"Tarehon hamu ma pinggolmuna, jala ro ma hamu tu Ahu! Tangihon hamu ma, asa mangolu tondimuna i! Jadi bahenonHu ma tu hamu padan salelenglelengna: I ma padan parasian na sintong i tu si David na so tupa muba.

Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup! Aku hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu, menurut kasih setia yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud."

Jesaya 55 : 3

Kaum Difabel RBM Sibolga Terima Tali Kasih

Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM) Hephata HKBP Distrik IX Sibolga-Tapteng-Nias berdiri tanggal 12 Desember 2013.  Lembaga RBM ini telah mendampingi dan melatih ratusan orang kaum difabel agar dapat menjadi mandiri di wilayah Sibolga dan Tapteng. 


Pada Rabu, (8/9/2021), sepulang Pelayanan dari Nias, Praeses HKBP Distrik IX Sibolga-Tapteng-Nias, Pdt. Donda Simanjuntak, S.Th menyerahkan "tali kasih" bantuan dari Martin Manurung, anggota DPR RI kepada kaum difabel asuhan dan dampingan RBM Hephata di area kantornya.


Kaum difabel gembira menerima tali kasih pemberian Martin Manurung. 


Kepala RBM, Biv. Rosdiana Sibarani via media sosial memberitahukan ratusan anak dampingan berasal dari  latarbelakang suku, budaya, dan agama yang berbeda. Melihat keseriusan pelayan dan jemaat di Distrik IX sejak tahun 2013 untuk mengembangkan kaum difabel mendapat dukungan dari Pemerintah Sibolga dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah.



"Saat ini, RBM mendampingi kaum difabel di dua wilayah, disebut unit Sibolga dan unit Tapanuli Tengah. Pelayanan RBM di unit Sibolga telah memperoleh akreditasi B dari Menteri Sosial di tahun 2019. Sedangkan unit pelayanan Tapanuli tengah menerima akreditasi C di tahun 2021," terang Rosdiana Sibarani. (B-TIK)