Ephorus HKBP Apresiasi Kebijakan Lingkungan Presiden Prabowo dan Terbitkan Pesan Pastoral bagi Pekerja Terdampak Penutupan TPL

Dokumentasi Foto

Surabaya (23/1) – Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST, secara resmi menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas ketegasan pemerintah dalam mencabut izin operasional perusahaan yang merusak ekologi, termasuk PT Toba Pulp Lestari (TPL). Pernyataan ini diperkuat dengan terbitnya Pesan Pastoral Nomor 78/L08/I/2026 yang menegaskan komitmen gereja dalam mengawal hak-hak pekerja pasca-penutupan operasional perusahaan tersebut.

Dalam Ibadah Syukuran Awal Tahun Distrik XVII Indonesia Bagian Timur (IBT) di Surabaya, Ephorus menitipkan salam terima kasih kepada Presiden melalui Kepala BAPPISUS, Aries Marsudiyanto, S.E., M.M.. Gereja secara konsisten menyerukan penghentian operasional TPL sebagai bentuk panggilan profetis untuk merespons krisis iklim global, melindungi tanah ulayat, serta menjamin masa depan generasi mendatang.

 

Komitmen Gereja bagi Hak dan Masa Depan Pekerja

Menyadari dampak ekonomi yang muncul, Ephorus mengeluarkan pesan pastoral khusus bagi karyawan tetap, pekerja harian lepas, maupun pihak yang menggantungkan hidup pada TPL. HKBP berkomitmen untuk terus mendoakan, mendampingi, dan memperjuangkan hak-hak normatif pekerja agar dipenuhi secara adil dan bermartabat oleh pihak perusahaan serta pemerintah sesudah penutupan operasional.

Sebagai solusi keberlanjutan ekonomi, HKBP mendorong agar lahan konsesi TPL dikonversi secara bijaksana menjadi:

  • Hutan Lindung serta Tanah dan Hutan Adat.
  • Lahan Pertanian Pohon Produktif dan Hortikultura.
  • Lahan Mandiri bagi Pekerja Terdampak untuk menjamin kemandirian ekonomi yang berkelanjutan dengan pengaturan yang jelas.

 

Transformasi Iman di Distrik XVII IBT

Di tengah dinamika sosial yang muncul akibat kebijakan ini, HKBP mengimbau seluruh warga masyarakat, termasuk jemaat HKBP, untuk tetap memelihara persaudaraan dengan penuh kasih. Perjuangan menjaga ciptaan ditegaskan tidak boleh mengabaikan martabat manusia, sehingga dialog dan sikap saling menopang menjadi kunci dalam masa transisi ini.

Sejalan dengan semangat tersebut, ibadah ini juga meneguhkan Orientasi Pelayanan HKBP 2026: “Transformasi: Pengajaran Iman di Tengah Keluarga.” Mengacu pada nats Ulangan 6:4–7, Ephorus mengingatkan bahwa penguatan iman harus dimulai dari rumah tangga agar jemaat memiliki keteguhan dalam menghadapi berbagai perubahan zaman, baik secara spiritual maupun sosial-ekologis.

Acara syukuran ini turut dihadiri oleh Dr. Effendi Muara Sakti Simbolon, Ketua Umum Panitia Ulang Tahun HKBP ke-165 sekaligus Ketua Pengurus Yayasan UHN. Kehadiran berbagai elemen penting ini menunjukkan kesatuan gerak HKBP dalam menyambut tahun 2026 sebagai tahun pemulihan, baik bagi jiwa manusia maupun bagi bumi sebagai rumah bersama.

Scroll to Top