"Alai borngin i diida si Paulus di bagasan tondina ma Tuhan i na mandok tu ibana: Unang ma ho mabiar; hatahon ma, unang ma ho mauhom!

Pada suatu malam berfirmanlah Tuhan kepada Paulus di dalam suatu penglihatan: "Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam!"

Ulaon ni Apostel 18:9

Pdt. Dr. Martongo Sitinjak beri Ceramah Sub tema Rapat Pendeta di HKBP Distrik XXII Riau


Rapat Pendeta Distrik XXII Riau ini diikuti oleh 89 orang Pendeta aktif, 10 orang calon pendeta Pendeta dan 3 orang Pendeta yang telah pensiun. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 15-16 Juli 2019 bertempat di Furaya Hotel-Pekanbaru yang dipimpin oleh Bapak Praeses Pdt. Mangantar Tambunan, M.Th.

Rapat Pendeta ini sangat strategis dan memiliki nilai yang kuat bagi interpretasi dan implementasi bagi kita untuk menjadi tempat bagi Pendeta untuk belajar dan saling berbagi pengalaman dalam pelayanan, marilah kita maksimalkan rapat pandita Distrik ini sebagai momen untuk menyegarkan kembali pokok-pokok panggilan Pelayanan tohonan hapanditaon, harap bapak Praeses dalam Kata pengantarnya.

Para narasumber dalam rapat ini yaitu : Pdt. Dr. Martongo Sitinjak (Kepala Departemem Koinonia HKBP) menerangkan tentang Sub tema dari Rapat Pandita, Pdt. Dr. Robinson Butarbutar (Ketua Rapat Pendeta) menerangkan tentang Tema dan Bapak Pdt. Dr. Robinson Rajagukguk menyampaikan tentang Penguatan arti dan makna Poda Tohonan.


Berangkat dari Sub Tema Rapat Pendeta, yaitu Pendeta HKBP belajar dan bergegas melaksanakan tugas panggilannya agar iman tidak jatuh pada era revolusi industri ke empat, Kadep Koinonia HKBP yang dipercayakan menjadi narasumber dan menerangkan tentang Sub Tema tersebut dalam Rapat Pendeta Distrik XXII Riau menekankan dan mengarahkan agar “Belajar memaknai Panggilan Allah dalam Tohonan untuk sanggup dan tangguh menghadapi era Revolusi Industri ke empat.”

Belajar sepanjang hidup adalah hakekat manusia “long life education”, seruan belajar pada rapat pendeta tahun ini mengingatkan akan upaya menyegarkan ulang arti dan makna panggilan kita sebagai seorang Pendeta dan salah satu metode yang paling baik dalam belajar adalah melakukan panggilan itu sendiri (doing Theologi) terang Pdt. Dr. Martongo Sitinjak.


Perlengkapan utama seorang pendeta adalah mengenakan 7 poda tohonan dalam dirinya untuk memimpin umat Tuhan dalam perang rohani menghadapi roh zaman yang sedang berlangsung (ef 6:10-12), perlengkapan tohonan kependetaan yaitu : 1. Hidup dalam Firman Tuhan (confessi HKBP), 2. Pelayan Sakramen, 3. Pelayan Karakter, Etika dan moral kristen, 4. Pelayan Sekolah Minggu, 5. Pemeliharaan/Penggembalaan Hidup warga Jemaat, 6. Pemeliharaan keluarga kudus, 7. Karsa (jiwa yang mendorong) Kebersatuan dan kebersamaan Partohonan Pendeta (Solidaritas). Tujuh perlengkapan tohonan kependetaan HKBP harus terus-menerus dipelajari dan diinternalisasi kedalam diri para pendeta, tambah bapak sitinjak.

Pdt. Dr. Martongo menyampaikan bahwa Era revolusi industri keempat membuka kondisi baru kehidupan manusia yang merubuhkan batas-batas budaya, bangsa, agama dan identitas lainnya yang menjadi global citizen, sehingga manusia modern kini memiliki multi wajah dalam era digital. Salah satu yang tumbuh dalam proses digitalisasi adalah lahirnya jiwa “ME CENTERED” (aku menjadi pusat) segala sesuatu di dalam diri manusia.


Peranan Pendeta sebagai agent perobahan sorgawi harus tetap berada dalam keutamaan missi penyelamatan manusia. Pendeta tidak boleh mengesampingkan missi sorgawi. Allah menjadi manusia (Yoh 1 : 14) artinya manusia menjadi hal pokok dalam komunikasi Allah untuk keselamatan. Hubungan Allah dengan manusia yang tertuang dalam hubungan manusia dengan manusia harus tetap dijaga dan dipelihara. Hubungan manusia dengan manusia tidak boleh digantikan dengan hubungan manusia dengan teknologi, tutup Kepala Departemen Koinonia HKBP

Rasa antusias untuk lebih memaknai dan menyikapi akan era revolusi industri keempat serta memperlengkapi diri sebagai seorang pendeta, hal itu terlihat dari komunikatif dari diskusi tersebut. Diskusi itu di moderatori oleh bapak Pdt. Herbert Hutagalung.


Rapat Pendeta HKBP Distrik XXII Riau ini juga membicarakan akan pelayanan dan program yang berlangsung dan yang akan berlangsung di Pelayanan HKBP Distrik XXII Riau.

Tuhan-lah yang memberkati dan menyertai seluruh pelayan guna mewujutnyatakan Tritugas Panggilannya, kiranya Firman yang bekerja atas mereka di setiap pelayanannya. (RH)