Doa Pembuka:
Ya Tuhan Allah yang Maha Pengasih, tiada berkesudahan kasihMu bagi seluruh ciptaan, yang membuat kami bertahan dalam iman dan pengharapan. FirmanMu selalu kami rindukan, sebab itulah panduan bagi hidup kami. Oleh karena itu, berfirmanlah Engkau ya Tuhan sebab kami telah siap untuk mendengarnya. Amin.
Renungan:
Matius 5:16 – Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di Sorga.
Saudara/i yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus. Firman Tuhan hari ini berbicara mengenai terang yang bercahaya di depan orang. Terang itu muncul bukan dari kemampuan manusia, tetapi dari Kristus yang tinggal di dalam hati kita. Ketika Ia hadir, hidup kita berubah, dan perubahan itu tidak dimaksudkan menjadi rahasia. Terang yang sejati tidak bisa disembunyikan. Ia akan tampak melalui sikap, pilihan, dan tindakan konkret yang mencerminkan kasih Tuhan. Dunia melihat Kristus bukan pertama-tama lewat kata-kata kita, tetapi lewat perbuatan baik yang lahir dari iman yang hidup.
Perlu diingat dengan baik bahwa menjadi seorang Kristen bukan hanya soal keselamatan pribadi. Kita diselamatkan untuk suatu tujuan: menjadi saksi Kristus di tengah dunia yang sering tertutup oleh kegelapan egoisme, keputusasaan, dan ketidakadilan. Iman bukan sekadar keyakinan di dalam hati, tetapi panggilan untuk menghadirkan kebenaran dan kasih Allah dalam kehidupan nyata. Ketika kita hidup sebagai orang yang jujur, adil, peduli, sabar, dan penuh belas kasihan, kita sedang menerangi lingkungan kita.
Namun Yesus menegaskan tujuan dari terang itu agar Bapa dimuliakan. Perbuatan baik bukan panggung untuk mempromosikan diri, melainkan sarana agar orang melihat kesetiaan Allah dalam hidup kita. Ketika kita menolong, mengampuni, atau mengulurkan tangan bagi mereka yang terluka, kita sebenarnya sedang memantulkan kasih Kristus. Terang kita hanyalah pantulan dari Terang Sejati itu sendiri.
Dalam dunia yang gelap, terkadang kita merasa terang kita terlalu kecil. Tetapi bahkan lilin kecil dapat mengubah ruangan yang gelap. Tuhan tidak meminta kita bersinar sebesar matahari; Ia hanya meminta kita setia. Setia pada kebaikan, setia pada kasih, setia pada karakter Kristus yang hidup dalam diri kita.
Maka marilah hari ini kita memilih untuk menjadi terang — dalam keluarga, pekerjaan, pelayanan, bahkan dalam tutur kata sederhana. Biarlah orang melihat perbuatan kita dan bukan memuji kita, melainkan mengenal dan memuliakan Allah yang bekerja melalui hidup kita. Amin.
Doa Penutup:
Terimakasih ya Tuhan Allah, kasihMu dan penyertaanMu-lah yang kami andalkan untuk menjalani kehidupan kami saat ini, dan seterusnya. Kiranya Tuhan diam dalam hati kami, dan menggunakan kami sebagai alatMu untuk memancarkan cahayaMu bagi orang lain, baik dari perkataan, perilaku, dan setiap bagian dari kehidupan kami, demi kemuliaan NamaMu. Ya Tuhan kami sadar bahwa tanpa pertolongan Tuhan kami tidak akan mampu melewati hari-hari kami, semoga Tuhan berkenan untuk menemani kami semua untuk menjalani hidup kami di hari-hari yang akan datang. Ampuni segala dosa dan kesalahan kami ya Tuhan, kiranya Tuhan melayakkan kami untuk menjadi alatMu. Terimalah doa yang kami panjatkan dalam Nama AnakMu Tuhan Yesus Kristus. Amin.
Pdt. Mika Simanjuntak – Pendeta Fungsional di Biro TIK



