"Ala molo jongjong hamu martangiang, sai sesa hamu ma molo adong panghurangi ni rohamu di halak, anggiat disesa nang Amamuna na di banua ginjang i salamuna.

Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu."

Markus 11:25

Rapat Diakones HKBP Ke-5, Sekjend HKBP Tekankan Pentingnya Transformasi & Kesehatian di dalam Tuhan

SIPOHOLON, hkbp.or.id - Rapat Diakones HKBP adalah kegiatan berskala hatopan di HKBP yang diselenggarakan selama empat tahun sekali. Rapat ini bertujuan untuk menggumuli secara bersama pengembangan pelayanan yang berkenaan dengan jabatan tahbisan Diakones.

Rapat Diakones ke-5 kali ini semestinya dilaksanakan pada tahun 2020 yang lalu, namun harus tertunda akibat dampak pandemi Covid-19 yang menerpa dunia.


Dalam Rapat Diakones kali ini, Sekretaris Jenderal HKBP, Pdt. Victor Tinambunan hadir sebagai narasumber yang mengulas topik sesuai dengan sub-tema kegiatan yaitu, "Diakones HKBP sehati dalam kasih, bersinergi membangun pelayanan Diakonia yang transformatif, rekonsiliatif, dan inklusif."

Mengawali paparannya, Pdt. Tinambunan mengulas Filipi 2: 2-11 dan menjelaskan pentingnya mengetahui hal-hal yang dapat menghambat kesehatian di dalam Tuhan yaitu, pementingan diri sendiri dan mencari puji-pujian yang sia-sia.


Pementingan diri sendiri dalam kata lain sering disebut sebagai egoisme dan mencari puji-pujian yang sia-sia sangat erat dengan kesombongan. Kedua hal tersebut, menurut Pdt. Tinambunan, adalah hal yang paling utama dalam menghambat kesehatian di dalam Tuhan bahkan dapat menimbulkan perpecahan.

Menurut Pdt. Tinambunan, untuk menuju pelayanan Diakonia yang transformatif, Diakones bahkan seluruh pelayan tahbisan di HKBP, harus terbuka untuk memeriksa diri dan selalu belajar. 


Setelah pemaparan oleh Pdt. Tinambunan, dilaksanakan sesi tanya jawab yang dimoderasi oleh Diakones Eva Siahaan. Salah satu diskusi yang menarik adalah tentang transformasi pelayanan. Menurut Pdt. Tinambunan, transformasi pelayanan adalah kesediaan untuk meninggalkan zona nyaman, seperti Tuhan Yesus, dan tidak mencari-cari zona nyaman dalam pelayanan.

(SKS-NS)