"Laos didok ma tu nasida: “Boasa songon i biar rohamuna? Dia do umbahen soada haporseaon di hamu?”

Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?""

Markus 4:40

Kepala Departemen Koinonia Resmikan Revitalisasi Rumah Missionaris HKBP Sipirok


Dalam rangka memperingati Ulang Tahun HKBP Sipirok yang ke 158 tahun, Kepala Departemen Koinonia Pdt Dr Martongo Sitinjak resmikan Revitalisasi Rumah Missionaris HKBP Sipirok. Acara diawali dengan Ibadah yang dipimpin oleh Pdt Maruli Siregar STh (Ketua Panitia Renovasi) dengan membaca Firman Tuhan dari Mazmur 118:8-16 dan Doa dipimpin oleh Praeses HKBP Distrik I Tabagsel-Sumbar Pdt Horas YM Purba MTh.


Sebelum penandatangan Prasasti, Inang Kepala Departemen Koinonia menggunting pita dan dilanjutkan dengan penandatanganan Prasasti Revitalisasi Rumah Missionaris HKBP Sipirok Oleh Kepala Departemen Koinonia dan Penandatanganan Prasasti Panitia Revitalisasi Rumah Missionaris oleh Ketua Pdt Maruli Siregar, Sekretaris Maraden Sakti Lubis, Bendahara Diak Helmi Pasaribu, Pendeta HKBP Ressort Sipirok Pdt Kornel Sinaga STh MM dan Praeses HKBP Distrik I Tabagsel Sumbar Pdt Horas YM Purba MTh.


Usai penandatanganan Prasasti, acara dilanjutkan dengan pemberian kunci rumah dari tukang ke panitia, dari panitia ke Praeses dan dari Praeses ke Kepala Departemen Koinonia dan kemudian membuka pintu dan memasuki rumah Missionaris.

HKBP Sipirok berdiri pada 7 Oktober 1861 dan pada 7 Oktober 2019 ini genap berumur 158 tahun. Dalam sejarahnya, setelah empat tahun Pdt Gerrit van Asselt melayani di Tapanuli yang diutus oleh badan sending Ermelo Belanda, pada tanggal 31 Maret 1861 dibaptislah Simon Siregar dan Jakobus Tampubolon dari kalangan orang Batak di Sipirok. Kemudian hari, semakin bertambah missionaris yang datang ke tanah Batak yang diutus oleh RMG Jerman. Pada tanggal 7 Oktober 1861 empat orang missionaris mengadakan rapat di Sipirok yaitu: Pdt Heine, Pdt Klammer, Pdt Betz dan Pdt Van Asselt untuk membagi daerah pelayanan dalam pemberitaan Injil. Dari hasil rapat tersebut Pdt Heine melayani di Sigompulon Pahae, Pdt Klammer di Sipirok, Pdt Betz melayani di Bungabondar, dan Pdt Van Asselt melayani di Pangaloan Pahae. Pertemuan inilah kemudian hari menjadi hari lahirnya HKBP 7 Oktober 1861. 


Pustaka Digital