"Ai gok di Ho do ale Jahowa hatimbulon dohot hagogoon dohot hamuliaon dohot hatongamon dohot pujipujian; gok di Ho tahe nang saluhut na di banua ginjang dohot na di tano on. Gok di Ho do ale Jahowa harajaon, jala dipatimbul Ho diriM di atas ni saluhut na marjujungan.

Ya TUHAN, punya-Mulah kebesaran dan kejayaan, kehormatan, kemasyhuran dan keagungan, ya, segala-galanya yang ada di langit dan di bumi! Ya TUHAN, punya-Mulah kerajaan dan Engkau yang tertinggi itu melebihi segala-galanya sebagai kepala."

1 Kronika 29 : 11

Melayani di Era Digital : Pembinaan LPP II Gelombang II


Kamis (18/02/2021) pada pengajaran sesi pertama di LPP 2 hari ini, Pdt. Dr. Enig S Aritonang menjelaskan bahwa HKBP harus memberikan perhatian khusus tentang pelayanan di era digital. Menurut Pdt. Enig,  Marthin Luther sangat pioner memanfaatkan media cetak pada saat itu untuk memperluas pemberitaan Firman Tuhan. Oleh beliau, para peserta LPP 2 diajak untuk meningkatkan pelayanan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi demi pengembangan pemberitaan Firman Tuhan ke seluruh dunia.

Gereja dan para pelayanNya tidak boleh antipati terhadap perkembangan teknologi saat ini, melainkan  mampu memanfaatkan media teknologi dan media sosial (youtube ,facebook). dengan baik agar pemberitaan Firman Tuhan dapat diterima oleh semua orang, terutama bagi generasi milenial yang adalah generasi masa depan gereja. Generasi milenial tentu akan menyukai pelayanan innovatif seperti itu.


Pada kesempatan kali ini juga diadakan spontanitas pelayanan yang dikemas dalam metode yang menarik yaitu latihan pelayanan untuk live streaming dimana CPdt. Adolf Lago Napitupulu sebagai pemberita Firman, CPdt. Hanna br. Simanungkalit sebagai Song Leader, dan CPdt. Chris Manurung sebagai pemain musik. Antusiasme peserta sangat terlihat dari spontanitas yang dilakukan oleh mereka, dari spontanitas tersebut ternyata HKBP mempunyai potensi untuk dapat memberikan pelayanan yang menarik dan up to date.

Semoga kedepannya para pelayan HKBP tidak terkecuali para calon pelayan LPP 2 mampu memberikan perhatian khusus untuk pelayanan era digital yang kreatif dan agar jemaat pun merasakan kehadiran HKBP di dunia maya dan juga secara fisik melalui ibadah di gereja.