Menyongsong Marketplace HKBP


Selasa (31/08/2021), Biro Pembinaan HKBP mengadakan pemberdayaan pengembangan ekonomi berbasis Marketplace Digital. Ompui Ephorus membuka acara ini dengan terlebih dahulu melakukan penandatanganan MoU dengan Asia Rural Institute (ARI) dari Jepang yang diwakilkan oleh Ms. Tomoko Arakawa. Perjanjian kerjasama ini membahas tentang pengembangan kedua organisasi menuju ke kehidupan dan keadaan lingkungan yang sehat. Setelah itu Ompui memberikan keynote speech yang menyatakan bahwa di era digitalisasi ini kehadiran marketplace HKBP sangat penting untuk memasarkan produk-produk jemaat HKBP dan juga masyarakat secara nasional dan juga internasional.



Setelah keynote speech dari Ompui kegiatan dilanjutkan dengan sesi panel dari ketiga pembicara yaitu Mahendra Sitepu (Pendiri Pak Tani Digital/Tigata), Roy Deddy Hasiholan Lumbantobing, S.T, M.I.C.T (Dosen IT Del), Petrick Rajagukguk (Naposo HKBP), dengan Pdt. Dr. Enig S. Aritonang (Ka. Biro Pembinaan HKBP) menjadi moderator.





“Pembangunan Pak Tani Digital atau Tigata bertujuan untuk membantu GBKP memasarkan produk-produk jemaatnya secara online. HKBP memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan e-commerce dengan jumlah jemaat yang lebih banyak dari GBKP sehingga mampu memberikan multiplier effects yang jauh lebih hebat dari GBKP.” jelas Mahendra.



Roy pun memberikan pernyataan bahwa kehadiran e-marketplace HKBP kedepannya sangat berarti, terlebih lagi dalam membangun pasar secara online bagi jemaat HKBP. Ada perbedaan antara e-marketplace dengan toko online (online shop) di mana toko online, penjual menjual secara langsung produknya di platform mandiri sementara e-marketplace menjadi tempat perantara yang menghubungkan antara pembeli dan penjual.



Pernyataan Roy mendapat dukungan dari Petrick yang menjelaskan bahwa banyak jemaat yang kurang mendapatkan keuntungan yang sewajarnya karena terbatasnya jaringan mereka dalam menjual produk-produk mereka sehingga kehadiran e-marketplaceHKBP kedepannya akan sangat membantu jemaat HKBP dalam memasarkan produk-produk mereka secara online dengan jaringan pembeli yang jauh lebih banyak daripada pasar tradisional atau memasarkan produk secara mandiri atau memanfaatkan tenaga tengkulak.


Kegiatan ditutup dengan rekomendasi agar pengembangan marketplace HKBP dilakukan secara serius agar dapat direalisasikan dengan cepat kedepannya dengan dibantu oleh Mahendra Sitepu, Roy Lumbantobing, dan Petrick Rajagukguk. Dengan demikian jemaat HKBP dapat merasakan bantuan yang nyata dari HKBP dalam meningkatkan perekonomian mereka dengan pemasaran produk-produk mereka secara online melalui marketplace HKBP. (LTN-BP)