Sempat Menolak Van Asselt Hingga IL Nommensen, Kini Injil Telah 135 Tahun Ditabur di Desa Pakpahan

Pakpahan, HKBP.or.id - Sukacita HKBP Pakpahan Resort Pangaribuan hari Minggu ini lebih daripada biasanya. Pada Minggu Advent III,  12 Desember 2021, Injil telah hadir 135 tahun di Desa Pakpahan, Kecamatan Pangaribuan. 

(posisi gereja bisa dicek pada link Google Maps berikut)



Firman Tuhan yang menyapa seluruh warga jemaat pada Minggu hari ini tertulis Zefanya 3:14-20, mengajak seluruh warga jemaat untuk senantiasa bersukacita walau dalam kondisi sesulit apapun, sebab Allah ada bersama-sama umat Tuhan. Ia hadir untuk menyertai,  membebaskan, dan memenangkan umat-Nya. Tak hanya itu, konteks bersukacita di tengah Pandemi ini adalah selalu bersyukur atas kasih setia dan penyertaan Tuhan kepada jemaat.  


Pada acara sukacita ini, sejarah gereja dibacakan dengan begitu baik. Tercatat beberapa misionaris seperti Van Asselt hingga I. L. Nommensen pernah memberitakan injil di desa ini pada tahun 1863 dan tahun 1864. Walau pada awalnya penduduk desa Pakpahan sempat menolak injil, karena penduduk masih hidup dalam kepercayaan yang lama. Barulah pada tahun 1886, kebaktian pertama dilaksanakan pada gereja yang saat ini telah berusia 135 tahun. 

Sejak menerima injil, desa Pakpahan semakin maju, seperti Silindung dan Sipahutar yang telah terlebih dahulu mengenal dan menghidupinya. 

Acara sukacita, yang dalam bahasa batak disebut Pesta Parolopolopon ini dilayani oleh Ephorus HKBP, Pdt. Robinson Butarbutar sebagai pengkhotbah, sedangkan Praeses HKBP Distrik II Silindung, Pdt. Hasudungan Manalu melayani sebagai liturgis, demikian juga Pendeta HKBP Resort Pangaribuan, Pdt. Yudi Siagian melayani sebagai pendoa syafaat.(SKE_JFS)



Pustaka Digital