"Minggu IX Dung Trinitatis
Topik: POLIN MANGIHUTHON JESUS (MENGIKUT YESUS SECARA TOTAL)"

Ev: Lukas 12:49-53/Ep: Psalmen 82:1-8

Pembinaan Parhalado dan Keluarga HKBP Pagaran Nauli Resort Medan Milenium


Parapat (31/5/2021), Sekretaris Jenderal HKBP, Pdt. Victor Tinambunan menjadi narasumber dalam pembinaan Parhalado dan Keluarga HKBP Pagaran Nauli Resort Medan Millenium di Parapat. Kegiatan ini diawali dengan ibadah singkat dan upacara kenegaraan dengan menyanyikan Indonesia Raya dan O, Tano Batak. 

Mengawali sesi, Pdt. Tinambunan terlebih dahulu  memaparkan masalah yang  terkait dengan pelayanan di zaman sekarang ini dan usaha menghadapinya. Mengajak para peserta untuk berefleksi, Pdt. Tinambunan mengajukan pertanyaan, kenapa saya menjadi pelayan (parhalado)? Sebelum itu, para pelayan harus sadar dan mengakui bahwa "Tanpa saya (parhaldo) pun, Kerajaan Allah atau pelayan Gereja-Nya tetap bisa berjalan dengan baik." 

Pdt. Tinambunan  menenkankan, "Berapa pun nilai kebahagiaan kita terpilih jadi seorang pelayan, bukan menjadi penentu pelayanan kita kepada Allah dan  jemaat-Nya, yang paling penting adalah berserah kepada-Nya dan melayani dari lubuk hati paling dalam. Sekecil apapun pelayanan, itu sangat berharga bagi Tuhan, sebab Tuhan selalu menyertai dan memperlengkapi pelayan-Nya. "

Dari sekian banyak tantangan zaman yang dihadapi gereja HKBP Pdt. Tinambunan memperlengkapi para peserta dengan menekankan supaya "memperdalam keyakinan kepada Allah dengan Memulainya dengan mepererat tali kasih dalam keluarga dan pemujian kepada Allah."

Melihat jumlah jemaat yang beribadah mulai menurun drastis, dan mengingat tahun-tahun sebelumnya ada ungkapan "boan sadanari," mulai saat ini dan ke depan Pdt. Tinambunan menekankan untuk "boan sude mulak tu Tuhan i."

Stres sangat memengaruhi perjalanan hidup, terlebih pelayanan. Tiga penyebab stres; beban masa lalu, beban masa kini, dan beban masa depan, jika selalu dipendam dan disungut-sungutkan semua akan berantakan. Inilah tantangan pelayanan yang selalu ada dari jaman ke jaman. Oleh karena itu, Pdt. Tinambunan mengajak agar parhalado dan keluarga "Mendekatkan diri kepada Tuhan, mengontrol beban pikiran, dan senantiasa bersyukur, tersenyum dan tertawa. Karena emosi yg sehat akan menyehatkan segala aspek dalam hidup."

Mengutip St. Augustinus, mengakhiri sesi pertama Pdt. Tinambunan berpesan "Percayakan masa lalu kedalam belas kasihan Tuhan, percayakan masa kini kedalam perlindungan Tuhan, dan percayakan masa depan kedalam pemeliharaan Tuhan." (St. Augustinus dari Hippo)


Sesi kedua Sekretaris Jenderal HKBP menyampaikan pembinaannya dengan topik "Spiritualitas Parhalado."

Dalam sesi kali ini, Pdt. Tinambunan mengajak peserta untuk memahami spiritualitas dengan sederhana yaitu belajar dari teko, "Teko berisi teh, pasti akan mengeluarkan teh. Begitu juga manusia, apa yang ada di dalam diri, isinya itulah yg menentukan dan menunjukkan siapa diri itu sendiri".

Oleh karenanya Pdt. Tinambunan mengajak para peserta untuk mengisi dirinya dengan buah-buah Roh, agar itu jugalah yang nampak dari diri dan menghasilkan buah-buah yang baik dari Roh Kudus sebagai bekal untuk melayani dan menggembalakan jemaat-Nya.

Pdt. Tinambunan menekankan supaya parhalado menjadi pengkhotbah yang menyerahkan dirinya kepada Tuhan Sang Pemberi Kuasa, menyampaikan khotbah yang berakar pada Firman Tuhan, dan menghidupi khotbahnya agar khotbahnya hidup bagi para Pendengar.


Diakhir sesi HKBP Pagaran Nauli Resort Medan Milenium menyerahkan Donasi Dana Pensiun HKBP sebesar Rp 10.000.000 kepada HKBP dan diterima oleh Sekretaris Jenderal HKBP, Pdt. Victor Tinambunan.

Korespondensi: Kantor Sekjend HKBP


Pustaka Digital