"Minggu IX Dung Trinitatis
Topik: POLIN MANGIHUTHON JESUS (MENGIKUT YESUS SECARA TOTAL)"

Ev: Lukas 12:49-53/Ep: Psalmen 82:1-8

Ephorus Layankan Ibadah Raya & Pimpin Pesta 158 Tahun HKBP Pearaja Tarutung, Diikuti Seribuan Umat

Seorang misionaris yang ternama dan dikenal sebagai Rasul Orang Batak, Dr. Ingwer Ludwig Nommensen mendirikan dua gereja sekaligus pada tanggal 29 Mei 1864 yaitu HKBP Pearaja dan HKBP Dame Saitnihuta. Kedua gereja berlokasi di kota Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara.

Sejak awal kekristenan, bahwa peran kedua gereja, terkhusus HKBP Pearaja melalui para misionaris, sangat luar biasa membangun tatanan masyarakat dan kecerdasan melalui penginjilan dan pendidikan. 



Pelayanan HKBP Pearaja sangat berdampak bagi jemaat dan masyarakat sekitarnya. Umumnya jemaat HKBP Pearaja berwawasan luas dan berpikir maju. 

HKBP Pearaja merangkai sebuah kegiatan syukuran mengingat sejarah berdirinya dan pelayanan gereja melalui Ibadah Raya dan Pesta Syukur (Pesta Parolopolophon) 158 tahun yang dipimpin Ompu i Ephorus, Pdt. Dr. Robinson Butarbutar, Praeses HKBP Distrik II Silindung, Pdt. Hasudungan Manalu, S.Th, dan Pendeta HKBP Resort Pearaja, Pdt. Saor Hutagaol, S.Th diikuti seribuan jemaat dan para undangan.


Kegiatan dilangsungkan di Komplek HKBP Pearaja Tarutung pada Minggu, 22 Mei 2022.

Ompu i Ephorus menegaskan dalam khotbahnya bahwa doa itu punya kekuatan. 

Banyak orang maju yang mendewakan dirinya sendiri dan tidak membutuhkan campur tangan Tuhan dalam hidupnya. Cara hidup demikian tidak perlu diikuti oleh umat percaya. Karena pendewaan diri tidak mampu memberi kebahagiaan jiwa dan batin. 


Orang-orang percaya menekuni hidup berdoa dalam kehidupannya. Hal-hal luar biasa sering terjadi kehidupan umat yang menekuni hidup berdoa. Doa itu punya kekuatan. Hendaklah, pada setiap situasilah kita berdoa kepada Tuhan, saat bersukacita dan masa-masa sulit, ajak Ompu i Ephorus.


Saat berkhotbah Ompu i Ephorus mengajak Jemaat HKBP Pearaja Tarutung, dukungan Bupati Tapanuli Utara, Drs. Nikson Nababan, M.Si dan ibu Santika Simamora serta tamu undangan lainnya untuk bersama dan bergotongroyong menyelesaikan biaya pembangunan rumah dinas Pendeta Resort.


Usai ibadah raya, dilanjutkan dengan kegiatan syukuran berupaya pemotongan kue 158 tahun HKBP Pearaja, makan bersama, kata sambutan dari tamu undangan dan jemaat, tortor panitia, majelis, jemaat, dan pengumpulan dana pembangunan rumah dinas Pendeta Resort. (B-TIK)






Pustaka Digital