Kadep Marturia HKBP Tekankan Pengembangan Potensi dan Penguatan Iman Keluarga di Sekolah Tinggi Bibelvrouw Laguboti

Dokumentasi Foto

Laguboti (12/1) – Kepala Departemen Marturia HKBP, Pdt. Bernard Manik, M.Th, memimpin rangkaian kegiatan Ibadah Open House sekaligus menjadi narasumber utama dalam Kuliah Umum di Sekolah Tinggi (ST) Bibelvrouw HKBP, Laguboti, Senin (12/01/2026). Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh civitas akademika, para dosen, serta mahasiswi calon pelayan gereja dengan fokus utama pada refleksi panggilan iman dan penguatan basis keluarga.

Ibadah Syukur Awal Tahun dilaksanakan secara sederhana namun mendalam, membawa pesan reflektif bagi setiap peserta untuk merenungkan tanggung jawab iman dalam keseharian. Melalui khotbah yang didasarkan pada Matius 25:24–30, Kepala Departemen Marturia HKBP mengingatkan seluruh hadirin agar mengerjakan setiap tugas yang Tuhan percayakan dengan kesungguhan hati.

Dalam pesan pastoralnya, beliau menegaskan bahwa keengganan untuk bekerja dan ketidakmauan dalam mengembangkan potensi diri merupakan sikap yang dipandang buruk di hadapan Tuhan. Merujuk pada nats perumpamaan tentang talenta, beliau mengategorikan sikap malas sebagai bentuk ketidaksetiaan terhadap kepercayaan yang telah diberikan oleh Sang Pencipta.

“Setiap pribadi diciptakan unik dan memiliki potensi masing-masing. Sangat penting bagi kita untuk mengenali, mengolah, dan mengembangkan karunia tersebut sebagai wujud nyata kesetiaan kita kepada Tuhan,” tegas Kadep Marturia di hadapan para mahasiswi.

Usai ibadah, kegiatan berlanjut pada sesi Kuliah Umum yang mengusung tema “Pengajaran Iman di Tengah Keluarga”, merujuk pada teks Ulangan 6:4–7. Tema ini dipilih karena selaras dengan fokus Program Pelayanan HKBP Tahun 2026 yang menempatkan keluarga sebagai fondasi utama pembentukan iman jemaat.

Antusiasme peserta terlihat saat mendalami bagaimana peran keluarga dalam mentransfer nilai-nilai spiritual kepada generasi muda di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. Diskusi ini menjadi sarana bagi para mahasiswi Bibelvrouw untuk mempersiapkan diri sebagai pelayan yang mampu membimbing keluarga-keluarga Kristen di ladang pelayanan kelak.

Sebagai penutup rangkaian kunjungan, Kepala Departemen Marturia menyampaikan apresiasi tinggi kepada ST Bibelvrouw HKBP atas dedikasinya dalam membina mahasiswi menjadi pelayan gereja yang berkarakter dan berwawasan luas. Beliau mendorong seluruh dosen dan mahasiswi untuk tetap setia pada panggilan pendidikan.

Harapannya, melalui pengajaran yang diberikan di institusi ini, para lulusan mampu menjadi terang dan berkat, baik di lingkungan gereja maupun masyarakat luas, dengan mengedepankan nilai-nilai iman yang hidup.

Scroll to Top