Renungan Harian HKBP (Evangelium) | 17 September 2023

JANGAN MENGHAKIMI

Selamat hari Minggu Bapak/Ibu, Saudara/i yang dikasihi Kristus, kita akan mendengarkan Firman Tuhan di Minggu XV Setelah Trinitatis ini, kita berdoa!

Doa Pembuka: Damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal, itulah yang memelihara hati dan pikiranmu, dalam Kristus Yesus Tuhan kita, Amin.

Firman Tuhan bagi kita di minggu ini, tertulis pada 1 Korintus 4:1-5, demikian bunyinya:

4:1 Demikianlah hendaknya orang memandang kami: sebagai hamba-hamba Kristus, yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah.

4:2 Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercayai.

4:3 Bagiku sedikit sekali artinya entahkah aku dihakimi oleh kamu atau oleh suatu pengadilan manusia. Malahan diriku sendiri pun tidak kuhakimi.

4:4 Sebab memang aku tidak sadar akan sesuatu, tetapi bukan karena itulah aku dibenarkan. Dia, yang menghakimi aku, ialah Tuhan.

4:5 Karena itu, janganlah menghakimi sebelum waktunya, yaitu sebelum Tuhan datang. Ia akan menerangi, juga apa yang tersembunyi dalam kegelapan, dan Ia akan memperlihatkan apa yang direncanakan di dalam hati. Maka tiap-tiap orang akan menerima pujian dari Allah.

Bapak/Ibu, saudara/i yang dikasihi Kristus, Sebuah hubungan akan terjalin dengan baik jika ada saling percaya antara yang satu dengan yang lain. Hal ini bisa kita contohkan seperti hubungan antara suami dan isteri. Hubungan ini akan dapat berjalan dengan langgeng ketika ada saling percaya antara suami dan isteri dan baik suami maupun isteri dapat menjaga kepercayaan yang diberikan padanya. Hal saling percaya juga berlaku bagi jemaat dan para hamba Tuhan yang melayaninya. Hubungan baik akan terjalin antara jemaat dan hamba Tuhan ketika jemaat menaruh percaya pada hamba Tuhan dan hamba Tuhan juga dapat menjaga kepercayaan yang diberikan jemaat padanya. Inilah yang dikatakan Firman Tuhan bagi kita pada minggu ini, di mana Tuhan mempercayakan pelayanan pada hambaNya dan pelayan tersebut dapat menjaga kepercayaan itu. Lantas, bagaimana caranya jemaat dapat menaruh percaya pada hamba Tuhan? Para hamba Tuhan yang layak dipercayai ialah yang memiliki integritas. Hamba Tuhan bukan hanya mampu mengajarkan kebenaran Firman Tuhan, namun juga melakukannya dalam kehidupannya. Hamba Tuhan layak dipercayai ketika da tidak hanya mengajarkan kasih Kristus tapi juga sekaligus menjadi pelaku kasih bagi sesamanya. Sebab, bagaimana hamba Tuhan layak dipercaya ketika hidupnya tidak sejalan dengan pengajaran Firman Tuhan? 

Jemaat yang dikasihi Kristus, itulah yang diungkapkan Rasul Paulus bagi para jemaat yang ada di Korintus. Para hamba Tuhan/ para pelayan Tuhan hendaknya dapat dipercaya. Lalu, ketika jemaat mulai menaruh curiga karena para pelayan tidak lagi layak dipercaya, jemaat pun mulai menghakimi. Banyak tuduhan akan muncul bahkan mempersalahkan para pelayan. Dalam hal ini Paulus mengatakan bahwa hanya Tuhanlah yang manjadi hakim atas diri kita manusia, kita manusia tidak memiliki hak untuk menghakimi sesama kita manusia. Oleh sebab itu: Janganlah menghakimi sebelum Tuhan datang. Hanya Tuhanlah yang akan menerangi, juga apa yang tersembunyi dalam kegelapan, dan Ia akan memperlihatkan apa yang direncanakan di dalam hati. Jika Tuhan yang datang, maka tidak ada seorangpun yang dapat menyembunyikan apa yang ada dalam hatinya. 

Jemaat yang dikasihi Kristus, marilah kita masing-masing menjaga kepercayaan yang diberikan kepada kita, pantaskan diri kita sebagai orang yang layak dipercayai. Jika pun ada orang yang telah merusak kepercayaan yang kita berikan padanya, biarlah Tuhan yang menghakiminya, jangan kita tergoda untuk menjadi hakim atas dirinya. Maka agar diri kita layakl dipercaya, tunjukkanlah integritas diri kita kepada siapapun, di manapun kita berada. Lakukanlah apa yang kita ucapkan dan tunjukkanlah bahwa hidup kita sejalan antara ucapan dan tindakan sehingga nyata dirasakan orang lain bahwa kita layak menerima rasa percaya yang diberikan bagi kita, Amin. 

Doa Penutup: Terima kasih Tuhan atas FirmanMu yang mengingatkan kami agar hidup kami dapat menjaga kepercayaan yang Tuhan berikan bagi kami masing-masing. Mampukan kami Tuhan agar hidup kami selalu sejalan antara ucapan dan perbuatan sehingga orang-orang di sekitar kami senantiasa bersukacita dan berbahagia. Namun, jika ada yang tidak menjaga rasa percaya yang sudah kami berikan, maka ajar kami untuk tidak menjadi hakim baginya, melainkan tetap percaya bahwa Tuhanlah yang akan menghakimi kami semua seturut dengan apa yang kami lakukan bahkan apa yang kami pikirkan. Tolonglah kami semua ya Tuhan agar senantiasa layak menjadi orang-orang yang layak dipercaya, dalam Kristus Yesus, kami berdoa. Amin.

Tuhan memberkati Engkau dan melindungi engkau. Tuhan menyinari engkau dengan wajahNya dan memberi engkau kasih karunia. Tuhan menghadapkan wajahNya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera, Amin.

Pdt. Emilda Sibarani, S.Th – Melayani di Biro Sending HKBP

Pustaka Digital