Ephorus HKBP: Di Tengah Perang Israel-Iran, Jadilah Pembawa Damai!

Dokumentasi Foto

PEARAJA TARUTUNG (2/3) – Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST., secara resmi mengeluarkan Surat Pastoral Nomor 238/L.08/III/2026 pada Senin, 2 Maret 2026. Surat ini merupakan respons resmi gereja terhadap meningkatnya ketegangan geopolitik antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran di Timur Tengah.

Dalam surat tersebut, HKBP menyampaikan keprihatinan mendalam atas dampak kemanusiaan, sosial, dan ekonomi global yang ditimbulkan oleh konflik bersenjata tersebut. HKBP menekankan bahwa situasi dunia saat ini sangat kompleks dan sensitif, sehingga umat diminta untuk tidak terburu-buru memberikan penilaian emosional.

Ephorus menjabarkan lima poin sikap iman bagi jemaat, yakni:

  1. Berdoa dengan sungguh agar kekerasan segera dihentikan dan dialog damai dibuka.

  2. Mendoakan pemimpin dunia agar diberi hikmat untuk mengutamakan kemanusiaan di atas kepentingan sempit.

  3. Menghidupi nilai perdamaian mulai dari lingkungan keluarga, gereja, hingga lembaga pendidikan.

  4. Menjaga kerukunan nasional dengan tidak menyebarkan hoaks atau ujaran kebencian yang dapat memecah belah persatuan di Indonesia.

  5. Bersikap bijak dalam pengelolaan keuangan di tengah ketidakpastian ekonomi global akibat perang.

“Kita mungkin tidak memiliki kuasa untuk menghentikan peperangan dengan tangan kita. Namun kita memiliki kuasa untuk memilih sikap: tidak menyulut kebencian, tidak memperluas permusuhan, dan tetap menjadi pembawa damai,” tegas Pdt. Victor Tinambunan dalam pesan tertulisnya.

Surat pastoral ini ditutup dengan kutipan ayat Alkitab dari Matius 5:9, mengajak seluruh jemaat untuk tetap berdiri teguh dalam iman, pengharapan, dan kasih di tengah gejolak dunia.

Scroll to Top