"Minggu IX Dung Trinitatis
Topik: POLIN MANGIHUTHON JESUS (MENGIKUT YESUS SECARA TOTAL)"

Ev: Lukas 12:49-53/Ep: Psalmen 82:1-8

24 Calon Pelayan Menerima Tahbisan: Guru Huria, Bibelvrouw, dan Diakones

HKBP Ressort Pearaja - Tarutung, melayankan ibadah penahbisan gelombang ketiga kepada calon Guru Huria, calon Bibelvrouw, dan calon Diakones. Calon yang menerima tahbisan pada hari ini berjumlah 24 orang (3 calon Guru Huria, 7 calon Bibelvrouw, dan 17 calon Diakones). Penahbisan kali ini turut mengikutsertakan HKBP Ressort Jatisampurna Distrik XIX Bekasi sebagai panitia.


Ibadah penahbisan juga disiarkan secara virtual melalui Zoom HKBP Pusat dan Kanal YouTube Huria Kristen Batak Prostestan.


Dalam khotbahnya, Ompui Ephorus menjelaskan mengenai bagaimana manusia dapat hidup sebagai orang benar pada konteks masa kini. Menjadi manusia yang benar di hadapan Allah dapat dilakukan dengan hal sederhana, terutama pada zaman industri 4.0. Hendaklah kita tidak melakukan kejahatan ataupun mengikuti contoh yang buruk dalam ber-media sosial. 

Kejahatan yang sering tidak kita sadari pada masa pandemi ini juga, adalah sikap tidak mematuhi protokol kesehatan. Masyarakat yang tidak menggunakan masker dan merugikan sesamanya, telah turut dalam melakukan kejahatan. Kepatuhan dalam mengenakan masker, mengikuti vaksinasi, dan menjaga jarak, merupakan tindakan pelaku kebenaran. HKBP dalam hal ini juga telah berupaya untuk menjadi pelaku kebenaran, yakni dengan menjadi mediator penyebaran vaksin kepada masyarakat. Demikianlah berbagai hal yang dapat kita lakukan dalam rangka menjadi manusia yang benar di hadapan Allah, sesuai dengan teks khotbah pada hari ini. 


Ephorus juga mengingatkan calon yang akan menerima tahbisan, bahwa mereka bisa sampai pada titik seperti sekarang ini tentunya karena telah menjadi pelaku kebenaran, baik selama proses pembelajaran hingga praktek pelayanan. Oleh karena itu, hendaklah calon dapat tetap teguh menjadi pelaku kebenaran, jangan menggunakan pelayanan sebagai media melakukan kejahatan. Jika pelayan menjauhi kejahatan, Allah akan senantiasa membimbing dan menemani kehidupan setiap orang yang benar. Allah selalu mendengarkan jeritan kesusahan para pelaku kebenaran.

Penahbisan dilakukan oleh Ompui Ephorus, Pdt. Dr. Robinson Butarbutar, didampingi Sekretaris Jenderal, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST, dan Pimpinan HKBP lainnya.





Pada sesi kata sambutan, Pendeta Ressort HKBP Jatisampurna, Pdt. Helbin Bancin, M.Th: di situasi yang sulit untuk melakukan pertemuan seperti sekarang, HKBP Ressort Jatisampurna merasa bersyukur dapat membantu berjalannya ibadah penahbisan ini. Kepada penerima tahbisan, kiranya tidak menjadi pelayan yang bersungut-sungut dalam penempatan di masa mendatang. Menambahi, beliau menegaskan bahwa seluruh pelayan tahbisan di HKBP adalam tim. Hendaklah keberagaman tahbisan dapat bersatu dalam melayani jemaat dengan kerendahan hati.


Mewakili HKBP Ressort Pearaja, St. M. Simorangkir menyampaikan selamat kepada pelayan yang baru saja menerima tahbisan. Kiranya hadirin yang mengikuti ibadah hari ini tetap dalam sukacita yang penuh, dan bagi para pelayan, agar dapat melayani seluruh jemaat dengan baik. 


Ucapan syukur juga disampaikan oleh Diak. Sari Situmorang, S.Ag, mewakili calon yang baru menerima tahbisan. Beliau mengucap syukur atas kerja sama seluruh pihak yang telah mengupayakan ibadah penahbisan hari ini. Kepada semuanya, Diak. Sari memohon doa dan dukungan agar pelayan dapat melayani dengan penuh kasih dan teguh, baik hari ini maupun pada masa yang akan datang.


Pdt. Debora Purada Sinaga, M.Th, Kepada Departemen Diakonia mewakili Pimpinan HKBP dalam menyampaikan selamat kepada calon yang baru menerima tahbisan. Beliau turut menyampaikan ucapan terimakasih, baik kepada HKBP Ressort Jatisampurna dan juga HKBP Ressort Pearaja yang telah bersedia bahu membahu mengadakan ibadah penahbisan pada hari ini. Kadep Diakonia juga menekankan kepada calon yang baru menerima tahbisan, agar memberikan perhatian kepada anak-anak. Pelayanan kepada anak-anak merupakan elemen penting yang menjadi tanggungjawab bersama. Lansia juga patut menjadi sorotan, agar kasih Allah dapat tersalurkan secara holistik melalui para pelayan-Nya.



Pustaka Digital