"Alai borngin i diida si Paulus di bagasan tondina ma Tuhan i na mandok tu ibana: Unang ma ho mabiar; hatahon ma, unang ma ho mauhom!

Pada suatu malam berfirmanlah Tuhan kepada Paulus di dalam suatu penglihatan: "Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam!"

Ulaon ni Apostel 18:9

Kepala Departemen Koinonia HKBP Memberi Ceramah di Sinode HKBP Distrik X Medan-Aceh


HKBP Distrik X Medan Aceh mengadakan Sinode di Sopo Godang HKBP Medan, Jl. Jend. Sudirman, 10-11 Februari 2021. Sinode dibuka oleh Praeses HKBP Distrik X Medan Aceh, Pdt Henri Napitupulu, MTh. Di sinode itu hadir juga Kepala Departemen Koinonia HKBP, Pdt Dr Deonal Sinaga  dan memberi ceramah kepada peserta.

Sebelum mengawali ceramahnya  Pdt Dr Deonal Sinaga menceritakan bahwa HKBP Distrik X Medan Aceh tidak asing lagi baginya. Ia pernah melayani sebagai pendeta resort  dan dipercaya menjadi praeses HKBP di periode 2016-2020 dari distrik  ini. Pada kesempatan itu, Pdt  Dr Deonal Sinaga juga berterima kasih kepada peserta sinode, pelayan dan semua warga jemaat HKBP Distrik X Medan Aceh karena tetap mendukung pelayanannya selama ini.

Ceramah yang disampaikan Pdt Dr Deonal Sinaga memuat dua hal: Pertama tentang visi HKBP menjadi berkat bagi dunia. Semua pelayan dan warga jemaat harus diperlengkapi dengan Firman Tuhan agar menjadi pribadi yang tangguh, kuat, elastis, dan tahun uji. Kedua, pandemi covid-19 menjadi tantangan baru bagi pelayanan gereja. Ditambahkan lagi,  di situasi pandemi  ini banyak perubahan yang terjadi di dunia. Masyarakat banyak mengalami seperti yang disebut oleh Pdt Dr dr Paul Choo: volatile (lincah), uncertain (tidak pasti), complicated (rumit), dan Ambiguous  (ambigu). Disingkat dengan VUCA.

Pdt Dr Deonal sinaga menerangkan istilah VUCA ini; “perubahan akan  bergerak cepat tapi labil. Semuanya serba tidak pasti sehingga orang sulit menemukan pegangan. dan semua hal berkelindan sehingga sulit memprediksi masa depan.” Di situasi seperti ini, Pdt Dr Deonal Sinaga  meminta  setiap  pelayan dan warga jemaat supaya jeli dan adaptif melakukan pendekatan terhadap setiap perubahan yang terjadi.

Ditambahkan lagi oleh Kepala Departemen koinonia HKBP, “walau situasi terus berubah dan pandemi mengakibatkan ketidakpastian dalam segala lini kehidupan, penginjilan harus tetap berjalan, pelayanan gereja harus tetap berlangsung, dan gereja harus hadir sebagai sahabat, dengan penuh keyakinan mengimani penyertaan Tuhan nyata sebagaimana dalam Yesaya 41:10, “Janganlah takut, sebab aku menyertai engkau. Janganlah bimbang, sebab aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.


Dalam ceramahnya  Kepala Departemen Koinonia memaparkan tujuan dari Tahun Pemberdayaan HKBP dalam tiga pengertian pemberdayaan, yaitu enabling, menciptakan suasana atau iklim yang memungkinkan orang untuk berkembang.  Empowering, memperkuat daya atau minat yang dimiliki oleh orang sehingga memungkinkan terjadi berbagi kekuasaan. Dan protecting, mencegah terjadinya persaingan yang tidak seimbang, serta mencegah eksploitasi oleh yang kuat terhadap yang lemah.

Peserta sinode sangat antusias mendengar ceramah yang disampaikan oleh Kepala Departemen Koinonia HKBP, Pdt Dr Deonal Sinaga. Peserta sinode yang diwakili oleh Praeses HKBP Distrik X Medan Aceh, Pdt Henri Napitupulu MTh sangat berterima kasih atas kesediaan waktu dan ceramah yang disampaikan oleh Kepala Departemen Koinonia HKBP dan ditandai dengan penyematan  ulos. (KDK-NS)