"Ai gok di Ho do ale Jahowa hatimbulon dohot hagogoon dohot hamuliaon dohot hatongamon dohot pujipujian; gok di Ho tahe nang saluhut na di banua ginjang dohot na di tano on. Gok di Ho do ale Jahowa harajaon, jala dipatimbul Ho diriM di atas ni saluhut na marjujungan.

Ya TUHAN, punya-Mulah kebesaran dan kejayaan, kehormatan, kemasyhuran dan keagungan, ya, segala-galanya yang ada di langit dan di bumi! Ya TUHAN, punya-Mulah kerajaan dan Engkau yang tertinggi itu melebihi segala-galanya sebagai kepala."

1 Kronika 29 : 11

Pelatihan Pengkhotbah Kebaktian Kebangunan Iman

Departemen Marturia mengadakan Pelatihan Pengkhotbah Kebaktian Kebangunan Iman (KKl) bertempat di Perkampungan Pemuda HKBP - Jetun Silangit. Kegiatan Pelatihan tersebut telah berlangsung sejak tanggal 1-5 Agustus 2022, kegiatan tersebut dibuka oleh Kadep Marturia Pdt. Daniel Taruli Asi Harahap, M.Th (Selasa, 5 Agustus 2022).


Ibadah pembukaan kegiatan Pelatihan Pengkhotbah dipimpin oleh Pdt. Mikha Purba sebagai Pengkhotbah dan Pdt. Eden Siahaan sebagai Liturgis. Selepas Ibadah pembukaan, Sesi pertama dibawakan oleh Kepala Departemen Marturia Pdt. Daniel Taruli Asi Harahap, M.Th. 



Kadep Marturia mengatakan bahwa sepanjang kehidupan pelayanan adalah belajar, pertama mengenal diri sendiri (pengkhotbah), kedua Alkitab menjadi sumber pembelajaran kita untuk menjadi Pengkhotbah yang bersinergi. Kadep Marturia mendorong agar semua Pengkhotbah kembali kepada pengetahuan Alkitab yang dibatasi melalui konfessi. Berkhotbahlah dengan beriman kepada kuasa Allah. Sesi yang dibawakan oleh Kadep Marturia berjalan sangat penuh antusias dengan tanya jawab, diskusi dan sharing. 




Sesi berikutnya diisi oleh Sekjend HKBP Pdt. Dr. Victor Tinambunan dengan topik "Poda Parjamitaon" melalui zoom meeting. Sekjend mengatakan bahwa Pengkhotbah yang benar adalah yang berakar pada Firman Tuhan. 


Pelatihan Pengkhotbah Kebaktian Kebangunan Iman ini diharapkan membawa inspirasi-inspirasi baru bagi seluruh Pengkhotbah yang melayani jemaat Allah. Diharapkan juga agar setiap Pengkhotbah kembali pada dasar yaitu Firman Tuhan, mengenal diri dan mempersiapkan diri sebelum penyampaian Firman agar ibadah minggu bukan sebagai rutinitas melainkan ibadah yang baru. (BTIK)