Renungan Harian HKBP | 19 September 2023


Doa Pembuka: Tuhan yang Mahakuasa, kami hadir di hadapan-Mu dengan hati yang tulus. Kami memohon agar Engkau membimbing kami saat kami mendengarkan Firman-Mu. Bantu kami untuk merenungkan ajaran-ajaran-Mu dengan telinga terbuka dan hati yang terbuka. Berilah kami pengertian yang dalam dan terang agar kami dapat memahami dan menerapkan Firman-Mu dalam hidup kami. Kami berserah kepada-Mu, ya Tuhan, dalam perjalanan kami untuk mendengarkan dan mengikuti ajaran-Mu. Terima kasih karena kami tahu bahwa dalam mendengarkan Firman-Mu, kami mendengarkan suara-Mu. Amin.

Bapa ibu saudara yang terkasih kita akan mendengarkan Firman Tuhan yang tertulis dalam Kisah para Rasul 5 : 29, “Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: “Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia”. Demikian Firman Tuhan.


Bapak ibu saudara/i terkasih. Hari ini, mari kita meresapi dan merenungkan cerita yang luar biasa Dalam cerita ini, kita menemukan jalinan kisah yang memikat tentang ketaatan kepada Allah yang melebihi batas otoritas manusia, dan bagaimana cerita ini dapat menjadi cerminan bagi perjalanan iman kita.

Bayangkan saat itu: Petrus dan para rasul, penuh semangat oleh Roh Kudus, dihadapkan pada penguasa dan otoritas manusia yang dengan keras melarang mereka untuk terus memberitakan Injil. Mereka dihadapkan pada pilihan yang sulit; harus mereka taat kepada perintah manusia atau harus tetap setia kepada Panggilan yang mereka terima. Dengan penuh keyakinan, Petrus menjawab, "Kita harus taat kepada Allah sebagai Tuhanku daripada kepada manusia."


Dari peristiwa ini, kita dapat merenungkan beberapa hal:

1. *Ketaatan yang Mutlak*: Kisah Para Rasul 5:29 mengajarkan kita bahwa ketaatan kepada Allah adalah prinsip yang mutlak, tak tergoyahkan. Ini adalah panggilan yang memprioritaskan kita untuk menjadikan ketaatan kepada Tuhan sebagai pusat dalam hidup kita. Kita belajar untuk tidak pernah mengkompromikan prinsip-prinsip iman kita, terlepas dari tekanan dunia.

2. *Integritas dalam Ketaatan*: Dunia seringkali menggoda kita untuk mengorbankan nilai-nilai iman demi hal duniawi. Kisah Para Rasul mengingatkan kita untuk menjaga integritas dalam ketaatan kita kepada Tuhan. Dalam menghadapi godaan untuk menyerah pada tuntutan dunia, kita harus mempertahankan tekad kita untuk hidup sesuai dengan iman kita.

3. *Kesediaan Menghadapi Konsekuensi*: Para rasul tidak hanya berbicara tentang ketaatan kepada Allah; mereka menjalankannya dengan penuh keberanian. Mereka tahu bahwa ketaatan kepada Allah mungkin membawa konsekuensi. Ini adalah pelajaran berharga bagi kita. Ketaatan kepada Allah mungkin membawa tantangan, tetapi kita harus siap menghadapinya.

4. *Menjadi Teladan dalam Ketaatan*: Petrus dan para rasul adalah teladan dalam ketaatan kepada Allah. Mereka tidak hanya berbicara, tetapi juga menghidupi ketaatan mereka. Hari ini, kita juga memiliki tanggung jawab untuk menjadi teladan dalam ketaatan kepada Tuhan. Melalui hidup kita yang taat kepada Allah, kita dapat mempengaruhi dan mengilhami orang lain untuk mengikuti jejak kita dalam iman.


Saudara-saudara, pesan yang kita temukan dalam Kisah Para Rasul 5:29 adalah panggilan mendalam untuk menjadikan ketaatan kepada Allah sebagai dasar dalam hidup kita. Ini adalah panggilan untuk menjaga integritas dalam ketaatan kita kepada Tuhan, siap menghadapi segala konsekuensi yang mungkin muncul. Mari kita menjadi teladan dalam iman kita, mengilhami orang lain untuk mengikuti Kristus, dan terus memperkuat ketaatan kita kepada Allah dalam segala aspek kehidupan kita.

Kisah ini mengingatkan kita bahwa ketaatan kepada Allah adalah cahaya dalam kegelapan dunia ini. Ini adalah cerita yang inspiratif tentang sejauh mana kita dapat membawa ketaatan kita kepada Tuhan. Semoga kita semua, dalam setiap langkah perjalanan kita bersama Kristus, menemukan kekuatan dan keberanian untuk tetap setia kepada panggilan-Nya. Amin 

Doa Penutup: Kita Berdoa! Bapa kami yang di Sorga, kami bersyukur atas kesempatan yang Engkau berikan kepada kami untuk mendengarkan Firman-Mu dari Kisah Para Rasul 5:29. Firman ini mengingatkan kami akan pentingnya ketaatan kepada-Mu di atas segala-galanya. Kami berdoa agar Engkau membantu kami untuk merenungkan dan menghayati pesan Firman ini dalam hidup kami. Bimbinglah kami untuk memahami dan menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalamnya. Kami juga memohon agar Engkau memberikan kami kekuatan dan keberanian untuk tetap setia kepada panggilan-Mu, bahkan dalam menghadapi konsekuensi yang mungkin muncul. Jadikanlah kami teladan dalam ketaatan kepada-Mu. Terima kasih, Tuhan, karena Engkau telah berbicara kepada kami melalui Firman-Mu. Semoga Firman ini menjadi panduan dalam hidup kami dan membimbing kami.

Anugerah dari Tuhan kita Yesus Kristus, Kasih Karunia dari Allah


Pdt. Dedy Ritonga, S.Th- Melayani di Kantor Biro TIK HKBP

Pustaka Digital