Doa Pembuka: Marilah kita berdoa! Allah Bapa yang bertahta di Kerajaan Sorga, Allah Sang Pemilik kehidupan, kami mengucap syukur atas pernyertaan dan berkat Tuhan yang selalu kami rasakan disepanjang kehidupan kami. Kami juga bersyukur dan bersukacita atas satu hari baru yang Engkau anugerahkan bagi kami. Pada saat ini ya Allah kami hendak dituntun oleh Firman-Mu, berilah kami hikmat kebijaksanaan, agar Firman ini dapat menjadi pegangan kami dalam menjalani kehidupan. Dalam Kristus kami berdoa, Amin.
Bapak Ibu, saudara-saudari Firman Tuhan yang menjadi renungan kita hari ini diambil dari 1 Tesalonika 1:5 beginilah Firman Tuhan.
“Sebab Injil yang kami beritakan bukan disampaikan kepada kamu dengan kata-kata saja, tetapi juga dengan kekuatan oleh Roh Kudus dan dengan suatu kepastian yang kokoh. Memang kamu tahu, bagaimana kami bekerja di antara kamu oleh karena kamu”.
Bapak Ibu yang terkasih, untuk memahami ayat ini mari membayangkan sebuah benda yang sangat akrab dengan kita yaitu Baterai ponsel. Bayangkan kita memiliki sebuah ponsel yang canggih, layarnya jernih, dan fiturnya lengkap. Namun, jika baterainya kosong atau rusak, ponsel itu hanyalah seonggok besi dan plastik yang mati. Kita bisa memegang ponsel itu, melihat bentuknya, tapi kita tidak bisa melakukan apa pun dengannya. Bapak Ibu, banyak orang Kristen termasuk kita, memperlakukan Injil seperti ponsel tanpa baterai. Kita tahu ceritanya, Kita hafal ayat-ayatnya, Kita tahu perintah dan larangan Allah, kita hafal lagu puji-pujian, tapi tidak ada “daya” atau kekuatan yang mengalir dalam hidup kita. Paulus menegaskan bahwa Injil yang sejati itu seperti ponsel yang terisi penuh daya; ia hidup, ia berfungsi, dan ia membawa dampak nyata. Ternyata, Injil itu harus masuk ke dalam hidup kita, bereaksi di dalam batin kita, dan akhirnya menyembuhkan serta mengubah karakter kita.
Ayat ini merupakan sebuah teguran bagi kita dan mengajarkan bahwa perubahan hidup seseorang bukan karena banyaknya kita tahu cerita Alkitab, bukan karena kita pandai berdoa atau pintarnya kita belajar teologi. Perubahan itu terjadi karena ada kuasa Roh Kudus. Artinya, kalau hari ini Bapak Ibu saudara/i merasa sulit melepaskan kebiasaan buruk, atau sulit memaafkan orang, jangan hanya mengandalkan kekuatan pikiran sendiri. Kita perlu datang kepada Tuhan dan mengakui bahwa kita butuh Roh Kudus untuk bekerja. Keselamatan dan pemulihan hidup itu sepenuhnya adalah pekerjaan Tuhan di dalam kita, bukan hasil usaha sendiri.
Secara praktis, apa dampaknya bagi hidup kita? Pertama, mari kita berhenti menjadi orang Kristen yang “berisik” tapi kosong. Dunia tidak butuh khotbah panjang dari mulut kita; dunia butuh melihat bukti bahwa Tuhan itu hidup melalui sikap kita. Kalau kita mengaku percaya Yesus yang penuh kasih, tapi kita sendiri masih suka marah-marah tanpa alasan berarti Injil baru sampai di level kata-kata, belum menjadi kekuatan yang mengubah karakter.
Kedua, ayat ini memberi kita ketenangan. Saat kita ingin berbagi kebaikan atau bercerita tentang Tuhan kepada anak, pasangan, atau teman, kita tidak perlu merasa terbebani untuk menjadi orang yang paling pintar bicara. Paulus sendiri bukan orang yang selalu hebat bicaranya, tapi dia punya keyakinan yang kokoh dan hidup yang tulus. Tugas kita hanyalah hidup benar dan bicara jujur tentang kebaikan Tuhan, lalu biarkan Roh Kudus yang melakukan bagian-Nya untuk menyentuh hati orang tersebut.
Jadi, mari kita minta kepada Tuhan agar Injil-Nya tidak berhenti di mulut kita saja, tapi mengalir ke tangan kita untuk bekerja dengan jujur, ke kaki kita untuk melangkah di jalan yang benar, dan ke hati kita agar kita bisa mengasihi dengan tulus. Amin.
Doa Penutup: Kami bersyukur Tuhan atas FirmanMu yang mengingatkan kami agar Injil-Mu tak berhenti hanya di telinga atau mulut kami, tetapi biarlah kuasa-Mu mengubah karakter kami, melembutkan hati kami yang keras, dan memampukan kami menjadi saksi-Mu yang nyata melalui perbuatan kami. Mampukan kami untuk meneladani Engkau dan mengandalkan Engkau disetiap langkah kehidupan kami. Biarlah hidup kami selalu memancarkan perbuatan-perbuatan baik supaya Nama-Mu selalu dimuliakan. Dalam Kristus kami berdoa, Amin.
C.Pdt. Naomi Greta Angelia Panjaitan, S.Th – LPP I di Biro TIK HKBP


