"Tarehon hamu ma pinggolmuna, jala ro ma hamu tu Ahu! Tangihon hamu ma, asa mangolu tondimuna i! Jadi bahenonHu ma tu hamu padan salelenglelengna: I ma padan parasian na sintong i tu si David na so tupa muba.

Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup! Aku hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu, menurut kasih setia yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud."

Jesaya 55 : 3

Jubileum 50 Tahun HKBP Pulomas, Resort Pulomas, Distrik VIII DKI Jakarta

Minggu, 07 November 2021, HKBP Pulomas merayakan jubileum ke-50 Tahun. Kepala Departemen Koinonia HKBP, Pdt. Dr. Deonal Sinaga, melayankan khotbah dalam perayaan ini. Rangkaian acara dimulai pada pukul 07.00 WIB, mulai dari prosesi, pelepasan burung merpati sebanyak 5 pasang, balon doorprize sebanyak 50 balon, penandatanganan prasasti oleh Kepala Departemen Koinonia HKBP dan pendeta resort, ibadah Minggu, makan siang bersama, kata sambutan, Tortor, pemotongan kue ulang tahun, dan acara hiburan lainnya, hingga berakhir pada pukul 16.25 WIB.



Warga jemaat yang hadir di gedung gereja dan di pelataran gereja dibatasi hanya sekitar 200 orang dengan menerapkan protokol kesehatan, sedangkan jemaat lainnya dipersilahkan mengikuti dari saluran live streaming youtube.



Pulomas atau Pulau Mas terletak di bagian Timur Jakarta. Sebelum jalan Jakarta By Pass dibangun, ada sebuah bukit kecil yang hampir dikelilingi rawa-rawa dan sawah sehingga bukit kecil ini menyerupai sebuah pulau. Tanah dari bukit inilah yang diambil untuk menguruk bakal jalan yang memanjang dari Tanjung Priok ke arah Cililitan (dari utara ke selatan). Tanahnya berwarna merah dan dihargai setiap kubikasi untuk tanah urugan, jadilah tanah itu menjadi sangat berharga dan pulau kecil itu kemudian dinamai Pulo Mas.

Ketika rumah-rumah di daerah Pasar Senen dibongkar pemerintah untuk dijadikan pertokoan modern, penghuni-penghuni yang rumahnya dibongkar dianjurkan membeli tanah perumahan di kaveling Pulo Mas sehingga ada tahun 1970 hampir semua kaveling di Pulo Mas sudah habis terjual, yang masih tinggal dan belum terjamah adalah lapangan bekas bukit yang sudah rata dan rawa-rawa yang sebagian sudah mulai dibuat sawah. Di sanalah banyak orang Batak bermukim dan salah satu kaveling itu adalah lokasi gereja HKBP pulomas ini. Oleh karena itu, satu-satunya HKBP di Indonesia di luar tanah Batak yang jemaatnya hampir semuanya berada di sekitar gedung gereja adalah HKBP Pulomas.


Acara ibadah Minggu pertama kali diadakan di rumah Marga Manurung, seorang Sarjana Hukum dan rumah kediaman Pak Manurung itu menjadi parmingguan sebelum huria. Ibadah pertama sekali dipimpin oleh Pdt. A.H. Silitonga dan St. J. Simanjuntak pada tanggal 15 Mei 1971. Tanggal inilah kemudian dimaknai sebagai hari berdirinya HKBP Pulomas yang pada tahun 2021 ini genap berusia 50 tahun. Seyogianya Perayaan yubileum ke-50 ini dirayakan pada 15 Mei 2021, tetapi karena proses pergantian pendeta resort, kepanitiaan baru bisa dibentuk pada bulan April 2021 sehingga tidak lagi memungkinkan merayakannya di bulai Mei tersebut.

Panitia yang diketuai oleh Bapak L.H. Sipahutar, dalam rapat pertama menyepakati tanggal perayaannya pada 29 September 2021, tetapi karena situasi pandemi Covid-19 masih sangat tinggi di Jakarta, maka jadwal perayaan pun kembali diundur menjadi tanggal 7 Nopember 2021 yang dipimpin oleh Pimpinan HKBP, Kepala Departemen Koinonia, Pdt. Dr.

Jumlah jemaat HKBP Pulomas saat ini sekitar 400-an KK yang dilayani Pdt. Henry Jufri Manalu, S.Th., sebagai pendeta resort, Bvr. Melda Junita Sinaga, dan 16 sintua (4 orang diantaranya adalah perempuan). (DK-NXC)


Pustaka Digital