"Alai borngin i diida si Paulus di bagasan tondina ma Tuhan i na mandok tu ibana: Unang ma ho mabiar; hatahon ma, unang ma ho mauhom!

Pada suatu malam berfirmanlah Tuhan kepada Paulus di dalam suatu penglihatan: "Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam!"

Ulaon ni Apostel 18:9

Peluang Dan Tantangan Pelayanan Di Pulau Rupat


Setelah melakukan kunjungan ke beberapa pos Pekabaran Injil di daerah Bengkalis-Riau, rombongan Kepala Departemen Marturia HKBP melanjutkan kunjungannya ke Pulau Rupat (11/2/2021). Kedatangan rombongan disambut hangat  oleh Pdt. Barita Rut Panjaitan, STh di Pelabuhan Tanjung Kapal.  Pdt. Barita Rut Panjaitan, STh adalah  Pendeta HKBP Resort Kacak Pulau Rupat. Pendeta ini bertugas juga mengkoordinasi pelayanan di  beberapa pos PI HKBP di Pulau Rupat.

Sekitar  2 jam lagi dari Pelabuhan Tanjung Kapal ke Jemaat HKBP Sei Bantal, pusat pos-pos PI HKBP di Pulau Rupat. Pelayan dan pegawai yang bertugas di pos-pos PI di Pulau Rupat telah menunggu kedatangan rombongan Pdt. Kardi Simajuntak, M. Min, Kepala Departemen Marturia HKBP di HKBP Sei Bantal. Pos-pos PI HKBP di Pulau Rupat terdiri dari pos Kuala Simpur, pos Sungai Raya, pos Kacak Gunap dan pos Sei Carok. Ada 24 orang pelayan dan pegawai HKBP yang melayani di semua pos ini, sudah termasuk pelayan yang melayani di jemaat induk.


Kepala Departemen Marturia HKBP melanjutkan diskusi dengan pelayan dan pegawai yang bertugas di Pulau Rupat. Para pelayan dan pegawai menceritakan  berbagai perkembangan di daerah Rupat. Perhatian pemerintah ke daerah Rupat sangat positip. Berbagai infrastruktur telah dibangun pemerintah. Pelayan dan pegawai menyebutkan ini sesuatu peluang dan tantangan bagi penginjilan HKBP. Untuk mengimbangi perkembangan di Rupat ini, pendidikan   semakin ditingkatkan di setiap pos Pekabaran Injil.

Tenaga pengajar sangat minim di Rupat. Honor-honor yang diterima oleh guru yang mengajar  di sekolah-sekolah swasta juga kurang memadai. Demikian  sekolah zending HKBP yang telah berdiri di Sei Bantal masih kekurangan tenaga pengajar. Fasilitasnya juga masih seadanya. Bantuan zending HKBP belum maksimal untuk sekolah zending yang ada di Pulau Rupat. Pegawai dan pelayan berharap; HKBP   dapat melakukan pemberdayaan dengan berbagai pelatihan-pelatihan kepada tenaga pengajar dan pelayan yang bertugas di Pulau Rupat. Sarana prasarana sekolah dan honor tenaga pengajar agar tetap diperhatikan ke depannya


Merespon yang disampaikan oleh pelayan dan pegawai di daerah zending HKBP ini, Pdt. Kardi Simanjuntak, M.Min mengatakan “Setelah  mendengar dan melihat realita di Pulau Rupat ini, beliau dapat merasakan pergumulan dan tantangan para pelayan dan pegawai HKBP  di tempat ini. Peluang di tempat ini cukup besar bagi penginjilan HKBP, namun tantangannya cukup besar juga.” Pdt. Kardi juga meminta pelayan dan pegawai agar secara bersama membuat program unggulan yang dapat mewujudkan kemandirian  HKBP Resort Kacak Pulau Rupat di bidang daya dan dana. Sehingga pelayanan di bidang pendidikan bahkan bidang kesehatan di setiap daerah penginjilan HKBP dapat ditingkatkan, khususnya di daerah Pulau. (KDM-JLS)