Doa Pembuka: Bapa kami yang di Surga, Bapa yang Maha Kasih di dalam Tuhan Yesus Kristus, kami datang ke hadirat-Mu dengan hati yang penuh syukur. Kami percaya bahwa setiap nafas yang kami hirup adalah anugerah dari-Mu. Saat ini, ketika kami merenungkan firman-Mu, biarlah Roh Kudus bekerja di dalam hati kami, sehingga kami mengerti, merasakan, dan mengalami kebenaran-Mu. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa. Amin.
Renungan
KOLOSE 1 : 15 – 16
“Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu,
yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan,
baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa;
segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.”
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan,
Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang bekerja keras, berjuang, dan berusaha menjadi lebih baik. Kita ingin hidup tertata, masa depan terjamin, dan keluarga bahagia. Namun di tengah semua kesibukan itu, sering muncul pertanyaan yang pelan tetapi penting: ke mana sebenarnya hidup ini sedang diarahkan?
Firman Tuhan hari ini menolong kita melihat jawabannya. Rasul Paulus berkata bahwa Yesus Kristus adalah gambar Allah yang tidak kelihatan. Artinya, ketika kita ingin mengenal Allah, melihat kehendak-Nya, dan memahami kasih-Nya, kita melihatnya melalui Yesus. Dalam diri-Nya, Allah yang tidak kelihatan menjadi dekat dan dapat kita kenal.
Paulus juga berkata bahwa segala sesuatu diciptakan di dalam Kristus, oleh Kristus, dan untuk Kristus. Ini berarti hidup kita bukan terjadi begitu saja. Kita hidup di dalam rencana Tuhan. Apa yang kita jalani hari ini, pekerjaan, keluarga, pelayanan, dan pergumulan, semuanya berada di bawah kuasa Tuhan Yesus.
Namun sebagai orang Kristen, kita sering tanpa sadar memusatkan hidup pada hal-hal lain. Kita lebih banyak memikirkan pencapaian, kenyamanan, dan penilaian orang lain. Kristus tetap kita imani, tetapi tidak selalu menjadi pusat dalam setiap keputusan dan langkah hidup.
Firman Tuhan ini mengajak kita berhenti sejenak dan bertanya: apakah hidupku sudah sungguh-sungguh diarahkan kepada Kristus? Jika segala sesuatu diciptakan untuk Dia, maka hidup orang percaya seharusnya berjalan menurut kehendak-Nya.
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan,
Ketika Kristus menjadi pusat hidup, cara kita bekerja, berbicara, melayani, dan memperlakukan sesama akan berubah. Hidup tidak lagi berjalan tanpa arah, tetapi bergerak menuju tujuan yang Tuhan kehendaki. Di situlah orang Kristen menemukan damai dan makna hidup yang sejati. Amin.
Doa Penutup: Ya Allah Bapa kami yang di sorga, kami mengucap syukur kepada-Mu, karena di dalam Yesus Kristus, Engkau menyatakan diri-Mu kepada kami. Dia adalah gambar-Mu yang sempurna, dan oleh Dia segala sesuatu telah Engkau ciptakan. Ajarlah kami, ya Tuhan, untuk menempatkan Kristus sebagai pusat hidup kami, bukan hanya dalam kata, tetapi dalam setiap keputusan dan langkah hidup kami. Bentuklah hati dan pikiran kami agar hidup kami sungguh diarahkan bagi kemuliaan-Nya. Teguhkan iman kami di tengah dunia ini, supaya kami hidup setia, rendah hati, dan bertanggung jawab, sebagai umat yang telah Engkau panggil dan Engkau utus. Di dalam nama Tuhan kami Yesus Kristus, yang hidup dan memerintah bersama Bapa dan Roh Kudus, kini dan sampai selama-lamanya. Amin.
C.Pdt. Johannes Sibarani, S.Th- LPP III di Biro Ibadah Musik HKBP



