"Alai didok ma tu ibana: Dipalua haporseaonmi do ho, inang! Mardame ma ho laho! Sai malua ma ho sian parniaeanmi!

Maka kata-Nya kepada perempuan itu: "Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!""

Markus 5 : 34

Haleluya! HKBP, GKY, TCI, & KN-LWF Sepakat Topang Mentawai

Jakarta, HKBP.or.id - Satu terobosan pelayanan kembali digagas dan sepakati. Bertindak sebagai insiator, HKBP melalui Ephorus mengajak Gereja Kristus Yesus untuk menopang pelayanan Gereja Kristen Protestan di Mentawai (GKPM). Guna memperkuat daya terobosnya, Ephorus HKBP juga rangkul Transformation Connection Indonesia (TCI) dan Komite Nasional Lutheran World Federation (KN-LWF).


Terobosan ini bermula dari pertemuan Ephorus HKBP dengan Ephorus GKPM, Pdt. B. Parlindungan Sababalat, S.Th pada 20 April 2022. Dimana kedua belah pihak saling mengimbas kembali pelayanan di masa lalu setelah HKBP memandirikan GKPM pada 5 Februari 1978. Tak hanya itu, kedua Ephorus turut berdiskusi soal tantangan pelayanan terkini dan masa mendatang. 

Salah satu tantangan tersebut adalah kondisi geografis Mentawai, Sumatera Barat yang mengakibatkan minimnya konektivitas Mentawai dengan Sumatera. Seperti diketahui, Mentawai hanya bisa dijangkau dengan pesawat atau kapal laut. Terbatasnya konektivitas ini mengakibatkan laju perekonomian di Mentawai tersendat dan mempengaruhi perekonomian warganya. Ini tentu berdampak kepada finansial Gereja untuk menopang para pelayannya. Para Pendeta yang melayani di GKPM pun harus melakukan pekerjaan lain demi mencukupi kebutuhan sehari-hari. Ini tentunya mengakibatkan pelayanan penginjilan tersendat. 


Oleh karena itu, 4 lembaga di atas sepakat untuk menopang pelayanan di Mentawai, agar Injil Yesus Kristus sampai kepada semua orang, seperti mandat Amanat Agung Yesus Kristus.



"Walaupun jumlah warga kami kecil, hanya 30ribu jiwa, kami siap melakukan yang terbaik untuk Mentawai," sebut Pdt. Yohanes Adri Hartopo, Ph.D, Ketua Umum Sinode GKY.

Ruang Lingkup kesepakatan ini adalah sinergi 5 lembaga dalam upaya pemberdayaan warga jemaat yang meliputi spiritualitas, wawasan, skill dan pembangunan kelembagaan sehingga menjadi lebih bertumbuh, berbuah di dalam Tuhan dan lebih sejahtera.


Hal itu juga sejalan dengan TCI yang didirikan oleh Bapak Iman Santoso, yang bertujuan mengangkat harkat hidup masyarakat.

Dalam bimbingannya, Ephorus HKBP mengatakan, "Tuhan Yesus Kristus pasti senang melihat kita anak-anakNya saling bertolong-tolongan menanggung beban bersama." (SKE_JFS)