Renungan Harian HKBP Rabu, 4 Maret 2026

Shalom!

Sebelum kita merenungkan Firman Tuhan pada hari ini, kita satukan hati di dalam doa, kita berdoa “Terpuji dan termuliakanlah namaMu ya Allah Bapa di Surga karena kebaikanMu teramat besar di dalam kehidupan kami. Kami ingin mendengarkan FirmanMu. Baharuilah hati, jiwa, dan pikiran kami untuk dapat memahami dan melakukan FirmanMu. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, kami berdoa. Amin”

Firman Tuhan pada hari ini tertulis di dalam Kitab Daniel 1:8. Firman Tuhan berkata “Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanya kepada pemimpin pegawa istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya” Demikianlah Firman Tuhan.

Di tengah arus pencobaan, kita akan mudah sekali diombang-ambingkan bahkan ditenggelamkan di dalamnya. Namun demikian, jika kita memiliki iman dan karakter yang teguh maka kita akan mampu melawan arus tersebut. Inilah yang hendak disampaikan melalui Firman Tuhan pada hari ini. Firman yang diangkat dari kisah Daniel yang tetap teguh menjaga keteguhan iman dan karakternya. Daniel tetap memegang dengan teguh ritual keagamaannya sekalipun ia berada di sekitar orang-orang yang tidak sama dengannya. Sekalipun orang Kasdim mengubah namanya dari Daniel menjadi Beltsazar sebagai bentuk penerimaan dan penghormatan, namun Daniel tidak terpengaruh dan tetap teguh di dalam jati dirinya. Hal inilah yang menjadikan Daniel dan ketiga sahabatnya begitu istimewa di dalam istana pada masa itu.

Pertanyaan yang begitu penting kita gali melalui keteguhan hati Daniel adalah bagaimana Daniel mampu mempertahankan keteguhan iman dan karakternya tersebut? Kita dapat menemukan jawabannya pada ayat 4, yakni Daniel merupakan orang-orang muda yang tidak memiliki cela, berperawakan baik, memahami berbagai hikmat dan pengetahuan, ia juga cakap dalam segala pekerjaan. Artinya, Daniel membentuk dan membiasakan dirinya hidup dalam nilai-nilai yang baik. Hal yang tentunya tidak dicapai dalam satu malam. Daniel melakukannya dengan konsistensi dan keyakinan bahwa ia dapat melakukannya dan mempertahannya hanya oleh karena karunia Allah. Buahnya pun menjadi nyata dan dapat kita lihat pada ayat 9, yakni Allah mengaruniakan Daniel kasih dan sayang dari pemimpin pegawai istana sehingga dimanapun Daniel berada ia menjadi pribadi yang disenangi, dihormati, dan disegani.

Keteguhan Daniel di dalam menjaga iman dan karakternya, menghasilkan buah yang baik bagi dirinya dan orang-orang di sekitarnya. Demikianlah juga kita diarahkan untuk memiliki orientasi hidup seperti Daniel. Kita diarahkan untuk membentuk dan membiasakan diri kita pada segala yang Allah kehendaki. Langkah itu tidak selalu dimulai dari hal yang besar, namun justru berasal dari langkah-langkah kecil di dalam kehidupan sehari-hari. Perhatikanlah Daniel, ia membiasakan dirinya dengan menjaga diri dari dosa, menjaga kesehatan tubuh dan mental, menambah hikmat dan pengetahuan, dan ia terus mempelajari hal yang baru sehingga semakin cakap di banyak hal. Daniel juga melatih dirinya untuk memiliki kemampuan menyortir hal yang baik dan berguna bagi dirinya. Salah satunya melalui makanan dan minuman. Sekalipun ia berada di tengah istana dan keberadaannya disenangi setiap orang, ia tidak jatuh pada godaan sesaat. Makanan dan minuman yang biasa disantap raja tentu adalah kenikmatan yang dinantikan banyak orang. Namun demikian, Daniel tidak menjatuhkan dirinya pada kenikmatan sesaat. Ia tahu bahwa dimulai dari menikmati hal-hal yang sesaat akan membuat dirinya lupa pada jati dirinya sendiri dan kemudian menghancurkan keteguhan iman dan karakternya. Itulah sebabnya, Daniel memilih untuk tetap menyantap makanan yang sederhana sesuai dengan ajaran agamanya sebagai bagian pendisplinan dirinya sendiri.

Jemaat yang dikasihi di dalam Kristus Yesus, mulailah hari ini dan mulailah dari hal yang kecil. Bentuklah dan biasakanlah diri kita untuk hidup di dalam keteguhan iman dan karakter yang dikehendaki Allah. Kita tak perlu ragu bahkan khawatir karena Allah akan memperhatikan setiap usaha kita. Allah akan mengaruniakan Roh-Nya sehingga kita semakin dimampukan di dalam keteguhan hati kita tersebut. Allah tidak pernah lupa pada setiap orang yang bertahan di dalam keteguhan imannya. Allah akan memberkati dan memelihara kehidupannya. Kiranya kita semakin diteguhkan di dalam menjaga iman dan karakter kita yang berkenan di hadapan Allah. Amin!

Kita berdoa “Ya Allah, Bapa di Surga, kami sungguh bersyukur untuk Firman yang kami dengarkan pada hari ini. Kami sungguh rindu memiliki keteguhan iman dan karakter yang berkenan di hadapanMu. Karuniakanlah kami Roh dan HikmatMu sehingga ketika kami menyelesaikan doa ini, kami memiliki kekuatan untuk membentuk dan membiasakan diri di dalam perkenanan-Mu. Tolonglah kami agar kami tidak mudah digoyahkan oleh kenikmatan-kenikmatan sesaat yang justru membawa kami jauh dari padaMu. Kami menyerahkan kehidupan kami ini di dalam tangan pengasihanMu. Di dalam nama AnakMu yang Kudus, Tuhan Yesus Kristus, kami berdoa. Amin”

Anugerah dari Tuhan kita Yesus Kristus, kasih setia Allah Bapa, dan persekutuan Roh Kudus. Kiranya menyertai kamu sekalian. Amin!

 

Pdt. Serly Tampubolon

Scroll to Top