"Dungi ninna Jahowa ma: “Ingkon bohingKu donganmu mardalan, asa Hutogihon ho tu hasonangan.”

Lalu Ia berfirman: “Aku sendiri hendak membimbing engkau dan memberikan ketenteraman kepadamu.”"

Musa 33 : 14

Minggu Reformasi di Tenda Darurat HKBP Lobusingkam, Resort Lobusingkam, Distrik II Silindung

Minggu, 30 Oktober 2022, Kepala Departemen Koinonia HKBP, Pdt. Dr. Deonal Sinaga melayankan khotbah di HKBP Lobusingkam, Resort Lobusingkam, Distrik II Silindung. Gereja ini salah satu gereja yang terdampak serius akibat gempa tanggal 1 Oktober 2022 yang lalu. Atas saran dari Gubernur SUMUT, Edy Rahmayadi, sebaliknya bangunan gereja segera saja dirobohkan sehingga tidak membahayakan sekitar. Proses pembangunan kembali gedung gereja HKBP Lobusingkam ini nantinya akan dibantu oleh bapak gubernur. Maka selama 4 minggu terakhir kebaktian dilaksanakan di dalam tenda darurat milik BNPB dan Kemensos karena gedung gereja telah diratakan dengan tanah. Kendati cuaca hujan, dan angin agak kencang, jemaat tetap antusias mengikuti kebaktian Minggu.



Pada kebaktian Minggu, 30 Oktober 2022, Pdt. Aryen Toni Situmorang, selaku pendeta resort bertugas sebagai liturgis. Selama kebaktian berlangsung, jemaat dengan antusias mengikuti jalannya ibadah. Hadir juga rombongan dari Tim Kerohanian Rumah Sakit HKBP Balige, sekaligus membawa bantuan sosial berupa dana sebesar Rp.3.000.000,00 untuk pembangunan gedung gereja yang baru. Rombongan ini dipimpin oleh Pdt. Nancy Hutagalung, Pdt. Nagariang Hutagalung, dan Pdt. Pastiana Sipangkar.


Dalam khotbahnya, Pdt. Deonal Sinaga menekankan, “Ekklesia reformata semper reformanda – Gereja reformasi – senantiasa membaharui diri.” Sungguh pembaharuan selalu dibutuhkan. Gereja harus menjadi motor penggerak perubahan. Orang Kristen harus menjadi katalisator dan dinamisator perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.



“Saudaraku, pesan Firman Tuhan hari ini sampai kepada saudara dan saya. Belajar berbuat baik - berhenti berbuat jahat! Mewujudkan perubahan di dunia ini harus mulai dari gereja. Dari jemaat. Dari keluarga. Dan, terutama dari diri sendiri. Mulai dari hal yang paling kecil, sedini mungkin. ‘Kumulai dari diri sendiri, untuk melakukan yang terbaik. Kumulai dari diriku melakukan sikap yang benar. Biar pun kecil dan sederhana, Tuhan dapat membuat besar,’ ujar Pdt Deonal Sinaga.


Seusai Kebaktian Minggu, parhalado menjamu para tamu undangan makan siang bersama sembari menunggu hujan reda lalu berfoto bersama. DK-NXC


Pustaka Digital