"Ai gok di Ho do ale Jahowa hatimbulon dohot hagogoon dohot hamuliaon dohot hatongamon dohot pujipujian; gok di Ho tahe nang saluhut na di banua ginjang dohot na di tano on. Gok di Ho do ale Jahowa harajaon, jala dipatimbul Ho diriM di atas ni saluhut na marjujungan.

Ya TUHAN, punya-Mulah kebesaran dan kejayaan, kehormatan, kemasyhuran dan keagungan, ya, segala-galanya yang ada di langit dan di bumi! Ya TUHAN, punya-Mulah kerajaan dan Engkau yang tertinggi itu melebihi segala-galanya sebagai kepala."

1 Kronika 29 : 11

Minggu Advent I di HKBP Balige

Minggu, 28 November 2021 jemaat HKBP Balige melaksanakan peribadahan Minggu Advent I. Kebaktian berlangsung penuh hikmat dengan iringan musik yang mengalun lembut mengiringi nyanyian liturgi di masa Advent. Jemaat begitu antusias mengikuti kebaktian Minggu. Jemaat memenuhi bangku-bangku yang disediakan dengan mengatur jarak sesuai protokol kesehatan.



Memasuki Minggu Advent I ini, jemaat HKBP Balige mulai mempersiapkan diri menyambut perayaan Natal. Dekorasi bernuansa Natal sudah mulai dipasang di sudut-sudut gereja. Dekorasi memberikan suasana berbeda di dalam ruang peribadahan.


Jemaat HKBP Balige adalah jemaat tertua di Toba (1881). Gedung gerejanya merupakan salah satu bagunan HKBP dengan arsitektur yang paling orisinil. Dibangun tahun 1923, bangunan gereja yang didominasi material kayu ini berdiri kokoh dan menjadi saksi perkembangan pelayanan terhadap anggota jemaat dan masyarakat sekitar. Beberapa tokoh yang pernah melayani di jemaat ini antara lain, Pdt. Johannes Warneck dan Pdt. G. Pilgram. Saat ini, jemaat dilayani oleh Pdt. Antoni Manurung sebagai Pendeta Resort, Pdt. Johannes Pasaribu, Pdt. Porman Gultom, Gr. Pardamean Sibuea, Bvr. Marince Siagian, Diak. Lusianti Tampubolon dan beberapa Sintua.

Kebaktian Minggu Advent I semakin terasa istimewa oleh pelayanan Kepala Departemen Koinonia HKBP, Pdt. Dr. Deonal Sinaga yang melayankan khotbah. Dalam khotbahnya yang didasarkan pada Surat 1 Tesalonika 3:9-13, Pdt. Sinaga menekankan makna Advent sebagai masa penantian terhadap hari raya Natal, dan terutama mengingatkan pada penantian akan kedatangan Yesus Kristus. “Masa penantian ini harus dihayati dengan tetap hidup dalam kekudusan. Kapan pun waktunya tiba, kita tetap sedia dan ditemukan dalam keadaan tidak bercela”, demikian Pdt. Sinaga menyampaikan penekanan khotbahnya.


Anggota jemaat dan Parhalado HKBP Balige dengan suka cita menyambut kehadiran rombongan dari Pearaja. Setelah kebaktian selesai, Pdt. Sinaga berkesempatan berbincang-bincang bersama Parhalado dan jemaat HKBP dalam suasana akrab. Turut dalam perbincangan, Bapak Parlin Sianipar beserta isteri, yang merupakan pegiat sosial sekaligus warga jemaat HKBP Tebet. Beberapa tahun terakhir, beliau memberi perhatian serta aktif melakukan pembelaan terhadap korban kekerasan di daerah Toba dan sekitarnya.

(DK-SDS)