HURIA KRISTEN BATAK PROTESTAN
PEARAJA (7/4) – Sekretaris Jenderal HKBP, Pdt. Rikson Hutahaean, M.Th., mengumumkan pengembangan fitur terbaru pada HKBP Superapp yang kini memasuki tahap penyempurnaan akhir. Berdasarkan aspirasi para pelayan (Sintua), aplikasi ini akan mengintegrasikan sistem scan barcode untuk daftar hadir ibadah jemaat. Substansi inovasi ini memungkinkan admin gereja mengunduh data kehadiran jemaat lokal maupun tamu secara real-time. Keunggulan fitur ini terletak pada sistem notifikasi otomatis yang menginformasikan pendeta di gereja asal ketika jemaatnya beribadah di gereja HKBP lain saat bepergian. Pengembangan ini menegaskan komitmen Kantor Pusat HKBP dalam melakukan transformasi digital demi efisiensi administrasi dan penguatan pengembalaan jemaat di seluruh dunia.
DURI (7/4) – Persekutuan Perempuan Distrik (PPD) HKBP Distrik XXX Riau Pesisir sukses menyelenggarakan Ibadah Paskah Raya yang dipusatkan di HKBP Kota Duri pada Selasa (7/4). Pertemuan akbar ini dihadiri oleh utusan kaum ibu dari berbagai resort di wilayah Riau Pesisir guna merayakan kemenangan Kristus atas maut dalam semangat kebersamaan. Substansi kegiatan ini berfokus pada penguatan peran strategis perempuan HKBP sebagai pembawa berita kebangkitan di tengah keluarga dan masyarakat. Melalui rangkaian ibadah khidmat dan persekutuan, jemaat diajak untuk senantiasa hidup dalam pengharapan dan ketangguhan iman. Momentum Paskah ini diharapkan mempererat sinergi pelayanan antarjemaat di Distrik XXX, sekaligus memotivasi kaum ibu untuk terus menjadi saksi kasih Kristus yang membawa transformasi positif di wilayah pesisir Riau.
SIMPANG D (7/4) – Kaum Ibu se-Resort Estomihi Simpang D sukses menyelenggarakan perayaan Paskah bersama (sapargodungan) dengan penuh sukacita. Kegiatan ini menjadi wadah konsolidasi spiritual bagi perempuan HKBP untuk merefleksikan makna kebangkitan Kristus dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan gereja maupun keluarga. Substansi perayaan ini menekankan peran strategis kaum ibu sebagai pilar utama dalam pengajaran iman kepada generasi muda. Melalui ibadah syukur dan persekutuan yang erat, jemaat diajak untuk terus menghidupi semangat transformasi gereja. Momentum ini diharapkan dapat memperkokoh persaudaraan antarjemaat di tingkat resort, sekaligus memotivasi perempuan HKBP Simpang D untuk menjadi agen pembawa damai dan berkat bagi sesama.
HKBP EBENEZER (7/4) – Seksi Parompuan HKBP Ebenezer sukses menggelar perayaan Parheheon Ina yang dimeriahkan dengan perlombaan Tortor. Kegiatan ini bertujuan memperkuat peran kaum perempuan sebagai “tiang” penyangga pelestarian budaya Batak, khususnya Tortor dan Ulos, di lingkungan gereja. Substansi kegiatan ini menekankan pentingnya menjaga identitas kultural Batak di tengah arus modernisasi. Didampingi oleh Ny. Pdt. Sitompul (Taruli Sihite), kaum perempuan HKBP Ebenezer berkomitmen menjadikan budaya sebagai sarana kesaksian iman yang hidup. Melalui semangat kebersamaan ini, perayaan tersebut diharapkan menambah hikmat bagi para ibu untuk terus melayani Tuhan sekaligus menjadi garda terdepan dalam merawat warisan leluhur bagi generasi mendatang.
TARUTUNG (7/4) – Jemaat HKBP menggelar ibadah khusus pemberangkatan bagi para pelajar tingkat SD, SMP, dan SMA yang akan menempuh Ujian Akhir Sekolah. Kegiatan ini merupakan bentuk pendampingan spiritual gereja guna mempersiapkan mental dan iman para siswa dalam menghadapi tahapan krusial dalam pendidikan mereka. Dalam suasana penuh kasih, doa dipanjatkan agar Tuhan memberikan kesehatan serta menjaga hati dan akal budi para pelajar selama proses ujian berlangsung. Fokus utama kegiatan ini adalah menguatkan pengharapan jemaat bahwa keberhasilan akademis merupakan buah dari penyertaan Tuhan yang mendatangkan sukacita bagi keluarga. Melalui pelayanan ini, HKBP menegaskan komitmennya dalam mendukung generasi muda meraih masa depan yang diberkati.
JAKARTA (7/4) – Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) resmi ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggaraan Konferensi Kepemimpinan Gereja-Gereja Lutheran Se-Asia (Asia Churches Leadership Conference – ACLC) LWF 2026. Penunjukan ini merupakan kelanjutan dari agenda dua tahunan yang sebelumnya sukses digelar di Thailand pada 2022 dan Hong Kong pada 2024. Dalam rangka persiapan, Ompu i Ephorus HKBP telah menetapkan kepanitiaan yang dipimpin oleh Ketua Umum Kamidun Pandiangan dan Sekretaris Umum Jansen Sitompul. Pelantikan dilakukan secara daring oleh Kepala Departemen Koinonia, yang langsung dilanjutkan dengan rapat perdana koordinasi teknis. Perhelatan internasional ini dijadwalkan berlangsung pada 10-15 September 2026 di Jakarta, menegaskan peran strategis HKBP dalam memperkuat sinergi kepemimpinan gereja-gereja Lutheran di tingkat regional Asia.
TARUTUNG (7/4) – Departemen Koinonia HKBP melalui Biro Sekolah Minggu resmi membuka rekrutmen “Sahabat Anak” untuk mendukung kesuksesan Jambore Nasional Anak Sekolah Minggu (JANAS) HKBP 2026. Program ini mengundang Guru Sekolah Minggu dan mahasiswa teologi berusia 20–40 tahun untuk mendampingi 600 peserta dalam kegiatan yang akan berlangsung pada 21–27 Juni 2026 di Seminarium Sipoholon. Kegiatan JANAS 2026 mengusung tema “PELITA: Pancarkan Iman di Tengah Keluarga.” Melalui Sahabat Anak, HKBP berkomitmen memperkuat pembinaan karakter dan spiritualitas generasi muda sejak dini. Pendaftaran dibuka hingga 5 Mei 2026 dengan persyaratan administratif ketat, termasuk rekomendasi dari Pendeta Resort dan Praeses, guna memastikan kualitas pelayanan yang inklusif dan transformatif bagi masa depan gereja.
PEARAJA (7/4) – HKBP resmi memulai persiapan strategis Sinode Godang ke-68 melalui ibadah pelantikan panitia pelaksana yang dipimpin langsung oleh Ephorus Pdt. Dr. Victor Tinambunan, M.ST. Fokus utama kegiatan ini adalah penguatan komitmen panitia untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para peserta Sinode pada Oktober 2026 mendatang. Dalam rapat perdana, pimpinan menekankan filosofi pelayanan yang menempatkan setiap peserta sebagai bagian krusial dalam sejarah dan perjalanan gereja. Inisiatif ini bertujuan menciptakan atmosfer persidangan yang khidmat dan inklusif, di mana setiap kontribusi peserta diapresiasi sebagai elemen penting bagi pertumbuhan HKBP. Sinergi seluruh elemen panitia diharapkan mampu menyukseskan agenda besar ini demi kemajuan pelayanan HKBP di masa depan.
DURI (6/4) – Punguan Parompuan Distrik (PPD) HKBP Distrik XXX Riau Pesisir menyelenggarakan perayaan Parheheon Ina yang dipusatkan di HKBP Immanuel Suri pada Senin (6/4), bertepatan dengan hari Paskah II. Kegiatan akbar ini diikuti dengan antusias oleh utusan kaum ibu dari berbagai resort, termasuk partisipasi aktif dari HKBP Resort Bagan Batu. Substansi kegiatan ini diisi dengan berbagai perlombaan edukatif dan spiritual, seperti Cerdas Cermat Alkitab (CCA) dan Cerdas Cermat Buku Ende (CCBE). Melalui kompetisi ini, HKBP Distrik XXX berkomitmen meningkatkan pemahaman teologis dan kecintaan kaum perempuan terhadap tradisi liturgis Batak. Momentum Parheheon ini diharapkan mempererat jejaring persaudaraan antarjemaat di wilayah Riau Pesisir, sekaligus memberdayakan kaum ibu sebagai tiang doa dan pengajar iman yang tangguh dalam keluarga maupun gereja.
LIMBONG (6/4) – Seksi Perempuan (Ina) HKBP se-Resort Limbong menggelar lomba merias wajah dengan mata tertutup sebagai bagian dari rangkaian perayaan Parheheon Ina dan Paskah 2026. Kegiatan unik ini diikuti oleh perwakilan perempuan dari berbagai gereja pagaran di lingkungan Resort Limbong dengan semangat kebersamaan yang tinggi. Substansi kegiatan ini menekankan pentingnya kerja sama, kepercayaan antaranggota, serta pembangunan persekutuan yang ceria. Melalui tantangan merias dalam kegelapan, para ibu diajak untuk saling mengandalkan dan mempererat tali silaturahmi di luar rutinitas pelayanan formal. Momentum Parheheon ini diharapkan memotivasi perempuan HKBP Limbong untuk terus menjadi pilar yang tangguh, kreatif, dan penuh sukacita dalam mengemban misi pelayanan di tengah keluarga maupun jemaat.
PETUKANGAN (6/4) – Jemaat HKBP Petukangan, Resort Petukangan, menggelar perayaan Paskah II sekaligus peringatan Parheheon Parompuan (Kebangkitan Perempuan) pada Senin (6/4). Kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi kaum perempuan gereja untuk memperteguh komitmen pelayanan dan peran mereka di tengah keluarga serta jemaat. Substansi perayaan ini menekankan semangat inklusivitas dan persekutuan lintas generasi. Acara dimeriahkan oleh penampilan memukau tim Angklung Lansia HKBP Petukangan, yang melambangkan bahwa usia bukan penghalang untuk terus berkarya memuliakan Tuhan. Melalui perpaduan seni tradisional dan ibadah syukur, HKBP Petukangan berkomitmen merawat kebersamaan serta mendorong perempuan HKBP menjadi saksi nyata atas kasih dan kuasa kebangkitan Kristus.
RIANIATE (6/4) – HKBP Rianiate, Distrik VII Samosir, menggelar perayaan Paskah II pada Senin (6/4) dengan melibatkan 600 jemaat dari delapan gereja. Ibadah yang dilayani oleh Kadep Diakonia HKBP, Pdt. Eldarton Simbolon, ini menekankan substansi pelayanan kasih melalui pembekalan “Tahun Transformasi HKBP” dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat. Momentum ini juga diisi dengan aksi sosial berupa pembagian 450 karung beras donasi keluarga Benyamin Naibaho dari Jakarta. Kehadiran unit pelayanan seperti PA Elim dan PK Hepata memperkuat sinergi diakonia gereja. Melalui kegiatan ini, HKBP berkomitmen mewujudkan transformasi nyata yang menyentuh aspek spiritual sekaligus kesejahteraan jemaat di wilayah Samosir.
LANGKAI SIAK (6/4) – Seksi Perempuan (Ina) HKBP Langkai Siak memeriahkan perayaan Paskah kedua dengan menggelar lomba tata rias unik pada Senin (6/4). Sebanyak delapan kelompok berpartisipasi dalam tantangan merias wajah dengan kondisi mata tertutup, yang menekankan kerja sama tim serta keakraban antaranggota jemaat. Substansi kegiatan ini berfokus pada pembangunan persekutuan yang ceria sekaligus mempererat tali silaturahmi melalui kreativitas sederhana. Meski hasil akhir bervariasi, semangat kebersamaan menjadi poin utama dalam penilaian. Melalui perlombaan ini, kaum ibu HKBP Langkai Siak diharapkan terus memelihara sukacita Paskah dalam kehidupan menggereja, sembari membangun kepedulian dan keharmonisan di tengah pelayanan kategorial perempuan.
PEARAJA TARUTUNG (6/4) – Alumni SMA HKBP Tarutung melaksanakan kunjungan kasih kepada para purna bakti pendidik di kawasan Pearaja, Tarutung. Pertemuan penuh khidmat ini menjadi wadah apresiasi atas pengabdian panjang Ibu N. Hutabarat, Ibu R. Sihombing, dan Bapak T. Situmorang dalam membentuk karakter serta iman generasi muda melalui institusi pendidikan di bawah naungan HKBP. Kegiatan ini menekankan substansi nilai pendidikan Kristen yang berlandaskan keteladanan dan kasih yang berkelanjutan. Selain sebagai ajang silaturahmi, momen ini diisi dengan doa bersama sebagai bentuk dukungan spiritual bagi para guru dalam menjalani masa purna tugas. Aksi nyata ini mempertegas komitmen komunitas HKBP untuk senantiasa menghormati jasa para pendidik serta menjaga relasi harmonis di lingkungan ekosistem pendidikan gereja.
LAU MIL (6/4) – Perayaan Paskah Perempuan HKBP Resort Lau Mil sukses digelar di HKBP Gundaling pada Senin (6/4). Acara ini merupakan puncak rangkaian pembinaan bertema “Perempuan dan Pengajaran Iman di Tengah Keluarga” (Ulangan 6:4-9), yang sebelumnya diawali dengan kegiatan keakraban di HKBP Lau Mil pada Sabtu (4/4). Mengenakan busana putih sebagai simbol terang Kristus, para peserta menunjukkan komitmen nyata melalui penggalangan dana untuk pembangunan kantor resort. Ketua Panitia, St. E. br Batubara, mengapresiasi dukungan seluruh pelayan dan jemaat tuan rumah. Melalui kegiatan ini, kaum perempuan diharapkan semakin tangguh dalam menunaikan panggilan mengajar iman di lingkungan keluarga, berlandaskan kasih dan pengharapan atas kebangkitan Yesus Kristus.
HUTARAJA UGAN (5/4) – Jemaat HKBP Hutaraja Ugan, Resort Hutaraja Ugan, merayakan Ibadah Minggu Paskah I dengan penuh sukacita pada Minggu (5/4). Ibadah peringatan kebangkitan Yesus Kristus ini dilayani oleh Praeses HKBP Distrik II Silindung, Pdt. Drs. Donald Sianturi, M.Div. Berdasarkan 1 Korintus 15:1–11, khotbah menekankan kepastian iman bahwa Kristus telah bangkit pada hari ketiga sebagai kemenangan mutlak atas maut. Substansi perayaan ini dirangkaikan dengan pelayanan Sakramen Baptisan Kudus bagi putra Pdt. Sahat Mangasi Napitupulu, sebagai simbol anugerah dan penyertaan Tuhan bagi generasi penerus gereja. Melalui momentum Paskah ini, HKBP Hutaraja Ugan mengajak seluruh jemaat untuk teguh dalam pengharapan dan menjadi saksi hidup atas kuasa kebangkitan Kristus di tengah dunia. Selamat Paskah, Haleluya!
LUMBAN TONGATONGA (5/4) – Jemaat HKBP Lumban Tongatonga merayakan Ibadah Paskah Raya dengan penuh sukacita dan khidmat. Ibadah peringatan kebangkitan Yesus Kristus ini dilayani oleh Pendeta Resort, Pdt. Edward Lumbantobing, bersama Gr. J. Simanjuntak dan Diak. R. Limbantobing. Substansi perayaan ini berpusat pada kemenangan iman melalui seruan kemenangan: “Kristus Telah Bangkit! Sungguh, Dia Telah Bangkit!”. Kehadiran Kepala Departemen Koinonia HKBP, Pdt. Dr. Deonal Sinaga, dalam persekutuan ini memberikan penguatan bagi jemaat untuk menghidupi kuasa kebangkitan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui momentum Paskah ini, HKBP Lumban Tongatonga diajak untuk terus bersaksi tentang pengharapan dan kasih Tuhan yang telah menaklukkan maut demi keselamatan umat manusia.
SITOLUAMA (5/4) – Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan memimpin Ibadah Paskah Subuh di Kampus IT Del, Sitoluama, yang dihadiri mahasiswa IT Del, siswa SMA Unggul Del, serta para pendiri dan civitas akademika. Dalam khotbahnya, Ephorus menekankan bahwa kebangkitan Kristus bukan membawa pembalasan, melainkan pengampunan dan perdamaian yang menghidupkan. Di tengah pesatnya perkembangan sains dan teknologi di kampus tersebut, beliau menegaskan bahwa iman tidak ditentukan oleh pengolahan data atau suara mayoritas, melainkan pada kebenaran kebangkitan Yesus. Paskah sebagai festum festorum menjadi pusat tahun liturgi yang memberikan makna bagi seluruh iman Kristen. Melalui momentum ini, HKBP mengajak generasi muda intelek untuk menghidupi kuasa kebangkitan sebagai jaminan kehidupan masa depan.
DOLOKSARIBU (5/4) – Jemaat HKBP Doloksaribu, Resort Agape, Distrik 16 Humbang Habinsaran, melaksanakan Ibadah Minggu Paskah I dengan penuh khidmat pada Minggu (5/4). Ibadah syukur ini dilayani oleh Kepala Departemen Diakonia HKBP, Pdt. Eldarton Simbolon, D. Min., sebagai pengkhotbah, serta Pdt. Bangun Pangaribuan sebagai liturgis. Substansi kegiatan ini menekankan makna kebangkitan Kristus sebagai sumber kekuatan dalam pelayanan kasih dan kepedulian sosial. Kehadiran jemaat perantau, termasuk Bapak Anton Purba dari HKBP Jatiwaringin Jakarta, mempererat tali silaturahmi antarwarga jemaat. Melalui perayaan ini, HKBP Doloksaribu berkomitmen terus menghidupi semangat Paskah dengan memperkuat persaudaraan serta dedikasi dalam misi pelayanan diakonia di tengah jemaat dan masyarakat.
BUKATEJA (5/4) – Jemaat HKBP Bukateja, Resort Purwokerto, merayakan Paskah 2026 dengan rangkaian kegiatan yang menggabungkan refleksi iman dan kepedulian lingkungan. Dimulai dengan ibadah Buha-buha Ijuk (subuh), jemaat merenungkan Yesus sebagai Terang Dunia berdasarkan Yohanes 8:12. Kemeriahan berlanjut dengan tradisi mencari telur Paskah bagi anak Sekolah Minggu sebagai simbol kehidupan baru. Puncak keunikan tahun ini adalah aksi menghias salib menggunakan limbah plastik bekas. Kegiatan ini mengusung pesan teologis transformasi hidup sekaligus perwujudan tanggung jawab iman dalam menjaga kelestarian alam (penatalayanan ciptaan). Melalui perayaan ini, HKBP Bukateja mempertegas komitmennya dalam memperbarui spiritualitas jemaat serta kecintaan terhadap lingkungan hidup sebagai saksi nyata kebangkitan Kristus.
HUTARAJA UGAN (5/4) – Jemaat HKBP Hutaraja Ugan, Resort Hutaraja Ugan, merayakan Ibadah Minggu Paskah I dengan penuh khidmat pada Minggu (5/4). Ibadah peringatan kebangkitan Yesus Kristus ini dilayani oleh Praeses HKBP Distrik II Silindung, Pdt. Drs. Donald Sianturi, M.Div. Mengangkat tema dari 1 Korintus 15:1–11, pemberitaan firman menekankan substansi kemenangan Kristus atas maut sebagai fondasi iman dan pengharapan jemaat. Momen sakral ini juga dirangkaikan dengan pelayanan Baptisan Kudus bagi putra Pdt. Sahat Mangasi Napitupulu sebagai tanda anugerah Tuhan. Melalui perayaan ini, HKBP kembali menegaskan perannya dalam merawat pertumbuhan rohani jemaat. Kebangkitan Kristus menjadi seruan bagi seluruh jemaat untuk terus teguh dalam iman dan menjadi saksi nyata atas kuasa Allah di tengah dunia.
PEARAJA (4/4) – Kantor Pusat HKBP Pearaja Tarutung menerima kunjungan kehormatan dari peneliti Museum Wiesbaden Jerman, Dr. Inar Natus, pada Sabtu (4/4). Kehadiran beliau didampingi oleh Rektor Universitas HKBP Nommensen (UHN) Medan, Dr. Richard Napitupulu, beserta rombongan dalam rangka menelusuri sejarah dan dinamika relasi antara Kekristenan Batak dengan adat istiadat setempat. Pertemuan yang berlangsung selama dua jam di “Bagas Huria” tersebut membahas konsistensi sikap HKBP sejak era misionaris Eropa hingga masa kini dalam memelihara adat. Substansi diskusi menegaskan bahwa HKBP senantiasa menaruh hormat pada nilai-nilai budaya Batak sejauh selaras dengan nilai-nilai Injil. Kunjungan ilmiah ini memperkuat bukti peran HKBP sebagai lembaga yang tidak hanya fokus pada pertumbuhan rohani, tetapi juga menjadi penjaga identitas kultural yang transformatif di tengah perkembangan zaman.
NIAS SELATAN (4/4) – Praeses HKBP Distrik IX Sibolga-Tapteng-Nias melaksanakan kunjungan kekeluargaan ke wilayah pelayanan HKBP Nias Selatan pada Sabtu (4/4). Bersama jemaat HKBP Teluk Dalam dan Pendeta Resort HKBP Nias Selatan, rombongan mengunjungi sejumlah destinasi ikonik di Kabupaten Nias Selatan, termasuk Desa Wisata Bawomataluo untuk menyaksikan tradisi Lompat Batu serta kawasan Pantai Sorake yang mendunia sebagai lokasi selancar. Substansi kegiatan ini berfokus pada penguatan relasi antara pimpinan distrik dengan jemaat lokal, khususnya generasi muda. Antusiasme tinggi ditunjukkan oleh Remaja dan Naposobulung yang mendampingi kunjungan tersebut, menciptakan suasana perjumpaan yang hangat dan penuh persaudaraan. Melalui interaksi informal ini, HKBP Distrik IX berupaya membangun kedekatan emosional serta memberikan apresiasi terhadap kekayaan budaya dan alam sebagai anugerah Tuhan yang patut dijaga oleh seluruh warga jemaat.
ADIANKOTING (3/4) – Kepala Departemen Koinonia HKBP, Pdt. Dr. Deonal Sinaga, mengikuti rangkaian Ibadah Jumat Agung dan Ulaon Na Hohom di HKBP Adiankoting Julu pada Jumat (3/4). Pelayanan ibadah peringatan wafatnya Yesus Kristus ini dipimpin langsung oleh Pendeta Resort, Pdt. Romasta Sitinjak. Substansi kegiatan ini berfokus pada perenungan mendalam atas pengorbanan agung di kayu salib melalui tradisi keheningan (Ulaon Na Hohom). Kehadiran Pimpinan HKBP di tengah jemaat memberikan penguatan spiritual bagi warga HKBP Adiankoting Julu untuk menghidupi makna penebusan dalam kesetiaan iman. Melalui persekutuan yang khidmat ini, jemaat diajak untuk terus bersyukur atas kasih Allah yang menyelamatkan dan menjadikannya sumber kekuatan dalam pelayanan sehari-hari.
SIDIKALANG (3/4) – Kepala Departemen Marturia HKBP, Pdt. Bernad Manik, M.Th., melaksanakan kunjungan pastoral di HKBP Perkembangan, Resort Sidikalang III, bertepatan dengan ibadah Jumat Agung. Kehadiran beliau disambut antusias oleh 825 KK jemaat yang terbagi dalam 12 sektor. Dalam khotbahnya, beliau menegaskan makna penebusan Kristus sebagai pelunasan hutang dosa yang harus menginspirasi umat untuk saling mengampuni. Ibadah dimeriahkan pujian dari berbagai koor kategorial, termasuk Koor Ina Maria dan Mannen Rogate. Pelayanan di jemaat ini dipimpin oleh Pdt. Benaya Porman Sinaga, M.Th., bersama tim pelayan fungsional dan 34 Sintua. Melalui momentum ini, Departemen Marturia memperkuat komitmen kesaksian iman jemaat di Distrik VI Dairi agar terus bertumbuh dalam pelayanan yang transformatif.
JAMBI (3/4) – Jemaat HKBP Jambi, Resort Jambi, melaksanakan rangkaian ibadah Jumat Agung yang khidmat pada Jumat (3/4). Ibadah pemberitaan firman pada pukul 11.00 WIB dilayani langsung oleh Praeses HKBP Distrik XXV Jambi, Pdt. Kamson R. A. Pasaribu, M.Th. Berdasarkan Matius 27:45–56, khotbah menekankan kematian Yesus sebagai peristiwa penebusan agung di mana murka Allah atas dosa digantikan oleh kasih yang membuka akses langsung kepada Takhta Suci melalui terbelahnya tabir Bait Suci. Substansi peringatan ini menitikberatkan pada transformasi iman, meneladani sikap kepala pasukan yang mengakui Yesus sebagai Anak Allah. Rangkaian ibadah dilanjutkan pada pukul 14.00 WIB dengan ibadah Marulaon na Hohom (saat teduh) yang dirangkaikan dengan pelayanan Sakramen Perjamuan Kudus. Melalui momentum ini, HKBP Jambi mengajak seluruh jemaat untuk merespons kasih Kristus dengan pertobatan sejati dan kesetiaan iman, menjadikan salib sebagai pusat keselamatan dalam kehidupan sehari-hari.
SOSOR GONTING (3/4) – Jemaat HKBP Sosorgonting, Resort Sosorgonting, menyelenggarakan rangkaian ibadah Jumat Agung yang khidmat pada Jumat (3/4). Ibadah gabungan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini dipimpin oleh Pendeta Resort, Pdt. Ronald Sihotang (Pengkhotbah), dan Bvr. Rossana br. Sianipar (Liturgis), yang dirangkaikan dengan pelayanan Perjamuan Kudus bagi seluruh jemaat. Substansi kegiatan dilanjutkan dengan aksi kreatif pemuda melalui fragmen Jalan Salib oleh NHKBP Sosorgonting. Prosesi visualisasi ini dimulai dari Hutaraja dan berakhir di lapangan bola voli kompleks gereja, yang kemudian ditutup dengan ibadah Ulaon Na Hohom (saat teduh) pada pukul 14.00 WIB. Melalui rangkaian pelayanan ini, HKBP Sosorgonting berkomitmen memperdalam penghayatan iman jemaat serta melibatkan generasi muda dalam merefleksikan pengorbanan Kristus demi keselamatan dunia.
DURI (3/4) – Anak Sekolah Minggu (ASM) HKBP Dame, Resort Dame Duri, menyelenggarakan ibadah khusus guna memperingati hari kematian Tuhan Yesus Kristus (Jumat Agung) pada Jumat (3/4). Kegiatan ini dirancang secara kreatif untuk menanamkan pemahaman mendalam bagi generasi muda mengenai makna pengorbanan agung di kayu salib. Substansi kegiatan ini berfokus pada pembinaan iman sejak dini, di mana anak-anak diajak merenungkan kasih Tuhan yang tak terhingga melalui rangkaian tata ibadah yang khidmat. Melalui peringatan ini, HKBP Dame berkomitmen membentuk karakter Kristiani anak jemaat agar tumbuh dalam rasa syukur dan ketaatan. Momentum Jumat Agung ini diharapkan menjadi inspirasi bagi ASM HKBP Dame untuk senantiasa menghidupi nilai-nilai pengorbanan dan kasih dalam keseharian mereka di wilayah Duri.
KANDIS (3/4) – Jemaat HKBP Betuah, Resort Siloam Kandis, menyelenggarakan ibadah khidmat guna memperingati hari kematian Tuhan Yesus Kristus (Jumat Agung). Peringatan ini menjadi momentum sakral bagi warga jemaat untuk merenungkan pengorbanan agung di kayu salib sebagai manifestasi kasih Allah yang menebus dosa manusia. Substansi kegiatan ini berpusat pada penguatan pengakuan iman, “Sesungguhnya, Yesus adalah Anak Allah,” yang menjadi fondasi keselamatan Kristiani. Melalui ibadah ini, HKBP Betuah mengajak jemaat untuk hidup dalam pertobatan dan kesetiaan melayani. Peringatan Jumat Agung diharapkan membangkitkan semangat pengorbanan diri dan solidaritas sosial jemaat sebagai saksi hidup atas kasih Kristus di tengah masyarakat Kandis.
PEARAJA (3/4) – Jemaat HKBP Pearaja, Resort Pearaja, melaksanakan ibadah Marulaon Na Hohom dalam rangka peringatan Jumat Agung pada Jumat (3/4). Ibadah khidmat ini dipimpin oleh Praeses HKBP Distrik II Silindung, Pdt. Drs. Donald Sianturi, M.Div. Turut hadir dalam persekutuan tersebut, Ompu i Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, yang bersama jemaat mengikuti prosesi dengan penuh penghayatan spiritual. Substansi kegiatan ini berfokus pada perenungan mendalam atas pengorbanan Yesus Kristus melalui tradisi keheningan. Kehadiran pimpinan tertinggi HKBP di gereja pusat ini memberikan penguatan bagi jemaat untuk terus menghidupi makna penyaliban dalam kesetiaan iman. Melalui ibadah ini, HKBP Pearaja menegaskan komitmennya dalam merawat tradisi liturgis yang membangun kedekatan personal jemaat dengan Tuhan.
SIRAU (3/4) – Remaja Naposo Bulung (Rena) HKBP Resort Sirau sukses menyelenggarakan visualisasi Jalan Salib dalam peringatan Jumat Agung pada Jumat (3/4). Drama kolosal ini dilaksanakan di lingkungan gereja HKBP Sirau, Tapanuli Tengah, dengan memerankan kisah sengsara hingga penyaliban Yesus Kristus di Bukit Golgota. Prosesi berlangsung khidmat dan dihadiri ratusan jemaat yang merenungkan setiap penderitaan Sang Juru Selamat. Kegiatan ini bertujuan memperdalam penghayatan umat akan besarnya kasih Allah melalui pengorbanan Kristus. Melalui aksi teatrikal ini, para pemuda tidak hanya mengasah kreativitas pelayanan, tetapi juga memperkuat spiritualitas dan kebersamaan di lingkungan Resort Sirau demi kemuliaan nama Tuhan.
SIPOHOLON (3/4) – Jemaat HKBP Simanungkalit, Resort Sipoholon I, menyelenggarakan ibadah Jumat Agung yang khidmat pada Jumat (3/4). Ibadah peringatan wafatnya Yesus Kristus ini dilayani oleh Kepala Departemen Diakonia HKBP, Pdt. Eldarton Simbolon, D.Min., sebagai pengkhotbah. Substansi kegiatan ini menekankan refleksi mendalam atas pengorbanan Kristus di kayu salib sebagai manifestasi tertinggi dari kasih dan pelayanan (diakonia) Allah kepada dunia. Pdt. Eldarton mengajak jemaat untuk meneladani pengorbanan tersebut dalam aksi nyata kepedulian terhadap sesama. Melalui peringatan ini, HKBP Simanungkalit berkomitmen memperkuat spiritualitas dan solidaritas sosial jemaat, menjadikan momen penyaliban sebagai sumber kekuatan untuk melayani dengan tulus dan rendah hati di tengah masyarakat.
ADIAN KOTING (3/4) – Jemaat HKBP Adiankoting Julu melaksanakan ibadah peringatan Jumat Agung dan Ulaon Na Hohom dengan penuh khidmat. Ibadah yang menjadi momen perenungan mendalam atas pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib ini dipimpin langsung oleh Pendeta Resort, Pdt. Romasta Sitinjak. Substansi kegiatan ini berfokus pada refleksi spiritual melalui tradisi Ulaon Na Hohom, di mana jemaat diajak memasuki suasana hening untuk menghayati penderitaan Kristus demi menebus dosa manusia. Pdt. Romasta Sitinjak dalam pesannya menekankan bahwa peringatan ini merupakan panggilan bagi jemaat untuk memperteguh iman dan meneladani kasih tanpa pamrih dalam kehidupan sehari-hari. Melalui keheningan ini, jemaat diharapkan memperoleh penguatan rohani dan komitmen baru dalam menjalankan misi pelayanan gereja.
TAPANULI UTARA (3/4) – Remaja Naposo Bulung (muda-mudi) Gereja HKBP Parbubu sukses menyelenggarakan prosesi visualisasi Jalan Salib (Via Dolorosa) dalam rangka peringatan Jumat Agung. Kegiatan religius yang dipusatkan di kawasan Menara Pandang, Kecamatan Siatas Barita ini menampilkan drama kolosal yang menggambarkan kisah sengsara hingga penyaliban Yesus Kristus. Prosesi yang berlangsung khidmat dan penuh haru ini berhasil menarik perhatian masyarakat luas serta wisatawan. Acara ini turut dihadiri Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, yang mengapresiasi penampilan menyentuh para pemuda. Visualisasi ini diharapkan menjadi sarana refleksi rohani yang mengingatkan pengorbanan Yesus, sekaligus memperteguh iman dan persaudaraan umat Kristiani.
TANAH JAWA (29/3) – Praeses HKBP Distrik XXIV Tanah Jawa, Pdt. Tonggo PL Sitompul, M.Th., MM, melaksanakan kunjungan pastoral Minggu Palmarum di HKBP Immanuel, Resort Rajamaligas. Gereja yang berdiri sejak 2016 ini memiliki sejarah perjuangan iman yang kuat, bermula dari pemekaran jemaat hingga kini melayani 59 KK (193 jiwa) di Huta 3 Nagori Bahal Batu. Di bawah kepemimpinan CPdt. May Efi Arianti Manalu, S.Th, jemaat yang mayoritas lansia ini tengah fokus pada pembenahan infrastruktur fisik, termasuk perbaikan jendela dan inventaris rumah dinas. Melalui kunjungan ini, Praeses mengapresiasi kegigihan jemaat dan mengajak seluruh parhalado (6 orang Sintua) serta jemaat untuk tetap sehati sepikir dalam mengembangkan pelayanan, membuktikan bahwa keterbatasan fisik dan usia bukanlah penghalang untuk memberikan persembahan terbaik bagi kemuliaan Tuhan.
BANGKO (29/3) – Praeses HKBP Distrik XXV Jambi, Pdt. Kamson R.A. Pasaribu, M.Th., melayankan Ibadah Minggu Palmarum di HKBP Margoyoso, Resort Bangko. Dalam khotbahnya yang berdasar pada Filipi 2:5-11, Praeses menegaskan konsep kristologi kenosis—yakni kerelaan Kristus mengosongkan diri dan mengambil rupa hamba sebagai teladan ketaatan total. Di hadapan 108 Kepala Keluarga jemaat, ditekankan bahwa kerendahan hati Kristus harus menjadi paradigma etis bagi orang percaya dalam merespons keselamatan. Ibadah yang dipimpin oleh Gr. Andreas T.A. Silaban, S.Pd.K bersama jajaran Sintua ini menjadi momentum penguatan iman jemaat di wilayah Jambi agar hidup selaras dengan kedaulatan Kristus demi kemuliaan Allah Bapa.
PANTAI BARAT NATAL (29/3) – Suasana Minggu Palmarum menjadi momentum sejarah bagi jemaat di wilayah Tabagsel-Sumbar. Melalui SK Ephorus HKBP tertanggal 4 Maret 2026, Pos Pelayanan Bulung Gadong resmi ditetapkan menjadi Huria Na Gok (Gereja Penuh) dengan nama HKBP Palmarum Bulung Gadong, Resort Pantai Barat Natal. Peresmian dipimpin langsung oleh Praeses HKBP Distrik I, Pdt. Jahor Purba, M.Th., didampingi Pendeta Resort Pdt. Charly E. Silalahi, M.Div., dan Sekretaris Distrik Pdt. Yohanes L.P. Sitompul, MM. Penetapan St. Parlindungan Saragih sebagai pimpinan jemaat (Uluan) disambut penuh antusias oleh warga jemaat. Peresmian ini menegaskan komitmen HKBP dalam memperluas struktur pelayanan di wilayah pesisir, memastikan kehadiran gereja yang mandiri dan berakar kuat bagi pertumbuhan iman jemaat di Pantai Barat Natal.
IPUH (29/3) – Semangat gotong royong mewarnai Ibadah Minggu Palmarum sekaligus Pesta Pembangunan HKBP Ipuh, Minggu, 29 Maret 2026. Praeses HKBP Distrik XV Sumbagsel, Pdt. Victor Singal H. Silalahi, M.Th., melayankan khotbah berdasarkan Filipi 2:5-11 dengan topik “Jesus Kristus do Tuhan”. Dalam suasana penuh syukur, jemaat bersama para pelayan—termasuk Bvr. Hasania Nababan sebagai liturgis—berkomitmen mempercepat penyelesaian fisik bangunan gereja. Melalui pengumpulan dana dan dukungan doa, HKBP Ipuh berupaya bangkit dan berdiri kembali sebagai pusat persekutuan yang kokoh. Pesta pembangunan ini menjadi bukti nyata kesetiaan jemaat di wilayah Sumbagsel dalam meneladani pengorbanan Kristus melalui persembahan terbaik bagi kemuliaan Tuhan dan keberlanjutan pelayanan di masa depan.
BINJAI (29/3) – Praeses HKBP Distrik XXIII Binjai Langkat, Pdt. Hotler Lumbantoruan, MM, melayankan ibadah Minggu Palmarum di HKBP Pardomuan Nauli, Resort Langkat Hulu. Mengacu pada Filipi 2:5-11, Praeses menekankan tiga teladan utama Kristus: kerendahan hati, ketaatan, dan kesetiaan sebagai fondasi iman jemaat dalam melayani sesama. Substansi kegiatan ini berlanjut pada aksi nyata penatalayanan lingkungan. Praeses mengajak jemaat mewujudkan iman melalui tanggung jawab merawat ekosistem gereja. Sebagai respons konkret, jemaat bergotong-royong mengumpulkan dana pemeliharaan lingkungan. Aksi ini menegaskan komitmen HKBP Pardomuan Nauli untuk menjadi teladan bagi masyarakat dalam menghadirkan kehidupan yang asri dan teratur sebagai wujud kasih Allah terhadap ciptaan-Nya.
CIPAYUNG (29/3) – Sukacita mewarnai perayaan Hari Ulang Tahun ke-8 Punguan Lansia HKBP Cipayung Cilangkap pada Minggu, 29 Maret 2026. Ibadah syukur ini dilayani oleh Pdt. Marudut Naibaho, S.Th., MM, yang dalam khotbahnya menekankan penyertaan damai sejahtera Tuhan bagi para lansia di usia senja. Momentum ini semakin berkesan dengan kehadiran dan persembahan pujian dari Punguan Lansia HKBP Ciluar (Resort Ciluar) sebagai bentuk kunjungan kasih antarjemaat. Perayaan ini menjadi bukti nyata komitmen HKBP dalam merangkul dan memberdayakan kaum lansia sebagai pilar doa dan teladan iman yang terus memuliakan nama Tuhan dalam persekutuan yang hangat dan saling memberkati.
BUTAR (29/3) – Kepala Departemen Marturia HKBP, Pdt. Bernard Manik, M.Th., melaksanakan kunjungan pastoral di HKBP Hutanamora, Resort Butar, Distrik XVI Humbang Habinsaran, pada Minggu Palmarum. Di hadapan sekitar 250 KK jemaat, beliau menekankan pesan mendalam dari Filipi 2:5-11 tentang teladan kerendahan hati Kristus. Didampingi Pimpinan Jemaat Pdt. Alten Rudi Hartono Sirait, jemaat diajak untuk terus bertumbuh dewasa dalam iman dan hidup sebagai hamba bagi sesama, menjauhi sikap tinggi hati. Kunjungan di lingkungan gereja yang asri ini menjadi momentum penguatan spiritual bagi parhalado dan jemaat Hutanamora agar tetap setia melayani dan menjadi berkat di tengah masyarakat.
MEDAN (29/3) – Praeses HKBP Distrik X Medan Aceh, Pdt. Suwandi Sinambela, S.Th., M.Psi., meresmikan Pos Pelayanan (Pospel) Palmarum HKBP Titi Layang, Resort Medan II Simpang Limun, pada Minggu Palmarum. Peresmian ini merupakan bagian dari target strategis Tahun Transformasi 2026 untuk mendirikan 10 titik pos pelayanan baru di wilayah Distrik X. Ibadah yang dilayani bersama Pdt. Santo Marpaung, S.Th., ini menekankan keteladanan Kristus dalam kerendahan hati sesuai Filipi 2:5-11. Saat ini, sebanyak 12 KK telah terdaftar sebagai jemaat perdana. Kehadiran Pospel Titi Layang diharapkan memperluas jangkauan pelayanan gereja serta menjadi wadah pertumbuhan iman yang inklusif bagi masyarakat sekitar
LAWEDESKY (29/3) – Praeses HKBP Distrik XII Tanah Alas, Pdt. Bikwai H. Simanjuntak, M.Th., memimpin pelantikan pengurus Persekutuan Ama Distrik (PAD) dan Panitia Parheheon Ama Distrik 2026 di HKBP Lawedesky, Minggu. Dalam khotbahnya, Praeses menekankan pentingnya totalitas tanggung jawab demi kemuliaan Tuhan. Ketua PAD terpilih, St. Hamzan Simanjuntak, mengajak kaum bapak memberikan hati dalam persekutuan. Sinergi ini diperkuat dengan kehadiran Arnold Napitupulu, SH, anggota DPRK Aceh Tenggara, yang terpilih menjadi Ketua Panitia Parheheon. Rangkaian program ini bertujuan menggerakkan peran aktif kaum bapak dalam transformasi pelayanan di wilayah Tanah Alas, memastikan keterlibatan tokoh masyarakat dalam memperkokoh eksistensi gereja di Aceh Tenggara.
BANDAR LAMPUNG (29/3) – Di tengah suasana Idul Fitri, Ephorus HKBP menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal. Dalam silaturahmi tersebut, Ephorus menegaskan komitmen sekitar 50 jemaat HKBP di Provinsi Lampung untuk bersinergi sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan visi “Lampung Maju Menuju Indonesia Emas.” Sebagai wujud dukungan spiritual, warga HKBP secara konsisten mendoakan pemerintah setiap hari Selasa sesuai panduan Almanak HKBP. Selain mendukung penguatan kerukunan umat beragama (FKUB), HKBP juga mengapresiasi inovasi program pupuk organik Pemprov Lampung. Pertemuan bermakna ini diakhiri dengan penyematan ulos Batak kepada Gubernur sebagai simbol penghormatan dan persaudaraan sejati.
LAMPUNG (29/3) – Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, memimpin ibadah Mameakhon Batu Ojahan (MBO) dan peresmian gedung gereja (Mangompoi) HKBP Hajimena, Distrik XXXII Lampung, pada Minggu Palmarum. Jemaat dengan 91 KK ini bersyukur atas gedung baru di tengah lingkungan yang menjunjung tinggi toleransi. Dalam khotbahnya, Ephorus menekankan kerendahan hati Kristus sebagai jalan keselamatan. Beliau mengajak jemaat menghidupi nilai tersebut demi menghadirkan damai sejahtera dalam keluarga serta keharmonisan di tengah masyarakat majemuk. Peristiwa ini menjadi tanda kasih Allah yang nyata bagi 301 jiwa jemaat Hajimena sebagai bagian dari transformasi pelayanan HKBP.
BANGKO (28/3) – Praeses HKBP Distrik XXV Jambi, Pdt. Kamson R.A. Pasaribu, M.Th., melaksanakan bimbingan pastoral melalui Mini Seminar bertajuk “Pengajaran Iman di Tengah Keluarga” di HKBP Margoyoso, Resort Bangko, Sabtu. Kegiatan strategis ini merupakan bagian dari program kerja Distrik XXV tahun 2026 yang menyasar penguatan fondasi spiritual berbasis keluarga bagi seluruh elemen jemaat. Acara yang disambut hangat oleh Pimpinan Jemaat Gr. Andreas Silaban ini melibatkan kaum bapak, ibu, remaja-naposo, hingga anak sekolah minggu dalam diskusi interaktif. Substansi kegiatan ini fokus pada edukasi teologis dan ruang dialog seputar tantangan pelayanan gerejawi kontemporer. Melalui bimbingan ini, HKBP Distrik XXV berkomitmen menciptakan sinergi antara peran orang tua dan gereja dalam menjaga kemurnian ajaran iman di tengah keluarga sebagai unit terkecil persekutuan.
SURABAYA (28/3) – Tim Audit HKBP Distrik XVII Indonesia Bagian Timur, dipimpin St. H. Rumahorbo, melaksanakan audit komprehensif atas keuangan, inventaris, dan program kerja di HKBP Rungkut, Sabtu. Langkah administratif ini merupakan prosedur wajib dalam rangka serah terima jabatan (Sertijab) Pimpinan Jemaat dari Bvr. Helena Matondang kepada Pdt. Lega Yudha Maruahal Limbong, S.Th. Proses verifikasi ini disaksikan langsung oleh Praeses Distrik XVII, Pdt. Samuel Sitompul, M.Th., MM, serta Pendeta Resort Surabaya, Pdt. Benny B. Siagian, S.Si. Teol. Puncak rangkaian kegiatan dilaksanakan pada Minggu, 29 Maret 2026, melalui ibadah khusus paborhathon (melepas) dan pangojakhonon (melantik) pimpinan jemaat baru. Substansi kegiatan ini menegaskan komitmen HKBP Rungkut terhadap tata kelola organisasi yang transparan dan akuntabel di tengah transisi kepemimpinan pelayanan.
SIKARAKARA (28/3) – Praeses HKBP Distrik I Tabagsel-Sumbar, Pdt. Jahor Purba, M.Th., melaksanakan kunjungan pastoral sekaligus memimpin Pembinaan Parhalado se-Resort Pantai Barat Natal di HKBP Sikarakara II, Sabtu. Dalam arahannya, Praeses menekankan sepuluh poin krusial profesionalitas pelayan, mulai dari penguatan Poda Tohonan, loyalitas pada sistem sentralisasi keuangan, hingga pentingnya empati pelayanan yang melampaui sekadar data statistik. Kegiatan yang dihadiri oleh seluruh pelayan penuh waktu dan paruh waktu ini bertujuan menyegarkan kembali semangat pengabdian jemaat agar tetap menjaga marwah sebagai “Imago Dei”. Didampingi Sekretaris Distrik, Pdt. Yohanes L.P. Sitompul, MM, pembinaan ini diharapkan melahirkan pelayan yang sehat secara jasmani-rohani serta sehati sepikiran dalam memajukan pelayanan di wilayah pesisir Natal.
SAMARINDA (28/3) – Sinergi kemanusiaan yang luar biasa terwujud di Kota Samarinda melalui aksi donor darah massal pada Sabtu, 28 Maret 2026. Kegiatan ini merupakan kolaborasi strategis antara HKBP Samarinda dengan PMI Kota Samarinda. Aksi nyata ini menegaskan peran HKBP sebagai gereja yang inklusif dan peduli terhadap isu kemanusiaan di Kalimantan Timur. Melalui partisipasi aktif jemaat dan mitra korporasi, setiap tetes darah yang terkumpul menjadi simbol harapan baru bagi masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan ini tidak hanya mempererat hubungan lintas sektor, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai kasih kristiani diimplementasikan secara konkret dalam pelayanan sosial bagi sesama tanpa memandang perbedaan.
Berita Terkini HKBP



Renungan Harian HKBP
Renungan Terkini
Renungan Harian Marturia HKBP: Selasa, 7 April 2026
Doa Pembuka : Tuhan yang penuh kasih, kami bersyukur untuk hari ini dan kesempatan untuk mendengarkan firman-Mu. Bukalah hati dan pikiran kami, supaya kami dapat memahami kehendak-Mu. Tuntun kami agar firman-Mu boleh menjadi terang dalam hidup kami. Di dalam nama Tuhan kami berdoa, amin.
Renungan : Kejadian 1 : 27
“Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.”
Bapak, Ibu serta Saudara yang terkasih di dalam kitab Kejadian 1 : 27 menyatakan bahwa manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Ini adalah dasar teologis yang sangat penting, karena menunjukkan bahwa identitas manusia tidak berasal dari dunia, melainkan dari Sang Pencipta. Dalam konteks kehidupan sekarang, di mana nilai seseorang sering diukur dari prestasi, harta, atau pengakuan sosial, firman ini mengingatkan bahwa nilai sejati kita sudah ditetapkan oleh Tuhan sejak awal penciptaan.
Di era digital saat ini, banyak orang mengalami krisis identitas. Media sosial sering menampilkan standar kehidupan yang tampak sempurna, sehingga tanpa sadar kita membandingkan diri dan merasa kurang. Namun, sebagai gambar Allah, kita dipanggil untuk melihat diri kita melalui kacamata iman. Kita bukan sekadar apa yang dunia katakan, tetapi siapa yang Tuhan katakan ciptaan yang berharga dan penuh tujuan.
Lebih dari itu, menjadi gambar Allah berarti kita memiliki tanggung jawab untuk mencerminkan karakter-Nya. Dalam kehidupan sehari-hari, ini terlihat dari bagaimana kita bersikap: mengasihi orang lain, berlaku adil, berkata jujur, dan hidup dalam kebenaran. Dunia saat ini sangat membutuhkan pribadi-pribadi yang memancarkan nilai-nilai ilahi di tengah budaya yang sering kali individualistis dan penuh persaingan.
Namun, realitas dosa membuat gambar Allah dalam diri manusia menjadi rusak. Kita sering gagal mencerminkan kasih dan kebenaran Tuhan. Ego, iri hati, dan kesombongan masih menguasai hati manusia. Karena itu, kita membutuhkan pembaharuan yang terus-menerus dari Tuhan agar hidup kita dipulihkan dan semakin serupa dengan kehendak-Nya.
Proses pemulihan ini tidak terjadi secara instan. Dibutuhkan hubungan yang dekat dengan Tuhan melalui doa, firman, dan ketaatan. Di tengah kesibukan dan tekanan
hidup modern, kita sering lupa untuk memberi ruang bagi Tuhan bekerja dalam hidup kita. Padahal, justru di sanalah kita diperbaharui dan dikuatkan untuk menjalani kehidupan yang sesuai dengan panggilan kita sebagai gambar Allah.
Selain itu, pemahaman bahwa semua manusia adalah gambar Allah seharusnya mengubah cara kita memperlakukan sesama. Tidak ada alasan untuk merendahkan, membenci, atau menghakimi orang lain. Setiap individu memiliki nilai yang sama di mata Tuhan. Dalam dunia yang penuh perpecahan, kita dipanggil untuk menjadi pembawa damai dan menjunjung tinggi martabat setiap orang.
Akhirnya, bapak ibu, serta saudara yang terkasih, hidup sebagai gambar Allah bukan hanya tentang memahami identitas, tetapi juga menjalani panggilan. Kita dipanggil untuk menjadi terang di tengah kegelapan zaman ini. Ketika kita hidup sesuai dengan kehendak Tuhan, kita tidak hanya menemukan makna hidup yang sejati, tetapi juga menjadi alat Tuhan untuk membawa perubahan bagi dunia di sekitar kita. Amin
Doa Penutup : Tuhan yang baik, terima kasih untuk firman yang telah kami dengar. Tolong kami agar mampu melakukannya dalam kehidupan sehari-hari. Sertai langkah kami dan berkati setiap aktivitas kami. Di dalam nama Tuhan kami berdoa, amin.
C.Pdt. Adelbert Y. Simangunsong, S.Th- LPP II di Kantor Biro TIK HKBP
Epistel di Paskah II: Senin, 6 April 2026
Doa Pembuka:
Damai sejahterah Allah yang melampaui segala akal itu lah yang memberkati hati dan pikiran saudara di dalam Kristus Yesus. Amin.
Khotbah Epistel:
Bapak, Ibu, serta Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus.
Saudara-saudari yang dikasihi Kristus, hari ini kita berdiri dalam terang kebangkitan. Kristus, yang telah menderita dan mati di atas kayu salib, kini hidup! Kubur-Nya kosong, dan maut telah dikalahkan. Namun, kisah kebangkitan dalam Injil Markus pasal 16 tidak hanya berhenti pada sorak-sorai kemenangan, melainkan membawa kita pada realitas kedegilan hati manusia dan kuasa firman Tuhan yang membangkitkan iman.
Ketika Maria Magdalena berlari membawa kabar sukacita bahwa Yesus hidup, murid-murid-Nya justru sedang berkabung dan menangis. Dan apa yang terjadi ketika mereka mendengar kabar itu? “Mereka tidak percaya” (ay. 11). Bahkan ketika dua murid lain kembali dari perjalanan ke luar kota dan menceritakan perjumpaan mereka dengan Kristus yang bangkit, lagi-lagi, “kepada mereka pun teman-teman itu tidak percaya” (ay. 13).
Murid-murid ini adalah orang-orang yang hidup bersama Yesus, mendengarkan ajaran-Nya, dan melihat mukjizat-Nya. Namun, ketika berhadapan dengan realitas kebangkitan, akal dan hati mereka menolak. Mengapa? Karena keberdosaan manusia telah mematikan kita secara rohani. Di dalam diri kita sendiri, menurut kehendak daging kita, kita tidak mampu untuk percaya. Kita tidak bisa dengan kekuatan akal kita sendiri membangkitkan iman kepada Kristus.
Di sinilah kita melihat kasih Allah yang luar biasa. Yesus akhirnya menampakkan diri-Nya sendiri kepada kesebelas murid itu. Ia menegur mereka, namun teguran itu bukanlah akhir dari segalanya, melainkan titik tolak kasih-Nya. Ia tidak membuang mereka karena ketidakpercayaan mereka; sebaliknya, Ia membangkitkan iman mereka yang mati itu dengan firman-Nya sendiri.
Dan setelah Ia membangkitkan mereka dari kematian rohani dan keputusasaan, Ia memberikan sebuah amanat yang agung: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum” (ay. 15-16).
Saudara-saudara, perhatikan urutan yang sangat penting ini. Keselamatan adalah anugerah murni dari Allah. Dalam pemahaman teologi kita, kita diselamatkan hanya karena kasih karunia (sola gratia) dan hanya melalui iman (sola fide). Namun, bagaimana iman itu bisa muncul di dalam hati kita yang mati karena dosa? Iman itu dikaruniakan Allah melalui pemberitaan Injil dan Sakramen.
Yesus menggabungkan “percaya” dan “dibaptis”. Baptisan bukanlah sekadar ritual keanggotaan gereja atau perbuatan baik manusia untuk memenangkan hati Tuhan. Baptisan adalah sarana kasih karunia di mana Allah sendiri yang bekerja. Melalui air dan firman-Nya, Allah membasuh dosa kita, mematikan manusia lama kita, dan membangkitkan manusia baru di dalam Kristus.
Tuhan tidak memanggil kita untuk mengubah-ubah urutan firman-Nya menurut pemikiran atau teologi buatan kita sendiri. Ia tidak berkata, “Berbuat baiklah maka kamu akan diselamatkan”. Ia berkata, “Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan”. Keselamatan adalah karya-Nya seratus persen, bukan hasil kehendak daging atau kehendak manusia, melainkan kelahiran kembali dari Allah (bdk. Yohanes 1:13).
Karena itu, ketika Tuhan Yesus menjanjikan tanda-tanda yang menyertai orang percaya dalam ayat-ayat selanjutnya, mengusir setan, berbicara dalam bahasa baru, memegang ular, atau kebal terhadap racun, hal itu bukanlah perintah untuk mencari-cari keajaiban atau mencobai Tuhan demi membuktikan kehebatan iman kita. Sebaliknya, hal itu adalah bukti bahwa Injil yang diberitakan oleh para rasul berkuasa penuh untuk mendobrak kuasa Iblis dan maut, sebuah peneguhan bagi gereja mula-mula.
Bagi kita saat ini, mukjizat terbesar yang harus kita syukuri setiap hari adalah mukjizat pertobatan dan pengampunan dosa. Mukjizat bahwa Tuhan telah membangkitkan kita dari kematian rohani melalui firman-Nya, dan memelihara kita di dalam anugerah Baptisan Kudus.
Jemaat terkasih, Kristus telah bangkit. Ia mengampuni keraguan kita, Ia mencela kedegilan kita untuk menyadarkan kita, dan Ia mengutus kita ke dunia. Beritakanlah Injil-Nya, peliharalah iman yang telah Ia anugerahkan, dan biarlah terang kebangkitan-Nya selalu menuntun jalan kita menuju kehidupan kekal. Terpujilah Kristus. Amin.
Doa Penutup:
Ya Allah Bapa yang mahakasih, kami mengucap syukur atas anugerah kebangkitan Putra-Mu, Yesus Kristus, yang telah mengalahkan maut dan menebus segala dosa kami. Ampunilah kami jika sering kali hati kami degil dan diliputi keraguan, serta tolonglah kami agar melalui kuasa Roh Kudus dan firman yang telah ditaburkan hari ini, iman kami terus dibangkitkan dari kematian rohani. Peliharalah kami senantiasa di dalam kasih karunia Baptisan Kudus yang telah menyatukan kami dengan kematian dan kebangkitan Kristus, serta mampukanlah kami menjadi saksi-saksi-Mu yang setia memberitakan Injil keselamatan di tengah dunia ini. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus dengarkanlah doa kami. Amin.
Pdt. Mika Simanjuntak
Evangelium di Paskah II: Senin, 6 April 2026
Doa Pembuka:
Damai sejahterah Allah yang melampaui segala akal itu lah yang memberkati hati dan pikiran saudara di dalam Kristus Yesus. Amin.
Khotbah Evangelium:
Bapak, Ibu, serta Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus.
Pada Minggu Paskah I, gereja kita penuh dengan sorak-sorai kemenangan karena kubur telah kosong. Namun, sering kali ketika kita kembali pada rutinitas sehari-hari, euforia Paskah itu perlahan memudar. Kita kembali berhadapan dengan realitas dunia yang keras: tantangan ekonomi, sakit penyakit, dan bayang-bayang kematian. Oleh karena itu, Firman Tuhan hari ini hadir untuk memperkuat kembali esensi dari kebangkitan Kristus di tengah keseharian kita.
Nabi Yesaya menggambarkan kondisi umat Tuhan tanpa campur tangan-Nya dengan sebuah kiasan yang menyayat hati. Ia melukiskan seorang perempuan hamil tua yang menggeliat menahan sakit luar biasa saat bersalin. Namun setelah semua jerih payah dicurahkan, ia hanya “melahirkan angin”, yang berarti tidak ada kehidupan baru, dan tidak ada keselamatan yang tercipta.
Bukankah ini sering menjadi cerminan hidup kita? Kita hidup di dunia yang fana dan sering kali diliputi berbagai ketakutan, takut akan penyakit, cemas memikirkan keluarga, atau panik saat musibah datang. Kita berjuang mati-matian memeras keringat demi mengamankan masa depan. Namun tanpa Tuhan, semua jerih payah manusia pada akhirnya hanyalah kesia-siaan belaka yang berujung pada kegelapan. Kematian seolah menjadi garis akhir yang menakutkan dan tak terhindarkan.
Waktu dan sisa hidup kita di dunia ini sangatlah terbatas. Dunia sering kali membisikkan filosofi yang egois: “Makan, minum, dan bersenang-senanglah, karena besok kita mati! Habiskan waktumu untuk dirimu sendiri!” Tetapi, panggilan Kristus sangatlah berbeda. Tuhan meminta kita untuk mencurahkan kehidupan kita, baik itu waktu, tenaga, pelayanan, dan harta, bukan hanya untuk kepentingan pribadi, melainkan bagi Kerajaan Allah dan sesama. Mengapa kita berani melakukan pengorbanan itu? Karena kita percaya bahwa Tuhan telah menyediakan kehidupan kekal.
Mungkin ada yang bertanya, apa jaminan bahwa janji kehidupan kekal itu nyata? Sejak zaman Yesus, kelompok Saduki sudah meragukan kebangkitan. Namun, kekristenan adalah satu-satunya iman yang berani menjanjikan kebangkitan tubuh yang fisik dan nyata. Jaminan kita bukan sekadar filosofi indah, melainkan fakta sejarah: kubur yang kosong! Rasul Paulus menegaskan bahwa Yesus yang bangkit telah menampakkan diri kepada Petrus, Yakobus, dan lebih dari 500 orang sekaligus. Mereka melihat dan menyentuh-Nya. Yesus benar-benar hidup!
Karena Kristus hidup, maka nubuat Yesaya 26:19 digenapi dengan sempurna: “Ya, TUHAN, orang-orang-Mu yang mati akan hidup pula, mayat-mayat mereka akan bangkit pula. Hai orang-orang yang sudah dikubur di dalam tanah bangkitlah dan bersorak-sorai!”
Pada hari Jumat Agung, Yesus merentangkan tangan-Nya di atas kayu salib untuk mengambil sengat maut yang seharusnya membinasakan kita. Ia menanggung sengatan itu di dalam tubuh-Nya sendiri agar kita selamat. Seperti yang diserukan oleh Rasul Paulus, “Hai maut, di manakah sengatmu?” Sengat kematian itu sudah tidak ada lagi bagi anak-anak Allah.
Tentu, sebagai manusia biasa, kita akan tetap menitikkan air mata ketika berdiri di tepi makam orang-orang yang kita kasihi. Kesedihan adalah hal yang sangat manusiawi. Namun, Tuhan Yesus berjanji: “Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.” Kematian fisik belum sepenuhnya hilang, tetapi pemakaman bukanlah tempat di mana maut berkuasa. Pemakaman orang percaya adalah wilayah kekuasaan Yesus Kristus. Di sana, tubuh orang-orang kudus sedang beristirahat menantikan kedatangan-Nya.
Oleh karena itu marilah kita kembali memeriksa diri. Janganlah hidup dalam ketakutan akan kematian, namun jangan juga membuang waktu hanya untuk menimbun harta duniawi yang fana. Curahkanlah hidupmu untuk melayani Tuhan. Ajarlah keluarga tentang kasih Kristus, ambil bagian dalam pelayanan, dan tolonglah sesama.
Kewarganegaraan kita ada di surga. Kita menantikan saat di mana Sang Penjaga Jiwa memanggil nama kita, dan kita akan bangkit, mengenakan tubuh kemuliaan, serta bersorak-sorai selamanya. Terpujilah Kristus yang telah bangkit dan menang. Amin.
Doa Penutup:
Ya Allah Bapa sumber kehidupan, kami mengucap syukur atas kemenangan Paskah yang nyata. Terima kasih karena Engkau telah mengaruniakan Kristus untuk mengalahkan maut, memberikan kami pengharapan yang pasti. Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk tidak menyia-nyiakan waktu yang singkat di dunia ini. Tolonglah kami agar tidak hidup dalam ketakutan atau hanya mengejar perkara duniawi yang fana. Sebaliknya, ajarlah kami untuk berani mencurahkan hidup kami demi melayani Engkau dan mengasihi sesama. Hiburkanlah setiap hati yang sedang berdukacita, dan teguhkanlah iman kami agar selalu mengingat bahwa kewarganegaraan kami ada di surga. Pimpinlah langkah kami memasuki minggu yang baru ini, hingga kelak kami dibangkitkan dan bersorak-sorai bersama-Mu di dalam kemuliaan yang kekal. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, Sang Kebangkitan dan Hidup, kami berdoa. Amin.
Pdt. Mika Simanjuntak
Epistel di Minggu Paskah I: Minggu, 5 April 2026
Nats: Hosea 6:1-6
6:1 “Mari, kita akan berbalik kepada TUHAN, sebab Dialah yang telah menerkam dan yang akan menyembuhkan kita, yang telah memukul dan yang akan membalut kita.
6:2 Ia akan menghidupkan kita sesudah dua hari, pada hari yang ketiga Ia akan membangkitkan kita, dan kita akan hidup di hadapan-Nya.
6:3 Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal TUHAN; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi.”
6:4 Apakah yang akan Kulakukan kepadamu, hai Efraim? Apakah yang akan Kulakukan kepadamu, hai Yehuda? Kasih setiamu seperti kabut pagi, dan seperti embun yang hilang pagi-pagi benar.
6:5 Sebab itu Aku telah meremukkan mereka dengan perantaraan nabi-nabi, Aku telah membunuh mereka dengan perkataan mulut-Ku, dan hukum-Ku keluar seperti terang.
6:6 Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran.
Pernahkah Anda merasa doa-doa Anda seolah tak kunjung dijawab? Ada kalanya kita berada dalam fase hidup yang begitu menekan—mungkin itu himpitan ekonomi yang kian berat, tagihan yang menumpuk, penyakit yang tak kunjung membaik, atau hubungan keluarga yang mendingin. Di masa-masa seperti itu, rasanya kita sedang berjalan di lorong gelap tanpa ujung. Tepat di tengah perasaan putus asa seperti itulah, firman Tuhan melalui Nabi Hosea memberikan sebuah janji yang sangat indah: “Ia akan menghidupkan kita sesudah dua hari, pada hari yang ketiga Ia akan membangkitkan kita, dan kita akan hidup di hadapan-Nya.” (Hosea 6:2)
Ratusan tahun setelah nubuat ini ditulis, janji tersebut digenapi secara sempurna dan menakjubkan: Yesus bangkit pada hari yang ketiga! Apa makna “hari ketiga” ini bagi pergumulan kita saat ini?
- “Hari Pertama dan Kedua” Adalah Masa Penantian
Ketika Yesus disalibkan, hari Jumat dan Sabtu adalah hari yang penuh keputusasaan bagi murid-murid-Nya. Harapan mereka hancur. Begitu juga dengan kita. “Hari pertama dan kedua” melambangkan masa-masa krisis dan penantian kita. Masa di mana kita menangis, berjuang, dan bertanya-tanya, “Tuhan, di mana Engkau?” Tuhan memahami rasa sakit di masa penantian itu.
- Kuasa Kebangkitan di “Hari Ketiga”
Kabar baiknya adalah: Tuhan tidak membiarkan kita terus berada di dalam kubur keputusasaan. Karena Yesus telah bangkit pada hari ketiga, Ia membuktikan bahwa tidak ada situasi yang terlalu mati, terlalu hancur, atau terlalu mustahil untuk dipulihkan oleh-Nya. Maut saja ditaklukkan-Nya, apalagi pergumulan finansial, sakit-penyakit, atau masalah keluarga kita. Ada waktu pemulihan yang sudah Tuhan siapkan bagi Anda.
- Apa yang Tuhan Rindukan dari Kita?
Selagi kita menantikan “hari ketiga” kita tiba, bagaimana seharusnya sikap kita? Hosea 6:6 memberikan jawabannya: “Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran.”
Di tengah penderitaan, Tuhan tidak meminta kita bersandiwara seolah-olah semuanya baik-baik saja dengan melakukan rutinitas agama yang kosong. Tuhan menginginkan hati kita yang hancur namun tetap percaya teguh kepada-Nya. Ia menyukai kasih setia kita yang tetap bersandar kepada-Nya, meskipun jawaban doa itu belum terlihat. Amin.
Pdt. Daniel Napitupulu, M.Min., M.Th- Kepala Biro Ibadah Musik HKBP
Renungan Harian HKBP: Sabtu, 4 April 2026
Doa Pembuka
Allah Bapa yang kami kenal di dalam Anak-Mu, Tuhan Yesus Kristus, kami mengucap syukur atas anugerah kehidupan yang masih Engkau berikan kepada kami. Biarlah Engkau tetap membimbing langkah kehidupan kami, lewat terang Firman-Mu. Amin.
Bapak Ibu, saudara/i terkasih dalam Kristus Yesus,
Firman Tuhan yang menjadi renungan kita hari ini, Sabtu 4 April 2026 diambil dari Yohanes 8:12, demikian:
Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: ”Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.”
Pernahkah kita salah dalam mengambil sebuah keputusan? Atau, pernahkah kita ambil satu langkah yang belum kita pahami sepenuhnya, tetapi tetap kita jalani karena merasa itu sudah benar? Sering kali kita baru menyadari kesalahan itu setelah semuanya berjalan. Seperti pernyataan, “penyesalan datang terlambat.” Kita sering mengira diri kita sudah benar, sudah kuat, atau sudah layak. Padahal, di tengah situasi dunia yang semakin rumit dan berkembang saat ini, kita justru semakin kehilangan arah, seolah-olah berjalan di tengah keramaian, tapi tidak tahu kemana melangkah.
Tapi hari ini, Yesus berkata pada kita,
“Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.”
Pernyataan ini muncul di tengah perdebatan Yesus dengan orang Farisi pada Hari Raya Pondok Daun. Dalam perayaan ini, ada tindakan liturgis, di mana lampu-lampu besar di Bait Allah dinyalakan sebagai simbol bahwa Allah adalah terang bagi umat-Nya. Di tengah situasi itulah, Yesus berkata bahwa Dialah terang itu sendiri, yang disimbolkan di dalam perayaan itu. Artinya, Ia tidak hanya menunjuk simbol itu, tetapi berkata bahwa “Terang itu sudah datang, sudah hadir, dan kini berada di tengah-tengah kita.” Dialah yang selama ini disimbolkan oleh terang di perayaan tersebut. Terang itu berasal dari Allah, dan sekarang hadir dalam diri Yesus.
Bapak Ibu, saudara/i terkasih dalam Kristus Yesus,
Kita telah melewati Jumat Agung, dan akan memasuki Minggu Paskah, di mana Yesus bangkit mengalahkan kematian. Minggu Paskah mengajarkan bahwa keselamatan tidak lahir dari kelayakan dan kekuatan kita. Manusia tidak mampu menyelamatkan dirinya dari dosa dan kegelapan. Keselamatan itu hanya dari Allah melalui Yesus Kristus. Dia hadir sebagai terang dunia. Terang itu masuk ke dalam kegelapan dunia bukan untuk menghakimi, melainkan untuk menyelamatkan kita dari kegelapan. Dan terang itulah yang menjadi sumber dan penuntun hidup kita saat ini.
Marilah kita terus hidup dalam terang Kristus. Tantangan, kesulitan, dan penderitaan dalam dunia ini tidak dapat kita hadapi hanya dengan kekuatan sendiri, tetapi hanya di dalam terang-Nya. Terang itulah yang menuntun kita melewati jalan hidup yang tidak mudah dan sering kali gelap. Karena keselamatan kita pasti di dalam Dia, kita memiliki kekuatan untuk tetap berjalan, bukan karena kita kuat, melainkan karena Dia yang menopang. Seperti yang Yesus katakan, “Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” Terang Kristus tidak pernah meninggalkan kita dalam kegelapan, terang itu tidak pernah padam dalam kegelapan. Terang itulah yang terus menuntun dan menerangi kita, langkah demi langkah, bahkan ketika kita tidak melihat seluruh jalan di depan kehidupan kita. Amin.
Doa Penutup
Tuhan, terima kasih atas kebaikan-Mu, terlebih Firman hari ini. Bantu kami hidup dalam Firman-Mu setiap hari dan menjawab panggilan-Mu dengan iman dan ketaatan. Amin.
CPdt. Daniel Purba
Evangelium di Jumat Agung: Jumat, 3 April 2026
Doa Pembuka: Damai sejahtera dari Allah Bapa, yang melampaui akal dan pengertianmu, itulah kiranya yang memelihara hati dan pikiranmu. Di dalam Yesus Kristus Tuhan. Amin.
Bapak Ibu, saadara/i sekalian yang terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus Firman Tuhan di Jumat Agung Peringatan Hari Kematian Tuhan Yesus tanggal 3 April 2026, diambil dari Matius 27 : 45-56. Saya akan bacakan, Demikian Firman Tuhan.
45 Pada tengah hari, selama tiga jam, seluruh negeri itu menjadi gelap.
46 Pukul tiga sore, Yesus berteriak dengan suara keras, “Eli, Eli, lama sabakhtani?” yang berarti, “Ya Allah-Ku, ya Allah-Ku, mengapakah Engkau meninggalkan Aku
47 Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ berkata: “Ia memanggil Elia.”
48 Dan segeralah datang seorang dari mereka; ia mengambil bunga karang, mencelupkannya ke dalam anggur asam, lalu mencucukkannya pada sebatang buluh dan memberi Yesus minum.
49 Tetapi orang-orang lain berkata: “Jangan, baiklah kita lihat, apakah Elia datang untuk menyelamatkan Dia.”
50 Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.
51 Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah,
52 dan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit.
53Dan sesudah kebangkitan Yesus, mereka pun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang.
54 Kepala pasukan dan prajurit-prajuritnya yang menjaga Yesus menjadi sangat takut ketika mereka melihat gempa bumi dan apa yang telah terjadi, lalu berkata: “Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah.”
55 Dan ada di situ banyak perempuan yang melihat dari jauh, yaitu perempuan-perempuan yang mengikuti Yesus dari Galilea untuk melayani Dia.
56 Di antara mereka terdapat Maria Magdalena, dan Maria ibu Yakobus dan Yusuf, dan ibu anak-anak Zebedeus.
Bapak/Ibu, saudara/i sekalian yang terkasih Dalam Nama Tuhan, Matius 27:45–56 menggambarkan salah satu momen paling menggetarkan dalam kisah penyaliban Yesus. Dari tengah hari hingga pukul tiga sore, kegelapan menyelimuti seluruh daerah. Di tengah suasana itu, Yesus berseru dengan suara nyaring, “Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” Seruan ini bukan hanya ungkapan kesakitan fisik, tetapi juga jeritan jiwa yang sedang menanggung beban yang sangat berat. Ayat ini mengundang kita untuk merenungkan makna penderitaan, kesendirian, dan kasih Allah yang begitu besar bagi manusia.
Bapak/Ibu, saudara/i yang terkasih di Dalam Nama Tuhan, kegelapan yang terjadi selama tiga jam itu memiliki makna yang dalam. Ini bukan sekadar fenomena alam biasa, melainkan tanda bahwa ada peristiwa rohani yang sangat besar sedang terjadi. Yesus, Anak Allah yang tidak berdosa, sedang memikul dosa seluruh umat manusia. Semua kesalahan, pelanggaran, dan dosa manusia ditanggung oleh-Nya di kayu salib. Dalam proses itu, Ia mengalami sesuatu yang sangat menyakitkan keterpisahan dari Allah Bapa. Seruan Yesus, “mengapa Engkau meninggalkan Aku?” menunjukkan betapa dalam penderitaan yang Ia alami. Untuk pertama kalinya, Ia merasakan jarak dengan Bapa. Ini adalah konsekuensi dari dosa yang Ia tanggung, karena dosa selalu membawa keterpisahan dari Allah. Namun, justru di situlah letak kasih yang luar biasa: Yesus rela mengalami keterpisahan itu agar kita tidak perlu mengalaminya. Menariknya, seruan ini sebenarnya adalah kutipan dari Mazmur 22. Mazmur tersebut dimulai dengan keluhan yang mendalam, tetapi berakhir dengan pengharapan dan kemenangan. Hal ini menunjukkan bahwa di tengah penderitaan yang paling gelap sekalipun, masih ada iman yang berpegang kepada Allah. Yesus tidak kehilangan iman-Nya; Ia tetap berseru kepada Allah sebagai “Allah-Ku.” Ini adalah ungkapan hubungan yang tetap ada, meskipun terasa seakan terputus. Dalam kehidupan sehari-hari, kita pun sering mengalami masa-masa “kegelapan.” Mungkin kita merasa doa kita tidak dijawab, usaha kita gagal, atau kita merasa sendirian menghadapi masalah. Dalam kondisi seperti itu, tidak jarang kita bertanya, “Tuhan, di mana Engkau?” Bahkan iman kita bisa terguncang. Namun, melalui peristiwa ini, kita belajar bahwa perasaan ditinggalkan tidak selalu berarti kita benar-benar ditinggalkan. Yesus memahami perasaan itu secara pribadi. Ia pernah berada di titik terdalam dari kesendirian dan penderitaan. Karena itu, ketika kita berseru dalam kesesakan, kita tidak berseru kepada Allah yang jauh dan tidak peduli, tetapi kepada Allah yang mengerti dan pernah mengalami penderitaan yang serupa. Ini memberikan penghiburan bahwa kita tidak sendirian dalam pergumulan kita. Selain itu, penderitaan Yesus memiliki tujuan yang mulia. Ia menanggung semua itu untuk membuka jalan bagi pemulihan hubungan antara manusia dan Allah. Apa yang tampak sebagai kekalahan sebenarnya adalah kemenangan. Kegelapan itu tidak berlangsung selamanya—setelahnya, ada kebangkitan dan kemenangan atas dosa dan maut. Ini menjadi pengingat bahwa dalam hidup kita pun, kegelapan tidak akan bertahan selamanya. Kadang-kadang, Tuhan mengizinkan kita melewati masa sulit bukan untuk menghancurkan kita, tetapi untuk membentuk iman kita. Dalam kegelapan, kita belajar untuk percaya bukan karena melihat, tetapi karena yakin akan kasih dan kesetiaan Tuhan. Seperti Yesus yang tetap berseru kepada Allah, kita pun diajak untuk tetap datang kepada-Nya, bahkan ketika hati kita penuh dengan pertanyaan.
Bapak/Ibu, saudara/i yang terkasih di Dalam Nama Tuhan, Matius 27:45–56 mengajarkan kita bahwa penderitaan bukanlah akhir dari segalanya. Yesus telah melalui kegelapan terdalam demi keselamatan kita, dan melalui itu Ia menunjukkan kasih yang tak terbatas. Ketika kita menghadapi masa sulit, kita dapat mengingat bahwa Tuhan mengerti, Tuhan peduli, dan Tuhan tetap bekerja, bahkan ketika kita tidak melihat-Nya. Karena itu, marilah kita belajar untuk tetap percaya di tengah kegelapan. Jangan menyerah ketika keadaan terasa berat. Berserulah kepada Tuhan dengan jujur, seperti Yesus melakukannya. Peganglah harapan bahwa setelah kegelapan, akan ada terang. Dan di dalam setiap proses itu, Tuhan sedang membentuk kita menjadi pribadi yang lebih kuat dan lebih dekat dengan-Nya.
Doa Penutup: Terima kasih Ya Tuhan Allah, untuk FirmanMu yang telah kami dengar. Ajari kami untuk selalu bersyukur memiliki Engkau, ajarkan kami bahwa betapa bahagianya kami karena Engkau begitu mengasihi kami. Dengan bimbingan rohMu, kami akan melakukan FirmanMu untuk kemuliaan namaMu. Kami serahkan hidup kami hari ini, esok dan selamanya hanya kedalam tangan pengasihanMu. Di dalam Yesus Kristus kami berdoa. Amin.
Pdt. Andar Panuturi Sitompul, S.Th., M.Sos- Fungsional di Biro Ibadah Musik HKBP
