HURIA KRISTEN BATAK PROTESTAN
TANAH JAWA (29/3) – Praeses HKBP Distrik XXIV Tanah Jawa, Pdt. Tonggo PL Sitompul, M.Th., MM, melaksanakan kunjungan pastoral Minggu Palmarum di HKBP Immanuel, Resort Rajamaligas. Gereja yang berdiri sejak 2016 ini memiliki sejarah perjuangan iman yang kuat, bermula dari pemekaran jemaat hingga kini melayani 59 KK (193 jiwa) di Huta 3 Nagori Bahal Batu. Di bawah kepemimpinan CPdt. May Efi Arianti Manalu, S.Th, jemaat yang mayoritas lansia ini tengah fokus pada pembenahan infrastruktur fisik, termasuk perbaikan jendela dan inventaris rumah dinas. Melalui kunjungan ini, Praeses mengapresiasi kegigihan jemaat dan mengajak seluruh parhalado (6 orang Sintua) serta jemaat untuk tetap sehati sepikir dalam mengembangkan pelayanan, membuktikan bahwa keterbatasan fisik dan usia bukanlah penghalang untuk memberikan persembahan terbaik bagi kemuliaan Tuhan.
BANGKO (29/3) – Praeses HKBP Distrik XXV Jambi, Pdt. Kamson R.A. Pasaribu, M.Th., melayankan Ibadah Minggu Palmarum di HKBP Margoyoso, Resort Bangko. Dalam khotbahnya yang berdasar pada Filipi 2:5-11, Praeses menegaskan konsep kristologi kenosis—yakni kerelaan Kristus mengosongkan diri dan mengambil rupa hamba sebagai teladan ketaatan total. Di hadapan 108 Kepala Keluarga jemaat, ditekankan bahwa kerendahan hati Kristus harus menjadi paradigma etis bagi orang percaya dalam merespons keselamatan. Ibadah yang dipimpin oleh Gr. Andreas T.A. Silaban, S.Pd.K bersama jajaran Sintua ini menjadi momentum penguatan iman jemaat di wilayah Jambi agar hidup selaras dengan kedaulatan Kristus demi kemuliaan Allah Bapa.
PANTAI BARAT NATAL (29/3) – Suasana Minggu Palmarum menjadi momentum sejarah bagi jemaat di wilayah Tabagsel-Sumbar. Melalui SK Ephorus HKBP tertanggal 4 Maret 2026, Pos Pelayanan Bulung Gadong resmi ditetapkan menjadi Huria Na Gok (Gereja Penuh) dengan nama HKBP Palmarum Bulung Gadong, Resort Pantai Barat Natal. Peresmian dipimpin langsung oleh Praeses HKBP Distrik I, Pdt. Jahor Purba, M.Th., didampingi Pendeta Resort Pdt. Charly E. Silalahi, M.Div., dan Sekretaris Distrik Pdt. Yohanes L.P. Sitompul, MM. Penetapan St. Parlindungan Saragih sebagai pimpinan jemaat (Uluan) disambut penuh antusias oleh warga jemaat. Peresmian ini menegaskan komitmen HKBP dalam memperluas struktur pelayanan di wilayah pesisir, memastikan kehadiran gereja yang mandiri dan berakar kuat bagi pertumbuhan iman jemaat di Pantai Barat Natal.
IPUH (29/3) – Semangat gotong royong mewarnai Ibadah Minggu Palmarum sekaligus Pesta Pembangunan HKBP Ipuh, Minggu, 29 Maret 2026. Praeses HKBP Distrik XV Sumbagsel, Pdt. Victor Singal H. Silalahi, M.Th., melayankan khotbah berdasarkan Filipi 2:5-11 dengan topik “Jesus Kristus do Tuhan”. Dalam suasana penuh syukur, jemaat bersama para pelayan—termasuk Bvr. Hasania Nababan sebagai liturgis—berkomitmen mempercepat penyelesaian fisik bangunan gereja. Melalui pengumpulan dana dan dukungan doa, HKBP Ipuh berupaya bangkit dan berdiri kembali sebagai pusat persekutuan yang kokoh. Pesta pembangunan ini menjadi bukti nyata kesetiaan jemaat di wilayah Sumbagsel dalam meneladani pengorbanan Kristus melalui persembahan terbaik bagi kemuliaan Tuhan dan keberlanjutan pelayanan di masa depan.
BINJAI (29/3) – Praeses HKBP Distrik XXIII Binjai Langkat, Pdt. Hotler Lumbantoruan, MM, melayankan ibadah Minggu Palmarum di HKBP Pardomuan Nauli, Resort Langkat Hulu. Mengacu pada Filipi 2:5-11, Praeses menekankan tiga teladan utama Kristus: kerendahan hati, ketaatan, dan kesetiaan sebagai fondasi iman jemaat dalam melayani sesama. Substansi kegiatan ini berlanjut pada aksi nyata penatalayanan lingkungan. Praeses mengajak jemaat mewujudkan iman melalui tanggung jawab merawat ekosistem gereja. Sebagai respons konkret, jemaat bergotong-royong mengumpulkan dana pemeliharaan lingkungan. Aksi ini menegaskan komitmen HKBP Pardomuan Nauli untuk menjadi teladan bagi masyarakat dalam menghadirkan kehidupan yang asri dan teratur sebagai wujud kasih Allah terhadap ciptaan-Nya.
CIPAYUNG (29/3) – Sukacita mewarnai perayaan Hari Ulang Tahun ke-8 Punguan Lansia HKBP Cipayung Cilangkap pada Minggu, 29 Maret 2026. Ibadah syukur ini dilayani oleh Pdt. Marudut Naibaho, S.Th., MM, yang dalam khotbahnya menekankan penyertaan damai sejahtera Tuhan bagi para lansia di usia senja. Momentum ini semakin berkesan dengan kehadiran dan persembahan pujian dari Punguan Lansia HKBP Ciluar (Resort Ciluar) sebagai bentuk kunjungan kasih antarjemaat. Perayaan ini menjadi bukti nyata komitmen HKBP dalam merangkul dan memberdayakan kaum lansia sebagai pilar doa dan teladan iman yang terus memuliakan nama Tuhan dalam persekutuan yang hangat dan saling memberkati.
BUTAR (29/3) – Kepala Departemen Marturia HKBP, Pdt. Bernard Manik, M.Th., melaksanakan kunjungan pastoral di HKBP Hutanamora, Resort Butar, Distrik XVI Humbang Habinsaran, pada Minggu Palmarum. Di hadapan sekitar 250 KK jemaat, beliau menekankan pesan mendalam dari Filipi 2:5-11 tentang teladan kerendahan hati Kristus. Didampingi Pimpinan Jemaat Pdt. Alten Rudi Hartono Sirait, jemaat diajak untuk terus bertumbuh dewasa dalam iman dan hidup sebagai hamba bagi sesama, menjauhi sikap tinggi hati. Kunjungan di lingkungan gereja yang asri ini menjadi momentum penguatan spiritual bagi parhalado dan jemaat Hutanamora agar tetap setia melayani dan menjadi berkat di tengah masyarakat.
MEDAN (29/3) – Praeses HKBP Distrik X Medan Aceh, Pdt. Suwandi Sinambela, S.Th., M.Psi., meresmikan Pos Pelayanan (Pospel) Palmarum HKBP Titi Layang, Resort Medan II Simpang Limun, pada Minggu Palmarum. Peresmian ini merupakan bagian dari target strategis Tahun Transformasi 2026 untuk mendirikan 10 titik pos pelayanan baru di wilayah Distrik X. Ibadah yang dilayani bersama Pdt. Santo Marpaung, S.Th., ini menekankan keteladanan Kristus dalam kerendahan hati sesuai Filipi 2:5-11. Saat ini, sebanyak 12 KK telah terdaftar sebagai jemaat perdana. Kehadiran Pospel Titi Layang diharapkan memperluas jangkauan pelayanan gereja serta menjadi wadah pertumbuhan iman yang inklusif bagi masyarakat sekitar
LAWEDESKY (29/3) – Praeses HKBP Distrik XII Tanah Alas, Pdt. Bikwai H. Simanjuntak, M.Th., memimpin pelantikan pengurus Persekutuan Ama Distrik (PAD) dan Panitia Parheheon Ama Distrik 2026 di HKBP Lawedesky, Minggu. Dalam khotbahnya, Praeses menekankan pentingnya totalitas tanggung jawab demi kemuliaan Tuhan. Ketua PAD terpilih, St. Hamzan Simanjuntak, mengajak kaum bapak memberikan hati dalam persekutuan. Sinergi ini diperkuat dengan kehadiran Arnold Napitupulu, SH, anggota DPRK Aceh Tenggara, yang terpilih menjadi Ketua Panitia Parheheon. Rangkaian program ini bertujuan menggerakkan peran aktif kaum bapak dalam transformasi pelayanan di wilayah Tanah Alas, memastikan keterlibatan tokoh masyarakat dalam memperkokoh eksistensi gereja di Aceh Tenggara.
BANDAR LAMPUNG (29/3) – Di tengah suasana Idul Fitri, Ephorus HKBP menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal. Dalam silaturahmi tersebut, Ephorus menegaskan komitmen sekitar 50 jemaat HKBP di Provinsi Lampung untuk bersinergi sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan visi “Lampung Maju Menuju Indonesia Emas.” Sebagai wujud dukungan spiritual, warga HKBP secara konsisten mendoakan pemerintah setiap hari Selasa sesuai panduan Almanak HKBP. Selain mendukung penguatan kerukunan umat beragama (FKUB), HKBP juga mengapresiasi inovasi program pupuk organik Pemprov Lampung. Pertemuan bermakna ini diakhiri dengan penyematan ulos Batak kepada Gubernur sebagai simbol penghormatan dan persaudaraan sejati.
LAMPUNG (29/3) – Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, memimpin ibadah Mameakhon Batu Ojahan (MBO) dan peresmian gedung gereja (Mangompoi) HKBP Hajimena, Distrik XXXII Lampung, pada Minggu Palmarum. Jemaat dengan 91 KK ini bersyukur atas gedung baru di tengah lingkungan yang menjunjung tinggi toleransi. Dalam khotbahnya, Ephorus menekankan kerendahan hati Kristus sebagai jalan keselamatan. Beliau mengajak jemaat menghidupi nilai tersebut demi menghadirkan damai sejahtera dalam keluarga serta keharmonisan di tengah masyarakat majemuk. Peristiwa ini menjadi tanda kasih Allah yang nyata bagi 301 jiwa jemaat Hajimena sebagai bagian dari transformasi pelayanan HKBP.
BANGKO (28/3) – Praeses HKBP Distrik XXV Jambi, Pdt. Kamson R.A. Pasaribu, M.Th., melaksanakan bimbingan pastoral melalui Mini Seminar bertajuk “Pengajaran Iman di Tengah Keluarga” di HKBP Margoyoso, Resort Bangko, Sabtu. Kegiatan strategis ini merupakan bagian dari program kerja Distrik XXV tahun 2026 yang menyasar penguatan fondasi spiritual berbasis keluarga bagi seluruh elemen jemaat. Acara yang disambut hangat oleh Pimpinan Jemaat Gr. Andreas Silaban ini melibatkan kaum bapak, ibu, remaja-naposo, hingga anak sekolah minggu dalam diskusi interaktif. Substansi kegiatan ini fokus pada edukasi teologis dan ruang dialog seputar tantangan pelayanan gerejawi kontemporer. Melalui bimbingan ini, HKBP Distrik XXV berkomitmen menciptakan sinergi antara peran orang tua dan gereja dalam menjaga kemurnian ajaran iman di tengah keluarga sebagai unit terkecil persekutuan.
SURABAYA (28/3) – Tim Audit HKBP Distrik XVII Indonesia Bagian Timur, dipimpin St. H. Rumahorbo, melaksanakan audit komprehensif atas keuangan, inventaris, dan program kerja di HKBP Rungkut, Sabtu. Langkah administratif ini merupakan prosedur wajib dalam rangka serah terima jabatan (Sertijab) Pimpinan Jemaat dari Bvr. Helena Matondang kepada Pdt. Lega Yudha Maruahal Limbong, S.Th. Proses verifikasi ini disaksikan langsung oleh Praeses Distrik XVII, Pdt. Samuel Sitompul, M.Th., MM, serta Pendeta Resort Surabaya, Pdt. Benny B. Siagian, S.Si. Teol. Puncak rangkaian kegiatan dilaksanakan pada Minggu, 29 Maret 2026, melalui ibadah khusus paborhathon (melepas) dan pangojakhonon (melantik) pimpinan jemaat baru. Substansi kegiatan ini menegaskan komitmen HKBP Rungkut terhadap tata kelola organisasi yang transparan dan akuntabel di tengah transisi kepemimpinan pelayanan.
SIKARAKARA (28/3) – Praeses HKBP Distrik I Tabagsel-Sumbar, Pdt. Jahor Purba, M.Th., melaksanakan kunjungan pastoral sekaligus memimpin Pembinaan Parhalado se-Resort Pantai Barat Natal di HKBP Sikarakara II, Sabtu. Dalam arahannya, Praeses menekankan sepuluh poin krusial profesionalitas pelayan, mulai dari penguatan Poda Tohonan, loyalitas pada sistem sentralisasi keuangan, hingga pentingnya empati pelayanan yang melampaui sekadar data statistik. Kegiatan yang dihadiri oleh seluruh pelayan penuh waktu dan paruh waktu ini bertujuan menyegarkan kembali semangat pengabdian jemaat agar tetap menjaga marwah sebagai “Imago Dei”. Didampingi Sekretaris Distrik, Pdt. Yohanes L.P. Sitompul, MM, pembinaan ini diharapkan melahirkan pelayan yang sehat secara jasmani-rohani serta sehati sepikiran dalam memajukan pelayanan di wilayah pesisir Natal.
SAMARINDA (28/3) – Sinergi kemanusiaan yang luar biasa terwujud di Kota Samarinda melalui aksi donor darah massal pada Sabtu, 28 Maret 2026. Kegiatan ini merupakan kolaborasi strategis antara HKBP Samarinda dengan PMI Kota Samarinda. Aksi nyata ini menegaskan peran HKBP sebagai gereja yang inklusif dan peduli terhadap isu kemanusiaan di Kalimantan Timur. Melalui partisipasi aktif jemaat dan mitra korporasi, setiap tetes darah yang terkumpul menjadi simbol harapan baru bagi masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan ini tidak hanya mempererat hubungan lintas sektor, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai kasih kristiani diimplementasikan secara konkret dalam pelayanan sosial bagi sesama tanpa memandang perbedaan.
LAGUBOTI (28/3) – Tiga perguruan tinggi teologi HKBP (STB, STGH, dan STD) bersinergi menggelar workshop pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) di Kampus STB HKBP, 27–28 Maret 2026. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas akademik dosen dalam merumuskan capaian pembelajaran yang terukur dan menyusun Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis luaran. Menghadirkan narasumber dari Universitas HKBP Nommensen Medan—Prof. Junita Batubara, Juliaster Marbun, M.Si., dan Dr. Nancy Nopeline—kegiatan ini membekali peserta dengan strategi teknis implementasi kurikulum modern. Kolaborasi ini diharapkan mampu mengoptimalkan kualitas pendidikan tinggi HKBP agar selaras dengan standar pendidikan nasional dan visi transformasi pelayanan gereja.
PEKALONGAN (28/3) – Semangat mendalami Firman Tuhan terpancar dalam perlombaan Cerdas Cermat Alkitab (CCA) yang digelar di HKBP Pekalongan, Sabtu, 28 Maret 2026. Kegiatan kompetitif yang sehat ini melibatkan utusan dari berbagai Wijk (wilayah) serta gereja-gereja di bawah naungan HKBP Resort Pekalongan. Perlombaan ini bukan sekadar ajang adu kecerdasan, melainkan sarana efektif untuk meningkatkan literasi Alkitab dan pemahaman teologis jemaat sejak dini hingga dewasa. Melalui antusiasme para peserta dalam menjawab setiap pertanyaan, HKBP Resort Pekalongan berupaya membangun fondasi iman yang kuat serta mempererat tali persaudaraan antarjemaat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya transformasi gereja dalam melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakar kuat di dalam Alkitab.
BEKASI (28/3) – Sekretaris Jenderal HKBP, Pdt. Rikson M. Hutahaean, M.Th., memberikan pembinaan tata kelola keuangan kepada 168 Parhalado se-Distrik XIX Bekasi di HKBP Pondok Ungu Permai, Sabtu. Sekjend menegaskan bahwa pengelolaan keuangan gereja adalah panggilan iman dan tanggung jawab teologis kepada Tuhan, sesuai Poda Tohonan. Ia mendorong optimalisasi digitalisasi melalui sistem database terintegrasi yang telah dirintis sejak 2008 guna menciptakan pelayanan yang transparan dan akuntabel. Praeses Distrik XIX, Pdt. Henry Napitupulu, mengapresiasi kegiatan ini dan berkomitmen menindaklanjutinya melalui penerapan disiplin pencatatan keuangan berbasis data di 42 gereja wilayah Bekasi demi pertumbuhan pelayanan yang berkelanjutan.
TARUTUNG (28/3) – Langkah strategis untuk memperkuat fondasi pendidikan Kristen di Indonesia resmi dimulai dari Sopo Partungkoan, Tarutung. Pada Sabtu, 28 Maret 2026, Ibadah Pelantikan Panitia Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Majelis Pendidikan Kristen (MPK) Indonesia berlangsung dengan penuh khidmat dan sukacita. Ibadah pelantikan ini dipimpin langsung oleh Praeses HKBP Distrik II Silindung, Pdt. Drs. Donald Sianturi, M.Div. Momentum ini semakin istimewa dengan kehadiran pimpinan daerah, yakni Bupati dan Wakil Bupati Tapanuli Utara beserta jajaran. Sinergi antara tokoh gereja dan pemerintah dalam mendukung kepanitiaan ini menjadi sinyal positif bagi keberhasilan Rakernas mendatang, demi melahirkan transformasi nyata dalam dunia pendidikan Kristen di tanah air.
BEKASI (27/3) – Meneguhkan semangat toleransi, HKBP Harapan Jaya menggelar kegiatan Halal Bi Halal dan Silaturahmi bersama warga Muslim RT 04/RW 10 serta Pemerintah Kota Bekasi, Jumat. Di bawah pimpinan Pdt. Adven Leonard Nababan, D.Min., acara yang berlangsung di halaman gereja ini menjadi simbol nyata kerukunan umat beragama di wilayah Bekasi Utara. Praeses HKBP Distrik XIX Bekasi, Pdt. Henri Napitupulu, M.Th., didampingi unsur FORKOPIMDA dan FKUB, menegaskan komitmen jemaat HKBP sebagai penjaga perdamaian. Melalui perayaan Idul Fitri 1447 H bersama ini, HKBP Harapan Jaya berupaya merajut kolaborasi lintas iman yang inklusif, membuktikan bahwa gereja hadir sebagai mitra pemerintah dalam menciptakan tatanan masyarakat yang harmonis dan saling menghormati.
BEKASI (27/3) – Seksi Pendidikan dan Bidang Diakonia HKBP Distrik XIX Bekasi menyelenggarakan program strategis bagi generasi muda berupa Try Out UTBK SNBT 2026 di Gedung Graha Tiara, Jumat. Selain uji coba ujian, kegiatan ini diperkaya dengan Seminar Motivasi bertajuk “Strategi Jitu Meraih Kursi di Perguruan Tinggi Negeri Impian”. Inisiatif ini merupakan wujud nyata kepedulian diakonia gereja dalam mendukung masa depan intelektual jemaat. Melalui pembekalan mental dan akademis ini, HKBP Distrik XIX Bekasi berupaya mendampingi para siswa agar memiliki kesiapan matang serta strategi yang tepat dalam menghadapi persaingan masuk perguruan tinggi negeri demi mewujudkan cita-cita mereka.
SIPIONGOT (27/3) – Sebagai upaya memperkuat kesiapan spiritual dan teknis pelayan, HKBP Resort Sipiongot menggelar Sermon (pertemuan persiapan) bagi seluruh Parhalado (pelayan) pada Jumat, 27 Maret 2026. Kegiatan yang dipimpin oleh Pendeta Resort, Pdt. Jefri Hariyanto Lumbantobing, S.Th., ini bertujuan membekali petugas ibadah Minggu dan partangiangan agar tetap terarah serta setia dalam tugas panggilannya. Pembinaan ini melibatkan tiga gereja, yakni HKBP Sipiongot, HKBP Kasih Karunia, dan HKBP Damai Sejahtera. Mengangkat topik kebangkitan Kristus (Hehe Jesus Di Ari Patoluhon) berdasarkan 1 Korintus 15:1-11, Sermon yang dilayani oleh C.Gr. Marlinton, S.Pd. ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pemberitaan Firman dan rasa tanggung jawab parhalado se-Resort Sipiongot dalam melayani jemaat di wilayah tersebut.
PEMATANGSIANTAR (27/3) – Suasana penuh haru dan syukur mewarnai acara pelepasan serta doa bersama siswa kelas XII SMA YP HKBP 1 Pematangsiantar pada Jumat, 27 Maret 2026. Mengusung tema inspiratif “Beyond Limits: A New Star is Born”, kegiatan ini menjadi momentum untuk membekali para lulusan secara spiritual sebelum melangkah ke jenjang pendidikan tinggi dan dunia kerja. Acara ini menegaskan peran HKBP tidak hanya dalam pelayanan gerejawi, tetapi juga dalam mencetak generasi emas melalui lembaga pendidikan. Melalui doa bersama, para siswa dikuatkan untuk berani bermimpi tanpa batas dan menjadi “bintang baru” yang membawa terang di tengah masyarakat. Semangat “Grow Together, Success Together” yang didengungkan diharapkan menjadi bekal karakter bagi alumni SMA YP HKBP 1 dalam menghadapi tantangan masa depan demi kemuliaan Tuhan.
JAKARTA (27/3) – Praeses HKBP Distrik VIII DKI Jakarta, Pdt. Oloan Nainggolan, S.Th., memimpin prosesi Serah Terima Jabatan (Sertijab) Pendeta HKBP Resort Jakarta pada Jumat, 27 Maret 2026, di HKBP Kernolong, Jakarta Pusat. Estafet kepemimpinan pelayanan resmi diserahkan dari Pdt. Lamzar Eddy Manullang, S.Th., yang telah memasuki masa purnabakti (pensiun), kepada Pdt. Roida Situmorang, D.Min. Rangkaian acara diawali dengan ibadah, laporan tim verifikasi distrik, dan penandatanganan memori sertijab. Dalam bimbingannya, Praeses mengapresiasi kesetiaan Pdt. Lamzar hingga akhir masa tugas. Ia juga menegaskan agar HKBP Kernolong, sebagai gereja HKBP tertua di luar Pulau Sumatera, terus berbenah dan menjadi role model dalam penataan administrasi maupun peningkatan kualitas pelayanan.
SIPAHUTAR (26/3) – HKBP Resort Sipahutar menggelar agenda penting berupa Verifikasi Distrik dan Serah Terima Jabatan Pendeta Resort pada Kamis, 26 Maret 2026. Dipimpin langsung oleh Praeses Distrik II Silindung, Pdt. Drs. Donald Sianturi, M.Div., bersama staf dan MPSD Regional Timur, estafet kepemimpinan resmi berpindah dari Pdt. Wesley Sitanggang, S.Th. kepada Pdt. Bangun Pangaribuan, S.Th. Proses administrasi dan seremonial ini merupakan wujud nyata komitmen HKBP dalam menjaga kesinambungan serta akuntabilitas organisasi. Melalui transisi ini, diharapkan pelayanan jemaat di Resort Sipahutar semakin kokoh, terarah, dan terus bertumbuh dalam semangat tanggung jawab panggilan iman yang baru.
DENPASAR (26/3) – Semangat penginjilan dari Pulau Dewata berkumandang melalui pelatihan bertajuk “Membangun Jemaat Misioner” yang digelar di HKBP Denpasar Bali, 25–26 Maret 2026. Kegiatan strategis ini merupakan wujud nyata implementasi kerja sama antara HKBP dengan World Outreach, lembaga misi asal Australia yang memiliki fokus pelayanan di Indonesia. Pelatihan yang dipersiapkan oleh Pdt. Darwin Sibarani (Pendeta HKBP Resort Bali) bersama Dewan Marturia ini menghadirkan fasilitator internasional, Rev. Chriss Brittain, dan Ev. Robert Samarata Tarigan. Diikuti oleh para pelayan dan jemaat yang memiliki panggilan khusus di bidang misi, program ini bertujuan membekali peserta agar mampu membawa kabar sukacita secara kontekstual di tengah keberagaman masyarakat Bali. Ke depan, gerakan serupa akan digalakkan di berbagai wilayah HKBP lainnya demi mengobarkan semangat jemaat sebagai saksi Kristus yang misioner.
TARUTUNG (26/3) – Semangat muda dan sukacita persekutuan mewarnai kegiatan Retreat Remaja dan Naposobulung (Rena) HKBP Kampung Pon, Resort Kampung Pon. Rangkaian acara ini menjadi momen penyegaran iman yang luar biasa, diawali dengan sesi inspiratif yang dibawakan langsung oleh Pdt. Toho Sinaga untuk membekali generasi muda gereja. Kegiatan retreat ini menjadi semakin tak terlupakan ketika rombongan berkesempatan menyambangi Kantor Pusat HKBP di Pearaja, Tarutung. Di sana, para pemuda bersukacita karena dapat berjumpa langsung dengan Praeses HKBP Distrik XIV Tebing Tinggi Deli dan Sekretaris Jenderal HKBP. Keseruan acara dipadukan dengan berbagai games interaktif yang sukses membangun keakraban, gelak tawa, dan ikatan persaudaraan yang erat di antara para peserta.
TIGARAKSA (25/3) – Suara pujian yang merdu lahir dari hati yang terpaut pada Tuhan. HKBP Tigaraksa, Distrik XXI Banten, menggelar sesi pembinaan bernyanyi bertajuk “Bernyanyi dengan Roh” (Marende Dibagasan Partondion) pada Rabu, 25 Maret 2026. Pembinaan yang dibawakan oleh Yamaro Sitompul ini bertujuan untuk memperlengkapi jemaat dan tim musik gereja agar tidak sekadar mengandalkan teknik vokal, melainkan membawa jiwa ke dalam setiap nada. Melalui kegiatan ini, peserta diajak untuk menyadari bahwa bernyanyi dalam ibadah adalah bentuk komunikasi spiritual yang mendalam, di mana setiap lirik menjadi doa yang dihidupkan oleh kuasa Roh Kudus demi kemuliaan nama Tuhan di tanah Banten.
JAMBI (25/3) – Jarak geografis bukan lagi penghalang bagi HKBP Distrik XXV Jambi untuk tetap bersinergi. Pada Rabu, 25 Maret 2026, Praeses Pdt. Kamson R. A. Pasaribu, M.Th., memimpin Rapat Koordinasi dan Evaluasi Program yang dilaksanakan secara daring (online). Langkah ini diambil sebagai solusi cerdas mengatasi tantangan jarak tempuh antar-resort yang bervariasi antara 1 hingga 6 jam perjalanan. Pertemuan virtual ini dihadiri oleh jajaran MPSD dan Anggota MPS di Distrik XXV Jambi untuk membedah capaian program serta merumuskan strategi pelayanan ke depan. Praeses menegaskan bahwa kemauan untuk maju akan selalu melahirkan jalan, salah satunya melalui pemanfaatan teknologi. Keberhasilan setiap keputusan rapat ini diharapkan dapat terwujud melalui dukungan penuh dan sinergitas dari seluruh pelayan dan jemaat di aras Huria, Resort, hingga Distrik.
TARUTUNG (25/3) – HKBP Distrik II Silindung menggelar Sermon Distrik pada Rabu, 25 Maret 2026. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Praeses Pdt. Drs. Donald Sianturi, M.Div. ini bertujuan untuk menyelaraskan hati dan pikiran para pelayan jemaat agar semakin siap, terarah, dan setia dalam menjalankan tugas panggilan pada Ibadah Minggu maupun partangiangan. Sermon kali ini mengangkat topik teologis yang mendalam, “Jesus Kristus Do Tuhan” (Yesus Kristus adalah Tuhan). Pendalaman materi didasarkan pada nats Filipi 2:5-11 (Evangelium) yang dipaparkan oleh CBvr. Desi Simamora, serta Mazmur 31:8-16 (Epistel) yang dibawakan oleh Diak. Sopia Simanjuntak, dengan Pdt. Preddi Sitanggang, S.Th. bertindak sebagai moderator. Melalui diskusi ini, para pelayan diperlengkapi untuk menyampaikan kabar sukacita dengan penuh tanggung jawab, mengakar pada kerendahan hati dan kedaulatan Kristus
ADIANKOTING (25/3) – Di tengah masa sulit pasca-bencana, HKBP Distrik II Silindung menunjukkan wajah gereja yang berbela rasa melalui kunjungan pastoral ke HKBP Sibalanga, Resort Parsingkaman, pada Rabu, 25 Maret 2026. Praeses Pdt. Drs. Donald Sianturi, M.Div., bersama staf distrik dan Pendeta Resort Pdt. Absalom Castle Sianipar, menyapa langsung 20 Kepala Keluarga yang kini menempati Hunian Sementara akibat bencana tanah longsor. Kehadiran pimpinan distrik ini membawa pesan penguatan rohani agar jemaat tetap teguh berpengharapan meski kehilangan tempat tinggal. Sebagai wujud nyata kepedulian sosial, Praeses menyerahkan bantuan berupa kompor gas yang didukung oleh UEM (United Evangelical Mission). Aksi diakonia ini menjadi tanda bahwa gereja tidak membiarkan jemaat berjalan sendirian, melainkan hadir untuk saling menopang dan meringankan beban kebutuhan sehari-hari dalam kasih Kristus.
SIPOHOLON (25/3) – Bertempat di Seminari HKBP Sipoholon, Biro Pembinaan HKBP menggelar kegiatan pembinaan khusus bagi para Bibelvrouw dan Diakones dengan masa penahbisan 6–15 tahun pada Rabu, 25 Maret 2026. Pertemuan ini menjadi ruang penguatan bagi para pelayan perempuan yang berada di masa “matang” pelayanan untuk semakin tajam dalam pendampingan jemaat. Mengangkat tema strategis “Penguatan Pastoral Keluarga bagi Kaum Ibu”, pembinaan ini menghadirkan dua narasumber: Bvr. Risma Sinaga, S.Th., M.Hum. (Kepala Biro Perempuan) dan Diakones Quartini Situmorang, S.Psi., M.Psi. Melalui metode pemaparan materi yang interaktif, diskusi, dan refleksi mendalam, para peserta diperlengkapi untuk menghadapi dinamika keluarga modern. Kegiatan ini selaras dengan visi Tahun Transformasi HKBP 2026, yang menempatkan penguatan iman dalam keluarga sebagai fondasi utama pertumbuhan gereja.
KARYA PITU (25/3) – HKBP Ebenezer Karya Pitu menghadirkan terobosan di bidang pendidikan melalui pembukaan Kelas Bimbingan Belajar (Bimbel) Gratis bagi siswa SD, SMP, SMA, hingga tingkat Perguruan Tinggi. Program inklusif ini terbuka untuk masyarakat umum, hasil kolaborasi strategis antara Pdt. Erwin Panggabean (Pimpinan Jemaat) dan Persekutuan Alumni Perkantas. Acara diawali dengan ibadah syukur yang dipimpin langsung oleh Pdt. Erwin, didampingi jajaran Dewan Diakonia dan Majelis Perbendaharaan. Dukungan penuh mengalir dari tokoh masyarakat hingga perwakilan orang tua, Ny. Naibaho Irawati Tamba, yang mengapresiasi kehadiran wadah belajar ini. Pdt. Erwin menegaskan bahwa program ini adalah wujud nyata pelayanan gereja untuk mencerdaskan generasi bangsa tanpa memandang latar belakang jemaat.
TAPANULI (24/3) – Sebagai wujud nyata kesetiakawanan iman, HKBP Distrik XVIII Jabartengdiy menyalurkan donasi hasil acara “Doa dan Pujian Pemulihan Tapanuli” kepada lima wilayah terdampak pada Selasa, 24 Maret 2026. Bantuan ini diserahkan langsung oleh Praeses Pdt. Nekson M. Simanjuntak, M.Th., didampingi Ketua Tim TABE, Ny. Delvina Simanjuntak Br. Napitupulu, serta Sekretaris/Bendahara, St. Farida Simanjuntak Br. Manik. Penyerahan donasi ini diterima dengan penuh sukacita oleh para pimpinan distrik terkait, yakni Pdt. Jahor Purba, M.Th. (Praeses Distrik I Tabagsel), Pdt. Drs. Donald Sianturi, M.Div. (Praeses Distrik II Silindung), Pdt. Robinsarhot Lumbangaol, M.Th. (Praeses Distrik III Humbang), Pdt. Nikson Simanjuntak, M.Th. (Praeses Distrik IX Sibolga), dan Pdt. Wisno Sihombing, M.Th. (Praeses Distrik XVI Humbang Habinsaran). Aksi diakonia ini mempertegas peran jemaat rantau dalam bahu-membahu menopang pemulihan pelayanan di Bona Pasogit demi kemuliaan nama Tuhan.
PALEMBANG (23/3) – Suasana penuh sukacita menyelimuti Jakabaring City, Kota Palembang, saat ratusan kaum perempuan yang tergabung dalam Persekutuan Perempuan Distrik (PPD) HKBP Distrik XV Sumbagsel menggelar Ibadah Padang, Senin, 23 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi momentum bagi kaum ibu se-Distrik untuk mempererat tali persaudaraan di ruang terbuka yang asri. Hadir langsung memimpin dan memberikan penguatan rohani, Praeses HKBP Distrik XV Sumbagsel, Pdt. Victor Singal H. Silalahi, S.Th., MM. Ibadah Padang ini bertujuan untuk menyegarkan iman serta membangun semangat baru bagi kaum perempuan dalam menjalankan peran sebagai tiang doa di keluarga dan gereja, sembari menikmati keindahan ciptaan Tuhan.
BINJAI (23/3) – Pembinaan Guru Sekolah Minggu HKBP Distrik XXIII Binjai-Langkat ditutup dengan penuh sukacita melalui langkah konkret pembentukan Persekutuan Guru Sekolah Minggu Distrik (PGSMD). Praeses Pdt. Hotler Lumbantoruan, MM, memimpin musyawarah yang menetapkan Mangiring Manurung, SE, sebagai Ketua PGSMD pertama. Wadah ini dibentuk untuk memperkuat interaksi dan pertumbuhan pelayanan anak ke depan. Ketua Umum Tahun Transformasi 2026, St. Amri Jamoris Siahaan, MM, menyebut kegiatan ini sebagai kado terindah bagi para pelayan. Rangkaian acara diakhiri dengan ibadah pelantikan pengurus, menegaskan komitmen para guru untuk menghidupi panggilan iman yang semakin hidup dan berbuah dalam pelayanan.
BALIKPAPAN (23/3) – Praeses HKBP Distrik XXVII Borneo, Pdt. Samuel T.H. Ambarita, S.Th., melaksanakan rangkaian pelayanan intensif di Kalimantan Timur pada 21–23 Maret 2026. Kegiatan diawali dengan memimpin langsung pembinaan Guru Sekolah Minggu di HKBP Bontang guna meningkatkan kualitas pengajaran iman bagi generasi muda Borneo. Rangkaian pelayanan ditutup secara strategis pada Senin (23/03) melalui visitasi ke Pos Pelayanan (Pospel) HKBP IKN. Kunjungan ke wilayah Ibu Kota Nusantara ini menegaskan komitmen dan kesiapan pelayanan HKBP dalam menyongsong perkembangan pusat pemerintahan baru. Langkah ini diharapkan memperkuat eksistensi gereja dalam melayani jemaat di wilayah transisi nasional tersebut.
BATAM (23/3) – Seksi Ama HKBP Mahanaim, Resort Mahanaim, Distrik XX Kepulauan Riau, menggelar Malam Keakraban pada Senin malam, 23 Maret 2026. Pertemuan ini menjadi momentum strategis untuk mempererat persaudaraan sekaligus mematangkan program kerja tahunan. Dalam pertemuan tersebut, Seksi Ama menetapkan delapan program unggulan, mulai dari penguatan spiritual melalui PHD Ama dan koor gabungan, hingga pengembangan soft skill melalui Pelatihan K3 Umum dan Seminar Parenting. Selain itu, aspek minat bakat akan diwadahi lewat pertandingan olahraga serta Festival Vokal Grup. Langkah ini diambil guna meningkatkan partisipasi aktif kaum bapak dalam mendukung penuh seluruh program gereja di wilayah Kepulauan Riau.
MEDAN (23/3) – HKBP Distrik X Medan Aceh menggelar Sermon Pelayan Penuh Waktu di Aula Kantor Distrik pada Senin (23/03/2026). Kegiatan yang dipimpin Praeses Pdt. Suwandi Sinambela ini fokus membedah nas Evangelium dan Epistel untuk peringatan Kematian Tuhan Yesus serta Minggu Paskah I. Acara ini terasa istimewa dengan kehadiran Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, yang memberikan bimbingan pastoral dan motivasi pelayanan. Melalui diskusi mendalam yang dimoderatori Bvr. Lasroha Siregar, para pelayan dibekali pemahaman teologis yang kuat agar mampu menyampaikan pesan kebangkitan Kristus secara kontekstual dan berkualitas bagi jemaat di seluruh wilayah Medan dan Aceh.
KUTACANE (23/3) – Semangat toleransi dan kebersamaan antarumat beragama terpancar kuat di Bumi Sepakat Segenap, Aceh Tenggara. Praeses HKBP Distrik XII Tanah Alas, Pdt. Bikwai Simanjuntak, memimpin rombongan fulltimer HKBP bersama para pelayan lintas denominasi gereja dalam kunjungan silaturahmi ke Rumah Dinas Bupati Aceh Tenggara, H. Salim Fakhry, Senin, 23 Maret 2026. Kunjungan yang bertepatan dengan hari ketiga Idulfitri 1447 H ini berlangsung dalam suasana penuh kehangatan. Praeses Bikwai menyampaikan ucapan selamat hari raya serta sukacita atas kepemimpinan Bupati yang inklusif. Merespons kehadiran tokoh-tokoh gereja tersebut, Bupati H. Salim Fakhry menghimbau agar para pelayan jemaat terus berperan aktif menjaga keharmonisan dan kerukunan di Kabupaten Agara. Pertemuan ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati serta jajaran pemerintah daerah, mempertegas sinergi kuat antara lembaga keagamaan dan pemerintah dalam menjaga kedamaian di Aceh Tenggara.
MEDAN (22/3) – STT HKBP Pematangsiantar melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di HKBP Ghermenia, Resort Medan Deli, 20–22 Maret 2026. Dipimpin Pdt. Dr. Romeo Ronni Panjly Sinaga, M.Th, 23 mahasiswa teologi mengaplikasikan ilmu secara kontekstual melalui penguatan pelayanan dan aksi sosial. Substansi kegiatan mencakup sermon parhalado, pembinaan sintua, pengajaran sidi, hingga pendampingan remaja. Selain aspek gerejawi, mahasiswa menginisiasi aksi lingkungan melalui gotong royong dan penanaman bunga. Puncaknya, tim PKM melayani ibadah Minggu melalui musik dan liturgi. Program ini berhasil mensinergikan dunia akademis dengan kebutuhan jemaat lokal guna mencetak calon pelayan yang adaptif di Distrik XXXI Medan Utara.
TANAH JAWA (22/3) – Praeses HKBP Distrik XXIV Tanah Jawa, Pdt. Tonggo PL Sitompul, M.Th., MM, melaksanakan kunjungan pastoral sekaligus melayankan firman pada Ibadah Minggu Judika di HKBP Nagori Teladan, Resort Rajamaligas. Gereja yang melayani sekitar 47 KK (150 jiwa) ini menjadi fokus penguatan iman bagi jemaat dan 40 anak sekolah minggu yang hadir. Momen ini juga menjadi ibadah perpisahan bagi pimpinan jemaat, CGr. Martin Sitorus, S.Pdk, yang resmi mengakhiri masa tugasnya untuk melanjutkan pelayanan ke HKBP Resort Parapat, Distrik V Sumatera Timur. Melalui kunjungan ini, Praeses menekankan pentingnya keberlanjutan pelayanan di tingkat akar rumput dan apresiasi atas dedikasi pelayan dalam membina jemaat di wilayah Tanah Jawa sebelum menjalani penugasan baru.
BEKASI (22/3) – “Gereja bukanlah gedung-Nya, melainkan orangnya.” Kalimat ini nyata terpancar di HKBP Kota Serang Baru, Distrik XIX Bekasi, pada Minggu Judika, 22 Maret 2026. Di bawah terik matahari dan hanya beralaskan halaman rumah jemaat bertenda biru, sekitar 200 orang jemaat beribadah dengan penuh sukacita dan kedamaian. Ibadah ini dihadiri langsung oleh Praeses HKBP Distrik XIX Bekasi, Pdt. Henri Napitupulu, M.Th., sebagai pengkhotbah, didampingi pimpinan jemaat Pdt. Rimbun Hasibuan, S.Th. Dalam khotbah dari Kitab Yehezkiel, Praeses menegaskan bahwa Allah adalah sumber hidup yang berdaulat, mampu membangkitkan harapan di tengah situasi sesulit apa pun. Meski jemaat yang terdiri dari 187 KK ini hanya diizinkan menggunakan gedung gereja mereka (6 ruko) dua kali sebulan karena situasi sosial, semangat mereka membuktikan bahwa ibadah sejati melampaui sekat dinding bangunan.
TANJUNG JABUNG (22/3) – Praeses HKBP Distrik XXV Jambi, Pdt. Kamson R. A. Pasaribu, M.Th., melaksanakan kunjungan pastoral ke HKBP Pematang Lumut, Resort Tanjung Jabung, pada Minggu, 22 Maret 2026. Dalam khotbah dari Yehezkiel 37:1–14, Praeses menegaskan bahwa Tuhan berkuasa memulihkan “kekeringan rohani” jemaat melalui nafas kehidupan dari Roh Kudus. Jemaat diajak untuk tetap memiliki pengharapan penuh meski di tengah situasi sulit yang terlihat mustahil. Gereja yang melayani 65 Kepala Keluarga ini saat ini dipimpin oleh C.Pdt. William Yakub Hasudungan Sihombing, S.Si., bersama 11 orang pelayan (Sintua dan Calon Sintua). Usai ibadah dan makan bersama, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sapaan pastoral serta diskusi mendalam mengenai orientasi pelayanan HKBP tahun 2026, yakni “Transformasi Pengajaran Iman di Tengah Keluarga,” guna memperkuat pondasi rohani jemaat dari unit terkecil.
TANJUNG JABUNG (22/3) – Praeses HKBP Distrik XXV Jambi, Pdt. Kamson R. A. Pasaribu, M.Th., melaksanakan kunjungan pastoral ke HKBP Pematang Lumut, Resort Tanjung Jabung, pada Minggu, 22 Maret 2026. Dalam khotbah dari Yehezkiel 37:1–14, Praeses menegaskan bahwa Tuhan berkuasa memulihkan “kekeringan rohani” jemaat melalui nafas kehidupan dari Roh Kudus. Jemaat diajak untuk tetap memiliki pengharapan penuh meski di tengah situasi sulit yang terlihat mustahil. Gereja yang melayani 65 Kepala Keluarga ini saat ini dipimpin oleh C.Pdt. William Yakub Hasudungan Sihombing, S.Si., bersama 11 orang pelayan (Sintua dan Calon Sintua). Usai ibadah dan makan bersama, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sapaan pastoral serta diskusi mendalam mengenai orientasi pelayanan HKBP tahun 2026, yakni “Transformasi Pengajaran Iman di Tengah Keluarga,” guna memperkuat pondasi rohani jemaat dari unit terkecil.
HUMBANG HASUNDUTAN (22/3) – Praeses HKBP Distrik III Humbang, Pdt. Robinsarhot Lumbangaol, S.Th., MM, menembus akses jalan yang menantang demi melaksanakan kunjungan pastoral ke HKBP Baringin, Resort Bonandolok, pada Minggu Judika, 22 Maret 2026. Meskipun terletak di daerah terpencil, kehadiran Praeses disambut penuh sukacita oleh jemaat dan pelayan setempat. Dalam khotbahnya yang didasarkan pada topik Minggu Judika, Praeses mengingatkan jemaat agar tidak terjebak dalam “kekeringan rohani” yang membuat manusia lupa mensyukuri napas hidup pemberian Tuhan. Didampingi Pendeta Resort Pdt. Evy Siregar sebagai liturgis dan St. Lumban Gaol (Uluan Huria), ibadah ini juga dimeriahkan oleh puji-pujian dari Remaja Naposobulung (RNHKBP) Bonandolok. Usai ibadah, Praeses memberikan bimbingan pastoral khusus kepada para parhalado, meneguhkan semangat pelayanan mereka di tengah keterbatasan infrastruktur wilayah tersebut.
SIDIMPUAN (22/3) – Suasana penuh sukacita menyelimuti HKBP Siture Resort Habinsaran pada Minggu Judika, 22 Maret 2026. Praeses HKBP Distrik I Tabagsel – Sumbar, Pdt. Jahor Purba, M.Th., hadir secara khusus memimpin ibadah Minggu yang mengusung topik “Debata Mangalehon Tondi Hangoluan” (Allah Memberikan Roh Kehidupan). Kunjungan pastoral ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh seluruh jemaat dan barisan Parhalado HKBP Siture. Kehadiran Praeses memberikan penguatan iman bagi jemaat di wilayah Tapanuli Bagian Selatan agar senantiasa hidup dalam tuntunan Roh Allah yang menghidupkan. Rangkaian ibadah berjalan dengan khidmat dan tertib, mempererat persekutuan kasih antar pelayan dan jemaat di Resort Habinsaran.
LHOKSEUMAWE (22/3) – Praeses HKBP Distrik XXIII Binjai-Langkat, Pdt. Hotler Lumbantoruan, MM, melaksanakan kunjungan pastoral bagi jemaat HKBP Lhokseumawe pada Minggu Judika, 22 Maret 2026. Dalam ibadah tersebut, Praeses melayankan pemberitaan Firman didampingi oleh Pendeta Resort Lhokseumawe, Pdt. Burju Lumbantoruan, S.Th., sebagai liturgis. Mengangkat nats Yehezkiel 37:1-14, Pdt. Hotler menekankan kuasa Allah yang sanggup memulihkan kehidupan dari “lembah tulang kering” atau keadaan yang paling tidak berpengharapan sekalipun. Pesan ini menjadi penguatan iman yang mendalam bagi jemaat HKBP Lhokseumawe yang telah berdiri sejak tahun 1967. Di usia pelayanan yang ke-59 tahun ini, sekitar 80 KK jemaat diajak untuk terus percaya pada nafas kehidupan dari Roh Allah yang mampu membangkitkan harapan baru di tengah tantangan zaman.
SIANTAR (22/3) – HKBP Perumnas Batu Onom, Distrik V Sumatera Timur, menggelar ibadah khidmat penabalan tiga Sintua baru pada Minggu, 22 Maret 2026. Acara yang dipimpin oleh Pendeta Resort, Pdt. Sabar M. Lubis, S.Th., MM, meresmikan St. Winton Simanjuntak (Sektor 7), St. Magdalena br. Manurung (Sektor 14), dan St. Praypon Mulatua Siregar (Sektor 15) sebagai pelayan tahbisan. Dalam suasana penuh sukacita, para Sintua menyatakan komitmen untuk melayani jemaat dengan setia dan bertanggung jawab. Penabalan ini diharapkan mampu memperkuat pelayanan di setiap sektor serta meneguhkan pertumbuhan iman seluruh jemaat dalam persekutuan dan kesaksian yang nyata.
JAKARTA (22/3) – Suasana syukur dan sukacita mewarnai perayaan HUT ke-55 HKBP Pasar Minggu yang jatuh pada Minggu Judika, 22 Maret 2026. Kemeriahan HUT ini semakin istimewa dengan kehadiran Pdt. Mangatur Manurung, M.Th. beserta inang br. Nainggolan yang datang dari HKBP Cirebon. Beliau hadir sebagai tamu sekaligus pengkhotbah pada ibadah pagi, memberikan siraman rohani yang menguatkan bagi jemaat HKBP Pasar Minggu di usia perak menuju emas ini. Perayaan ini menjadi momentum refleksi atas penyertaan Tuhan selama 55 tahun perjalanan pelayanan gereja di wilayah Jakarta Selatan.
Berita Terkini HKBP



Renungan Harian HKBP
Renungan Terkini
Epistel di Paskah II: Senin, 6 April 2026
Doa Pembuka:
Damai sejahterah Allah yang melampaui segala akal itu lah yang memberkati hati dan pikiran saudara di dalam Kristus Yesus. Amin.
Khotbah Epistel:
Bapak, Ibu, serta Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus.
Saudara-saudari yang dikasihi Kristus, hari ini kita berdiri dalam terang kebangkitan. Kristus, yang telah menderita dan mati di atas kayu salib, kini hidup! Kubur-Nya kosong, dan maut telah dikalahkan. Namun, kisah kebangkitan dalam Injil Markus pasal 16 tidak hanya berhenti pada sorak-sorai kemenangan, melainkan membawa kita pada realitas kedegilan hati manusia dan kuasa firman Tuhan yang membangkitkan iman.
Ketika Maria Magdalena berlari membawa kabar sukacita bahwa Yesus hidup, murid-murid-Nya justru sedang berkabung dan menangis. Dan apa yang terjadi ketika mereka mendengar kabar itu? “Mereka tidak percaya” (ay. 11). Bahkan ketika dua murid lain kembali dari perjalanan ke luar kota dan menceritakan perjumpaan mereka dengan Kristus yang bangkit, lagi-lagi, “kepada mereka pun teman-teman itu tidak percaya” (ay. 13).
Murid-murid ini adalah orang-orang yang hidup bersama Yesus, mendengarkan ajaran-Nya, dan melihat mukjizat-Nya. Namun, ketika berhadapan dengan realitas kebangkitan, akal dan hati mereka menolak. Mengapa? Karena keberdosaan manusia telah mematikan kita secara rohani. Di dalam diri kita sendiri, menurut kehendak daging kita, kita tidak mampu untuk percaya. Kita tidak bisa dengan kekuatan akal kita sendiri membangkitkan iman kepada Kristus.
Di sinilah kita melihat kasih Allah yang luar biasa. Yesus akhirnya menampakkan diri-Nya sendiri kepada kesebelas murid itu. Ia menegur mereka, namun teguran itu bukanlah akhir dari segalanya, melainkan titik tolak kasih-Nya. Ia tidak membuang mereka karena ketidakpercayaan mereka; sebaliknya, Ia membangkitkan iman mereka yang mati itu dengan firman-Nya sendiri.
Dan setelah Ia membangkitkan mereka dari kematian rohani dan keputusasaan, Ia memberikan sebuah amanat yang agung: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum” (ay. 15-16).
Saudara-saudara, perhatikan urutan yang sangat penting ini. Keselamatan adalah anugerah murni dari Allah. Dalam pemahaman teologi kita, kita diselamatkan hanya karena kasih karunia (sola gratia) dan hanya melalui iman (sola fide). Namun, bagaimana iman itu bisa muncul di dalam hati kita yang mati karena dosa? Iman itu dikaruniakan Allah melalui pemberitaan Injil dan Sakramen.
Yesus menggabungkan “percaya” dan “dibaptis”. Baptisan bukanlah sekadar ritual keanggotaan gereja atau perbuatan baik manusia untuk memenangkan hati Tuhan. Baptisan adalah sarana kasih karunia di mana Allah sendiri yang bekerja. Melalui air dan firman-Nya, Allah membasuh dosa kita, mematikan manusia lama kita, dan membangkitkan manusia baru di dalam Kristus.
Tuhan tidak memanggil kita untuk mengubah-ubah urutan firman-Nya menurut pemikiran atau teologi buatan kita sendiri. Ia tidak berkata, “Berbuat baiklah maka kamu akan diselamatkan”. Ia berkata, “Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan”. Keselamatan adalah karya-Nya seratus persen, bukan hasil kehendak daging atau kehendak manusia, melainkan kelahiran kembali dari Allah (bdk. Yohanes 1:13).
Karena itu, ketika Tuhan Yesus menjanjikan tanda-tanda yang menyertai orang percaya dalam ayat-ayat selanjutnya, mengusir setan, berbicara dalam bahasa baru, memegang ular, atau kebal terhadap racun, hal itu bukanlah perintah untuk mencari-cari keajaiban atau mencobai Tuhan demi membuktikan kehebatan iman kita. Sebaliknya, hal itu adalah bukti bahwa Injil yang diberitakan oleh para rasul berkuasa penuh untuk mendobrak kuasa Iblis dan maut, sebuah peneguhan bagi gereja mula-mula.
Bagi kita saat ini, mukjizat terbesar yang harus kita syukuri setiap hari adalah mukjizat pertobatan dan pengampunan dosa. Mukjizat bahwa Tuhan telah membangkitkan kita dari kematian rohani melalui firman-Nya, dan memelihara kita di dalam anugerah Baptisan Kudus.
Jemaat terkasih, Kristus telah bangkit. Ia mengampuni keraguan kita, Ia mencela kedegilan kita untuk menyadarkan kita, dan Ia mengutus kita ke dunia. Beritakanlah Injil-Nya, peliharalah iman yang telah Ia anugerahkan, dan biarlah terang kebangkitan-Nya selalu menuntun jalan kita menuju kehidupan kekal. Terpujilah Kristus. Amin.
Doa Penutup:
Ya Allah Bapa yang mahakasih, kami mengucap syukur atas anugerah kebangkitan Putra-Mu, Yesus Kristus, yang telah mengalahkan maut dan menebus segala dosa kami. Ampunilah kami jika sering kali hati kami degil dan diliputi keraguan, serta tolonglah kami agar melalui kuasa Roh Kudus dan firman yang telah ditaburkan hari ini, iman kami terus dibangkitkan dari kematian rohani. Peliharalah kami senantiasa di dalam kasih karunia Baptisan Kudus yang telah menyatukan kami dengan kematian dan kebangkitan Kristus, serta mampukanlah kami menjadi saksi-saksi-Mu yang setia memberitakan Injil keselamatan di tengah dunia ini. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus dengarkanlah doa kami. Amin.
Pdt. Mika Simanjuntak
Evangelium di Paskah II: Senin, 6 April 2026
Doa Pembuka:
Damai sejahterah Allah yang melampaui segala akal itu lah yang memberkati hati dan pikiran saudara di dalam Kristus Yesus. Amin.
Khotbah Evangelium:
Bapak, Ibu, serta Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus.
Pada Minggu Paskah I, gereja kita penuh dengan sorak-sorai kemenangan karena kubur telah kosong. Namun, sering kali ketika kita kembali pada rutinitas sehari-hari, euforia Paskah itu perlahan memudar. Kita kembali berhadapan dengan realitas dunia yang keras: tantangan ekonomi, sakit penyakit, dan bayang-bayang kematian. Oleh karena itu, Firman Tuhan hari ini hadir untuk memperkuat kembali esensi dari kebangkitan Kristus di tengah keseharian kita.
Nabi Yesaya menggambarkan kondisi umat Tuhan tanpa campur tangan-Nya dengan sebuah kiasan yang menyayat hati. Ia melukiskan seorang perempuan hamil tua yang menggeliat menahan sakit luar biasa saat bersalin. Namun setelah semua jerih payah dicurahkan, ia hanya “melahirkan angin”, yang berarti tidak ada kehidupan baru, dan tidak ada keselamatan yang tercipta.
Bukankah ini sering menjadi cerminan hidup kita? Kita hidup di dunia yang fana dan sering kali diliputi berbagai ketakutan, takut akan penyakit, cemas memikirkan keluarga, atau panik saat musibah datang. Kita berjuang mati-matian memeras keringat demi mengamankan masa depan. Namun tanpa Tuhan, semua jerih payah manusia pada akhirnya hanyalah kesia-siaan belaka yang berujung pada kegelapan. Kematian seolah menjadi garis akhir yang menakutkan dan tak terhindarkan.
Waktu dan sisa hidup kita di dunia ini sangatlah terbatas. Dunia sering kali membisikkan filosofi yang egois: “Makan, minum, dan bersenang-senanglah, karena besok kita mati! Habiskan waktumu untuk dirimu sendiri!” Tetapi, panggilan Kristus sangatlah berbeda. Tuhan meminta kita untuk mencurahkan kehidupan kita, baik itu waktu, tenaga, pelayanan, dan harta, bukan hanya untuk kepentingan pribadi, melainkan bagi Kerajaan Allah dan sesama. Mengapa kita berani melakukan pengorbanan itu? Karena kita percaya bahwa Tuhan telah menyediakan kehidupan kekal.
Mungkin ada yang bertanya, apa jaminan bahwa janji kehidupan kekal itu nyata? Sejak zaman Yesus, kelompok Saduki sudah meragukan kebangkitan. Namun, kekristenan adalah satu-satunya iman yang berani menjanjikan kebangkitan tubuh yang fisik dan nyata. Jaminan kita bukan sekadar filosofi indah, melainkan fakta sejarah: kubur yang kosong! Rasul Paulus menegaskan bahwa Yesus yang bangkit telah menampakkan diri kepada Petrus, Yakobus, dan lebih dari 500 orang sekaligus. Mereka melihat dan menyentuh-Nya. Yesus benar-benar hidup!
Karena Kristus hidup, maka nubuat Yesaya 26:19 digenapi dengan sempurna: “Ya, TUHAN, orang-orang-Mu yang mati akan hidup pula, mayat-mayat mereka akan bangkit pula. Hai orang-orang yang sudah dikubur di dalam tanah bangkitlah dan bersorak-sorai!”
Pada hari Jumat Agung, Yesus merentangkan tangan-Nya di atas kayu salib untuk mengambil sengat maut yang seharusnya membinasakan kita. Ia menanggung sengatan itu di dalam tubuh-Nya sendiri agar kita selamat. Seperti yang diserukan oleh Rasul Paulus, “Hai maut, di manakah sengatmu?” Sengat kematian itu sudah tidak ada lagi bagi anak-anak Allah.
Tentu, sebagai manusia biasa, kita akan tetap menitikkan air mata ketika berdiri di tepi makam orang-orang yang kita kasihi. Kesedihan adalah hal yang sangat manusiawi. Namun, Tuhan Yesus berjanji: “Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.” Kematian fisik belum sepenuhnya hilang, tetapi pemakaman bukanlah tempat di mana maut berkuasa. Pemakaman orang percaya adalah wilayah kekuasaan Yesus Kristus. Di sana, tubuh orang-orang kudus sedang beristirahat menantikan kedatangan-Nya.
Oleh karena itu marilah kita kembali memeriksa diri. Janganlah hidup dalam ketakutan akan kematian, namun jangan juga membuang waktu hanya untuk menimbun harta duniawi yang fana. Curahkanlah hidupmu untuk melayani Tuhan. Ajarlah keluarga tentang kasih Kristus, ambil bagian dalam pelayanan, dan tolonglah sesama.
Kewarganegaraan kita ada di surga. Kita menantikan saat di mana Sang Penjaga Jiwa memanggil nama kita, dan kita akan bangkit, mengenakan tubuh kemuliaan, serta bersorak-sorai selamanya. Terpujilah Kristus yang telah bangkit dan menang. Amin.
Doa Penutup:
Ya Allah Bapa sumber kehidupan, kami mengucap syukur atas kemenangan Paskah yang nyata. Terima kasih karena Engkau telah mengaruniakan Kristus untuk mengalahkan maut, memberikan kami pengharapan yang pasti. Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk tidak menyia-nyiakan waktu yang singkat di dunia ini. Tolonglah kami agar tidak hidup dalam ketakutan atau hanya mengejar perkara duniawi yang fana. Sebaliknya, ajarlah kami untuk berani mencurahkan hidup kami demi melayani Engkau dan mengasihi sesama. Hiburkanlah setiap hati yang sedang berdukacita, dan teguhkanlah iman kami agar selalu mengingat bahwa kewarganegaraan kami ada di surga. Pimpinlah langkah kami memasuki minggu yang baru ini, hingga kelak kami dibangkitkan dan bersorak-sorai bersama-Mu di dalam kemuliaan yang kekal. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, Sang Kebangkitan dan Hidup, kami berdoa. Amin.
Pdt. Mika Simanjuntak
Epistel di Minggu Paskah I: Minggu, 5 April 2026
Nats: Hosea 6:1-6
6:1 “Mari, kita akan berbalik kepada TUHAN, sebab Dialah yang telah menerkam dan yang akan menyembuhkan kita, yang telah memukul dan yang akan membalut kita.
6:2 Ia akan menghidupkan kita sesudah dua hari, pada hari yang ketiga Ia akan membangkitkan kita, dan kita akan hidup di hadapan-Nya.
6:3 Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal TUHAN; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi.”
6:4 Apakah yang akan Kulakukan kepadamu, hai Efraim? Apakah yang akan Kulakukan kepadamu, hai Yehuda? Kasih setiamu seperti kabut pagi, dan seperti embun yang hilang pagi-pagi benar.
6:5 Sebab itu Aku telah meremukkan mereka dengan perantaraan nabi-nabi, Aku telah membunuh mereka dengan perkataan mulut-Ku, dan hukum-Ku keluar seperti terang.
6:6 Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran.
Pernahkah Anda merasa doa-doa Anda seolah tak kunjung dijawab? Ada kalanya kita berada dalam fase hidup yang begitu menekan—mungkin itu himpitan ekonomi yang kian berat, tagihan yang menumpuk, penyakit yang tak kunjung membaik, atau hubungan keluarga yang mendingin. Di masa-masa seperti itu, rasanya kita sedang berjalan di lorong gelap tanpa ujung. Tepat di tengah perasaan putus asa seperti itulah, firman Tuhan melalui Nabi Hosea memberikan sebuah janji yang sangat indah: “Ia akan menghidupkan kita sesudah dua hari, pada hari yang ketiga Ia akan membangkitkan kita, dan kita akan hidup di hadapan-Nya.” (Hosea 6:2)
Ratusan tahun setelah nubuat ini ditulis, janji tersebut digenapi secara sempurna dan menakjubkan: Yesus bangkit pada hari yang ketiga! Apa makna “hari ketiga” ini bagi pergumulan kita saat ini?
- “Hari Pertama dan Kedua” Adalah Masa Penantian
Ketika Yesus disalibkan, hari Jumat dan Sabtu adalah hari yang penuh keputusasaan bagi murid-murid-Nya. Harapan mereka hancur. Begitu juga dengan kita. “Hari pertama dan kedua” melambangkan masa-masa krisis dan penantian kita. Masa di mana kita menangis, berjuang, dan bertanya-tanya, “Tuhan, di mana Engkau?” Tuhan memahami rasa sakit di masa penantian itu.
- Kuasa Kebangkitan di “Hari Ketiga”
Kabar baiknya adalah: Tuhan tidak membiarkan kita terus berada di dalam kubur keputusasaan. Karena Yesus telah bangkit pada hari ketiga, Ia membuktikan bahwa tidak ada situasi yang terlalu mati, terlalu hancur, atau terlalu mustahil untuk dipulihkan oleh-Nya. Maut saja ditaklukkan-Nya, apalagi pergumulan finansial, sakit-penyakit, atau masalah keluarga kita. Ada waktu pemulihan yang sudah Tuhan siapkan bagi Anda.
- Apa yang Tuhan Rindukan dari Kita?
Selagi kita menantikan “hari ketiga” kita tiba, bagaimana seharusnya sikap kita? Hosea 6:6 memberikan jawabannya: “Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran.”
Di tengah penderitaan, Tuhan tidak meminta kita bersandiwara seolah-olah semuanya baik-baik saja dengan melakukan rutinitas agama yang kosong. Tuhan menginginkan hati kita yang hancur namun tetap percaya teguh kepada-Nya. Ia menyukai kasih setia kita yang tetap bersandar kepada-Nya, meskipun jawaban doa itu belum terlihat. Amin.
Pdt. Daniel Napitupulu, M.Min., M.Th- Kepala Biro Ibadah Musik HKBP
Renungan Harian HKBP: Sabtu, 4 April 2026
Doa Pembuka
Allah Bapa yang kami kenal di dalam Anak-Mu, Tuhan Yesus Kristus, kami mengucap syukur atas anugerah kehidupan yang masih Engkau berikan kepada kami. Biarlah Engkau tetap membimbing langkah kehidupan kami, lewat terang Firman-Mu. Amin.
Bapak Ibu, saudara/i terkasih dalam Kristus Yesus,
Firman Tuhan yang menjadi renungan kita hari ini, Sabtu 4 April 2026 diambil dari Yohanes 8:12, demikian:
Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: ”Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.”
Pernahkah kita salah dalam mengambil sebuah keputusan? Atau, pernahkah kita ambil satu langkah yang belum kita pahami sepenuhnya, tetapi tetap kita jalani karena merasa itu sudah benar? Sering kali kita baru menyadari kesalahan itu setelah semuanya berjalan. Seperti pernyataan, “penyesalan datang terlambat.” Kita sering mengira diri kita sudah benar, sudah kuat, atau sudah layak. Padahal, di tengah situasi dunia yang semakin rumit dan berkembang saat ini, kita justru semakin kehilangan arah, seolah-olah berjalan di tengah keramaian, tapi tidak tahu kemana melangkah.
Tapi hari ini, Yesus berkata pada kita,
“Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.”
Pernyataan ini muncul di tengah perdebatan Yesus dengan orang Farisi pada Hari Raya Pondok Daun. Dalam perayaan ini, ada tindakan liturgis, di mana lampu-lampu besar di Bait Allah dinyalakan sebagai simbol bahwa Allah adalah terang bagi umat-Nya. Di tengah situasi itulah, Yesus berkata bahwa Dialah terang itu sendiri, yang disimbolkan di dalam perayaan itu. Artinya, Ia tidak hanya menunjuk simbol itu, tetapi berkata bahwa “Terang itu sudah datang, sudah hadir, dan kini berada di tengah-tengah kita.” Dialah yang selama ini disimbolkan oleh terang di perayaan tersebut. Terang itu berasal dari Allah, dan sekarang hadir dalam diri Yesus.
Bapak Ibu, saudara/i terkasih dalam Kristus Yesus,
Kita telah melewati Jumat Agung, dan akan memasuki Minggu Paskah, di mana Yesus bangkit mengalahkan kematian. Minggu Paskah mengajarkan bahwa keselamatan tidak lahir dari kelayakan dan kekuatan kita. Manusia tidak mampu menyelamatkan dirinya dari dosa dan kegelapan. Keselamatan itu hanya dari Allah melalui Yesus Kristus. Dia hadir sebagai terang dunia. Terang itu masuk ke dalam kegelapan dunia bukan untuk menghakimi, melainkan untuk menyelamatkan kita dari kegelapan. Dan terang itulah yang menjadi sumber dan penuntun hidup kita saat ini.
Marilah kita terus hidup dalam terang Kristus. Tantangan, kesulitan, dan penderitaan dalam dunia ini tidak dapat kita hadapi hanya dengan kekuatan sendiri, tetapi hanya di dalam terang-Nya. Terang itulah yang menuntun kita melewati jalan hidup yang tidak mudah dan sering kali gelap. Karena keselamatan kita pasti di dalam Dia, kita memiliki kekuatan untuk tetap berjalan, bukan karena kita kuat, melainkan karena Dia yang menopang. Seperti yang Yesus katakan, “Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” Terang Kristus tidak pernah meninggalkan kita dalam kegelapan, terang itu tidak pernah padam dalam kegelapan. Terang itulah yang terus menuntun dan menerangi kita, langkah demi langkah, bahkan ketika kita tidak melihat seluruh jalan di depan kehidupan kita. Amin.
Doa Penutup
Tuhan, terima kasih atas kebaikan-Mu, terlebih Firman hari ini. Bantu kami hidup dalam Firman-Mu setiap hari dan menjawab panggilan-Mu dengan iman dan ketaatan. Amin.
CPdt. Daniel Purba
Evangelium di Jumat Agung: Jumat, 3 April 2026
Doa Pembuka: Damai sejahtera dari Allah Bapa, yang melampaui akal dan pengertianmu, itulah kiranya yang memelihara hati dan pikiranmu. Di dalam Yesus Kristus Tuhan. Amin.
Bapak Ibu, saadara/i sekalian yang terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus Firman Tuhan di Jumat Agung Peringatan Hari Kematian Tuhan Yesus tanggal 3 April 2026, diambil dari Matius 27 : 45-56. Saya akan bacakan, Demikian Firman Tuhan.
45 Pada tengah hari, selama tiga jam, seluruh negeri itu menjadi gelap.
46 Pukul tiga sore, Yesus berteriak dengan suara keras, “Eli, Eli, lama sabakhtani?” yang berarti, “Ya Allah-Ku, ya Allah-Ku, mengapakah Engkau meninggalkan Aku
47 Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ berkata: “Ia memanggil Elia.”
48 Dan segeralah datang seorang dari mereka; ia mengambil bunga karang, mencelupkannya ke dalam anggur asam, lalu mencucukkannya pada sebatang buluh dan memberi Yesus minum.
49 Tetapi orang-orang lain berkata: “Jangan, baiklah kita lihat, apakah Elia datang untuk menyelamatkan Dia.”
50 Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.
51 Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah,
52 dan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit.
53Dan sesudah kebangkitan Yesus, mereka pun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang.
54 Kepala pasukan dan prajurit-prajuritnya yang menjaga Yesus menjadi sangat takut ketika mereka melihat gempa bumi dan apa yang telah terjadi, lalu berkata: “Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah.”
55 Dan ada di situ banyak perempuan yang melihat dari jauh, yaitu perempuan-perempuan yang mengikuti Yesus dari Galilea untuk melayani Dia.
56 Di antara mereka terdapat Maria Magdalena, dan Maria ibu Yakobus dan Yusuf, dan ibu anak-anak Zebedeus.
Bapak/Ibu, saudara/i sekalian yang terkasih Dalam Nama Tuhan, Matius 27:45–56 menggambarkan salah satu momen paling menggetarkan dalam kisah penyaliban Yesus. Dari tengah hari hingga pukul tiga sore, kegelapan menyelimuti seluruh daerah. Di tengah suasana itu, Yesus berseru dengan suara nyaring, “Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” Seruan ini bukan hanya ungkapan kesakitan fisik, tetapi juga jeritan jiwa yang sedang menanggung beban yang sangat berat. Ayat ini mengundang kita untuk merenungkan makna penderitaan, kesendirian, dan kasih Allah yang begitu besar bagi manusia.
Bapak/Ibu, saudara/i yang terkasih di Dalam Nama Tuhan, kegelapan yang terjadi selama tiga jam itu memiliki makna yang dalam. Ini bukan sekadar fenomena alam biasa, melainkan tanda bahwa ada peristiwa rohani yang sangat besar sedang terjadi. Yesus, Anak Allah yang tidak berdosa, sedang memikul dosa seluruh umat manusia. Semua kesalahan, pelanggaran, dan dosa manusia ditanggung oleh-Nya di kayu salib. Dalam proses itu, Ia mengalami sesuatu yang sangat menyakitkan keterpisahan dari Allah Bapa. Seruan Yesus, “mengapa Engkau meninggalkan Aku?” menunjukkan betapa dalam penderitaan yang Ia alami. Untuk pertama kalinya, Ia merasakan jarak dengan Bapa. Ini adalah konsekuensi dari dosa yang Ia tanggung, karena dosa selalu membawa keterpisahan dari Allah. Namun, justru di situlah letak kasih yang luar biasa: Yesus rela mengalami keterpisahan itu agar kita tidak perlu mengalaminya. Menariknya, seruan ini sebenarnya adalah kutipan dari Mazmur 22. Mazmur tersebut dimulai dengan keluhan yang mendalam, tetapi berakhir dengan pengharapan dan kemenangan. Hal ini menunjukkan bahwa di tengah penderitaan yang paling gelap sekalipun, masih ada iman yang berpegang kepada Allah. Yesus tidak kehilangan iman-Nya; Ia tetap berseru kepada Allah sebagai “Allah-Ku.” Ini adalah ungkapan hubungan yang tetap ada, meskipun terasa seakan terputus. Dalam kehidupan sehari-hari, kita pun sering mengalami masa-masa “kegelapan.” Mungkin kita merasa doa kita tidak dijawab, usaha kita gagal, atau kita merasa sendirian menghadapi masalah. Dalam kondisi seperti itu, tidak jarang kita bertanya, “Tuhan, di mana Engkau?” Bahkan iman kita bisa terguncang. Namun, melalui peristiwa ini, kita belajar bahwa perasaan ditinggalkan tidak selalu berarti kita benar-benar ditinggalkan. Yesus memahami perasaan itu secara pribadi. Ia pernah berada di titik terdalam dari kesendirian dan penderitaan. Karena itu, ketika kita berseru dalam kesesakan, kita tidak berseru kepada Allah yang jauh dan tidak peduli, tetapi kepada Allah yang mengerti dan pernah mengalami penderitaan yang serupa. Ini memberikan penghiburan bahwa kita tidak sendirian dalam pergumulan kita. Selain itu, penderitaan Yesus memiliki tujuan yang mulia. Ia menanggung semua itu untuk membuka jalan bagi pemulihan hubungan antara manusia dan Allah. Apa yang tampak sebagai kekalahan sebenarnya adalah kemenangan. Kegelapan itu tidak berlangsung selamanya—setelahnya, ada kebangkitan dan kemenangan atas dosa dan maut. Ini menjadi pengingat bahwa dalam hidup kita pun, kegelapan tidak akan bertahan selamanya. Kadang-kadang, Tuhan mengizinkan kita melewati masa sulit bukan untuk menghancurkan kita, tetapi untuk membentuk iman kita. Dalam kegelapan, kita belajar untuk percaya bukan karena melihat, tetapi karena yakin akan kasih dan kesetiaan Tuhan. Seperti Yesus yang tetap berseru kepada Allah, kita pun diajak untuk tetap datang kepada-Nya, bahkan ketika hati kita penuh dengan pertanyaan.
Bapak/Ibu, saudara/i yang terkasih di Dalam Nama Tuhan, Matius 27:45–56 mengajarkan kita bahwa penderitaan bukanlah akhir dari segalanya. Yesus telah melalui kegelapan terdalam demi keselamatan kita, dan melalui itu Ia menunjukkan kasih yang tak terbatas. Ketika kita menghadapi masa sulit, kita dapat mengingat bahwa Tuhan mengerti, Tuhan peduli, dan Tuhan tetap bekerja, bahkan ketika kita tidak melihat-Nya. Karena itu, marilah kita belajar untuk tetap percaya di tengah kegelapan. Jangan menyerah ketika keadaan terasa berat. Berserulah kepada Tuhan dengan jujur, seperti Yesus melakukannya. Peganglah harapan bahwa setelah kegelapan, akan ada terang. Dan di dalam setiap proses itu, Tuhan sedang membentuk kita menjadi pribadi yang lebih kuat dan lebih dekat dengan-Nya.
Doa Penutup: Terima kasih Ya Tuhan Allah, untuk FirmanMu yang telah kami dengar. Ajari kami untuk selalu bersyukur memiliki Engkau, ajarkan kami bahwa betapa bahagianya kami karena Engkau begitu mengasihi kami. Dengan bimbingan rohMu, kami akan melakukan FirmanMu untuk kemuliaan namaMu. Kami serahkan hidup kami hari ini, esok dan selamanya hanya kedalam tangan pengasihanMu. Di dalam Yesus Kristus kami berdoa. Amin.
Pdt. Andar Panuturi Sitompul, S.Th., M.Sos- Fungsional di Biro Ibadah Musik HKBP
Epistel di Jumat Agung: Jumat, 3 April 2026
Doa Pembuka: Damai sejahtera dari Allah Bapa, yang melampaui akal dan pengertianmu, itulah kiranya yang memelihara hati dan pikiranmu. Di dalam Yesus Kristus Tuhan. Amin.
Bapak Ibu, saudara/i sekalian yang terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus Firman Tuhan di Epistel Jumat Agung Peringatan Hari Kematian Tuhan Yesus tanggal 03 April 2026, diambil dari Mazmur 22 : 1-12. Saya akan bacakan, Demikian Firman Tuhan,
1 Untuk pemimpin kor. Menurut lagu: Rusa di kala fajar. Mazmur Daud. (22-2) Allahku, ya Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan tidak menolong aku.
2 (22-3) Ya Allahku, aku berseru di waktu siang, tetapi Engkau tetap diam. Aku berdoa di waktu malam, hatiku tidak juga tenang.
3 (22-4) Namun Engkau Raja Yang Mahasuci, yang dipuji-puji oleh Israel.
4 (22-5) Nenek moyang kami berharap kepada-Mu, mereka berharap, dan Engkau menyelamatkan mereka.
5 (22-6) Mereka berseru kepada-Mu dan diluputkan; mereka berharap dan tidak dikecewakan.
6 (22-7) Tetapi aku ini cacing, bukan manusia, dicemoohkan dan dihina orang banyak.
7 (22-8) Semua yang melihat aku, mengejek aku, mencibirkan bibir dan menggelengkan kepala.
8 (22-9) Kata mereka, “Biarlah ia mengandalkan TUHAN, supaya TUHAN menyelamatkan dia, kalau TUHAN senang kepadanya!”
9 (22-10) Engkaulah yang mengeluarkan aku dari kandungan, dan membuat aku aman di pangkuan ibuku.
10 (22-11) Sejak lahir, nasibku ada di tangan-Mu, sejak dalam kandungan, Engkaulah Allahku.
11 (22-12) Janganlah jauh, sebab bahaya sudah dekat, dan tidak ada yang menolong.
12 (22-13) Seperti kawanan banteng, musuh mengerumuni aku, seperti banteng liar dari Basan mereka mengepung aku.
Bapak/Ibu, saudara/i yang terkasih Dalam Nama Tuhan, Mazmur 22:1–12 adalah ungkapan hati yang sangat jujur dari Daud ketika ia berada dalam penderitaan yang mendalam. Ia memulai dengan seruan, “Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku?” Kata-kata ini terasa begitu kuat karena menggambarkan pergumulan iman seseorang yang merasa jauh dari pertolongan Tuhan. Namun, di balik keluhan itu, tersimpan kerinduan yang dalam untuk tetap percaya kepada Allah.
Bapak/Ibu, saudara/i yang terkasih di Dalam Nama Tuhan, Dalam bagian ini, Daud tidak menyembunyikan perasaannya. Ia dengan jujur mengungkapkan rasa sakit, ketakutan, dan kesendiriannya. Ia merasa seolah-olah Tuhan jauh dan tidak menjawab seruannya. Ini menunjukkan bahwa dalam hubungan dengan Tuhan, kejujuran adalah hal yang penting. Kita tidak perlu berpura-pura kuat di hadapan-Nya; kita boleh datang dengan segala kelemahan dan pergumulan kita. Namun menariknya, di tengah keluhannya, Daud tetap mengingat siapa Tuhan itu. Ia berkata bahwa Tuhan adalah kudus dan layak dipuji, dan bahwa nenek moyangnya percaya kepada Tuhan dan tidak dikecewakan. Ini adalah langkah iman yang penting—di tengah perasaan yang tidak menentu, Daud memilih untuk berpegang pada kebenaran tentang karakter Allah, bukan hanya pada apa yang ia rasakan. Daud juga menggambarkan dirinya sebagai “ulat dan bukan orang,” menunjukkan betapa rendah dan hancurnya ia merasa. Ia dihina, ditertawakan, dan dipandang rendah oleh orang-orang di sekitarnya. Pengalaman ini mungkin sangat dekat dengan kehidupan kita. Ada saat-saat di mana kita merasa tidak berharga, diremehkan, atau bahkan ditinggalkan oleh orang lain. Dalam kondisi seperti itu, mudah bagi kita untuk kehilangan harapan. Tetapi Daud tidak berhenti di sana. Ia kembali mengingat bahwa sejak lahir, Tuhan telah memeliharanya. Ia menyadari bahwa hidupnya tidak pernah lepas dari tangan Tuhan. Bahkan sejak ia masih bayi, Tuhan sudah menjaga dan menyertainya. Ini menjadi pengingat yang kuat bahwa kesetiaan Tuhan tidak tergantung pada keadaan kita saat ini. Apa yang kita rasakan hari ini tidak mengubah fakta bahwa Tuhan telah dan akan tetap setia. Di ayat-ayat selanjutnya, Daud memohon agar Tuhan tidak menjauh darinya, karena kesusahan sudah dekat dan tidak ada yang menolong. Ini adalah doa yang sangat manusiawi—permohonan agar Tuhan hadir di saat kita paling membutuhkannya. Dari sini kita belajar bahwa dalam kesesakan, respons terbaik adalah tetap berseru kepada Tuhan, bukan menjauh dari-Nya. Mazmur ini juga sering dikaitkan dengan penderitaan Yesus, karena sebagian dari kata-katanya diucapkan kembali saat penyaliban. Hal ini menunjukkan bahwa Allah benar-benar memahami penderitaan manusia, bahkan mengalaminya sendiri. Ini memberi kita penghiburan bahwa ketika kita menderita, kita tidak sendirian.
Bapak/Ibu, saudara/i yang terkasih di Dalam Nama Tuhan, Mazmur 22:1–12 mengajarkan kita bahwa pergumulan iman adalah bagian dari kehidupan rohani. Merasa ditinggalkan bukan berarti kita benar-benar ditinggalkan. Dalam setiap keluhan, tetap ada ruang untuk percaya. Dalam setiap kesedihan, masih ada harapan. Ketika kita menghadapi masa sulit, marilah kita meneladani Daud—jujur dalam perasaan, tetapi tetap berpegang pada kebenaran tentang Tuhan. Ingatlah bahwa Tuhan yang sama yang setia di masa lalu, adalah Tuhan yang akan menolong kita hari ini dan di masa depan. Karena itu, tetaplah berseru kepada-Nya, sebab Ia tidak pernah benar-benar meninggalkan kita.
Doa Penutup: Terima kasih Ya Tuhan Allah, untuk FirmanMu yang telah kami dengar. Ajari kami untuk selalu bersyukur memiliki Engkau, ajarkan kami bahwa betapa bahagianya kami karena Engkau begitu mengasihi kami. Dengan bimbingan rohMu, kami akan melakukan FirmanMu untuk kemuliaan namaMu. Kami serahkan hidup kami hari ini, esok dan selamanya hanya kedalam tangan pengasihanMu. Di dalam Yesus Kristus kami berdoa. Amin.
Pdt. Andar Panuturi Sitompul, S.Th., M.Sos- Fungsional di Biro Ibadah Musik HKBP
