Renungan Harian HKBP: Rabu, 18 Maret 2026

Shalom Saudara/i terkasih dalam Yesus Kristus, sebelum kita mendengarkan renungan pada hari ini marilah kita berdoa: Kasih karunia dari Tuhan kita Yesus Kristus dan damai sejahtera dari Tuhan Allah kiranya memberkati kamu sekalian. Amin

Firman Tuhan pada hari ini tertulis dalam Mikha 6:8 demikian bunyinya Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut Tuhan daripadamu; selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu? Demikian firman Tuhan.

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, pada masa nabi Mikha rakyat hidup dalam ibadah tetapi hidup mereka tetap tidak benar. Mereka melakukan penindasan, korupsi, dan ketidakadilan sosial. Tetapi Tuhan tidak perlu korban jika tidak ada perubahan, itu semua sia-sia. Tuhan hanya menuntut 3 hal ini dari kita yakni berlaku adil, setia, dan rendah hati. Ketiga hal ini adalah cerminan kasih Allah sebagaimana harus kita nyatakan pada orang lain. Jaman sekarang ini apalagi di negeri tercinta sering kita dengar tidak adanya ganti rugi dari pemerintah, korban menjadi tersangka yang pasti hukum tajam kebawah, korupsi merajalela, dan penipuan dalam dunia bisnis. Ini semua adalah bentuk ketidakadilan. Padahal negara kita adalah negara beragama, tetapi mengapa penduduknya tidak mencerminkan keagamaannya. Itulah yang dimaksud Allah melalui nabi Mikha bahwa Tuhan juga melihat hidup kita bukan hanya ibadah kita. Iman sejati terlihat dalam kehidupan sehari-hari bukan hanya di gereja. Iman terlihat ketika kita bekerja, berdagang, berbicara, bahkan ketika kita memperlakukan orang lain.

Bapak ibu mungkin ilustrasi ini dapat membantu kita, suatu hari seorang pedagang di pasar rajin ke gereja, padahal tiap berjualan timbangannya telah di modif agar satuan bertambah o,5 ons. Dia pikir Tuhan senang karena dia memberi persembahan, tetapi apa yang Tuhan katakan: Aku tidak butuh persembahanmu jika kamu menipu orang. Demikian jika kamu anak Allah kamu tidak perlu berkata saya orang Kristen, saya orang baik, saya rajin kegereja, cukup hidup benar. Dalam Tahun Transformasi dalam keluarga, kita dituntut untuk bersikap adil pada anak, mengajari anak jujur mengembalikan barang yang bukan miliknya. Kita tentu heran mengapa hp yang tinggal di kursi gereja atau di kamar mandi gereja bisa hilang dan tidak dikembalikan? Karena orang datang ke gereja tetapi tidak mengubah hatinya. Marilah mulai menata ulang pikiran kita dan hati kita bahwa Tuhan menilai kita dari bagaimana kita memperlakukan orang lain. Tanyakan pada dirimu apakah kamu sudah berlaku adil, setia, dan rendah hati? Mulailah dengan kerendahan hati sebagaimana dikatakan bapa Gereja Thomas Aquinas bahwa kerendahan hati dasar dari semua kebajikan dasar dari kehidupan rohani. Amin

Terima kasih Tuhan untuk firman mu yang sudah kami dengarkan yang mengajari untuk melakukan keadilan, setia dan rendah hati.  Kami memohon Tuhan berkatilah seluruh pelayanMu yang tetap memberitakan firman Mu agar selalu sehat dan tetap semangat dalam pelayanannya, begitu juga seluruh jemaatmu dan apa yang mereka kerjakan agar dapat menjadi saluran berkatMu, ampuni kami dari seluruh dosa pelanggaran kami didalam nama anakmu Tuhan Yesus Kristus. Kami sudah berdoa, Kasih karunia dari Tuhan kita Yesus Kristus, kasih setia dari Allah Bapa serta penyertaan Roh Kudus kiranya memberkati kamu sekalian. Amin

Pdt. Mikha Uli Simanungkalit S.Si Teol – Staf Biro Urusan Dana Pensiun HKBP

 

Scroll to Top