"Alai marhuaso do Debata mangusehon saluhut asiasi tu hamu, asa sandok tuk situtu di hamu jala marlobilobi hamu laho patupahon saluhut ulaon na denggan.

Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan."

2 Korint 9:8

Minggu Advent I di HKBP Balige

Minggu, 28 November 2021 jemaat HKBP Balige melaksanakan peribadahan Minggu Advent I. Kebaktian berlangsung penuh hikmat dengan iringan musik yang mengalun lembut mengiringi nyanyian liturgi di masa Advent. Jemaat begitu antusias mengikuti kebaktian Minggu. Jemaat memenuhi bangku-bangku yang disediakan dengan mengatur jarak sesuai protokol kesehatan.



Memasuki Minggu Advent I ini, jemaat HKBP Balige mulai mempersiapkan diri menyambut perayaan Natal. Dekorasi bernuansa Natal sudah mulai dipasang di sudut-sudut gereja. Dekorasi memberikan suasana berbeda di dalam ruang peribadahan.


Jemaat HKBP Balige adalah jemaat tertua di Toba (1881). Gedung gerejanya merupakan salah satu bagunan HKBP dengan arsitektur yang paling orisinil. Dibangun tahun 1923, bangunan gereja yang didominasi material kayu ini berdiri kokoh dan menjadi saksi perkembangan pelayanan terhadap anggota jemaat dan masyarakat sekitar. Beberapa tokoh yang pernah melayani di jemaat ini antara lain, Pdt. Johannes Warneck dan Pdt. G. Pilgram. Saat ini, jemaat dilayani oleh Pdt. Antoni Manurung sebagai Pendeta Resort, Pdt. Johannes Pasaribu, Pdt. Porman Gultom, Gr. Pardamean Sibuea, Bvr. Marince Siagian, Diak. Lusianti Tampubolon dan beberapa Sintua.

Kebaktian Minggu Advent I semakin terasa istimewa oleh pelayanan Kepala Departemen Koinonia HKBP, Pdt. Dr. Deonal Sinaga yang melayankan khotbah. Dalam khotbahnya yang didasarkan pada Surat 1 Tesalonika 3:9-13, Pdt. Sinaga menekankan makna Advent sebagai masa penantian terhadap hari raya Natal, dan terutama mengingatkan pada penantian akan kedatangan Yesus Kristus. “Masa penantian ini harus dihayati dengan tetap hidup dalam kekudusan. Kapan pun waktunya tiba, kita tetap sedia dan ditemukan dalam keadaan tidak bercela”, demikian Pdt. Sinaga menyampaikan penekanan khotbahnya.


Anggota jemaat dan Parhalado HKBP Balige dengan suka cita menyambut kehadiran rombongan dari Pearaja. Setelah kebaktian selesai, Pdt. Sinaga berkesempatan berbincang-bincang bersama Parhalado dan jemaat HKBP dalam suasana akrab. Turut dalam perbincangan, Bapak Parlin Sianipar beserta isteri, yang merupakan pegiat sosial sekaligus warga jemaat HKBP Tebet. Beberapa tahun terakhir, beliau memberi perhatian serta aktif melakukan pembelaan terhadap korban kekerasan di daerah Toba dan sekitarnya.

(DK-SDS)


Pustaka Digital