Pelayanan Zending HKBP di Pulau Rupat yang Holistik dan Mandiri Menyongsong Ulang Tahun ke-50


Minggu, (21/3/2021) Departemen Diakonia HKBP dan Biro Zending HKBP, Church and Community Mobilization (CCM) dan United Evangelical Mission (UEM) melakukan aksi pelayanan bersama di Sungai Batal dan Pulau Rupat sejak Jumat, 19 Maret hingga hari ini, Minggu, 21 Maret 2021. 


Pelayanan ini dilakukan oleh Kepala Departemen Diakonia HKBP, Pdt. Debora Sinaga, MTh, Praeses HKBP Distrik XXX Riau Pesisir, Pdt. Sarlen Lumbantobing, S.Th, Kepala Biro Zending HKBP, Pdt. Hotman Nababan, S.Th dan tim, Kepala Biro Diakoni Sosial, Pdt. Osten Matondang, S.Th, Kepala Biro Pengembangan Masyarakat, Pdt. Jhonny Sihite, HKBP AIDS Ministry, Diak. Berlina Sibagariang, mewakili CCM, Harti dan perwakilan UEM, Julian Tampubolon. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari rapat bersama yang telah dilaksanakan pada 8 Maret 2021 yang lalu di Kantor Zending HKBP, Pematangsiantar. 


Dalam rangka persiapan perayaan Jubileum HKBP Kacak, Pulau Rupat, Zending PI yang lahir pada 28 Nopember 1971 silam, akan dilaksanakan program pemberdayaan untuk kemandirian daerah Pulau Rupat dibawah naungan Zending PI HKBP melalui pelatihan ekonomi kreatif, pertanian, peternakan, pendidikan dan kesehatan. Kegiatan ini akan didukung melalui program pemberdayaan dari Departemen Diakonia HKBP, CCM Sion, dan Gereja Kristen Jawa Tengah Utara (GKJTU). 


Sebagaimana diungkapkan oleh Kepala Biro Zending HKBP, program-program yang akan dilaksanakan adalah upaya menjadikan daerah Zending sebagai daya tarik untuk memasuki kekristenan fase kedua. 


Sebagai tahap awal untuk mencapai program kemandirian ini, telah dicari lahan seluas 9 HA di sekitar Sungai Bantal untuk dikelola menjadi lahan pertanian dan perkebunan. Harapan ke depannya, hasil pertanian yang diperoleh dari lahan ini dapat menyuplai 8 unit daerah pelayanan Zending. Oleh karena itu pada tanggal 20 Maret 2021 telah dilakukan penanaman pohon secara simbolik dan akan ditindak lanjuti dengan penanaman pohon buah-buahan. 

Selain itu, peribadah Minggu pada hari ini (21/2/21) juga dilayani oleh tim yang mengunjungi HKBP Kacak dengan berbagi ke beberapa gereja dan pos pengijilan di sekitar Pulau Rupat. Kepala Departemen Diakonia HKBP, Pdt. Debora Purada Sinaga melayankan khotbah di HKBP Lacak Sungai Raya, sedangkan Pdt. Barita Panjaitan, S.Th, pendeta ressort HKBP Rupat melayani sebagai liturgis, Diak. Berlina Sibagariang sebagai pendoa syafaat. Selain itu, bertindak sebagai song leader, St. Yusuf Asiong, dan pembacaan warta jemaat dilakukan oleh Diak. Kurniawati yang bersuku asli Pulau Rupat. Gereja ini memiliki jemaat yang berjumlah 27 kepala Keluarga. Jemaat HKBP Lacak Sungai Raya dan sebagian besar jemaat di Pulau Rupat bermata pencaharian sebagai petani karet, petani padi, dan bekerja di perkebunan kelapa sawit. Beberapa di antara mereka berprofesi sebagai guru dan bidan. Sedangkan jenjang pendidikan masyarakat adalah lulusan SD, SMP, SMA. 


Dalam khotbah yang disampaikan oleh Pdt. Debora Purada Sinaga dengan didasarkan pada Ibrani 5:5-10, Pdt. Debora memberi penekan untuk menghormati pemuka agama yang dipanggil sebagai perantara kepada Allah. "Sebagai anak-anak Tuhan hendak lah hidup kita menjadi cerminan untuk menyatakan yang benar bahwa melalui Kristus ada keselamatan. Diusia menjelang 50 tahun Pekabaran Injil di Pulau Rupat menjadi perenungan apakah jemaat sudah dapat merasakan penginjilan itu?," ujar Pdt. Debora.


"Kehadiran gereja hendaknya semakin dirasakan perannya tengah-tengah gereja dan masyarakat. Baik untuk kebutuhan rohani dan jasmani. Maka HKBP di tahun 2021 sebagai tahun pemberdayaan menekankan untuk meningkatkan pelatihan dan pendampingan masyarakat menuju kemandirian. Semuanya dapat tercapai jika ada kebersamaan," lanjut Pdt. Debora dalam khotbahnya.

 

Setelah selesai ibadah Minggu usai dilaksanakan, Diak. Berlina Sibagariang dari HKBP AIDS Ministry melakukan pemberdayaan kepada pemuda dan orang tua di HKBP Lacak Sungai Raya. (SKD_DAT)