"Minggu IX Dung Trinitatis
Topik: POLIN MANGIHUTHON JESUS (MENGIKUT YESUS SECARA TOTAL)"

Ev: Lukas 12:49-53/Ep: Psalmen 82:1-8

Ephorus Pdt Dr Robinson Butarbutar Pimpin Mameakhon Batu Ojahan (MBO) HKBP Pagar Jati


Pada Minggu (31/01/2021), HKBP Pagar Jati Ressort Pagar Jati Distrik XXIX Deli Serdang melaksanakan Mameakhon Batu Ojahan (MBO) yang dilakukan oleh ompu i Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Robinson Butarbutar. Acara MBO dimulai pukul 08.00 WIB dengan pengalungan bunga oleh Pendeta dan parhalado HKBP Pagar Jati kepada ompu i Ephorus, Pdt. Dr. Robinson Butarbutar dan dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti MBO. Dalam acara ini Ompu i Ephorus didampingi juga oleh Kepala Biro Jemaat Pdt. Tumpak Siahaan, S.Th.


Acara ibadah Minggu dipimpin oleh Praeses Distrik XXIX Deli Serdang, Pdt. Horas Yun Morgan Purba, M.Th. sebagai liturgis dan khotbah disampaikan oleh ompu i Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Robinson Butarbutar. Dalam khotbah yang didasarkan dari Injil Lukas 4:31-37, ompu i menyampaikan bahwa, “Melalui Ev Lukas ini, diperlihatkan kekuasaan Yesus melalui kata-kata-Nya. Kata-kata Yesus yang berkuasa harus jelas kita pahami. Pertama, kata-kata ini bisa langsung keluar dari mulut Yesus sendiri disampaikan kepada para pengikut-Nya. Akan tetapi perkataan-perkataan itu juga bisa tetap disampaikan dan tetap berkuasa melalui para hamba-Nya. Karena perkataan Yesus kepada kita bukan hanya apa yang tertulis dalam Alkitab ini saja, melainkan juga apa yang berasal dari para hamba-Nya, demikian juga kata-kata-Nya kepada jemaat di Pagar jati ini. Karena itu, ketika nanti di-ojak batu ojahan ini, jangan sampai kita masih tidak datang bergereja, jangan sampai kita tidak datang ke partangiangan karena di situlah perkataan Allah disampaikan. Dan janganlah kita lupa membaca Alkitab kita ini. Kiranya kita semakin benar dan sungguh-sungguh kita dalam melakukan perkataan-Nya, kiranya kita disertai oleh Dia.”


Setelah khotbah disampaikan, acara mameakhon batu ojahan dilaksanakan dengan dipimpin oleh ompu i Ephorus, Pdt. Dr. Robinson Butarbutar dan didampingi oleh Praeses Distrik XXIX Deli Serdang, Pdt. Horas Purba, M.Th., dan juga oleh Kepala Biro Jemaat, Pdt. Tumpak Siahaan, S.Th. Acara MBO ditutup dalam doa Bapa Kami dan doa berkat yang dilayankan oleh ompu i Ephorus, Pdt. Dr. Robinson Butarbutar.

Setelah ibadah ditutup, ompu i Ephorus mengucapkan terima kasih kepada seluruh parhalado HKBP Pagar Jati dan para panitia yang sudah menyelanggarakan acara mameakhon batu ojahan dengan baik dan berjerih lelah dan memberi waktunya. Dalam kesempatan itu ompu i menyampaikan bimbingan pastoral kepada jemaat HKBP Pagar Jati dengan mengatakan bahwa, “Bersejarah sekali acara mameakhon batu ojahan ini bagi saya sebagai ephorus, ini adalah yang pertama kali bagi saya. Pekerjaan Ephorus memang banyak, tapi secara pribadi saya mengucapkan terima kasih melalui pendeta resort yang sekarang sudah menjadi Praeses HKBP Distrik III Humban inang Pdt Daminna Lumbansiantar, STh. Saya berdoa supaya tempat ini diberkati, semua yang datang ke tempat ini yang menyampaikan doanya, doa yang beragam itu, dijawab oleh Tuhan. Juga, saya berdoa supaya setiap pelayanan yang dilakukan di manapun berada dapat membuahkan hasil, tidak akan sia-sia siapapun yang rajin datang kepada Allah untuk berdoa. Saya dan istri saya mengucapkan selamat kepada kita semua yang ada di sini. Jika nanti kita pulang ke rumah kita masing-masing, pujilah Allah dengan seluruh jiwa kita karena telah datang berkat kepada kita semua dengan apa yang kita lakukan hari ini”.


Dalam acara MBO ini, turut juga hadir perwakilan Pendeta yang melayani di Distrik XXIX Deli Serdamg, dan juga amang Januari Siregar, SH, MH, Ketua Badan Pemulihan Aset HKBP, serta Amang P. Simbolon SH, Selaku anggota MPS HKBP dari Distrik XXIX Deli Serdang.Lebih lanjut, ompu i Ephorus, Pdt. Dr. Robinson Butarbutar mengatakan, “Selanjutnya, saya sering mendengar di banyak gereja bahwa tidak terlalu konsisten pemberdayaan yang dilakukan di gereja kepada kaum ama, ina, anak-anak, dan naposobulung juga. Banyak hal yang harus kita berdayakan. Bukan hanya dari jiwa kita, tetapi juga memberdayakan semua hal. Gedung gereja, fasilitas gereja, dan semuanya. Oleh karena itu ditetapkan HKBP Tahun Pemberdayaa melalui rapat Prases, rapat MPS, supaya itulah menjadi jalan kita untuk melakukan pemberdayaan. Di zaman sekarang yang dipenuhi dengan internet, anak-anak muda banyak menggunakannya. Akan tetapi di bagian yang lain, kita tidak menggunakannya. Banyak hal baik yang kita laksanakan tetapi tidak bisa kita beritakan karena kita tidak memberdayakan fasilitas yang ada. Oleh karena itu di tahun ini kita akan melakukan banyak pemberdayaan agar sesuai dengan perintah Tuhan Yesus, “Pergilah dan hasilkan banyak buah.”


Usai bimbingan Pastoral Ompu i, acara yang dipandu oleh Kepala Biro SMIRNA HKBP Pdt Toho Sinaga STh, dilanjutkan dengan mangulosi jemaat yang bersedia memberikan persembahannya untuk ucapan syukur atas terlaksananya Pesta MBO ini. Acara mameakhon batu ojahan ini diakhiri dengan doa penutup yang disampaikan oleh Ephorus Pdt Dr Robinson Butarbutar.


Pustaka Digital