"Ruar ma hamu, ruar ma hamu sian angka harbangan! Sai pahornop hamu dalan di bangso i! Palentes, palentes hamu dalan balobung i, paduru hamu angka batu, patindang hamu ma partonggol di tongatonga ni angka bangso.

Berjalanlah, berjalanlah melalui pintu-pintu gerbang, persiapkanlah jalan bagi umat, bukalah, bukalah jalan raya, singkirkanlah batu-batu, tegakkanlah panji-panji untuk bangsa-bangsa!"

Jesaya 62:10

Majelis Dibekali untuk Melayani

Parapat, 22 Oktober 2021

Pelayanan di tengah gereja tidak dapat dilakukan secara one man show. Berangkat dari itu diperlukan kerjasama dari beragam tenaga pelayanan yang ada di tengah gereja seperti tenaga pelayan penuh waktu beserta majelis jemaat. Dan untuk dapat mengerjakan tugas pelayanan maka tenaga pelayan itu perlu dipersiapkan melalui pembekalan yang mumpuni. 

Berangkat dari itu LSCI (Lutheran Study Center Indonesia) memberikan pembekalan kepada beragam gereja Lutheran. Terlebih di tengah masa pandemik yang belum kunjung usai yang membuat warna pelayanan lebih sulit.

LSCI yang dikoordinir oleh Pdt. Dedi Bakkit Pardosi, pun mendatangkan beberapa narasumber yang mumpuni di antaranya Pdt. Dr. Rospita Siahaan dan  Kepala Departemen Diakonia HKBP, Ibu Pdt. Debora Sinaga, MTh sebagai keynote speaker. Dalam pemaparannya Ibu Kadep Diakonia, Pdt. Debora Sinaga, menjelaskan beragam warna diakonia yang pernah dan masih dilakukan oleh gereja yaitu  diakonia karikatif, diakonia reformatif dan diakonia transformatif.

 

Pemaparan presentasi yang disajikan oleh Kadep Diakonia dirasa sangat menarik oleh para peserta hingga peserta yang datang dalam pembekalan itu mengajukan permohonan untuk bekerjasama.



Departemen Diakonia HKBP. Kadep Diakonia HKBP, Ibu Pdt. Debora Sinaga, menyambut baik permohonan ini karena beliau berkeyakinan kerjasama antar beragam gereja Lutheran tidak hanya menguatkan ikatan yang dogmatis yang ada di antara mereka namun juga gereja dapat memberikan dampak positif dalam kehidupan di tengah masyarakat, bangsa dan negara.

Pustaka Digital