"Alai didok ma tu ibana: Dipalua haporseaonmi do ho, inang! Mardame ma ho laho! Sai malua ma ho sian parniaeanmi!

Maka kata-Nya kepada perempuan itu: "Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!""

Markus 5 : 34

Biro TIK HKBP Selanggarakan Pelatihan Digitalisasi, Informasi, dan Komunikasi

Senin (3/5/21), Biro Teknologi, Informasi, dan Komunikasi mengadakan pelatihan kepada staf di Kantor Pusat HKBP, khususnya kepada pelayan dan pegawai di Biro Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (TIK) sebagai pioneer bidang teknologi beserta dua (2) orang perwakilan per Distrik yang ada di wilayah Sumatera Utara dan Aceh-Tanah Alas. Adapun pelaksanaan pelatihan ini merupakan kerjasama HKBP dengan United Evangelical Mission (UEM), secara khusus UEM Departemen Asia.


Kita mengetahui bahwa saat ini kita berada direvolusi industri 4.0 yang serupa dengan evolusi industri sebelumnya. Perubahan yang ditawarkan di setiap revolusi adalah solusi-solusi untuk kegiatan produksi yang dilakukan oleh manusia. Era kita saat ini telah memasuki masa yang segala sesuatu dapat diekrjakan secara digitan dengan dorongan kemajuan internet, atau yang kita kenal dengan Internet of Things (IoT). Adanya Internet of Things ini akan sangat membantu meningkatkan produktifitas yang dilakukan oleh manusia dengan lebih cepat dengan tenaga yang lebih sedikit dengan bantuan artificial intellegence (AI). Hal inilah yang menjadi dasar bagi pelayanan Biro TIK HKBP memperlengkapi para pelayan agar mengikuti perubahan ini agar turut meningkatkan produktifitas kinerja dan tidak terhambat karena ketidaksiapan dalam menanggapi perubahan tersebut.


Pembukaan pelatihan digitalisasi, informasi dan komunikasi ini dimulai dengan ibadah pembukaan yang dipimpin oleh Kepala Biro Oikumene HKBP, Pdt. Sondang Napitupulu, MTh. Nats renungan untuk mengawali pelatihan ini tertulis dalam Roma 12:2, “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” Dalam kotbahnya, Kepala Biro Oikumene mengapresiasi kerjasama yang baik HKBP dengan UEM dan melihat pelatihan ini adalah pelatihan yang sangat dibutuhkan pada masa saat ini. Pengkotbah menjelaskan bahwa setiap masa berganti dari tahun ke tahun, dan pada saat ini digitalisasi mengambil peran penting dalam tingkat pelayanan dan pekerjaan arus di HKBP. Pengkotbah juga menambahkan bahwa keikutsertaan para pelayan dan staf HKBP untuk menambah pengetahuan dalam bidang internetisasi bukanlah sesuatu yang salah, melainkan bentuk pelayanan baru untuk menjadi berkat bagi dunia. Pengetahuan akan internetisasi itu merupakan kehendak Allah untuk melakukan yang baik demi memajukan pelayanan HKBP.




Dalam ibadah pembukaan tersebut, Kepala Biro TIK, Pdt. Fortunate SMM. Siagian, S.Th., membuka pelatihan ini sebagai perwakilan pemimpin HKBP. Setelah ibadah pembukaan pelatihan digitalisasi, informasi dan komunikasi, sesi selanjutnya di sampaikan oleh Ompui Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Robinson Butarbutar dengan judul “Information is Power”. Ompui menjelaskan tentang keterlibatan para pelayan dan staf HKBP sebagai orang-orang yang menyampaikan kabar baik dan berita baik. Ephorus menyampaikan bahwa sudah seharusnya kita mengisi informasi dengan berita baik dan benar. Ada sebuah ungkapan yang mengatakan “semakin baik informasi yang seseorang yang miliki, maka dia akan lebih menguasai dan mengontrol peristiwa-peristiwa”. Ketika kita mau menyampaikan berita ke publik, maka kita akan mampu menguasai serta mengontrol pemberitaan. Jika ada yang menyalahgunakan informasi maka artinya menyalahgunakan kekuasaan. Pelayan dan staf adalah para pengabar berita baik, maka jangan meninggalkan ruang informasi, internetisasi, sebaiknya kita mengisinya dengan informasi-informasi yang baik. Dengan begitu, kita dapat mengontrol peristiwa dalam pelayanan kita, di tingkat HKBP dan ke Kristenan. Hal yang dapat kita lakukan adalah memberitakan dan menyebarkan berita pelayanan/pekerjaan dan peristiwa yang kita kerjakan. Berita itu harus kita tulis dengan baik dan secara akurat. Ephorus berharap bahwa pelatihan ini tidak hanya dilakukan sekali saja, melainkan sebaiknya dilakukan dengan berkelanjutan. 


Dengan adanya pelatihan yang berkelanjutan, para pelayan dan staf boleh terampil dalam menggunakan internetisasi, lalu dilanjutkan dengan kemampuan mengontrol technical skill. Sehingga, para pengguna media sosial tidak hanya mampu sebagai pengguna saja, namun juga pengelola yang bijak, dan pengontrol berita yang baik.


Peserta yang hadir sampai berita ini dituliskan adalah sebanyak 40 orang, dari 14 distrik di wilayah Sumatera Utara dan biro-biro yang ada di Kantor Pusat HKBP. Sesi selanjutnya akan dilanjutkan dengan Sesi II : Pelayanan Biro TIK (oleh Kepala Biro TIK HKBP), dan Sesi III : Digitalisasi Pelayan Gereja (oleh Sekretaris Jenderal HKBP). Pelatihan ini akan dilaksanakan sampai pada Rabu, 05 Mei 2021. (CDS)