"Laos didok ma tu nasida: “Boasa songon i biar rohamuna? Dia do umbahen soada haporseaon di hamu?”

Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?""

Markus 4:40

Mengoptimalkan Era Digitalisasi, Seruan Ending AIDS Manfaatkan Format Video

Rabu, 01 Desember 2021

Seusai melaksanakan kegiatan orasi bersama penarik becak di Balige, HKBP AIDS Ministry (HAM) melanjutkan kegiatan peringatan Hari AIDS Sedunia dengan pertemuan virtual melalui Zoom. Kegiatan virtual ini adalah kerjasama HAM dengan UEM, Komisi HIV AIDS & Napza GBKP, Galatea, Simalungun Support dan Medan Plus. Kegiatan dimoderasi oleh Diak. Oka Harianja, dan dihadiri 78 orang peserta.



Kegiatan diawali dengan doa pembuka dari salah seorang peserta. Kegiatan berlanjut dengan sesi sambutan dari UEM (Pdt. Petrus Sugito), Kepala Departemen Diakonia HKBP (Pdt. Debora Sinaga, M. Th.), dan Moderamen GBKP (Pdt. Krismas Imanta Barus, M. Th, LM).



Usai kata sambutan dilanjut dengan pertunjukan kaleidoskop pelayanan HKBP AIDS Ministry, dan dilanjut dengan penayangan video seruan HKBP yang diwakilkan oleh Pdt. Debora Sinaga. HAM turut memproduksi video seruan berupa puisi dan nyanyian (turut ditayangkan dalam sesi). Selanjutnya, dari dampingan Komisi HIV AIDS GBKP, menampilkan video testimoni ODHIV, yang dilanjut dengan video seruan anak-anak House of Love berbentuk puisi dan nyanyian. Galatea menampilkan kreatifitas dampingan berupa video TikTok, dan dampingan dilanjut dari Medan Plus.







Memanfaatkan era digitalisasi, pendampingan AIDS mengoptimalkan seruan melalui kumpulan video. Seruan berbentuk video dianggap efektif dan lebih mendarat ke masyarakat, mengingat manusia pada masa kini hidup di dalam kemajuan teknologi. 

Tak mau kalah, Mahasiswa STT HKBP Pematang Siantar juga membuat video seruan bersifat edukasi. Video berupa role play atau film singkat yang menyerukan kepada masyarakat, khususnya kaum pemuda untuk dapat menjaga diri dari seks bebas yang membawa pada resiko HIV. Jika belum menikah, jangan melakukan hubungan seksual dulu.



Melanjutkan kegiatan, Diakones Berlina Sibagariang (Sekretaris Eksekutif HKBP AIDS Ministry) membacakan refleksi terhadap seruan AIDS. Pada sesi akhir, kegiatan ditutup dengan doa oleh Pdt. Margareth Sianipar. Seusai kegiatan, diadakan doorprize kepada empat orang pemenang yang berhasil menjawab pertanyaan. Hadiah doorprize yang diberikan adalah buku “ODHA Bukan Akhir Segalanya” yang ditulis oleh tim HKBP AIDS Ministry. Semoga Ending AIDS 2030 dapat tercapai.






HKBP menjadi berkat

Pustaka Digital