"Alai borngin i diida si Paulus di bagasan tondina ma Tuhan i na mandok tu ibana: Unang ma ho mabiar; hatahon ma, unang ma ho mauhom!

Pada suatu malam berfirmanlah Tuhan kepada Paulus di dalam suatu penglihatan: "Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam!"

Ulaon ni Apostel 18:9

Manusia dibebaskan Kristus dari Penderitaan Dosa, Maka Jangan Menciptakan Penderitaan Bagi Orang Lain

Umat Kristen di seluruh dunia rayakan Jumat Agung (15/4/2022). Perayaan ini merupakan peringatan atas Kematian Yesus Kristus dalam rangka pembebasan dan penyelamatan dunia dari dosa-dosanya. 



Ibadah perayaan Jumat Agung di HKBP Pearaja Tarutung diadakan dua sesi dengan menerapkan protokol kesehatan. Pengkhotbah pada ibadah pagi dimulai pukul 08.00 WIB, khotbah disampaikan oleh Pendeta HKBP Resort Pearaja Tarutung, Pdt. Saor Hutagaol , S.Th. Sedangkan pengkhotbah di ibadah siang pukul 10.00 WIB dilayankan oleh Sekretaris Jenderal, Pdt. Dr. Victor Tinambunan. Ibadah Jumat Agung diawali dengan pemantauan taat prokes oleh pihak Gugus Covid.



Pdt. Victor menekankan dalam khotbahnya, pusat perhatian umat kristen diarahkan untuk melihat karya penyelamatan dan kemenangan serta dampak penebusan Yesus Kristus dalam kehidupan umat percaya.


"Bagi umat percaya, Jumat Agung bukanlah hari penderitaan, tetapi merupakan hari suka cita. Karena itu, semua orang percaya yang telah disucikan oleh Yesus Kristus menjadi orang-orang yang membawa kesembuhan, semangat, dan peneguhan bagi sesama, bukan sebaliknya, menjadi pembawa penderitaan dan pelaku kekerasan," tegas Pdt. Victor. Dalam khotbahnya, Pdt. Victor kembali mengingatkan umat percaya yang telah ditebus Kristus, bahwa penderitaan upah dosa yang seharusnya kita tanggung, telah digantikan oleh pengorbanan Yesus di kayu salib. Maka dari itu, kita sebagai orang yang dibebaskan, jangan justru menjadi pencipta penderitaan bagi orang lain. Baik bagi masyarakat luas, terlebih bagi anggota keluarga kita sendiri.


Dalam kedua ibadah perayaan itu dilaksanakan pelayanan perjamuan kudus yang dilayankan puluhan pendeta. Ribuan jemaat mengikutinya dengan hikmat dan tertib. (B-TIK)