"Jadi ro ma hata ni si Samuel tu sandok Israel songon on: Molo tung mulak hamu tu Jahowa sian nasa rohamuna, sai paholang hamu ma angka debata sileban sian tongatongamuna, ro di angka sombaon Astarot, jala marsihohot rohamuna tu Jahowa, jala sasada Ibana oloi hamu, asa dipalua hamu sian tangan ni halak Palistim.

Lalu berkatalah Samuel kepada seluruh kaum Israel demikian: "Jika kamu berbalik kepada TUHAN dengan segenap hati, maka jauhkanlah para allah asing dan para Asytoret dari tengah-tengahmu dan tujukan hatimu kepada TUHAN dan beribadahlah hanya kepada-Nya; maka Ia akan melepaskan kamu dari tangan orang Filistin.""

1 Samuel 7 : 3

Hari Ketiga Rapat Pendeta HKBP, Ceramah Subtema II


Usai ceramah Subtema I, dilanjutkan dengan Ceramah Subtema II yang disampaikan oleh Lutz Neumeir, seorang Pendeta Protestan, Pendidik Media, dan Evangelis Medsos Gereja. Ceramah Subtema II ini mengambil judul: Misi Gereja dan Sosial Meda. Sebagai penerjemah Pdt Dr Enig Sonata Aritonang dan Moderator Pdt Golkaria Nainggolan MTh.

 


Dalam pemaparannya Lutz Neumeir menyampaikan bahwa dalam dua dekade terakhir kehidupan dan komunikasi telah banyak berubah menjadi kehidupan hibrida dimana orang-orang hampir setiap saat online. Di samping adanya beberapa bahaya atas gaya hidup baru ini, yang tidak akan hilang begitu saja, gereja dan jemaat disarankan untuk menggunakan semua cara yang mungkin untuk mengabarkan berita baik dan untuk berkomunikasi dengan orang-orang dengan cara mereka berkomunikasi. Oleh karena itu messenger dan media sosial harus digunakan, para pelayan dan setiap orang yang terlibat dengan misi harus memikirkan bagaimana menggunakannya, jaringan apa yang digunakan dan bagaimana memasukkan media sosial ke dalam kehidupan kerja mereka. Tentulah hal ini membutuhkan pembelajaran dan membutuhkan waktu, namun hal ini akan menghasilkan sebuah hubungan yang lebih dekat dengan anggota jemaat dan segala kemungkinan baru untuk mengabarkan kabar baik.  Jemaat-jemaat yang diam dalam habitatnya  adalah tetap penting, namun persekutuan Kristiani pun dapat juga dibangun melalui media sosial. Gereja sangat disarankan untuk memanfaatkan internet dan media sosial sebaik mungkin dengan memikirkan dirinya sebagai gereja hibrida yang tersedia untuk orang-orang baik secara offline maupun online.



Pustaka Digital