"Tarehon hamu ma pinggolmuna, jala ro ma hamu tu Ahu! Tangihon hamu ma, asa mangolu tondimuna i! Jadi bahenonHu ma tu hamu padan salelenglelengna: I ma padan parasian na sintong i tu si David na so tupa muba.

Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup! Aku hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu, menurut kasih setia yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud."

Jesaya 55 : 3

Ephorus HKBP: Yesus Kristus Pemegang Hak Paten Keampunan Dosa



Minggu, 21 Maret 2021 | 10.00-13.00

-------------------------------------

Ompui Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Robinson Butarbutar berkunjung & berkhotbah di HKBP Sukadame, Resort Sukadame, Distrik V Sumatera Timur, Pematangsiantar,  Sumatera Utara.


“Kerinduan dasar manusia untuk selalu terlepas dari berbagai kesulitan,” menjadi pengantar khotbah Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Robinson Butarbuta. Dalam khotbah yang didasarkan pada Ibrani 5:5-10, Ephorus menguraikan, bila manusia lapar, maka ia memasak, lalu makan, bila pekerjaannya berat dan sulit, maka manusia menciptakan peralatan yang memudahkan kehidupan. Seperti halnya yang dilakukan Thomas Alfa Edison, yang berhasil menciptakan lampu. Demikian juga bila manusia sakit, ia mengusahakan membuat obat, agar sembuh, dengan harapan penyakit itu bisa dikendalikan dan tak datang lagi. Lalu, setiap penemuan penting itu, penemunya diberi penghargaan dan menjadi pemegang hak paten.


Menegaskan dan menekankan inti Firman Tuhan hari ini, Ephorus mengatakan bahwa dosa telah menyiksa dan menyulitkan kehidupan manusia. Manusia terus berusaha untuk terlepas dari jerat rantai dosa, tapi tidak pernah berhasil.

Namun, oleh kasih Allah yang begitu besar bagi dunia ini, Ia mengutus Anak-Nya Yesus Kristus, yang memilih taat sampai mati. Yesus tetap taat dalam penderitaan, demi menjadi korban keselamatan, bagi para pendosa, yang kemudian memilih untuk taat kepada-Nya.




Yesus Kristus yang tetap taat dalam penderitaan itu, justru mencapai kesempurnaan dan menjadi pokok keselamatan bagi semua orang yang taat kepadanya. Inilah yang diistilahkan oleh Ephorus: Yesus Kristus, pemegang hak paten keampunan dosa.


Kunjungan pastoral ke HKBP Sukadame, Pematangsiantar kali ini dilakukan Ephorus dalam rangka memberangkatkan Pdt. Marjabat Panjaitan, S.Th yang memasuki masa pensiun/ purna bakti, setelah berusia 65 tahun.




Setelah khotbah, Ephorus memberangkatkan Pdt. Marjabat memasuki masa pensiunnya lalu diikuti pelantikkan Pdt. Posma Simanjuntak menjadi Pendeta HKBP Ressort Sukadame oleh Praeses HKBP Distrik V Sumatera Timur, Pdt. Maurixon Silitonga.




Pdt. Marjabat memiliki keunikan historis bagi gereja HKBP, sekaligus hubungan emosional yang sangat spesial dengan Ephorus. Dalam Sinode Godang HKBP di bulan Desember 2020, ssbagai peserta tertua, Pdt. Marjabat,  didaulat menjadi pemimpin sidang, sekaligus yang memberkati Ephorus terpilih, Pdt. Dr. Robinson Butarbutar. Demikian halnya di tahun 1990, setelah menyelesaikan studi magister teologia di Inggris, Pdt. Marjabat adalah pendeta yang menjadi mentor bagi Pdt. Robinson, ketika beliau masih berstatus calon pendeta di HKBP Lumbanbaringin.




Dalam haru yang mendalam, Pdt. Marjabat menyaksikan kisah hidup Pdt. Robinson muda, yang hidup dalam ketaatan dan kerendahan hati. Baru saja ia lulus dari Inggris, namun bersedia melayani di pedesaan di Lumbanbaringin. Setiap Minggu sebelum kebaktian, membersihkan gereja dengan harapan jemaat termotivai untuk hidup bersih di rumah. Robinson muda juga rutin mengajari anak sekolah minggu berbahasa Inggris.




Pdt. Marjabat, dalam kata perpisahannya juga mengucapkan terimakasih kepada istri, yang tetap setia dan rendah hari mendampinginya. Sehingga beliau bisa melayani dengan baik, dan selalu sehat hingga memasuki masa pensiunnya. (SKE_JFS)



Pustaka Digital