayanan pemuda antar-gereja dan kampus di Silindung untuk terus berkontribusi bagi gereja dan masyarakat.

JAKARTA (22/2) – HKBP Cakung memulai persiapan agenda besar tahun 2026 dengan melantik Panitia Pesta Ulang Tahun dan Pesta Huria dalam ibadah Minggu. Pelantikan ini bertujuan untuk membentuk tim kerja yang solid dan terorganisir guna mengelola seluruh rangkaian perayaan yang akan melibatkan seluruh jemaat. Dengan terbentuknya kepanitiaan ini, gereja memastikan bahwa manajemen kegiatan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan, memiliki penanggung jawab yang jelas demi kelancaran pelayanan dan kebersamaan di lingkungan HKBP Cakung. Fokus utama panitia yang baru dilantik adalah mengonsolidasikan potensi jemaat serta menyusun langkah strategis dalam penggalangan daya dan dana. Tugas ini sangat krusial sebagai motor penggerak untuk menyukseskan perayaan ulang tahun gereja sekaligus pesta huria yang menjadi momentum penguatan persekutuan. Melalui sinergi antar-seksi dalam panitia, diharapkan seluruh program yang dirancang dapat berjalan efektif dan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan iman serta kekompakan jemaat sepanjang tahun 2026.

BITUNG (22/2) – HKBP Bitung, Resort Bitung, sukses menyelenggarakan Rapat Huria dengan landasan teologis “Transformasi: Pengajaran Iman di Tengah Keluarga” berdasarkan Ulangan 6:4-9. Pertemuan strategis ini menitikberatkan pada penyelarasan tata kelola keuangan gereja melalui evaluasi mendalam terhadap capaian anggaran belanja tahun 2025 serta penyusunan rencana anggaran tahun 2026. Fokus evaluasi ini bertujuan untuk memastikan setiap alokasi dana telah digunakan secara tepat sasaran dalam mendukung penguatan iman jemaat di lingkup keluarga sebagai unit terkecil gereja. Dalam pembahasan rencana anggaran 2026, rapat merumuskan prioritas program yang lebih efektif agar seluruh kebutuhan pelayanan dapat terpenuhi secara akuntabel. Melalui transparansi pengelolaan dana ini, HKBP Bitung berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang lebih terukur dan berkelanjutan. Penjabaran anggaran yang matang ini diharapkan menjadi mesin penggerak dalam mewujudkan transformasi pelayanan yang nyata, selaras dengan visi pengajaran iman yang kuat bagi seluruh jemaat Bitung di tahun mendatang.

BEKASI (22/2) – HKBP VIP mengukuhkan komitmen pelayanannya melalui pelantikan Panitia Pesta Huria Tahun 2026 dalam ibadah Minggu yang berlangsung khidmat. Prosesi pelantikan yang dipimpin langsung oleh Pendeta HKBP Resort Jakasampurna, Pdt. Lawinner Hutagaol, menjadi tanda dimulainya tanggung jawab kolektif panitia untuk menyelenggarakan rangkaian kegiatan gereja sepanjang tahun. Penugasan ini bertujuan untuk memastikan setiap agenda besar jemaat dapat terkelola dengan manajemen yang baik dan semangat kebersamaan yang kuat di bawah koordinasi ketua panitia, Dimpu Gultom. Fokus utama panitia yang baru dilantik ini adalah menggerakkan partisipasi aktif seluruh jemaat dalam mensukseskan program-program tahunan yang telah direncanakan. Kehadiran panitia khusus ini sangat krusial sebagai motor penggerak untuk mengonsolidasikan sumber daya, baik tenaga maupun dana, demi kelancaran kegiatan peribadahan dan persekutuan. Dengan dimulainya masa tugas ini, diharapkan seluruh rencana pelayanan HKBP VIP tahun 2026 dapat berjalan sesuai target dan memberikan dampak pertumbuhan iman yang nyata bagi seluruh jemaat.

LOBUGALA (22/2) – Pimpinan HKBP Resort Lontung bersama jajaran Parhalado melaksanakan pelayanan ibadah di jemaat cabang (Pagaran) terjauh, HKBP Lobugala, sebagai bentuk penguatan pelayanan hingga ke pelosok. Kehadiran tim resort ini bertujuan untuk memastikan pendampingan spiritual yang merata bagi seluruh jemaat. Usai ibadah, agenda dilanjutkan dengan pertemuan strategis guna mematangkan rencana kerja dan alokasi anggaran tahun 2026, yang dirancang untuk mendukung efektivitas program pelayanan di tingkat lokal. Fokus pembahasan juga diarahkan pada persiapan teknis pembangunan fisik dan rencana besar menyambut Jubileum 100 Tahun HKBP Lobugala yang dijadwalkan pada pertengahan 2027. Sinergi antara Resort dan jemaat lokal ini memastikan seluruh tahapan persiapan menuju perayaan seabad gereja berjalan terstruktur, mulai dari penggalangan sumber daya hingga pembenahan infrastruktur. Melalui koordinasi yang intensif ini, HKBP Lobugala diharapkan semakin siap dalam menyongsong momentum bersejarah tersebut dengan semangat kebersamaan yang kokoh.

MUARA BUNGO (22/2) – HKBP Muara Bungo menunjukkan komitmen nyata dalam pengembangan sumber daya manusia melalui pemberian apresiasi bagi generasi muda yang berprestasi dan bertalenta. Langkah ini bertujuan untuk memotivasi anak-anak jemaat, mulai dari tingkat SD hingga Perguruan Tinggi, agar terus memacu kualitas diri baik di bidang akademik maupun non-akademik. Dengan memberikan penghargaan kepada siswa peringkat unggul dan mahasiswa dengan IPK di atas 3,50, gereja berperan aktif dalam menciptakan iklim kompetisi yang positif di lingkungan internal. Dukungan gereja juga menyentuh aspek bakat khusus, seperti prestasi olahraga bela diri karate yang telah mencapai level antarprovinsi. Pemberian penghargaan ini merupakan bentuk investasi spiritual dan mental, di mana gereja tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga rumah yang menghargai setiap kerja keras dan talenta anak-anaknya. Melalui konsistensi perhatian ini, HKBP Muara Bungo berharap dapat mencetak generasi yang tangguh dan berprestasi, yang ke depannya akan menjadi pilar-pilar pelayan gereja dan masyarakat yang membanggakan.

SAMOSIR (22/2) – Semangat persekutuan lintas wilayah terwujud melalui kunjungan penginjilan (Evangelisasi) Koor Ama HKBP Sentosa Samarinda Kalimatntan ke sejumlah gereja HKBP Pintu Batu Pangururan Samosir. Kehadiran rombongan ini menjadi sarana penguatan iman melalui kesaksian pujian yang dibawakan dalam ibadah bersama. Sambutan penuh sukacita dari jemaat setempat mencerminkan kuatnya ikatan persaudaraan antar-resort, yang bertujuan untuk saling memotivasi dan menghidupkan kembali gairah pelayanan kaum bapak di lingkungan HKBP. Kegiatan ini menitikberatkan pada pembangunan relasi spiritual yang lebih erat melalui pertukaran pengalaman pelayanan di mimbar maupun dalam ramah tamah setelah ibadah. Dengan membawa pujian yang membangkitkan semangat, Koor Ama HKBP Sentosa berperan dalam menyebarkan pesan damai dan penguatan bagi jemaat yang dikunjungi. Dampak positif dari pertemuan ini diharapkan mampu mendorong jemaat lokal untuk semakin aktif dalam bersekutu, serta memperkokoh peran kaum laki-laki sebagai tiang doa dalam keluarga dan gereja.

LEMBANG (22/2) – Perayaan ulang tahun ke-22 HKBP Lembang menjadi momentum refleksi mendalam bagi jemaat untuk memperkuat komitmen pelayanan di masa depan. Di balik kesederhanaan acaranya, kegiatan ini berhasil menyatukan seluruh elemen gereja dalam satu semangat untuk melakukan pembenahan dan peningkatan kualitas pelayanan. Kehadiran tokoh senior seperti St. SPH Marbun menjadi inspirasi bagi generasi muda jemaat, menegaskan bahwa dedikasi terhadap gereja adalah bentuk kesetiaan seumur hidup yang melampaui batas usia. Fokus utama dari peringatan ini adalah membangun kesadaran kolektif untuk memulai tahap pembenahan internal di berbagai lini. Jemaat diajak untuk terlibat aktif dalam pertumbuhan iman dan organisasi, memastikan HKBP Lembang terus bertransformasi menjadi tempat persekutuan yang lebih baik. Melalui dukungan doa dan ketulusan hati para pelayan, perayaan ini menjadi langkah awal yang solid untuk mewujudkan gereja yang mandiri, bertumbuh, dan semakin dicintai oleh jemaatnya dari generasi ke generasi.

MEDAN (22/2) – HKBP Koserna mematangkan arah pelayanan satu tahun ke depan melalui Rapat Huria yang berlangsung dinamis di Medan. Pertemuan ini menitikberatkan pada penyelarasan rencana kerja dengan alokasi anggaran tahun 2026, guna memastikan setiap program kategorial dan seksi memiliki dukungan finansial yang efektif. Partisipasi aktif seluruh peserta rapat menjadi kunci dalam menetapkan prioritas kegiatan yang paling berdampak bagi penguatan iman dan kesejahteraan jemaat di tengah tantangan perkotaan. Fokus utama pembahasan diarahkan pada efisiensi pemanfaatan dana gereja agar setiap rupiah yang dikelola mampu menopang aksi pelayanan yang nyata, baik di bidang peribadahan maupun sosial. Melalui diskusi yang mendalam, rapat ini berhasil merumuskan target capaian tahunan yang lebih terukur, sehingga HKBP Koserna memiliki panduan operasional yang kuat untuk menjalankan misi gereja secara transparan dan akuntabel sepanjang tahun 2026.

TARUTUNG (22/2) – Perayaan ulang tahun ke-141 HKBP Partali Toruan menjadi titik balik penguatan iman sekaligus percepatan penyelesaian sarana fisik gereja. Melalui Ibadah Minggu Invocavit yang dilayani oleh Praeses Pdt. Donald Sianturi dan Kadep Marturia Pdt. Bernard Manik, jemaat diajak untuk memaknai kematagan usia gereja sebagai dorongan untuk semakin giat dalam pelayanan yang nyata. Kehadiran pimpinan daerah, Bupati Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat dan Wakil Bupati Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, mempertegas pentingnya kolaborasi strategis antara gereja dan pemerintah dalam membangun kesejahteraan spiritual masyarakat. Dukungan konkret berupa bantuan dana dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara serta partisipasi aktif dalam lelang pembangunan memastikan keberlanjutan proyek fisik gereja yang sedang berjalan. Momen ini berhasil mengonsolidasikan komitmen seluruh jemaat dan mitra pelayanan untuk memastikan HKBP Partali Toruan memiliki fasilitas yang layak demi mendukung kualitas ibadah generasi mendatang. Melalui semangat kebersamaan ini, gereja tidak hanya merayakan sejarah panjangnya, tetapi juga mengukuhkan kesiapannya sebagai pusat pertumbuhan iman yang tangguh di Silindung.

BOGOR (22/2) – HKBP Distrik XIX Bekasi resmi memberangkatkan HKBP Resort Marsada Gunung Putri ke wilayah pelayanan HKBP Distrik XXVIII DEBOSKAB. Langkah administratif ini, berdasarkan SK Ompui Ephorus, bertujuan mengoptimalkan koordinasi dan jangkauan pelayanan di wilayah Bogor. Momen strategis ini juga ditandai dengan penyerahan dua bidang tanah bersertifikat kepada HKBP Gunung Putri (Resort Paulus Depok) sebagai bentuk dukungan kemandirian sarana ibadah. Sinergi ini memastikan kepastian aset dan memperkuat struktur organisasi antardistrik. Dalam ibadah penguatan, ditekankan bahwa transisi ini adalah momentum pertumbuhan iman agar jemaat semakin teguh dan berdampak nyata di tempat pelayanan yang baru.

SERANG (22/2) – Suasana penuh kehangatan mewarnai ibadah Minggu di HKBP Resort Serang dengan kehadiran tamu istimewa, Koor Ama HKBP Mampang Prapatan, Distrik VIII Jakarta. Kunjungan yang dipimpin oleh Pdt. Robert Pandiangan (Mantan Praeses Distrik XXI Banten) bersama Inang br. Purba ini menjadi momentum penting dalam mempererat tali persaudaraan antar-resort. Kehadiran rombongan dari Jakarta tersebut tidak hanya memperkaya suasana ibadah melalui persembahan pujian, tetapi juga memperkokoh jejaring persekutuan di lingkup pelayanan HKBP. Pertemuan ini sekaligus menjadi ajang reuni emosional bagi jemaat perempuan, khususnya Inang br. Purba yang memiliki sejarah pelayanan bersama sebagai anggota PHD Ina Kamis HKBP Serang. Perjumpaan ini dimaknai sebagai penguatan bagi pelayanan kategori perempuan (Ina) dalam menjaga kesinambungan relasi dan semangat melayani meskipun terpisah jarak tugas. Sinergi lintas distrik ini diharapkan terus menginspirasi jemaat dalam membangun persekutuan yang saling menopang dan menghidupkan semangat kebersamaan di setiap lini pelayanan.

JAKARTA (22/2) – HKBP Distrik VIII DKI Jakarta resmi memulai langkah strategis tahun pelayanan melalui pelantikan Panitia Tahun Transformasi 2026 yang dilaksanakan dalam ibadah Minggu Invocavit. Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Praeses Pdt. Oloan Nainggolan, S.Th., yang kemudian dilanjutkan dengan rapat perdana untuk menyelaraskan visi dan misi kerja. Fokus utama kepanitiaan ini adalah menggerakkan perubahan positif melalui berbagai program yang bertujuan memperkuat kapasitas pelayanan dan kualitas iman jemaat di wilayah ibu kota. Pembentukan panitia ini merupakan motor penggerak untuk mengonsolidasikan potensi seluruh gereja di bawah naungan Distrik VIII agar dapat beradaptasi dengan tantangan zaman. Melalui sinergi antar-seksi yang baru dilantik, agenda kerja setahun ke depan dirancang untuk menghasilkan capaian yang terukur dan berdampak luas bagi kemandirian gereja. Semangat kerja sama yang solid dalam struktur ini menjadi kunci utama untuk mewujudkan transformasi pelayanan yang lebih profesional dan bermartabat demi kemuliaan nama Tuhan.

PEKANBARU (22/2) – HKBP Resort Estomihi, Distrik XXII Riau, telah melaksanakan ibadah Pesta Bona Taon sekaligus peluncuran resmi Orientasi Pelayanan HKBP Tahun 2026 pada Minggu, 22 Februari 2026. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Praeses HKBP Distrik XXII Riau, Pdt. Hardy B. Lumbantobing, M.Th. Peresmian orientasi ini menandai dimulainya pelaksanaan seluruh program pelayanan gereja untuk satu tahun kedepan, yang bertujuan untuk menyelaraskan gerak pelayanan di tingkat Resort dengan visi besar Distrik dan Pusat di tahun 2026.

PAHAE (22/2) – Semangat kebersamaan dan sukacita rohani menyelimuti ibadah Minggu di HKBP Sibaganding yang dipimpin oleh Kepala Departemen Koinonia HKBP, Pdt. Dr. Deonal Sinaga. Kehadiran pimpinan dari Kantor Pusat ini menjadi momentum penguatan iman bagi jemaat yang dikenal sangat kompak dan ramah dalam pelayanan. Ibadah yang berlangsung penuh antusiasme tersebut menegaskan pentingnya sinergi antara pusat dan daerah dalam merawat persekutuan yang hidup di tengah-tengah jemaat lokal. Sambutan hangat dari jemaat yang dipimpin oleh Pdt. Tony Lumbantoruan, M.Th., mencerminkan kentalnya nilai-nilai persaudaraan di Pahae. Kunjungan ini bukan sekadar tugas gerejawi, melainkan bentuk apresiasi terhadap kekompakan jemaat dalam memajukan pelayanan. Melalui pertemuan ini, HKBP Sibaganding diharapkan terus menjadi saksi kasih yang membawa berkat bagi lingkungan sekitar, sekaligus memperkokoh kesatuan hati dalam seluruh lini pelayanan HKBP.

PEKANBARU (22/2) – Perlindungan kesehatan reproduksi perempuan menjadi fokus utama HKBP Sei Sibam melalui aksi nyata penyuluhan dan pemeriksaan dini kanker serviks. Kegiatan preventif ini bertujuan menyelamatkan jiwa melalui deteksi awal dan edukasi mendalam mengenai bahaya infeksi HPV. Pdt. Firstman Tambunan menegaskan bahwa gereja memiliki tanggung jawab besar tidak hanya dalam pembinaan rohani, tetapi juga dalam memastikan kesejahteraan fisik jemaatnya agar terhindar dari risiko penyakit mematikan sejak dini. Bekerja sama dengan Puskesmas Simpang Baru, pemeriksaan rutin seperti tes IVA menjadi langkah strategis untuk memutus rantai kanker serviks yang sering kali muncul tanpa gejala awal. Selain pemeriksaan medis, para peserta dibekali pemahaman mengenai pola hidup sehat dan pentingnya vaksinasi. Sinergi ini membuktikan bahwa gereja hadir sebagai pusat transformasi yang peduli terhadap kualitas hidup masyarakat, memberikan rasa aman dan harapan bagi kaum perempuan di wilayah Binawidya.

PERBULAN (22/2) – Kekuatan doa dan keyakinan akan penyertaan Tuhan menjadi inti pesan yang menguatkan jemaat HKBP Immanuel Perbulan dalam kunjungan pastoral Praeses HKBP Distrik XII Tanah Alas, Pdt. Bikwai H. Simanjuntak, M.Th. Beliau menekankan bahwa kedekatan spiritual dengan Allah adalah fondasi utama bagi setiap orang percaya untuk tetap teguh berdiri di tengah berbagai pergumulan hidup. Pesan ini bukan sekadar khotbah, melainkan ajakan bagi jemaat untuk menjadikan doa sebagai nafas kehidupan sehari-hari. Pendampingan rohani yang intensif ini menjadi sangat bermakna bagi gereja yang dipimpin St. E. Manurung tersebut. Meski secara kuantitas masih berjumlah 26 KK sejak diresmikan menjadi huria na gok pada 2021, kehadiran Praeses di Resort Estomihi Bandar Purba ini menegaskan bahwa pertumbuhan iman tidak dibatasi oleh angka. Melalui kunjungan ini, jemaat didorong untuk terus bertumbuh dalam pelayanan dan ketaatan, memastikan setiap keluarga tetap kokoh dalam kasih Tuhan di era yang penuh tantangan ini.

BOGOR (21/2) – HKBP Resort Kramatjati memperkuat kualitas kepemimpinan pelayan gereja melalui Pembekalan Parhalado (Sintua) bertema “Sukarela dan Pengabdian Diri” yang berlangsung di Kinasih Resort, Bogor, 19–21 Februari 2026. Fokus utama kegiatan ini adalah menginternalisasi semangat TOTAMA (Topot, Tangihon, Tangianghonma), sebuah komitmen bagi para pelayan untuk setia mengunjungi, mendengar, dan mendoakan jemaat dengan ketulusan hati. Melalui bimbingan Pdt. Dr. Martongo Sitinjak, pembekalan ini bertujuan memastikan setiap pelayan memiliki integritas dan kerendahan hati dalam menggembalakan umat sesuai kehendak Allah. Selain aspek spiritual, para peserta dibekali kemampuan pemberdayaan diri dan strategi pelayanan di era digital agar tetap relevan dengan dinamika jemaat masa kini. Materi psikologi dan diskusi strategis dirancang untuk membangun ketahanan mental serta optimalisasi teknologi dalam komunikasi pelayanan. Sinergi antara pemahaman teologis dan kecakapan praktis ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas program kerja gereja tahun 2026, sehingga kehadiran para pelayan benar-benar dirasakan sebagai saluran berkat yang nyata dan profesional bagi seluruh jemaat.

TANGERANG (21/2) – Peningkatan efisiensi dan jangkauan pelayanan menjadi fokus utama HKBP Distrik XXI Banten melalui pembentukan Tim Optimalisasi Pelayanan. Dalam pertemuan strategis yang dipimpin Praeses Pdt. Sumihar Sinaga, M.Th., D.Min., substansi pembahasan dititikberatkan pada penguatan infrastruktur pelayanan melalui rencana relokasi Kantor Distrik dan penyediaan rumah singgah pimpinan di wilayah Tangerang. Langkah ini diambil untuk memastikan mobilitas pelayanan semakin cepat dan kehadiran gereja di tengah jemaat menjadi lebih inklusif serta responsif terhadap kebutuhan di lapangan. Kehadiran tim yang diketuai oleh Bapak Amin P. Napitupulu, S.H., M.H., ini memiliki kegunaan vital dalam merancang strategi jangka pendek dan panjang guna menjawab tantangan pelayanan di wilayah Banten yang dinamis. Melalui kajian relokasi yang matang, Distrik XXI berupaya menciptakan pusat koordinasi yang lebih aksesibel bagi seluruh jemaat. Dengan visi optimalisasi ini, gereja tidak hanya memperbarui fasilitas fisik, tetapi juga memperkuat sistem manajemen pelayanan yang lebih profesional demi pertumbuhan iman dan kesejahteraan seluruh warga jemaat di masa depan.

TARUTUNG (21/2) – Di tengah duka akibat musibah kebakaran yang menimpa keluarga Nainggolan/br. Hutasoit, Gereja hadir membawa pesan pengharapan yang kuat. Praeses HKBP Distrik II Silindung, Pdt. Drs. Donald Sianturi, M.Div, melaksanakan kunjungan pastoral ke HKBP Simarpinggan, Resort Hutaraja Dolok, untuk memastikan jemaat yang sedang dalam kesesakan tidak merasa berjalan sendirian. Inti dari kunjungan ini adalah penguatan iman dan peneguhan jiwa, agar keluarga yang terdampak tetap mampu berdiri teguh di atas pondasi pengharapan kepada Tuhan meskipun sedang mengalami kehilangan materil yang besar. Sebagai wujud nyata solidaritas, Praeses memberikan Boras Si Pir Ni Tondi sebagai simbol penguatan jiwa dalam tradisi spiritualitas Batak, serta menyerahkan bantuan logistik berupa sembako dan perlengkapan dapur. Aksi ini menunjukkan peran gereja yang responsif terhadap kebutuhan mendesak umatnya. Melalui doa syafaat dan dukungan nyata ini, HKBP Distrik II Silindung menegaskan komitmennya dalam pelayanan yang menopang, mengubah air mata menjadi ketangguhan, dan memastikan bahwa di tengah puing kebakaran sekalipun, kasih Kristus tetap menjadi sumber pemulihan yang nyata.

PELALAWAN (21/2) – Melalui aksi penanaman pohon, Gereja HKBP Maduma bersama Polres Pelalawan bersinergi mewujudkan kelestarian alam di Pangkalan Kerinci. Kegiatan ini merupakan langkah nyata gereja dalam menjaga ciptaan Tuhan sekaligus mendukung program Green Policing untuk penghijauan lingkungan. Pdt. Budianto Sianturi menekankan bahwa kolaborasi ini adalah bentuk komitmen kolektif demi masa depan generasi mendatang. Sinergi lintas sektor yang dihadiri Kapolres Pelalawan dan perwakilan Kemenag ini tidak hanya bermanfaat bagi ekosistem, tetapi juga mempererat kerukunan antarlembaga. Dengan menghijaukan lahan gereja, HKBP Maduma berharap aksi ini menginspirasi masyarakat luas untuk lebih peduli terhadap lingkungan, menciptakan ruang publik yang sehat, dan membawa keberkatan bagi lingkungan sekitar melalui komitmen menjaga alam secara berkelanjutan.

SIPANGE (21/2) – Rasa persaudaraan dan kepedulian nyata menjadi inti dari kunjungan kemanusiaan Praeses HKBP Distrik IX Sibolga-Tapteng-Nias ke HKBP Resort Sipange. Kehadiran Praeses bukan sekadar kunjungan formal, melainkan perwujudan kasih gereja melalui penyerahan bantuan “Tali Kasih” bagi jemaat yang terdampak bencana alam. Bantuan ini diharapkan dapat menjadi penyokong beban ekonomi sekaligus pemantik semangat bagi para keluarga jemaat untuk segera bangkit dari masa sulit. Aksi solidaritas ini menegaskan peran HKBP yang tidak hanya hadir secara spiritual di dalam gereja, tetapi juga hadir secara sosial di tengah penderitaan jemaatnya. Melalui dukungan moril dan materiil ini, jemaat HKBP Resort Sipange diingatkan bahwa mereka tidak berjalan sendirian dalam menghadapi ujian alam. Semangat saling menopang ini diharapkan dapat mempererat kebersamaan dan mengokohkan iman jemaat bahwa Tuhan senantiasa menyediakan pertolongan melalui kepedulian sesama saudara seiman.

TANAH JAWA (20/2) – Penguatan sinergi antara gereja dan kepolisian menjadi inti dari kunjungan silaturahmi Praeses HKBP Distrik XXIV Tanah Jawa, Pdt. Tonggo PL Sitompul, M.Th, MM, ke Polsek Tanah Jawa. Pertemuan strategis dengan Kapolsek yang baru, KOMPOL Baruara Manurung, ini difokuskan pada upaya menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif melalui kolaborasi edukatif. Fokus utama diskusi mencakup rencana pemberian bimbingan khusus dari pihak kepolisian kepada para pelayan penuh waktu (fulltimer), jemaat, hingga generasi muda mengenai kesadaran hukum dan keamanan masyarakat. Sinergi ini bertujuan membekali jemaat dengan pemahaman preventif terhadap berbagai gangguan keamanan, sekaligus memperkokoh peran gereja dalam mendukung ketertiban sosial. Melalui langkah “Suwon” atau lapor diri ini, HKBP Distrik XXIV dan Polsek Tanah Jawa berkomitmen membangun kemitraan yang berkelanjutan. Kerja sama ini diharapkan tidak hanya menciptakan rasa nyaman dalam beribadah, tetapi juga menjadikan warga gereja sebagai mitra aktif kepolisian dalam menjaga stabilitas dan keharmonisan di wilayah Tanah Jawa.

SIBALANGA (20/2) – Aksi kemanusiaan dan kepedulian nyata menjadi fokus utama dalam penyambutan rombongan Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Pemukiman di HKBP Sibalanga, Parsingkaman. Kepala Departemen Koinonia HKBP, Pdt. Dr. Deonal Sinaga, bersama Pdt. Absalom Castel Sianipar, mendampingi Deputi Bapak Ronny Hutahaean dalam penyaluran bantuan langsung bagi warga yang terdampak bencana alam. Sinergi antara gereja dan pemerintah ini bertujuan untuk memberikan pemulihan cepat dan dukungan logistik bagi jemaat yang hingga kini masih harus mengungsi di gedung gereja. Kehadiran bantuan ini tidak hanya meringankan beban fisik, tetapi juga menjadi penguatan moril yang mendalam bagi masyarakat di tengah masa sulit. Gereja HKBP Sibalanga terus berperan aktif sebagai pusat perlindungan dan koordinasi bagi warga yang kehilangan tempat tinggal. Melalui semangat solidaritas ini, diharapkan proses pemulihan infrastruktur dan pemukiman dapat segera terwujud, seraya tetap mengajak seluruh jemaat untuk saling menopang dalam doa dan tindakan kasih demi pemulihan Sibalanga dan Parsingkaman.

KUTACANE (20/2) – HKBP Distrik XII Tanah Alas menggelar Sermon Distrik Perdana tahun 2026 yang dipimpin langsung oleh Praeses Pdt. Bikwai Simanjuntak, S.Th. Pertemuan rohani ini menghadirkan Pdt. Panca br. Munte, S.Th dan Pdt. Dorcas Pasaribu, S.Th sebagai penyaji, dengan moderasi oleh Pdt. Rut Purba, S.Th. Diikuti sekitar 30 pelayan penuh waktu (fulltimer), pertemuan ini menjadi momentum penguatan pelayanan sekaligus pemaparan strategis mengenai berbagai program kerja yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Melalui diskusi intensif ini, para pelayan dipersiapkan untuk menyelaraskan gerak pelayanan di seluruh distrik demi pencapaian target program tahunan yang lebih efektif dan berdampak bagi jemaat.

LAGUBOTI (19/2) – Panti Karya Hephata Laguboti menerima bantuan dua unit mobil dinas (Toyota Hiace dan Mitsubishi L300) dari keluarga St. HW Hutahaean (Labersa Group) melalui Kantor Pusat HKBP. Kendaraan ini diperuntukkan guna mendukung mobilitas dan kelancaran program pelayanan panti. Penyerahan dilakukan oleh Sekretaris Jenderal HKBP, Pdt. Rikson Hutahaean, M.Th., didampingi jajaran pimpinan HKBP dan Pimpinan Panti Karya Hephata, Diak. Risma Siregar, D.Min. Dalam arahannya, Sekjen HKBP berharap bantuan ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan serta menegaskan komitmen pusat untuk terus membenahi sarana dan prasarana Panti Karya Hephata secara berkelanjutan.

SILANGIT (19/2) – Di sela pemberdayaan Kepala Bidang Koinonia, Marturia, dan Diakonia di Jetun Silangit, HKBP menerima kunjungan mitra Distrik VI Dairi dan Distrik X Medan Aceh dari Distrik An Der Agger, Jerman. Delegasi yang terdiri dari Ibu Beate, Ibu Schield, dan Pdt. Pollmann ini disambut hangat oleh pimpinan tiga departemen HKBP beserta para peserta. Kunjungan ini merupakan implementasi program kemitraan berkelanjutan, dengan fokus utama pada pertukaran pemuda tahunan. Sebagai bentuk apresiasi dan kasih, HKBP memberikan cendera mata berupa Ulos kepada para mitra. Pemberian Ulos ini menjadi simbol doa penyertaan Tuhan bagi perjalanan mereka, sekaligus memperteguh ikatan persaudaraan oikumenis antara HKBP dengan mitra di Jerman.

Renungan Harian HKBP

Renungan Terkini

Renungan Harian Jumat 27 Februari 2026

 

RATAPAN 2:17 “TUHAN telah menjalankan yang dirancangkan-Nya, Ia melaksanakan yang difirmankan-Nya, yang diperintahkan-Nya dahulu kala; Ia merusak tanpa belas kasihan, Ia menjadikan si seteru senang atas kamu, Ia meninggikan tanduk lawan-lawanmu.”

DOA PEMBUKA : Allah Bapa yang Mahakuasa, kami bersyukur atas pagi hari yang baru ini, nafas kehidupan yang masih dapat kami rasakan. Sebelum kami membuka hati kami mendengarkan Firman-Mu, kami mohon agar Roh Kudus-Mu membimbing kami, membukakan mata hati kami, sehingga kami dapat mengagumi kebesaran-Mu dan firmanMu dapat kami pahami dan kami lakukan dalam kehidupan kami. Terima kasih Tuhan Yesus. Amin

Syalom selamat pagi buat kita semua,

Yang menjadi renungan kita pada hari ini, tertulis dalam kitab RATAPAN 2:17 beginilah firman Tuhan : “TUHAN telah menjalankan yang dirancangkan-Nya, Ia melaksanakan yang difirmankan-Nya, yang diperintahkan-Nya dahulu kala; Ia merusak tanpa belas kasihan, Ia menjadikan si seteru senang atas kamu, Ia meninggikan tanduk lawan-lawanmu.” Demikianlah firman Tuhan.

Saudara/i yang terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Ketika kita menghadapi penderitaan atau kegagalan yang besar, pertanyaan pertama yang sering muncul adalah: “Di manakah Tuhan?” atau “Apakah Tuhan sudah kehilangan kendali?”. Kitab Ratapan ditulis di tengah puing-puing kehancuran Yerusalem. Bait Allah runtuh, tembok kota hancur, dan umat Tuhan dibawa ke pembuangan. Dalam kesedihan yang mendalam itu, penulis Ratapan tidak mencari kambing hitam. Sebaliknya, melalui Ratapan 2:17, ia menuntun kita pada satu kebenaran yang tegas namun penting yaitu : Tuhan tetap berdaulat, dan Dia sedang menggenapi firman-Nya.

Saudara/i yang terkasih, Ayat ini mungkin terdengar keras. Dikatakan bahwa “TUHAN telah melakukan apa yang dirancangkan-Nya” dan “Ia merusak tanpa belas kasihan.” Secara sepintas, ini seolah menggambarkan Allah yang kejam. Namun, jika kita menggali lebih dalam, pengakuan ini justru merupakan landasan iman yang sangat kokoh. Ratapan 2:17 mengingatkan kita bahwa Tuhan kita bukanlah Tuhan yang sekadar menggertak. Firman-Nya adalah ketetapan mutlak. Jika Ia setia pada janji berkat-Nya, Ia juga setia pada keadilan dan peringatan-Nya.

Saudara/i yang terkasih, Kejatuhan Yerusalem bukanlah karena musuh (Babel) lebih kuat dari Allah, melainkan karena Allah sedang mendisiplinkan umat-Nya. Jauh pada zaman dahulu, melalui Musa, Tuhan sudah memberikan peringatan yang jelas: akan ada berkat untuk ketaatan dan kutuk untuk ketidaktaatan (Ulangan 28). Apa yang terjadi pada bangsa Israel adalah bukti bahwa firman Tuhan itu hidup dan pasti digenapi, termasuk peringatan-Nya akan akibat dari dosa. Disinilah letak pengharapannya. Jika Tuhan terbukti sangat setia menepati ancaman dan teguran-Nya terhadap dosa, maka Tuhan yang sama juga pasti akan menepati janji pemulihan-Nya. Kesetiaan-Nya pada keadilan menjamin kesetiaan-Nya pada kasih karunia. Allah yang menghajar umat-Nya demi pertobatan adalah Allah yang sama, yang akan merangkul mereka kembali ketika mereka berbalik kepada-Nya.

Menghadapi teguran firman Tuhan ini, ada beberapa hal yang bisa kita aplikasikan secara nyata dalam hidup kita:

Yang pertama:  Evaluasi Sikap Terhadap Dosa: Apakah kita sering meremehkan dosa kecil dengan berlindung di balik “kasih karunia” Tuhan? Ingatlah saudara/i bahwa Tuhan tidak pernah menganggap remeh dosa. Kasih karunia seharusnya membuat kita menjauhi dosa, bukan memanfaatkannya.

Yang kedua: Jika saat ini Tuhan sedang menegur kita—baik melalui situasi yang sulit, firman yang kita baca, atau nasihat orang lain—janganlah kita mengeraskan hati. Bertobatlah sebelum teguran itu berubah menjadi disiplin yang menyakitkan.

Ketiga, Jika kita sedang menanggung konsekuensi akibat kesalahan masa lalu, jangan putus asa. Sadarilah bahwa Tuhan sedang membentuk kita. Terima prosesnya dengan kerendahan hati, karena disiplin adalah tanda bahwa Tuhan peduli pada pembentukan kita. jadi Jika hari ini Anda sedang berada di masa yang berat, jangan lari dari Tuhan. Berlarilah kepada-Nya. Tangan yang mengizinkan Anda melewati proses ini adalah tangan yang sama yang akan membalut dan memulihkan Anda. Amin

DOA PENUTUP “Ya Tuhan Allah Bapa kami yang di surga. Terimakasih buat Firman Mu, Mampukan kami untuk menerima firman mu dan melakukannya dalam hidup kami. Bentuklah kami melalui setiap proses yang harus kami lewati. Bangunlah kembali apa yang runtuh dalam hidup kami di atas dasar kasih karunia Kristus. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.

 

C.Pdt. Widora Riaulita Sitorus S.Th

Renungan Harian Kamis, 26 Februari 2026

Shalom dan salam setia para pendengar renungan harian HKBP. Firman Tuhan pada hari ini didasarkan pada.

“Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. (2 Timotius 1: 7)

Bapak/ibu saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, begitu banyak bentuk roh ketakutan yang disediakan dunia ini. Ketakutan akan kemiskinan, penyakit, ketakutan akan hari esok atau bahkan kematian. Timotius juga mengalami ketakutan dalam hidup pelayanannya. Di bawah penganiayaan  berat Nero, rasul Paulus sedang di penjara dan menjadi martir. Timotius dan orang-orang kudus lainnya merasa takut dan menahan diri untuk tidak memberitakan Kristus, menahan diri untuk tidak bersuara demi Kristus. Roh ketakutan juga kita alami saat-saat ini, bahkan seringkali kita takut dengan alasan yang lebih ringan.

Di balik ancaman dan ketakutan itu, Paulus mengajak Timotius dan kita pada saat-saat ini, untuk mengikuti teladannya dalam keberanian menghadapi penderitaan dan kesetiaan dalam pelayanan. Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, firman ini menguatkan kita. Roh ketakutan bukan berasal dari Allah. Fokus tertuju pada diri sendiri, mengandalkan kekuatan dan pikiran diri sendiri, tidak bersandar pada kuasa Allah, tidak mengandalkan kasih Allah – sering mendekatkan kita pada ketakutan dan kekhawatiran.

Untuk bertahan pada saat-saat ketakutan, kebimbangan dan masa-masa menyakitkan, kita membutuhkan kekuatan, kasih dan ketertiban/ penguasaan diri. Ketiga hal ini dikarunia oleh Tuhan, bersal dari Tuhan. Roh Kudus membangkitkan kekuatan untuk iman yang lemah, kasih untuk iman yang takut, dan pengendalian diri untuk jiwa pengecut, yang berpikir dan bertindak dengan sembarangan. Sedikitnya ada tiga bekal rohani kita ketika membaca firman Tuhan dalam 2 Timotius 1:7 ini:

  1. Alih-alih takut, Roh Kudus memberi kita keberanian

Roh Kudus juga bekerja di dalam hidup kita. Meskipun Paulus di dalam kurungan dan akan segera menghadapi hukuman mati, alih-alih takut – Paulus menunjukan keberanian dan kekuatan melalui tulisannya kepada Timotius, Roh ini berasal dari Roh Kudus. Demikian juga kita orang yang percaya kepada penebusan Kristus. 5 tahun lalu kita khawatir dengan Covid yang melanda, saat ini kita khawatir dengan peperangan dan perselisihan di mana-mana, 5 tahun ke depan kita juga menghadapi ketakutan dan kekhawatiran yang berbeda. Andalkan Roh Kudus yang memberi kekuatan dan keberanian. Bersama Dia kita sanggap dan mampu.

  1. Kasih yang melampaui ketakutan

Para nabi masa Perjanjian Lama melihat Terang yang akan digenapi dalam Yesus Kristus. Yohanes menuliskan „Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini,..“ kasih jauh lebih besar dari ketakutan dan kekhawatiran kita. Bapak/ibu, saudara/i, firman Tuhan hari ini mengajak kita untuk berpaling dari ketakutan dan kekhawatiran kita kepada besarnya kasih Allah. Fokus pada kasihNya bukan pada pergumulan, fokus pada besarnya kuasaNya bukan pada tantangan yang kita hadapi, fokus pada karuniaNya bukan pada kekhawatiran kita. Jauh lebih besar kasihNya daripada ketakutan yang disediakan dunia ini.

  1. Ketertiban atau Pengendalian Diri mengajak berserah penuh pada KaruniaNya

Zaman dan dunia ini menyediakan banyak hal instan untuk mengatasi ketakutan kita. Kita banyak melihat, orang sakit buru-buru memohon pertolongan dari dukun, orang miskin jatuh pada khayalan kekayaan yang semu, orang khawatir buru-buru memabukan dirinya. Ketertiban dan pengendalian diri adalah karunia Roh Kudus, agar kita meminta dalam doa kepadaNya dengan tidak jemu-jemu, berharap pada karuniaNya dengan disiplin dan kesabaran. Firman Tuhan mengajak kita untuk senantiasa tertib dan taat pada FirmanNya, mengendalikan hawa nafsu untuk kuasa Tuhan yang terus-menerus.

Kiranya Tuhan sumber kekuatan, kasih dan ketertiban senantiasa menyertai hidup kita. Ketakutan bukan roh Allah, roh Allah bekerja di dalam kita menghadapi tantangan dan pergumulan hidup kita. Amin.

Pdt. Tri Joel Manullang

Renungan Harian Rabu, 25 Februari 2026

Doa Pembuka

Allah Bapa yang kami kenal di dalam Anak-Mu, Tuhan Yesus Kristus, kami mengucap syukur atas anugerah kehidupan yang masih Engkau berikan kepada kami. Biarlah Engkau tetap membimbing langkah kehidupan kami, lewat terang Firman-Mu. Amin.

Bapak Ibu, saudara/i terkasih dalam Kristus Yesus.

Firman Tuhan yang menjadi renungan kita pada pagi hari ini diambil dari Yeremia 1:5, demikian:

“Sebelum Aku membentuk engkau dalam kandungan, Aku telah mengenal engkau; sebelum engkau lahir, Aku telah menguduskan engkau, dan telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.”

Dunia yang kita hadapi sekarang ini adalah dunia yang penuh dengan banyak hal yang tidak kita pahami. Mulai dari ketidakstabilan geopolitik, kasus-kasus immoral ada di mana-mana, hingga perubahan-perubahan sosial yang bahkan sulit untuk kita ikuti dan pahami. Di hadapan semua kasus itu, kita merasa diri kita kecil dan tidak berdaya. Bisa kita bayangkan bagaimana orang yang diberikan tugas, tapi tidak mampu mengerjakan tugas tersebut. Pada akhirnya, orang itu akan menjadi orang yang “bingung” atau “menyerah”, tanpa tahu cara mengerjakan tugas tersebut dengan baik.

Demikian pulalah konteks Firman Allah dalam Yeremia ini, yang lahir dari situasi krisis yang kompleks. Mulai dari tekanan geopolitik, kemerosotan moral-spiritual, bahkan krisis kepemimpinan. Yeremia dipanggil di tengah situasi besar ini. Bisa kita bayangkan bagaimana seorang muda seperti Yeremia, dipanggil dalam situasi yang kompleks seperti itu. Respons Yeremia adalah respons yang biasa kita ucapkan ketika kita merasa tidak layak atau tidak mampu dalam menyelesaikan sebuah tugas, “Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda” (ay. 6).

Namun, melalui perasaan ketidakmampuan Yeremia inilah, Allah bekerja. Allah berkata,

“Sebelum Aku membentuk engkau dalam kandungan, Aku telah mengenal engkau… Aku telah menguduskan engkau… dan menetapkan engkau.”

Urutan kata yang Allah pilih itu menunjukkan sesuatu yang penting tentang bagaimana Tuhan memanggil. Allah memulai dengan “membentuk” Yeremia sebelum lahir. Kata membentuk berarti panggilan Tuhan tidak dimulai dari kemampuan kita, atau bahkan kesiapan kita. Allah sudah menyiapkan kita dari awal, jauh sebelum kita menyadarinya. Dia membentuk hati kita, karakter kita, dan kapasitas kita, sehingga kita bisa digunakan untuk tujuan-Nya. Setiap detail hidup kita, sejak awal, sudah ada dalam rancangan-Nya.

Dari pengenalan itu, Allah “menguduskan” Yeremia, dan memisahkannya untuk tugas khusus. Pengudusan ini karena ia telah disiapkan sepenuhnya untuk kehendak-Nya. Dan akhirnya, Allah “menetapkan” Yeremia, memberi penugasan menjadi nabi bagi bangsa-bangsa. Urutan dalam ayat 5 ini adalah proses panggilan Allah. Panggilan itu bersifat monolog, sehingga tidak ada ruang untuk berdalih bagi Yeremia. Dan di sanalah Yeremia mendapatkan kekuatan untuk menjalani panggilannya, yaitu ketika dia menyadari kelemahannya, dan mencari kekuatan pada Allah.

Bapak/Ibu, saudara/i terkasih dalam Kristus Yesus.

Minggu Invocavit mengingatkan kita bahwa panggilan Tuhan itu nyata dan bersifat pribadi. “Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan akan menjawabnya.” Allah memanggil kita di tengah dunia saat ini. Kita mungkin sering mencoba untuk berdalih seperti Yeremia, bahwa kita tidak mampu menghadapi panggilan itu di tengah derasnya perkembangan zaman. Atau bahkan, kita juga mudah tergoda untuk mengandalkan kekuatan sendiri.

Firman Tuhan hari ini mengingatkan untuk tidak mengandalkan kekuatan kita sendiri. Mengandalkan kekuatan kita sendiri, adalah bukti kelemahan kita. Panggilan kita di dunia bukan karena kita siap, kuat, atau mampu, tapi karena kita disiapkan, dikuatkan, dan dimampukan oleh Allah. Ketidakpastian dunia, rasa takut, atau ketidakpercayaan diri mungkin sering menyelimuti kita. Namun, Allah yang membentuk, mengenal, menguduskan, dan menetapkan kita, adalah Allah yang juga akan menyertai kita sepanjang hidup. Seperti Yeremia, kita diajak untuk percaya bahwa meski kita merasa kecil dan tak mampu, panggilan Tuhan selalu disertai kehadiran dan kekuatan-Nya.

Oleh sebab itu, kalau hari ini kita masih merasa takut, atau bimbang menjalani kehidupan, itu bukan karena kita yang tidak mampu. Bisa saja itu karena kita yang kurang berkomunikasi, atau memanjatkan doa kepada Allah. Tema Minggu ini, “Tuhan dekat tatkala aku memanggil” mengingatkan kita, bahwa dalam setiap ketakutan, kebingungan, atau keraguan yang kita alami, Allah selalu hadir. Kehadiran Allah yang paling sempurna ada dalam Kristus Yesus. Yesus yang melemahkan diri-Nya menjadi manusia, yang mengalami ketidakberdayaan, penderitaan, dan penganiayaan, menunjukkan bahwa Allah hadir bahkan dalam kelemahan kita. Maka marilah kita berseru kepada Allah melalui Kristus, memohon bimbingan dan kekuatan dari-Nya, berhenti mengandalkan kemampuan sendiri, dan hidup dalam pengharapan bahwa Dialah sumber kekuatan sejati kita. Amin.

Doa Penutup

Tuhan, terima kasih Engkau telah mengajarkan kami tentang panggilan-Mu dan kesetiaan-Mu. Bantu kami hidup dalam Firman-Mu setiap hari dan menjawab panggilan-Mu dengan iman dan ketaatan. Amin.

C.Pdt. Rosma Sianipar

Renungan Harian Selasa, 24 Februari 2026

 

“Kasih yang Mengajarkan”

Bilangan 6:24-26 

Doa Pembuka:

Bapa di surga, kami datang kepada-Mu dengan kerinduan untuk belajar dari firman-Mu hari ini. Lembutkan hati kami agar kami tidak hanya mendengar, tetapi juga melakukannya. Bentuklah kami menjadi jemaat yang saling mengasihi dan saling menguatkan di dalam iman. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa.

Amin.

Bapak, Ibu, Saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus, Firman Tuhan yang menyapa kita hari ini diambil dari 1 Timotius 1:5 beginilah firman Tuhan:

Tujuan nasihat itu ialah kasih yang timbul dari hati yang suci, dari hati nurani yang murni dan dari iman yang tulus ikhlas.

Bapak, ibu, saudara-saudari yang dikasihi Tuhan,

Suatu kali, seorang pelari maraton hampir menyerah di kilometer terakhir. Kakinya terasa berat dan napasnya tersengal. Namun dari pinggir lintasan, terdengar suara sahabatnya berseru, “Sedikit lagi! Kamu pasti bisa!” Dukungan itu sederhana, tetapi cukup untuk membuatnya melangkah kembali dan mencapai garis akhir.

Dalam 1 Timotius 1:5, Rasul Paulus mengingatkan bahwa tujuan nasihat adalah kasih—kasih yang lahir dari hati yang suci, hati nurani yang murni, dan iman yang tulus. Nasihat di sini bukan sekadar teguran keras atau kritik tajam. Paulus berbicara tentang dorongan rohani yang lahir dari kasih. Artinya, ketika kita saling mengingatkan, motivasinya bukan untuk menjatuhkan, melainkan untuk meneguhkan. Sayangnya, dalam kehidupan bergereja, kita sering ragu untuk menegur atau mengingatkan. Ada yang takut merusak relasi. Ada yang memilih diam supaya tidak terlibat. Ada pula yang menegur, tetapi tanpa kasih—sehingga melukai, bukan memulihkan.

Paulus menunjukkan keseimbangan: kebenaran dan kasih berjalan bersama. Kasih tanpa kebenaran menjadi kompromi. Kebenaran tanpa kasih menjadi kekerasan. Tetapi ketika nasihat lahir dari iman yang tulus, hati yang bersih, dan nurani yang murni, maka teguran berubah menjadi dukungan, dan peringatan menjadi penguatan.

Bapak/ibu, jemaat Tuhan dipanggil bukan hanya untuk beribadah bersama, tetapi juga untuk bertumbuh bersama. Itu berarti kita berani saling mengingatkan ketika ada yang mulai menjauh dari Tuhan. Kita berani saling mendukung ketika ada yang lemah. Kita rela menopang ketika ada yang hampir menyerah.

Mungkin hari ini ada seseorang di sekitar kita yang sedang lelah secara rohani. Mungkin ia tetap hadir, tetapi hatinya jauh. Mungkin ia tersenyum, tetapi imannya sedang goyah. Tuhan bisa memakai kita sebagai suara yang menguatkan, seperti seorang sahabat di pinggir lintasan tadi yang menguatkan seorang pelari maraton, kita pun hadir menjadi saudara yang menguatkan.

Pertanyaannya bukan, “Apakah saya berani menegur?” tetapi “Apakah saya cukup mengasihi untuk peduli terhadap sesama saya?” Maka, kasih yang sejati tidak membiarkan saudaranya berjalan sendirian. Kasih yang sejati justru hadir, mendukung, dan dengan rendah hati berkata, “Mari kita berjalan bersama dalam iman kepada Tuhan”

Bapak, ibu, hari ini, mari kita meminta Tuhan membentuk hati kita untuk menjadi suci dan membentuk iman kita menjadi tulus, supaya melalui hidup kita, jemaat Tuhan semakin kuat dan ditopang sampai garis akhir imannya.

Amin

Doa Penutup:

Tuhan Yesus Kristus,  Kami bersyukur untuk firman-Mu yang menguatkan kami hari ini.  Ajar kami, ya Allah, mengasihi dengan benar dan berikan kami keberanian untuk saling mengingatkan dengan hati yang murni dan motivasi yang tulus. Jauhkan kami dari sikap acuh tak acuh dan dari teguran yang melukai. Pakailah kami, ya Allah, untuk saling mendukung dan menopang dalam iman, agar kami bersama-sama bertumbuh dan setia sampai akhir. Dalam nama Yesus Kristus kami berdoa.
Amin.

CPdt. Randi Simbolon

Renungan Harian Senin, 23 Februari 2026

Doa Pembukaan        :

Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, kiranya memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. Amin.

Renungan                   :

Jemaat yang dikasihi Tuhan,

Firman Tuhan untuk kita hari ini tertulis dalam Yesaya 40 : 31, yang berbunyi demikian : “Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.”

Yesaya 40 merupakan berita keselamatan yang disampaikan nabi Yesaya kepada orang-orang Yehuda yang berada dalam pembuangan di Babel. Mereka sedih dan menderita. Mereka merasa ditinggalkan oleh Allah. Mereka berpikir bahwa Allah tidak lagi memperhatikan penderitaan umat-Nya. Tidak ada lagi semangat dalam diri mereka untuk mengerjakan sesuatu karena kesedihan yang begitu dalam menguasai hati mereka.

Di tengah situasi yang penuh kesedihan dan keputusasaan itu, firman Tuhan menyapa umat-Nya melalui nabi Yesaya agar mereka jangan lagi bersedih dan bermuram durja. Masa perhambaan mereka sebagai orang buangan telah berakhir dan bahwa kesalahan dan dosa mereka telah diampuni. Tuhan akan datang menolong dan menyelamatkan umat-Nya dari penderitaan dan kesesakan mereka. Tuhan datang dengan kekuatan-Nya dan dengan tangan-Nya yang berkuasa. Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat baru bagi yang tidak berdaya.

Yang terpenting adalah umat Yehuda yang dalam pembuangan itu harus berubah dari orang-orang yang tadinya hanya bersedih dan patah semangat menjadi orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan. Menanti-nantikan Tuhan berarti berharap kepada Tuhan dengan segenap hati dan jiwa. Menanti-nantikan Tuhan berarti percaya akan kasih dan kuasa Tuhan yang besar dan ajaib. Orang-orang seperti inilah yang mendapat kekuatan baru seumpama rajawali yang terbang tinggi dengan kekuatan sayapnya, karena mereka selalu mengandalkan Tuhan. Mereka yang menanti-nantikan Tuhan akan tetap kuat dalam penderitaan dan tahan uji serta punya semangat dan daya juang yang tinggi.

Firman Tuhan ini mengajak kita untuk selalu menanti-nantikan Tuhan, percaya dan berharap kepada-Nya serta mengandalkan Tuhan. Dengan demikian kita akan mendapat kekuatan baru dan semangat baru untuk menjalani kehidupan dan menghadapi setiap tantangan dan pergumulan. Amin.

Doa Penutup:

Tuhan, kami bersyukur atas firman-Mu yang menyapa kami pada hari ini. Firman yang mengingatkan kami untuk selalu percaya, berharap, mengandalkan dan menanti-nantikan Tuhan, sekalipun banyak pergumulan dan penderitaan yang kami alami. Berilah kepada kami kekuatan dan semangat baru ya Tuhan, agar kami tetap kuat dan penuh semangat dalam melakukan setiap pekerjaan dan perbuatan baik yang berkenan kepada-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.

Terimalah berkat Tuhan :

Anugerah Tuhan Yesus Kristus, kasih setia Allah Bapa dan persekutuan dengan Roh Kudus, kiranya menyertai kamu sekalian. Amin.

 Pdt. Berton Hutapea, S.Th

Waka Biro Jemaat HKBP

Renungan Evangelium Minggu Invocavit, 22 Februari 2026

 Ratapan 3:49-57

“Tuhan Dekat tatkala aku memanggil”

Ibu bapa dan suadaraku yang dikasihi Tuhan, selamat memasuki Minggu Invocavit. Nama minggu ini diambil dari Mazmur 91:15, “Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab”. Inilah inti dari perjalanan iman kita: sebuah seruan dari kedalaman hati.

Pernahkah Anda merasa hidup sedang diterpa berbagai masalah? Ada hari-hari di mana beban terasa begitu sesak, seolah air membanjir di atas kepala dan kita hanya bisa berbisik seperti Yeremia: “Binasa aku!” (Rat. 3:54). Di dasar lobang yang gelap itu, Yeremia tidak berpura-pura kuat; ia menangis. Namun, ia melakukan satu hal yang menjadi esensi dari Invocavit: ia berseru memanggil nama Tuhan dari tempat yang paling dalam.

Kondisi “dasar lobang” ini mengingatkan kita pada Yesus di padang gurun (Mat. 4:1-11). Di sana, dalam lapar dan kesepian, Yesus pun dicobai oleh iblis. Namun, baik Yeremia maupun Yesus menunjukkan satu kebenaran yang sama: di titik nadir, senjata kita bukanlah logika, melainkan ketergantungan penuh pada suara Allah. Yeremia memanggil nama-Nya, dan Yesus berpegang pada Firman-Nya.

Bagi kita yang hari ini sedang bergumul dengan ketidakpastian—entah itu soal ekonomi, keluarga, atau kesehatan—Minggu Invocavit mengingatkan bahwa Tuhan tidak jauh. Seperti Ia mendekat pada Yeremia dan berkata “Jangan takut” (Rat. 3:57), dan sebagaimana Yesus menang atas cobaan di padang gurun, Dia pun hadir di sini, di samping Anda.

Masalah kita mungkin belum selesai besok pagi, tapi ketakutanmu bisa berhenti sekarang. Sebab Dia yang telah menang di padang gurun, kini berdiri di sampingmu di dasar lobang, memegang tanganMu dan berbisik lembut: “Aku di sini, jangan takut.” Kemenangan kita bukan karena kita kuat, tapi karena kita melekat pada Dia yang telah menang. Amin.

Doa penutup

Ya Tuhan, Allah yang Penuh Kasih dan Perhatian.

Terima kasih karena Engkau tidak pernah menjauh saat kami jatuh ke dalam pergumulan kehidupan. Biarlah janji-Mu, yang menenangkan:’Jangan takut’, menjadi pelita di tengah kegelapan yang kami hadapi. Dalam Kristus kami berdoa, Amin.

Pdt. Daniel Napitupulu

HKBP Channel

Video Terkait Lainnya

7 Videos
Scroll to Top