"Alai borngin i diida si Paulus di bagasan tondina ma Tuhan i na mandok tu ibana: Unang ma ho mabiar; hatahon ma, unang ma ho mauhom!

Pada suatu malam berfirmanlah Tuhan kepada Paulus di dalam suatu penglihatan: "Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam!"

Ulaon ni Apostel 18:9

Bersama STGH HKBP Menuju Ending Aids 2030

Selasa, 01 Februari 2022 Departemen Diakonia melalui HKBP AIDS Ministry (HAM) melaksanakan sosialisasi “Pencegahan Penularan Covid-19” serta “Bersama STGH HKBP Menuju Ending AIDS 2030.” Kegiatan ini dilaksanakan di ruang ibadah Sekolah Tinggi Guru Huria (STGH) HKBP, dan hadir peserta sebanyak 150 mahasiswa, didampingi oleh empat orang dosen dan staf.

Dua orang yang menjadi narasumber yaitu: dr. Tihar Hasibuan, MARS (Ketua HAM) yang mensosialisasikan “Pencegahan Penularan Covid-19” dan Diak. Berlina Sibagariang (Sekretaris Eksekutif HAM) menjelaskan “Pencegahan Penularan HIV AIDS". Sosialisasi dimoderasi oleh C.Diak. Nadia Manurung, S.Ag.


Materi yang disampaikan pertama adalah tentang “Pencegahan Penularan Covid-19”. Melihat bahwa saat ini telah muncul varian baru dan kemungkinan seiring berjalannya waktu, virus ini akan terus bermutasi. Padahal, sudah banyak masyarakat yang tidak lagi mematuhi protokol kesehatan, masih ada yang tidak percaya dan melalaikan anjuran pemerintah di masa pandemi Covid-19. Parahnya lagi, bahkan banyak yang menolak vaksinasi. Oleh sebab itu, tujuan dari kegiatan ini adalah mengingatkan mahasiswa untuk tetap menerapkan protokol kesehatan serta menjadi informator pencegahan Covid-19 kepada jemaat dan masyarakat. Setelah penyampaian materi, berlangsung diskusi melalui tanya jawab.


Berlanjut, sesi yang kedua membahas topik “Bersama STGH HKBP Menuju Ending AIDS 2030”. Materi ini sangat baik diketahui oleh para pemuda (dalam hal ini adalah mahasiswa), supaya dapat menjaga diri untuk tidak terinfeksi HIV, juga menjadi informator kepada jemaat dimana mereka kelak melayani, sehingga ending AIDS 2030 dapat tercapai dengan tiga nol: nol infeksi baru HIV, nol kematian karena AIDS, dan nol stigma diskriminasi terhadap Orang dengan HIV AIDS. Pada sesi ini, diperkenalkan juga sebuah aplikasi dengan nama “Ketahui statusmu” yang dibangun oleh HAM, diinstal dari playstore untuk mengetahui seberapa tinggi risiko seseorang terinfeksi HIV. Aplikasi ini dapat dipakai oleh peserta untuk menjangkau orang-orang untuk datang ke layanan kesehatan ketika hasil deteksi resiko terinfeksi mereka tinggi. Selain itu, mereka diajar untuk dapat mengajarkan cara menjaga diri guna terhindar dari pelecehan seksual kepada anak-anak sekolah minggu, melalui nyanyian sederhana. Melalui sesi ini, mahasiwa telah memiliki pemahaman yang sama tentang HIV AIDS, sehingga diharapkan tidak ada lagi stigma dan diskriminasi terhadap Orang dengan HIV AIDS oleh mahasiswa STGH. Pada sesi ini, HAM mengajak mahasiswa untuk datang berkunjung ke House of Love Nainggolan-Samosir untuk melihat kehidupan anak-anak dengan HIV yang diasuh oleh HAM.


Mahasiswa sangat antusias mengikuti sosialisasi ini, terlihat dari banyaknya mereka yang melontarkan pertanyaan pada kedua narasumber, sehingga menghabiskan waktu 3,5 jam. Setelah kedua sesi berlangsung, HAM menyerahkan buku “ODHA Bukan Akhir Segalanya” kepada STGH yang dapat menjadi referensi di perpustakaan mereka. Selain itu, diserahkan juga dua buah stand banner tentang Pencegahan Penularan Covid dan Pencegahan Penularan HIV. Bersama STGH HKBP memutus rantai penyebaran Covid-19 serta bersama menuju Akhir AIDS 2030.

HKBP menjadi berkat bagi dunia