"Alai borngin i diida si Paulus di bagasan tondina ma Tuhan i na mandok tu ibana: Unang ma ho mabiar; hatahon ma, unang ma ho mauhom!

Pada suatu malam berfirmanlah Tuhan kepada Paulus di dalam suatu penglihatan: "Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam!"

Ulaon ni Apostel 18:9

Pemberdayaan Sekretaris Dan Bendahara Jemaat HKBP Distrik X Medan Aceh


 

Doa tentulah sumber kekuatan dalam pelayanan gereja. Seiring berdoa, gereja perlu berinovasi dalam pelayanannya, pemberitaan Kabar Baik dan pengajarannya, agar pelayanan terus meningkat dan banyak jiwa dibawa kepada Tuhan. Gereja harus terbuka dengan hal-hal baru, namun perlu dicermati dan tidak kompromi bila bertentangan dengan Alkitab.

Demikianlah hari Rabu 26 Mei 2021 diadakan Pemberdayaan Sekretaris dan Bendahara Jemaat HKBP se-Distrik X Medan Aceh yang dilaksanakan di Gedung Serbaguna HKBP Pardomuan Ressort Medan Selatan.


Diawali dengan Ibadah pembukaan, dilayankan Khotbah oleh Ibu Pdt. Hotma Farida br. Panjaitan yang menyuarakan hendaklah para pelayan khususnya dalam hal ini sekretaris dan bendahara jemaat menjadi pelayan yang humble, takut akan Tuhan dan pelayan yang bersyukur senantiasa bahwa kesempatan menjadi sekretaris dan bendahara jemaat adalah tugas mulia yang diberikan Tuhan Yesus Raja Gereja kepada setiap masing-masing yang hadir. Di dalam Ibadah Pemberdayaan tersebut secara resmi dibuka oleh Amang Praeses Pdt. Henri Napitupulu, MTh yang dihadiri 278 peserta yang juga turut hadir amang Sekretaris Jenderal HKBP Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST.

Seusai Ibadah, dalam Sesi I diisi oleh Penyampaian dari amang Sekjen HKBP dengan topik Persembahan. Hendaklah masing-masing Gereja mengelola keuangan gereja dengan baik dan benar untuk memperluas Kerajaan Allah di Dunia. Beliau juga sampaikan supaya setiap Gereja/Huria menyetorkan Pelean II atau Namarboho seutuhnya ke Kantor Pusat HKBP. Selanjutnya hadir mengisi sesi II dari Balitbang HKBP Pdt. Herman Nainggolan menjelaskan Pengisian Database dalam mencapai Gereja yang Rapi, Teratur. Seiring Gaung Transformasi HKBP yang dicanangkan Pimpinan HKBP, tentulah secara administrasi juga mengalami transformasi. Hal ini bisa dicapai melalui penatalayanan HKBP yang maju dan dinamis. Penatalayanan HKBP haruslah tertata dengan rapi melalui pendataan secara digital. Maka melalui Balitbang HKBP, pemberdayaan tersebut menjelaskan bagaimana supaya setiap Sekretaris dan Bendahara Jemaat berkompeten dalam mengisi aplikasi data keuangan dan administrasi jemaat.

Selain itu, hadir juga dari pihak BI melalui pemaparan dari BANK BRI agar kiranya Sistem Keuangan HKBP bukan sebatas manual seperti biasa. Setiap gereja di HKBP diharapkan melayani jemaatnya di masa pandemi dengan memiliki QRIS atau yang dibaca kris adalah singkatan dari Quick Response Code Indonesian Standard. Sesuai dengan namanya, QRIS adalah suatu upaya standarisasi yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia untuk menggunakan teknologi finansial atau fintech, seperti halnya Gopay, ShopeePay, OVO, Dana, LinkAja, Dompetku, dll. Sehingga jemaat bisa dengan cepat terlayani dalam hal pembayaran di seluruh aras kegiatan gereja. QRIS adalah kombinasi dari berbagai jenis QR Code dalam berbagai penyelenggaraan jasa sistem pembayaran. Hal tersebut membuat kegiatan digital dengan menggunakan QR Code menjadi lebih aman, cepat, serta mudah.

Sesi terakhir disampaikan amang Praeses menekankan tugas dan tanggungjawab Sekretaris/Bendahara Jemaat sebagai Panggilan Tuhan dalam melayani. Beliau menyampaikan dunia di mana gereja hadir cepat berubah dengan segala peluang dan tantangan, khususnya pada saat ini yang dikenal dengan era Industri 4.0 yang juga sekaligus mengalami pandemi yang luar biasa covit 19. Kalau Gereja mau tetap hadir sebagai Gereja, maka Gereja harus mengevaluasi diri agar fungsinya berjalan secara optimal. Kalau Gereja mengevaluasi diri, maka yang dimaksudkan adalah seluruh pelayan tahbisan dan seluruh warga dan juga model pelayanannya. Semua bagian di dalam Gereja perlu menyadari tugas dan panggilannya dan memikirkan kembali arti dari posisi masing-masing di tengah-tengah jemaat khususnya dalam hal ini Sekretaris dan Bendahara Huria.

Dan terakhir, ditutup dengan Ibadah yang dilayankan oleh Bapak Pdt. Victor Simatupang (Pendeta Ressort HKBP Medan Utara). Dalam khotbahnya menyerukan kiranya menjadi sekretaris dan bendahara jemaat benar-benar salah satu respon terhadap panggilan Tuhan melayani di gerejaNya. Hadirlah sebagai pribadi yang selalu berkarya dengan landasan iman kepada Tuhan Yesus Kristus.