Renungan Harian HKBP | 5 April 2024

Syalom, Selamat pagi saudara-saudari sekalian. Untuk memulai segala pekerjaan kita hari ini, mari sejenak bersekutu memuji, memuliakan nama Tuhan dan mendengarkan firman Tuhan. Namun sebelumnya marilah kita satukan hati, kita berdoa!

Doa Pembuka:Ya Allah Bapa di Sorga, kami mengucap syukur untuk anugerah Tuhan yang boleh kami rasakan hingga pada saat ini. Ya Tuhan, pada saat ini kami sejenak bersekutu dengan saudara-saudari kami untuk mendengarkan firman Tuhan. Kiranya Tuhan memberkati hati dan pikiran kami agar kami bisa mendengar serta menerima firmanMu dengan baik. Di dalam nama Yesus Kristus kami berdoa dan bersyukur kepadaMu. Amin.

Nats Renungan: 2 Korintus 8: 9

“Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya.”  Demikianlah firman Tuhan..

Bapak, ibu, saudara-saudari terkasih. di tengah-tengah perkembangan zaman yang semakin maju ini, banyak orang ingin menjadi kaya yaitu memiliki banyak harta, uang dan hidup serba berkecukupan. Manusia akan selalu mempertahankan dirinya menjadi kaya dan akan selalu berusaha supaya menjadi kaya. Hal ini dikarenakan tidak ada orang yang mau hidup miskin. Apalagi saat ini manusia diperhadapkan dengan banyaknya tuntutan, kebutuhan dan keinginan yang datang silih berganti di tengah- tengah kehidupannya.

Namun dalam nas hari ini kita disadarkan bahwa Yesus rela menjadi miskin. Mengapa demikian? Nas ini merupakan sebuah nasihat atau peringatan kepada jemaat Korintus supaya mereka menindaklanjuti komitmen mereka, yaitu memberikan persembahan mereka demi memenuhi kebutuhan orang-orang Kristen yang menderita di Yerusalem. Paulus menjelaskan di ayat sebelumnya bahwa ini bukanlah perintah namun merupakan kesempatan untuk mengekspresikan kasih Kristus kepada orang percaya lainnya. Dalam nas ini Paulus menunjukkan kepada jemaat Korintus bahkan kepada kita saat ini bagaimana berkontribusi pada pemberian ini seperti Kristus. Yesus kaya dan aman dalam kemuliaan surga, rela menjadi miskin ketika Ia menjadi manusia, memasuki dunia penderitaan dan kematian. Dan hal ini telah kita peringati dan rayakan di waktu yang lampau, yaitu kematian dan kebangkitan-Nya. Ia bersedia menjadi miskin agar Ia dapat memberi manfaat bagi orang lain. Ia yang adalah Tuhan dan pemilik segala sesuatunya bersedia untuk meninggalkan posisi-Nya yang ditinggikan di pangkuan Bapa dan menjadi miskin agar kita menjadi kaya. Yesus melakukannya supaya manusia tidak lagi hidup dalam kematian karena dosa-dosanya, sehingga semua yang percaya kepadaNya diampuni dari dosa agar kita menjadi kaya dan hidup dalam kemuliaan bersama Tuhan. Oleh sebab itu, Yesus menunjukkan kasih karunia-Nya yang mencukupkan segala sesuatu yang kita butuhkan dengan rela menjadi miskin sehingga jemaat Korintus dan kita yang mendengarkan firman Tuhan saat ini bisa memperoleh kekayaan rohani selamanya. Untuk itulah Paulus memotivasi jemaat Korintus untuk menjadi berkat mengikuti contoh pengorbanan Yesus sendiri. Seperti halnya jemaat Makedonia yang memberi bukan karena sudah merasa berlebih melainkan karena kemurahan hatinya dalam memberi.

Bapak, Ibu saudara-saudari terkasih, demikianlah nas hari ini memberitahukan kepada kita bahwa menjadi kaya bukan karena kita memiliki harta duniawi melainkan karena kita telah menjadi anak-anak Tuhan. Kita telah diberikan warisan yaitu beroleh hidup yang kekal. Di sisi lain, kita juga harus menjadikan Yesus sebagai teladan dalam hidup kita, yaitu menjadi berkat bagi sesama kita. Kita tidak boleh egois hanya mementingkan diri kita sendiri. Kita harus mau berbagi dan memberi dengan murah hati tidak dengan paksaan tapi dengan dorongan yang ada dalam diri kita sendiri, bukan seberapa banyaknya, bukan karena kita merasa kasihan atau bukan karena sudah merasa bahwa kita memiliki harta yang berlebih melainkan karena kita tahu bahwa yang kita miliki sekarang adalah berkat pemberian Tuhan. Oleh sebab itu kita yang telah dimenangkan dan menjadi kaya mau bersedia menyalurkan berkat yang telah kita terima dari Tuhan kepada orang lain. Sehingga semua orang dapat merasakan kebaikan Tuhan dan kasih karunia Tuhan itu. Amin. 

Doa Penutup: Ya Allah Bapa syukur kami ucapkan untuk penyertaan Tuhan dalam hidup kami saat ini sehingga kami boleh mendengarkan firman Tuhan. Tolonglah kami ya Tuhan supaya kami senantiasa berjalan sesuai dengan yang Engkau kehendaki. Untuk hari ini kami memohon kiranya Tuhan yang senantiasa melindungi kami, apapun yang akan kami kerjakan, kemanapun kaki kami melangkah, supaya kami selalu dalam lindungan Tuhan. Ampuni kami untuk dosa dan kesalahan kami supaya kami layak disebut sebagai anak Tuhan. Inilah doa dan permohonan kami di dalam Yesus Kristus kami berdoa dan bersyukur kepadaMu. Amin.

 C.Pdt. Josianna Widya Permata Lumbantobing- Calon Pelayan di Biro Personalia HKBP


Pustaka Digital