"Alai didok ma tu ibana: Dipalua haporseaonmi do ho, inang! Mardame ma ho laho! Sai malua ma ho sian parniaeanmi!

Maka kata-Nya kepada perempuan itu: "Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!""

Markus 5 : 34

Pemberdayaan Masyarakat Desa Sigapiton Menuju Pengembangan Destinasi Wisata Danau Toba



Rabu, (24/3/2021) HKBP Distrik IV Toba yang dipimpin Praeses Pdt. Juslon Pasaribu, MTh bersama pelayan full timer dan Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) melaksanakan aksi sosial di Desa Sigapiton Kabupaten Toba, Sumatera Utara.

 

Kegiatan ini merupakan implementasi orientasi Pelayanan HKBP Tahun 2021 Tahun Pemberdayaan di Distrik IV Toba dengan mengajak seluruh warga masyarakat Sigapiton mengadakan aksi sosial melalui gotong royong membersihkan daerah wisata (kaldera) dan melakukan penanaman pohon di depan Gereja oleh Praeses Pdt. Julson Pasaribu. MTh (Mewakili pelayan full timer), Dilanjutkan oleh Bapak Jonang MP. Sitorus (Humas), Nelson Sihotang (Pemasaran), Ristiyanto (Kepala Divisi Amenitas dan Daya Tarik Wisata (Perwakilan BPODT)). Kegiatan ini dilakukan agar masyarakat desa Sigapiton siap menyambut Program Pemerintah, Destinasi Wisata Danau Toba bertaraf Internasional yang dikelola oleh BPODT.


Aksi sosial ini  di ikuti oleh 400 orang peserta yang terdiri dari 200 orang pelayan HKBP Distrik IV Toba dan 200 orang masyarakat Sigapiton yang di koordinir langsung oleh Kepala Desa Sigapiton, Hisar Butarbutar bersama Sekretaris Desa Sigapiton.

 

Kegiatan aksi sosial ini diakhiri dengan Ibadah dan pengarahan dari Praeses Pdt. Juslon Pasaribu. MTh. Dalam arahannya Pdt. Julson Pasaribu menyampaikan bahwa masyarakat Sigapiton harus bersyukur karena Tuhan memberikan Danau Toba terbesar dan terindah yang ada di dunia. Oleh karena itu semua ciptaan Tuhan harus mendatangkan kebaikan kepada umat manusia secara khusus bagi masyarakat desa Sigapiton. Melalui Program Pemerintah  yang memprioritaskan Danau Toba Destinasi Wisata berskala Internasional dan Sigapiton menjadi Desa wisata, warga Sigapiton harus berbenah diri menyambut kemajuan itu dengan tetap menjaga kebersihan Desa Sigapiton terutama membersihkan pribadi masing-masing warga dari fikiran dan hal-hal yang negatif.

Pdt. Juslon juga menginformasikan tentang MoU HKBP dengan Undhira/ GKPB yang bersedia membekali Kompetensi warga HKBP menjadi duta Pariwisata di Desa masing-masing.


Mengenai isu yang beredar di media sosial tentang kegiatan ini Pdt. Juslon mengatakan, bahwa tujuan dari kegiatan yang dilaksanakan Distrik IV Toba ini adalah bagaimana memberdayakan warga desa Sigapiton agar bersiap menerima kemajuan yang diprogramkan oleh Pemerintah. Dilanjutkan dengan pembagian Bibel dan Buku Ende HKBP serta ringkasan Perjanjian baru yang diterbitkan oleh YASUMA.

Kepala Desa Sigapiton, Hisar Butarbutar mewakili masyarakat menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan tersebut terlebih dengan kehadiran Praeses dan para Pendeta yang ada di Distrik IV Toba untuk melaksanakan gotong-royong di Desa Sigapiton. Hisar Butarbutar mengatakan, kegiatan ini diharapkan akan menghadirkan kedamaian di Desa Sigapiton yang pada waktu lalu mengalami pergolakan sehingga tidak ada lagi saling curiga diantara masyarakat.

Kepala Desa berharap kepada Pemerintah melalui BPODT dalam hal menjadikan Desa Sigapiton menjadi Desa Wisata supaya melihat norma adat dan norma agama yang telah membudaya di tengah masyarakat desa Sigapiton demikian juga dengan jalan terjal menuju Desa Sigapiton agar segera dibenahi.

Dalam hal MoU HKBP dengan Universitas Udayana Pura Bali/ GKBP tentang pembekalan kompetensi selama enam bulan diharapkan agar warga HKBP menjadi agen gereja mengembangkan kepariwisataan yang berkualitas, Kepala Desa siap mengirimkan 15 orang warganya untuk mengikuti program tersebut.


Menjawab harapan masyarakat Sigapiton menjadi Desa Wisata yang disampaikan Kepala Desa kepada pihak BPODT Jonang MP. Sitorus (Humas BPODT) menyampaikan, bahwa kekhawatiran itu tidak perlu lagi ada karena sudah menjadi komitmen dan mengenai soal masalah budaya dan Gereja, memang tidak ada Desa Wisata yang dikatakan maju tanpa mempertahankan budaya dan agama. Terkait dengan Gereja, lembaga inilah yang diharapkan dapat membangun karakter masyarakat itu.

Konsep desa wisata yang disampaikan pihak BPODT, Jonang Sitorus mengatakan Desa Sigapiton adalah desa yang dapat dipertunjukkan kepada pada para tamu mancanegara dengan keindahan alamnya dipadu dengan penatalayanan masyarakat dan juga berbagai atraksi-atraksi pertunjukan, yang dapat membuat hati dan jiwa pengunjung tenang dan terhibur baik demikian juga dengan kerukunan yang diperlihatkan oleh masyarakat setempat.

 

Tentang bagaimana bentuk Desa Wisata Sigapiton, humas BPODT menyampaikan sudah ada masterplan-nya, antara lain akan dibangun toilet berstandar Internasional, dermaga dan termasuk juga pembangunan homestay. (B.TIK_PS)