"Ai gok di Ho do ale Jahowa hatimbulon dohot hagogoon dohot hamuliaon dohot hatongamon dohot pujipujian; gok di Ho tahe nang saluhut na di banua ginjang dohot na di tano on. Gok di Ho do ale Jahowa harajaon, jala dipatimbul Ho diriM di atas ni saluhut na marjujungan.

Ya TUHAN, punya-Mulah kebesaran dan kejayaan, kehormatan, kemasyhuran dan keagungan, ya, segala-galanya yang ada di langit dan di bumi! Ya TUHAN, punya-Mulah kerajaan dan Engkau yang tertinggi itu melebihi segala-galanya sebagai kepala."

1 Kronika 29 : 11

Sepuluh Orang Warga Jemaat HKBP Marancar Korban Bencana Longsor


Di akhir April lalu, curah hujan di daerah Kabupaten Tapanuli Selatan,  khususnya di Kecamatan Batangtoru dan Kecamatan Marancar cukup tinggi. Pada Kamis (29/4/2021), sekitar pukul 18.00 WIB, di esa Marancar Godang, Kecamatan Marancar terjadi tanah longsor yang menimpa 13 orang. 10 orang    warga jemaat HKBP Marancar Resort Batangtoru dan 3 pekerja PLTA yang pembangunannya sedang berlangsung. Satu dari pekerja itu merupakan warga  negara asing (WNA)


Tiga orang korban ditemukan pada  30 April 2021 dan dua orang lagi pada 2 Mei 2021. Semua korban yang ditemukan  itu adalah jemaat HKBP Marancar dan telah dikebumikan di pekuburan Kristen Sipirok. Kesepuluh korban warga jemaat HKBP Marancar merupakan satu keluarga, yaitu:

1. Anius Waruwu (55)

2. Yasmani Halawa (53)

3. Helmawati Waruwu (31)

4. Yuffifer Gulo (11)

5. Nofita Gulo (9)

6. Sultan Fatiri Gulo (7)

7. Sabrio Gulo (5)

8. Risdah Gulo (2)

9. Sudarman Kristian Zalukhu (13)

10. Nursofia Zalukhu (11)

Korban yang ditemukan dari timbunan tanah longsor adalah Yasmani, Helmawati, Nofita, Sabrio, dan nursofia. Tempat tinggal korban berada di kawasan  pembangunan PLTA Marancar. Pemerintah provinsi, Kabupaten, TNI, Polri, BPBD dan pihak perusahaan bergerak cepat mengevakuasi korban dan melakukan pencarian korban yang masih dinyatakan hilang. (B-TIK)