"Tarehon hamu ma pinggolmuna, jala ro ma hamu tu Ahu! Tangihon hamu ma, asa mangolu tondimuna i! Jadi bahenonHu ma tu hamu padan salelenglelengna: I ma padan parasian na sintong i tu si David na so tupa muba.

Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup! Aku hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu, menurut kasih setia yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud."

Jesaya 55 : 3

Ibadah Minggu HKBP Polonia Medan dan Memberikan Penghiburan Jemaat Berduka


Medan, (4/7/2021).Kepala Departemen Diakonia HKBP, Pdt. Debora Purada Sinaga sampaikan Firman Tuhan di HKBP Polonia, Resort Medan, Distrik X Medan Aceh, Prov. Sumatera Utara. 


HKBP Polonia berdiri tgl. 21 Oktober 1984. Dan saat ini jemaatnya 240 Kepala Keluarga, 513 jiwa jemaat  yang tinggal di 6 lingkungan Dilayani oleh pimpinan jemaat, Pdt. Jona Togatorop, S.Th dan 13 orang penatua. 


Firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. Debora Purada Sinaga tertulis dari Markus 6:6b - 13. Mengawali kotbahnya, Pdt.Debora  mengajak jemaat untuk menghayati makna lagu persembahan. Bahwa yang telah diberikan kepada Tuhan itu adalah untuk pengembangan pelayanan pemberitaan Injil. Pemberitaan Injil tidak lagi hanya di mimbar, tetapi berjalan dari desa ke desa. Dikaitkan dengan bentuk pelayanan di HKBP Polonia, perlu dipikirkan kembali bentuk pelayanan yang sesuai. Lewat tahun pemberdayaan 2021, pengembangan pelayanan gereja dapat dikembangkan dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki oleh jemaat melalui karya - karya yang inovatif dan Kreatif. 


Sebagai bertugas dalam Ibadah Minggu masuk pukul 10:00 WIB. Liturgis, Pdt. Jona Togatorop. Pembaca warta jemaat St. S. Napitupulu, SH. Pengumpul persembahan St. L M. Hutapea, S.Pd, St. MD. Sianturi dan St. ME. Simanjuntak. Pemain musik organis, Dedi Saputra, Songleader LM dan PB. Penyambut tamu St. SL. Ambarita. 


Setelah ibadah selesai dilanjutkan dengan memberikan penghiburan kepada jemaat yang berduka, keluarga  Antoni Hutahean/Rosdiana Silalahi di lingkungan Starban III, Jl. Starban Gang Sawah, atas meninggalnya  anak mereka.


pada tgl. 29 Juni 2021. David Parsaoran Hutahean tutup usia 19 tahun. Penghiburan disampaikan oleh Pdt. Debora Purada Sinaga menguatkan agar keluarga tetap percaya bahwa Tuhan memikirkan jauh yang terbaik daripada yang kita pikirkan.  Berpisah dengan anak yang kita kasihi sangat berat, tetapi semuanya dapat dimampukan oleh Tuhan. sendiri yang memampukan. Kita harus bangkit bahwa Tuhan memberikan hari dan pengharapan yang telah di rencanakan Tuhan. Kita akan berjumpa kelak di rumah yang kekal. Yohanes 14 : 6, Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Kiranya Keluarga dikuatkan. (SKD-DAT)


Pustaka Digital