Banjir Bandang Timbulkan Korban Jiwa, Kerugian Materi dan Trauma Bagi Masyarakat Tiga Desa di Kabupaten Samosir

Peristiwa banjir bandang  terjadi pada Senin, (13/11/2023) sekitar pukul 19.00 - 02.00 WIB di Tiga Desa yaitu Desa Siparmahan, Dolok Raja, dan Sampur Toba. Ketiga desa tersebut berada di Kecamatan Harean Kabupaten Samosir.


Banjir bandang tersebut menimbulkan korban jiwa. Satu warga jemaat HKBP Sihotang 1 dari Desa Siparmahan yang bernama Rosmauli Habeahan (68 tahun) dinyatakan hilang. Sampai berita ini diturunkan, pihak BNPB Kabupaten Samosir masih melakukan pencarian. 


Ratusan hektare lahan pertanian warga masyarakat rusak dan ditutupi berbagai material yang terbawa arus seperti batu-batu besar, pasir, lumpur dan kayu. Puluhan rumah warga, beberapa fasilitas pemerintah, seperti Kantor Kepala Desa dan Paud Gloria Desa Siparmahan serta SMP Negeri 2 Harean hancur total. Bukan hanya itu, banjir bandang juga menimbulkan rasa trauma bagi warga masyarakat tiga desa.



Sesuai dengan arahan pemerintah Kabupaten Samosir melalui Dinas Sosial, warga masyarakat disarankan mengungsi untuk antisipasi banjir susulan. Pemerintah Kabupaten Samosir Pos Pengungsian di dua titik yaitu gereja Katolik Pintu Batu dan HKBP Pintu Batu. Pos pengungsian ini berada di Desa Rianiate. Dua ratusan kepala keluarga mengungsi di Pos Pengungsian yang didirikan pemerintah. Ada juga warga masyarakat yang mengungsi ke rumah keluarga dan kerabatnya.



Menurut informasi Kepala Desa Wisata Harean Pohan, St. Piatur Sihotang dan St. Alusdin Sihotang bahwa banjir bandang berasal dari Desa Hutagalung dan Partukko Na Ginjang kecamatan Harean. Diduga bahwa banjir bandang akibat curah hujan yang tinggi dan penebangan kayu industri oleh satu perusahaan yang beroperasi di Toba.


Pada Selasa (14/11/2023), Praeses HKBP Distrik VII Samosir, Pdt. Rein Justin Gultom, MA, Pendeta HKBP Resort Sihotang, Pdt. Togap S.S. Pardosi, S.Th dengan beberapa pelayan penuh waktu dan di waktu yang berbeda, Kepala Biro Diakonia, Pdt. Osten Matondang, S.Th bersama Kepala Biro Pengmas, Pdt. Jhonny Sihite, S.Th telah hadir meneguhkan dan memberi bantuan sembako bagi warga terdampak banjir.


Warga yang terdampak banjir mengharapkan bantuan dari berbagai pihak khususnya pihak Pemerintah agak segera membantu untuk membangun rumah yang telah hancur, memperbaiki lahan pertanian supaya dapat diolah kembali dan membangun sekolah yang hancur. 


Uluran tangan dari gereja dan masyarakat luas juga diharapkan  warga yang mengungsi. Pihak HKBP Distrik VII Samosir bersedia menerima dan menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak banjir. Bantuan dapat dikirimkan melalui rekening BRI atas nama HKBP Distrik VII Samosir dengan nomor 2082-01-004469-53-3 (B.TIK)

Pustaka Digital