"Dungi ninna Jahowa ma: “Ingkon bohingKu donganmu mardalan, asa Hutogihon ho tu hasonangan.”

Lalu Ia berfirman: “Aku sendiri hendak membimbing engkau dan memberikan ketenteraman kepadamu.”"

Musa 33 : 14

Kunjungan Pastoral Kepada Jemaat Di HKBP Limau Mungkur Resort Tanjung Morawa

Praeses Distrik XXIX Deli Serdang Pdt. Horas Purba melayankan Firman Tuhan di HKBP Limau Mungkur Resort Tanjung Morawa dengan jarak tempuh perjalanan sekitar 1 jam (Minggu, 10 Juli 2022). 

Gereja HKBP Limau Mungkur berdiri pada tahun 1976 yang didirikan oleh Perkebunan PTPN II dan hanya memiliki 10 KK jumlah jemaat. Terhitung ditahun ini jumlah jemaat HKBP Limau Mungkur sebanyak 48 KK yang dilayani oleh tiga (3) orang penatua, akan tetapi dua dari antar panatua tersebut sudah kurang sehat. Anggota jemaat terdiri dari jemaat yang masih aktif bekerja maupun yang sudah pensiun dari pekerjaannya. 


Sampai pada saat ini tertulis dipapan nama: Gereja Oikumene tetapi kenyataannya yang memakai gereja ini adalah jemaat HKBP dengan memakai nama Gereja HKBP Limau Mungkur Resort Tanjung Morawa. Melihat dari keadaan fisik gereja tersebut sudah sangat membutuhkan perhatian khusus untuk melakukan perehaban badan bangunan gereja tersebut. Menurut informasi yang diterima gereja tersebut tidak lagi atas pemilik perkebunan yang merawat sehingga tampaklah keadaan gereja yang sudah tidak baik.



Seusai Ibadah, Praeses Pdt. Horas Purba memberikan pastoral kepada seluruh jemaat yang beribadah pada hari itu. Beliau mengatakan bahwa gereja ini adalah jemaat HKBP yang memakai dan sudah seharusnya kita juga yang melakukan kebaikan buat rumah Ibadah ini. Praeses mengajak seluruh jemaat untuk ikut serta bergotong royong dalam merawat bangunan gereja tersebut, memperbaiki bagian-bagian yang sudah patut untuk direhab dengan sebisa kita karena kita yang memakai maka kita juga yang bertanggung jawab untuk merawat. 


Ajakan tersebut berlaku untuk semua jemaat, baik yang masih bekerja ataupun yang sudah tidak bekerja (pensiun), tua, muda dan anak-anak juga memiliki tanggung jawab untuk merawat gereja sekalipun hanya berhak memakai gedung gereja bukan sebagai pemilik lahan dari bangunan tersebut. 



Kunjungan pastoral tersebut diakhiri dengan berfoto bersama dengan seluruh jemaat dan penatua HKBP Limau Mungkur Resort Tanjung Morawa. (HP) 

Pustaka Digital