"Ai gok di Ho do ale Jahowa hatimbulon dohot hagogoon dohot hamuliaon dohot hatongamon dohot pujipujian; gok di Ho tahe nang saluhut na di banua ginjang dohot na di tano on. Gok di Ho do ale Jahowa harajaon, jala dipatimbul Ho diriM di atas ni saluhut na marjujungan.

Ya TUHAN, punya-Mulah kebesaran dan kejayaan, kehormatan, kemasyhuran dan keagungan, ya, segala-galanya yang ada di langit dan di bumi! Ya TUHAN, punya-Mulah kerajaan dan Engkau yang tertinggi itu melebihi segala-galanya sebagai kepala."

1 Kronika 29 : 11

Ephorus dari Pearaja ke Pearaja


PARLILITAN, HKBP.or.id - HKBP Pearaja ternyata tidak hanya di Tarutung, juga ada di Desa Sionom Hudon Utara, Parlilitan, Kabupaten Humbang Hasundutan. Warga jemaat di gereja ini berjumlah 41 KK. HKBP Pearaja Tarutung ke HKBP Pearaja Ressort Parlilitan ini berjarak 143 km, dengan jarak tempuh 4,5 jam

.

Minggu ini, 16 Mei 2021 Ephorus kunjungi HKBP Pearaja Ressort Parlilitan. Gereja ini sudah berdiri pada tahun 1958 dekat markas  Raja Sisingamarangaraja XII, tiga tahun kemudian pindah ke lokasi sekarang adalah satu dari 21 gereja di ressort Parlilitan. Dalam kunjungan ini, Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Robinson Butarbutar menyampaikan khotbah yang tertulis di Mazmur 1: 1-6. "Mari kita teladani tekad, iman dan keyakinan pemazmur yang menolak cara hiduo orang fasik; melainkan menyukai Firman Tuhan. Serta merenungkannya siang dan malam," tegas Ephorus kepada 41 KK warga jemaat yang dilayani oleh 14 orang majelis jemaat ini.

Ephorus juga sampaikan rencana Sentralisasi Parbalanjoan, yang diharapkan menjadi solusi bagi HKBP. Sebut saja ressort Parlilitan ini. Hanya seorang pendeta, tapi melayani 21 gereja pagaran.

Saat ini HKBP Ressort Parliitan dilayani oleh Pdt. Martua Munthe. Sedangkan HKBP Pearaja dipimpin oleh St. B. Situmorang. Bila sentralisasi terwujud, bukan tidak mungkin menempatkan pelayan penuh waktu ke 21 gereja pagaran di ressort ini. (SKE_JFS)