Pearaja (9/3) – “Tuhan menghadirkan sesuatu yang jauh lebih indah dari rencana manusia.” Pesan indah ini ditegaskan oleh Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST., saat menerima penyerahan hibah lahan dari keluarga besar (pomparan) St. Kornelius Lumbantobing di Kantor Pusat HKBP, Pearaja, Tarutung, Senin (9/3/2026). Pernyataan Ephorus tersebut merujuk pada sebuah proses panjang yang tak terduga. Selama lima tahun terakhir, Pimpinan HKBP bersama para arsitek telah merancang perluasan akses gerbang utama Kantor Pusat dan secara intensif berupaya mencari jalan untuk membeli lahan milik keluarga tersebut.
Ephorus HKBP mengatakan bahwa sejak 5 tahun lalu, sebelumnya sebagai Sekretaris Jenderal HKBP, ia telah meminta bantuan beberapa pihak untuk menghubungi pemilik lahan tersebut dengan harapan dapat dibeli oleh HKBP. Bersama para arsitek, pimpinan HKBP merancang agar akses masuk dari gerbang menuju Kantor Pusat HKBP menjadi indah, asri, dan teduh, sebuah ruang yang menyambut setiap orang dengan damai.
Namun, alih-alih melalui transaksi jual beli, lahan strategis itu justru diserahkan secara tulus dan cuma-cuma oleh keluarga untuk dijadikan area terbuka hijau yang asri dan teduh bagi jemaat serta pengunjung. Sebuah bukti bahwa kemurahan hati St. Kornelius diwarisi oleh keturunannya, yang dengan tulus mempersembahkan lahan itu kepada Tuhan untuk dipergunakan oleh HKBP. Hal ini juga merupakan buah dari sinergi Ephrous dengan Sekretaris Jenderal HKBP, Pdt Rikson M. Hutahaean, MTh, yang secara intens berkomunikasi dengan perwakilan pomparan St Kornelius.
Penandatanganan berita acara serah terima aset ini dilakukan langsung oleh Ephorus bersama Sekjen HKBP. Dari pihak keluarga, surat penyerahan dibacakan oleh Ir. Anthon JPO Lumbantobing, dan disaksikan oleh sejumlah perwakilan pomparan, di antaranya Ir. Bonggas Lumbantobing, Dr. Ir. Paul Lumbantobing M.Eng., serta tokoh keluarga lainnya.
Warisan Kedermawanan Lintas Abad
Bagi Pimpinan HKBP, peristiwa ini bukan sekadar penambahan aset infrastruktur, melainkan manifestasi nyata dari warisan iman yang mengakar kuat. Dalam bimbingannya, Ephorus memaparkan bahwa kedermawanan ini adalah buah dari keteladanan St. Kornelius Lumbantobing, Sintua angkatan pertama HKBP Pearaja yang dibaptis pada tahun 1873.
Sejarah mencatat, di masa lampau St. Kornelius telah lebih dulu menghibahkan tanah pribadinya kepada gereja untuk dijadikan Makam Misionaris, tempat di mana perintis penginjilan di Tanah Batak, seperti August Mohri, disemayamkan. Kini, roh pengabdian itu diteruskan oleh keturunannya. Dedikasi iman keluarga ini juga terbukti secara nyata; tiga anak dari St. Kornelius terpanggil menjadi Pendeta, dan satu orang melayani sebagai Sintua.
“Peristiwa ini akan dicatat oleh HKBP sebagai bagian dari sejarah iman dan kasih yang hidup di tengah gereja. Kami berdoa kiranya seluruh keturunan St. Kornelius senantiasa dilimpahi berkat dari takhta kemurahan Tuhan, dan terus memancarkan terang bagi banyak orang,” ujar Pdt. Dr. Victor Tinambunan.
Dorong Pelestarian Sejarah Berbasis Arkeologi
Momentum penyerahan hibah ini juga dimanfaatkan oleh pihak keluarga untuk menyerahkan sejumlah rekomendasi strategis kepada gereja, khususnya terkait pelestarian situs sejarah. Mewakili keluarga, Dr. Paul Lumbantobing mendorong HKBP untuk membentuk unit khusus pengelolaan situs bersejarah. Ia secara spesifik menyarankan agar pemugaran Makam Misionaris ke depannya harus melibatkan tenaga arkeolog. Langkah ini dinilai sangat krusial agar serpihan nisan dapat direkonstruksi dengan tepat tanpa menghilangkan identitas asli para pelayan Tuhan masa lalu. Keluarga berharap kawasan pemakaman tersebut kelak dapat dikelola menjadi percontohan taman sejarah yang tertata di Tapanuli. Sebagai penutup, pomparan St. Kornelius juga menaruh harapan besar agar semangat penginjilan yang diwariskan para leluhur terus dijaga dan dikembangkan oleh HKBP, terutama di wilayah-wilayah pelayanan misi seperti Enggano, Mentawai, Pakpak, dan Dairi.













