"Tarehon hamu ma pinggolmuna, jala ro ma hamu tu Ahu! Tangihon hamu ma, asa mangolu tondimuna i! Jadi bahenonHu ma tu hamu padan salelenglelengna: I ma padan parasian na sintong i tu si David na so tupa muba.

Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup! Aku hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu, menurut kasih setia yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud."

Jesaya 55 : 3

Pemberdayaan Pelayan Penuh Waktu dan Pegawai Kantor Pusat dan Distrik HKBP

 

Senin (26/4/21) diadakan pembekalan pelayan penuh waktu dan pegawai di Kantor Pusat dan Distrik oleh Biro Pembinaan HKBP. Acara ini diadakan secara semi virtual di mana para pelayan dan pegawai di Kantor Pusat menghadiri secara langsung di Gedung Raja Pontas, sementara pelayan dan pegawai dari distrik mengikuti kegiatan melalui zoom. Acara ini dibuka dengan ibadah yang dilayani oleh Pdt. Tety Sabrina Tambunan, S.Th dari Biro Oikumene HKBP. Ka. Biro Pembinaan. Pdt. Dr. Enig S. Aritonang memberikan laporan kegiatan bahwa ada 163 peserta mengikuti kegiatan ini secara semi virtual. Kegiatan ini sendiri akan dibagi ke dalam tiga tahap tanggal 26 April 2021, bulan juli, dan bulan oktober. Kepala Departemen Koinonia, Pdt. Dr. Deonal Sinaga yang mewakili Ephorus membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya Pdt Dr. Deonal Sinaga mengatakan begitu pentingnya kegiatan ini untuk meningkatkan kompetensi dan ketangguhan pelayan penuh waktu dan pegawai di Kantor Pusat dan Distrik HKBP. Semua pimpinan, pelayan, dan pegawai perlu pemberdayaan agar semua proses kepemimpinan, pelayanan, dan pekerjaan dapat selalu ditingkatkan dari waktu ke waktu. Dengan demikian performa terbaik dalam pelayanan dan pekerjaan di Kantor Pusat dan Distrik HKBP. Beliau juga mengucapkan terima kasih atas kesediaan bapak Marihot Hutahayan menjadi pembicara dalam kegiatan ini.


Ir. Drs. Marihot Hutahayan, M.Psi, sebagai pembicara memberikan topik “Empowerment (Pemberdayaan) dan Transformation (Transformasi). Baginya,  tidak akan ada tranformasi tanpa diadakannya pemberdayaan. Beliau mengutip dari Charles Darwin, bukan yang paling kuat yang dapat bertahan tetapi makhluk yang paling responsif terhadap perubahanlah yang bertahan. Slogan “Change or Die” sangat diperlukan bagi semua orang yang ingin bertahan dalam perubahan jaman yang akan selalu terjadi di dunia ini. HKBP perlu untuk melakukan transformasi dikarenakan jaman selalu berkembang sehingga dapat mempertahankan eksistensinya. Para pelayan dan pegawai yang ada di Kantor Pusat dan Distrik HKBP perlu untuk meningkatkan kemampuannya terutama dalam menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi yang ada. Sehingga kemajuan jaman menjadi peluang yang dapat dipakai dalam mengembangkan pelayanan HKBP di era revolusi industry 4.0. 


Perubahan itu dimulai dari diri sendiri. Beliau mengajak para peserta untuk mengenali karakter dirinya masing-masing dan mengajak peserta untuk bergerak dari orang bulus, fulus, mulus, lulus menjadi orang yang tulus yang dikenal dengan sifat ikan salmon. Ia suka bermitra dan berkorban bagi yang lain. Kegiatan ini akan kembali dilanjutkan pada bulan juli nanti. Acara ditutup dengan ibadah penutupan yang dipimpin oleh Pdt. France P. Simanjuntak (Sekdis Distrik XVII Indonesia Bagian Timur) dan Pdt. Enig S. Aritonang mewakili pimpinan HKBP menutup acara ini.